NovelToon NovelToon
Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Tamat
Popularitas:251k
Nilai: 5
Nama Author: Ghina Gita Sari

Harap bijak dalam membaca!


"Nenek, aku mau Ibu! aku mau sehari-harinya di mandiin sama Ibu, main bersama Ibu, dan tidur juga bersama Ibu." ucap Aziel kepada sang Nenek yang bernama Arini.

Bagaimana reaksi sang Nenek, saat mendengar permintaan dari sang Cucu?

Pantauin terus gaes kelanjutan ceritanya Istri Untuk Ayahku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ghina Gita Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Dekat

Malam harinya. Setelah selesai makan malam. Arini mengajak Adit, untuk ke ruangan santai. Sedangkan Ziel, sudah di minta Adit untuk segera ke kamar bersama dengan Tiara.

Setelah sampai di ruangan santai tersebut. Arini menatap lekat wajah Adit, sehingga Adit merasa bingung dengan tatapan Ibu nya tersebut.

"Ada apa Ibu menatapku seperti itu? Apakah aku ada salah kepada Ibu?" Tanya Adit kepada Ibu nya.

"Apa keputusan mu besok? Apakah ada salah satu di antara mereka yang mengikuti Sayembara tersebut akan kamu pilih?" Ucap Arini, kepada anaknya tersebut.

"Entahlah Ibu, apakah aku harus menikah lagi? Jujur saja Ibu, aku tidak ada kepikiran untuk menikah lagi. Sayembara ini pun aku setujui hanya untuk Ibu dan juga Ziel.

"Pikirkan dirimu juga Adit! Jika tidak ada Ibu lagi, siapa yang akan merawat kamu dan juga Ziel? Apakah kamu pikir Asisten rumah tangga bisa melakukan kewajibannya di luar pekerjaan mereka? Apakah mereka bisa melayani semua keperluan kamu, jika Ibu tidak ada nanti?" Jelas Arini, yang mulai tersulut emosi.

Sedangkan Adit hanya bisa terdiam, saat sang Ibu tercinta mulai berbicara masalah masa depan dirinya. Padahal Adit tak butuh seseorang yang merawat dirinya. Adit juga tidak butuh seseorang di masa depannya nanti. Adit sudah cukup memiliki Ibu dan juga anak, untuk menemani dirinya dimasa tua nanti.

Namun Adit tidak memikirkan bagaimana dirinya mampu berjuang, tanpa seseorang yang mendukung di saat dirinya terpuruk bahkan terluka nanti.

"Ibu tidak mau tahu, besok juga kamu harus memberi pilihan! Ingat Adit, kebahagiaan Ziel ada di tanganmu. Urusan hati, bisa tumbuh seiringnya waktu. Jika kamu belajar mencintai perempuan itu. Ucap Arini, yang meninggalkan ruangan tersebut.

"Akhhhhh, kenapa Ibu terkesannya sangat memaksa. Kenapa Ibu tidak mengerti sekali sih, jika mereka semua tidak ada yang benar." Kesal Adit, yang mulat prustasi dengan perintah sang Ibu.

Saat Adit berjalan ingin menuju kamarnya, tiba-tiba Adit melihat kearah pintu kamar Ziel yang masih sedikit terbuka.

Adit mencoba menengok kearah dimana saat itu Ziel yang tertidur diatas lengan Tiara, dan mereka berdua saling berpelukan.

Hal itu membuat Adit merasa senang, melihat antara Asisten rumah tangga nya itu bersama dengan anak nya.

Namun saat Adit ingin melangkah menuju kamarnya. Tiba-tiba Adit di kagetkan dengan suara Tiara yang khas bangun tidurnya.

"Tuan, Tuan kenapa berdiri di sana?" Ucap Tiara, kepada Adit.

Adit yang dari tadi ingin masuk ke dalam kamar nya, mengurungkan niatnya karena kamar tersebut bersampingan dengan kamar milik Ziel, yang saat itu Tiara memanggil dirinya.

Adit masuk kedalam kamar tersebut, dan duduk di atas ranjang milik Ziel yang lumayan cukup untuk Dua orang.

