Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama yang tertunda
"Bagaimana apa pendapatmu?" tanya Abi pada sekretarisnya Johan, mereka masih berada di ruang tengah.
Johan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia juga bingung tidak tau jawaban apa yang harus keluar dari mulutnya.Karena bukan ahlinya jika mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, kalau dirinya di suruh memilih dia akan lebih memilih memikirkan bagaimana cara memenangkan proyek besar.
" Apa tuan yakin akan mengenalkan gadis itu pada keluarga anda sekarang?" Johan malah balik bertanya , karena jujur dirinya tidak yakin dengan rencana Abi yang akan mengenalkan Sekar sebagai calon istrinya.
Dan kenapa juga Tuan mengenalkan gadis itu sebagai calonnya? bukankah mereka sudah menikah secara agama?
"Entahlah aku benar-benar bingung, aku merasa menciptakan neraka untukku sendiri sekarang." Ucap Abi mengusap wajahnya kasar.
Dia juga merasa bingung jika keluarganya bertanya tentang Sekar atau bertanya tentang keluarga Sekar lantas dia harus menjawab apa? dan itu benar-benar membuatnya sakit kepala karena belum menyiapkan semua itu.
"Lalu apa yang akan Tuan lakukan? apa perlu saya carikan orang tua bayaran tuan?" tanya Johan memberi solusi, dia beranggapan jika Abi mungkin bingung karena perihal asal usul gadis itu yang hanya orang biasa, dan dia berpikir untuk mencarikan Sekar orang tua palsu yang kelihatan lebih berkelas agar keluarga Abi tidak menolak rencana pernikahan Abizhar.
"Tidak, aku tidak ingin terlalu mengambil resiko. Lagipula aku tidak ingin membohongi ibu terlalu banyak, cukup mengenalkan Sekar dan menikahinya karena cinta."
Setelah mengatakan itu kini Abi terlihat beranjak dari duduknya, sekretaris Johan juga mengikuti hal sama.
"Pulanglah dan istirahat, bukankah besok kita ada pertemuan dengan Mr.K ?" lanjut Abizhar lagi.
" Baik Tuan, Anda juga selamat untuk beristirahat " menunduk sedikit sebagai tanda hormat, sekretaris Johan mulai meninggalkan ruangan rumah mewah itu.
Setelah kepergian sekretarisnya Abi melangkah menuju ke ruang kerja miliknya.Sempat melirik ke arah kamar atas,dimana seorang gadis yang sudah menjadi istrinya kini berada dalam kehidupannya.
Aku tidak salah kan membawanya ke masalah ini? maaf jika nanti aku membuatmu menderita.
Begitu sudah didalam ruang kerjanya, Abi nampak termenung duduk kursi kerjanya hanya lampu dimeja sebagai penerang.
Sepintas bayangan masa lalunya yang membuatnya kesal lewat dipikirannya,hingga dia melakukan pernikahan kontrak dengan gadis biasa.
Sebenarnya Abi bisa saja mencari gadis yang sekelas dengannya,tapi berulang kali dirinya selalu gagal entah darimana membuat wanita yang akan ia temui selalu membatalkan untuk lebih dekat dengannya.
Abi mengingat bagaimana mantan istrinya mempermalukannya dengan menyebarkan kabar tidak benar jika bagian dari tubuhnya mempunyai kelainan, membuat setengah hidupnya kini menjadi berbeda.
"Sial !" umpat Abi karena mengingat hal itu membuatnya merasa marah.
Kini dirinya sudah tidak ragu lagi membawa Sekar untuk membuktikan jika bagian dari tubuhnya masih berfungsi sangat baik, dan dia akan membuktikan itu.
Kini Abi mempelajari berkas pekerjaannya yang bersangkutan dengan perusahaan asing milik Mr.K yang sempat ia tunda karena acara pernikahan mendadaknya.
Satu dua jam ia berada di ruangan itu, bukan hanya memikirkan pekerjaan melainkan bagaimana nantinya ia akan memperkenalkan Sekar pada keluarganya, terutama pada ibunya.
Malam semakin larut, jam digital menunjukkan angka 10 malam, mulutnya juga berkali-kali menguap menandakan jika dirinya mulai lelah, tubuh dan pikirannya butuh istirahat.
