Sri Rahayu seorang gadis kampung yang terpaksa harus pergi kekota dan tinggal disana bersama dengan Tantenya yang bernama Halima.
Namun siapa sangka Halima meminta dirinya untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal hanya karena tidak ingin mengecewakan Halima dan sebagai bentuk dari rasa terima kasihnya karena Halima sudah menerima dirinya selama ini mau tidak mau ia pun mengikuti keinginan dari Halima.
Bahkan ia tidak pernah bertemu dengan pria tersebut dan sampai pada hari pernikahan itu tiba Sri belum juga melihat wajah yang akan menjadi suaminya tersebut.
Didetik-detik acara Akat nikah barulah ia bertemu langsung dengan pria yang bertubuh tinggi tegap yang merupakan calon suaminya itu.
Akankah Sri mendapat kebahagian didalam pernikahannya?
Yuk saksikan kelanjutan dari ceritanya Cinta didalam Perjodohan!!
Akankah Sri bertahan dengan kehidupannya yang baru atau malah menjadikan hidupnya semakin tersiksa?
Yuk saksikan kel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10.
Didalam kamar aku mengurung diri dengan mengunci pintu dari dalam, aku tidak ingin seorang pun mengganggu ku saat ini. Satu-satunya yang ku butuhkan saat ini yaitu ketenangan.
Bahkan Rey pun tidak bisa masuk kedalam kamar. Rupanya salah satu pelayan mengadukan perbuatan ku yang mengurung diri didalam kamar kepada mama Nia sehingga mereka pulang dari rumah kak Monika pada hal mereka disana untuk menemani kak Monika yang sudah tinggal menunggu hari persalinannya.
Tak tau bagaimana cara mereka membuka pintu kamar, karna ketika aku membuka mata yang kulihat pertama adalah mama Nia. Setelah aku tersadar sepenuhnya ternyata papa dan juga Rey ada didalam kamar. Dengan tubuh lemas aku berusaha untuk duduk dan kemudian mama membantu ku duduk dan bersandar dikepala ranjang.
"Sri...Kenapa kau mengurung diri didalam kamar selama 2 hari inia?" tanya mama kepada ku namun tatapan matanya tertuju kepada Rey.
"Aku..Aku tidak mengurung diri ma, hanya saja aku tidak ingin keluar dari kamar." Kilah ku dengan gugup.
"Rey..Ada apa sebenarnya?" kali ini papa yang bertanya sepertinya mereka tidak percaya dengan omongan ku tadi.
"Pah, mah kalian kan sudah dengar sendiri tadi jika Sri bukan mengurung diri hanya dia sedang tidak ingin keluar saja."
"Jika papa tau yang sebenarnya, papa tidak akan diam saja!" ancam papa Gael agar Rey mau berkata jujur.
"Kau lihat itu! kau yang berbuat tapi aku yang jadi tersangkanya." Ucap Rey kepada ku.
"Jangan bilang ini karna perempuan tak tau diri itu?" Ucapan mama membuat ku terkaget dan sontak menatap mama. "Wanita itu?" apa mama sudah tau tapi bagaimana ia tau akan itu?" aku bertanya didalam hati sambil memikirkan jawabannya tapi tak kunjung ku dapati.
"Rey, apa benar apa kata mama ku?" Kali ini papa yang bertanya membuat ku semakin bingung dan sekaligus seperti orang bodoh saja. Aku berusaha menyembunyikan kelakuan suami ku tapi ternyata mereka mengetahui lebih dari apa yang ku lihat.
"Jika kau masih berhubungan dengan wanita j***** itu kau harus siap kehilangan segalanya!" ancam papa Gael membuat suasana semakin buruk.
"Pah, dia tidak seperti yang papa tuduh kan itu! dia wanita baik-baik. Pernikahan ini tidak akan mengubah apa pun tentang ku dan dia jadi tolong jangan memaksa ku!"
Apa ini tidak kah aku salah mendengar semua ini atau aku sedang bermimpi. Mereka sibuk membahas orang lain sementara aku seperti terabaikan saja.
"Cukup!" pinta ku dengan suara yang bergetar. "Jadi ini alasan mama untuk menikahkan ku dengan Rey? jika aku tau Rey memiliki orang lain maka aku tidak akan Sudi berada diantara mereka. Kenapa mama tega menyeret ku ketengah-tengah mereka?" ku tatap wajah yang selama ini aku banggakan sebagai mertua ku tapi pada akhirnya aku berakhir kecewa.