Saat ini jarak antara Adit dengan Tiara cukup dekat, sehingga Adit dengan jelas melihat wajah cantik Tiara, yang biasanya selalu mengikat rambutnya. Namun saat ini rambut Tiara terurai indah. Sehingga Adit dengan leluasa memandang keindahan yang ada di depan matanya ini.

Tiara yang dipandang pun merasa menjadi salah tingkah. Sebab sebelumnya dirinya tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki lain. Apalagi saat ini mereka hanya bertiga di dalam satu ruangan yang tertutup rapat.

Sedangkan Adit juga merasakan hal yang sangat berbeda. Tidak pernah seperti ini sebelumnya berdekatan dengan perempuan. Namun hati dan perasaan Adit tetap kepada Almarhum Istrinya.

Namun saat ini, ada sedikit getaran aneh didalam tubuh Adit.

"Maaf aku mengganggu tidur mu, aku tidak senghaja tadi lewat, dan pintu kamar masih terbuka." Jawab Adit kepada Tiara.

Sebelumnya Adit sangat kaku dan dingin. Namun malam ini entah kenapa sikap dingin itu tiba-tiba mencair saat berhadapan dan saling pandang.

"Saya yang minta maaf Tuan, sudah tertidur di kamar Den Ziel. Maaf Tuan." Ucap Tiara yang tertunduk dan tidak berani memandang wajah Adit saat ini.

"Tidak apa-apa, saya mengerti. Dan saya lihat Ziel juga senang saat bersama dengan kamu. Entah aku bingung, apakah diantara wanita Sayembara itu, bisa bersikap sama seperti kamu atau tidak kepada Ziel." Jelas Adit, yang berterus terang tentang kegelisahannya kepada Tiara.

Sebab Adit tidak dapat berterus terang kepada Ibunya. Karena Arini hanya mementingkan kebahagiaan Ziel, tapi tidak dengan perasaan Adit.

1
tyta betyta
Bagus
Suyatno Galih
sayembara ini yg memicu permusuhan n dendam berkepanjangan, 🙏
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Asyatun 1
keren
Erni Sinoa
jangan smpai ad pengganggu, lnjut
Lina Palinggi
lanjut
Isna mansur
ceritanya bagus Thor...👍👍
Pa'tam
menarik
hafid nadhif
ups
Eridha Dewi
next thor
ossy Novica
pelakor kalo di kasi hati bakal ngelunjak
Nhaa: Bisa aja sih kk 😅😅
total 1 replies
Yanti
ayo lanjut.....udah nggak sabar tuuh.
Yanti
novelnya asiik. bikin penasaran.
Ixa Ryef
bagus
hafid nadhif
lanjut
Sunarti Gombong
knp sampai di episode 34 ko g lanjut.bacany lg serius thor ?!!
⃟✬۞🧚‍♀️ᗩᑘᒪᓰᗩ ᘔᗩ ⍣⃝﷽ ❤💚༄㉿ᶻ⋆☪︎
𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙜 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙞 𝙟𝙪𝙡𝙞𝙙 𝙖𝙮𝙪.
Nhaa: Ayo baca lg kk 😅😅 biar tau selanjutnya
total 1 replies
⃟✬۞🧚‍♀️ᗩᑘᒪᓰᗩ ᘔᗩ ⍣⃝﷽ ❤💚༄㉿ᶻ⋆☪︎
𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙖𝙥𝙖 𝙢𝙤𝙙𝙪𝙨🤣
⃟✬۞🧚‍♀️ᗩᑘᒪᓰᗩ ᘔᗩ ⍣⃝﷽ ❤💚༄㉿ᶻ⋆☪︎
𝙗𝙧𝙪 𝙝𝙙𝙞𝙧𝙜𝙞 𝙣𝙞𝙝 😊𝙘𝙤𝙢𝙗𝙠𝙖𝙜𝙞𝙣 𝙯𝙞𝙡 𝙥𝙖𝙥𝙖 𝙢𝙪 𝙨𝙢𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙧𝙖🤭
Huangjiahong
ibu mu tunggu cucu kembar adit,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!