Abi menaiki tangga yang menuju ke kamarnya dan saat melewati kamar tamu yang Sekar tempati Abi terdiam, dia terus menatap pintu kamar yang tertutup itu.
Apa dia sudah tidur? apa aku harus melakukannya sekarang? bukankah jika aku akan menunjukkan kejantananku itu berarti aku harus melakukan itu dengannya.
Argh...
Umpatnya pada diri sendiri, dia terus menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran mesum yang tiba-tiba saja hinggap diotaknya.Bisa-bisanya dia menginginkan gadis itu malam ini.
Karena tidak ingin terjadi sesuatu Abi kemudian langsung masuk ke kamarnya.
Tak berselang lama pintu yang tertutup sejak tadi ditatap Abizhar terbuka, karena Sekar seolah merasakan ada sesuatu diapun keluar.
Kosong ,,,tapi perasaan tadi kayak ada orang di depan pintu. Atau memang iya dia sudah naik terus berdiri di sini tadi, hiii
Gumamnya sambil menatap kamar Abi yang tertutup.
Buru-buru Sekar masuk kembali dan langsung mengunci pintu, sejak tadi dia belum juga bisa tidur di samping karena masih asing dengan tempatnya dirinya juga masih kepikiran dengan kalimat malam pertama namun sepertinya ketakutan akan hal itu tidak terjadi karena sampai Sekar tertidur dengan sendirinya dan mulai beranjak pagi Abi tidak pernah menemuinya bahkan sampai Sekar membuka matanya.
*
*
Berkas sinar yang masuk melewati gorden jendela kamar Sekar membuatnya mengerjap-ngerjap matanya.
"Ibu,,,,,ini sudah sudah jam berapa?" gumam Sekar masih setengah sadar, dia belum merasakan jika tertidur ditempat lain.
"Ah,,,aku lupa ini rumah rubah tengil itu." Ucapnya begitu membuka mata, Sekar menyapu seluruh ruangan yang nampak luas.
Dia langsung menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri, sudah jadi kebiasaannya jika sehabis bangun dari tidurnya Sekar akan langsung mandi karena harus berangkat kerja pagi-pagi, namun kali ini berbeda dia bebersih diri bukan untuk bekerja seperti biasa melainkan entah apa yang akan ia lakukan setelahnya.
Begitu selesai, tak lupa Sekar juga merapikan kembali Seprai yang sempat berantakan karena ulahnya.
Saat diujung tangga Sekar sempat melirik kembali kamar Abi.
"Apa dia sudah keluar?" tanyanya pada diri sendiri. lalu tanpa menunggu lagi Sekar segera melanjutkan turun menuju dimana letak dapur,dia ingin memasak sarapan pagi.
Meskipun kini dirinya istri pemilik rumah,tapi Sekar tidak ingin menjadi besar kepala karena dia sadar hanya istri kontraknya saja.
Sekar sempat bingung dimana letak dapur karena rumah yang cukup luas, namun disaat itu dia berpapasan dengan pelayan yang tadi malam mengantarnya.Dia sepertinya sehabis mengepel lantai, terlihat di tangannya terdapat alat pel dan ember yang dia pegang.
" Nona sudah bangun, mari ikut saya untuk sarapan. Karena Tuan tadi sudah berpesan agar nona sarapan terlebih dahulu sebelum pergi." Ucap pelayan sebelum dirinya berlalu menuju dapur.
Sekar nampak bingung mendengar perkataan pelayan itu.
"Apa dia bilang? pergi? kemana ?" ucapnya sambil mengikuti kemana pelayan tersebut.
" Memangnya Tuan Abizhar kemana? " tanya Sekar begitu sudah duduk di meja makan, dia bertanya karena sejak tadi tidak melihat batang hidung pemilik rumah.
"Tuan pagi-pagi sekali sudah berangkat nona karena itu beliau berpesan jika Anda sudah bangun, saya disuruh untuk melayani Anda." Jelas pelayan itu panjang kali lebar.
Sekar mengangguk tapi dia merasa geli sendiri mendengar kata dilayani. Seumur hidup baru kali ini dia merasa seperti seorang putri, mau makan saja harus dilayani seperti ini.
Apa hidupku bakal berubah seperti Upik abu yang menjelma menjadi Cinderella? tapi itu tidak mungkin.
Di saat Sekar masih di khayalan nya, seseorang mengagetkan lamunannya.
"Siapa kamu?!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...