"Sri..Mama hanya mau yang terbaik untuk anak mama dan mama yakin jika itu kau Sri!" jelas mama menggenggam tangan ku.
"Tapi mah.."
"Tidak ada tapi-tapian! sekarang kau adalah istri sah dari Rey dan sampai kapan pun akan tetap seperti itu. Tugas mu yaitu membuat Rey jatuh cinta kepada mu!" Tegas mama membuat ku terdiam.
"Sudah mah biar kan saja dia, sekarang lihatlah menantu kita ini dia sedang lemah cepat mama siapkan makan untuknya!" Ucap papa Gael mengakhir perdebatan itu.
"Benar pah, mama hampir melupakan itu karna anak kurang ajar mu itu!" Ketus mama membuat Rey membelalakkan bola matanya tak percaya dengan yang ia dengar.
"Ck, kurang ajar? biar begini aku ini anak mama!"
"Siapa bilang kau itu bukan anak ku ha?" Bentak mama tak kalah sengit.
Sudah, sudah. Rey kau keluar lah dulu! usir papa menghentikan ibu dan anak itu.
***
"Kau sudah baikan?" tanya mama begitu aku selesai mengisi perut ku.
"Sudah ma."
"Istirahat lah!" Suruh mama dan setelah itu mama dan papa pun keluar dari kamar setelah memastikan aku beristirahat. Namun tak lama kemudian Rey kembali masuk kedalam kamar.
Rey berdiri disamping ranjang sambil menatap ku dengan melipat kedua tangannya didada.
"Menantu kesayangan!" Ucapnya tanpa mengalihkan tatapannya dari ku.
"Apa yang kau lakukan hingga kedua orang tua ku begitu menyayangi mu dari pada aku anak kandungnya sendiri?" tanyanya menelisik wajah ku.
"Sudah seharusnya begitu bukan?" ucap ku menimpali perkataan dari Rey.
"Aku tegas kan sekali lagi jangan harap jika aku akan mengubah keputusan ku." Peringat Rey.
"Ya, ya, terserah kau saja! kau tidak dengar tadi mama meminta ku untuk apa?" ku lihat Rey seperti sedang mencoba mengingat.
"Apa?" akhirnya ia bertanya karena tidak menemukan jawabannya.
"Mama meminta ku untuk membuat mu jatuh cinta kepada ku!" pekik ku santai masih dengan posisi berbaring.
"Ck, jangan menghayal terlalu tinggi, nanti jatuhnya sakit." Ucapnya mentertawakan diri ku.
"Orang seperti mu tidak akan pernah bisa membuat ku jatuh cinta, kau jauh dari kata kriteria ku!" Tegas Rey membuat ku ciut dengan ucapan ku sendiri.
"Kita lihat saja nanti, semoga saja kau tidak akan jatuh cinta kepada ku karna jika itu terjadi maka pada saat itu juga aku tidak bisa kau gapai."
"Aku yakin tidak akan pernah mencintai orang seperti mu karna kau tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekasih ku." Ucap Rey dengan percaya dirinya.
"Jika demikian kenapa mama memilih ku sebagai istri mu bukan kekasih mu itu?"
Sepertinya Rey tidak bisa menjawab kata-kata ku karna dia tidak lagi menjawab dan meladeni ku. Ia pun memilih untuk meninggalkan ku setelah menatap tajam kepada ku seolah ingin menerkam.
"Syukurlah dia akhirnya pergi juga." Aku menghela nafas panjang melepas ketegangan ku sedari tadi.
Aku sampai penasaran bagaimana wanita itu bisa membuat Rey begitu tergila-gila kepadanya bahkan keluarganya tidak memihaknya namun tetap saja Rey tidak tergoyahkan.
Sepertinya Rey begitu dalam mencintai wanita itu, sungguh beruntungnya dia yang mendapatkan cinta dari seorang Rey Atmaja.
Tidak seperti diri ku yang memang tidak pantas bersanding dengannya. Tapi tidak bisa seperti itu! Rey adalah suami ku dan aku harus merebut hati dari suami ku jika tidak ingin menjadi janda diusia muda. Apa kata orang nantinya jika aku bercerai dengan Rey? pasti orang-orang beranggapan aku bukan seorang istri yang bisa mengurus suaminya.
Maka mulai detik ini juga aku berjanji tidak akan menyerah untuk mendapatkan cinta dari Rey karna aku adalah istri sahnya sementara wanita itu adalah masa lalunya. Masa lalu yang seharusnya tidak diungkit lagi dan lebih baik mengubur masa lalu tersebut.