NovelToon NovelToon
AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengkhianatan / Drama
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Umma Khummaira

Dua minggu sebelum pernikahan, dunia Larasati runtuh saat memergoki Arjuna, tunangan sekaligus pacar pertamanya yang ternyata sudah menghamili wanita lain.

Tanpa air mata, Larasati melempar cincin dan membatalkan pernikahan demi harga diri. Namun, pengkhianatan itu justru membawa Larasati ke pelukan Dewa Dirgantara, CEO konglomerat tempatnya bekerja yang siap pasang badan melindunginya.

Sementara itu, Arjuna menyesal bersama selingkuhannya yang tinggal di sebuah rumah kecil.

Sanggupkah Larasati menyembuhkan lukanya demi cinta Dewa? Dan bagaimanakah akhir dari penyesalan sang mantan tunangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umma Khummaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

Hari yang seharusnya menjadi momen paling membahagiakan dalam hidup Larasati kini telah tiba. Resepsi pernikahan tetap digelar oleh keluarga Arjuna di salah satu hotel mewah Jakarta, dengan dekorasi yang terkesan dipaksakan rapi.

Di atas pelaminan, Arjuna berdiri dengan setelan jas pengantin yang tampak longgar karena berat badannya yang turun drastis akibat stres. Sementara di sampingnya, Selly duduk dengan gaun pengantin yang sengaja dirancang longgar untuk menyamarkan perut buncitnya.

Alih-alih senyum bahagia, wajah kedua mempelai itu tampak tegang dan kaku di hadapan ratusan tamu undangan yang mulai berdatangan.

"Bapak dan Ibu sekalian, kami dari pihak keluarga besar Arjuna ingin menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi singkat sebelum acara dimulai. Dikarenakan sebulan lalu Larasati mendadak harus bertolak ke luar negeri untuk urusan keluarga yang sangat mendesak dan tidak bisa ditinggalkan, maka demi kebaikan kedua belah pihak, posisi mempelai wanita hari ini resmi digantikan oleh Selly yang merupakan jodoh pilihan Arjuna yang sebenarnya." ucap Hendra, ayah Arjuna, dengan suara lantang melalui mikrofon di atas panggung, mencoba meyakinkan para relasi bisnisnya dengan senyuman palsu yang dipaksakan.

Mendengar pengumuman sepihak yang penuh kebohongan itu, beberapa tamu undangan yang merupakan kolega bisnis kelas atas mendadak saling berpandangan dengan raut wajah sinis. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengeluarkan ponsel masing-masing, membuka kembali pesan konfirmasi resmi yang dikirimkan oleh Baskoro, Ayah Larasati. Dua minggu lalu, ia yang menyatakan dengan tegas bahwa pernikahan itu batal karena ketidakcocokan prinsip akibat kesalahan fatal pihak pria.

"Luar biasa sekali sandiwara keluargamu ini, Hendra! Kamu bilang Larasati pergi ke luar negeri, padahal semua orang di lingkaran bisnis kita sudah tahu dari surat resmi Pak Baskoro kalau anakmu ini berselingkuh dan menghamili wanita lain! Lihat saja perempuan di samping anakmu itu, perutnya sudah membesar begitu, mana mungkin Larasati baru pergi sebulan lalu? Kalian benar-benar pembohong yang tidak tahu malu!" teriak salah seorang pengusaha sukses yang merupakan sahabat karib Ayah Larasati dari barisan kursi depan. Beliau mengkonfrontasi kebohongan tersebut secara terang-terangan di depan seluruh tamu yang hadir. Seketika, gedung mewah itu riuh oleh bisik-bisik tajam dan tatapan menghina dari ratusan pasang mata yang tertuju ke arah pelaminan.

Wajah Hendra dan istrinya seketika merah padam menanggung rasa malu yang teramat sangat, sementara Arjuna hanya bisa mengepalkan tangan dengan rahang mengeras menahan amarah yang buntu. Di sampingnya, Selly kembali meneteskan air mata, menyadari bahwa pernikahan impian yang ia rebut dengan cara murahan ini nyatanya tidak lebih dari sebuah panggung penghakiman yang menguliti seluruh harga dirinya di depan umum.

Ancang-ancang cerdas dari Ayah Larasati terbukti sukses memberikan skakmat total, menghancurkan sisa nama baik keluarga Arjuna tepat di hari yang mereka takuti.

XXXXXX

Larasati duduk santai di ayunan teras belakang rumah orang tuanya, menikmati angin sepoi-sepoi hari Minggu ditemani secangkir teh melati hangat. Hari libur ini seharusnya menjadi hari pernikahannya, namun tidak ada raut kesedihan sedikit pun di wajah cantiknya. Di dalam rumah, Baskoro dan Ratna tampak tersenyum puas sambil sesekali melihat ponsel mereka, menerima puluhan pesan dari rekan bisnis yang menceritakan betapa hancurnya nama baik keluarga Arjuna di gedung resepsi akibat terbongkarnya kebohongan mereka.

"Laras, Ayah baru saja mendapat kabar kalau sahabat Ayah sukses membongkar kebohongan Hendra di depan seluruh tamu undangan. Mereka benar-benar dipermalukan habis-habisan karena nekat memutarbalikkan fakta tentang pembatalan pernikahanmu!" ucap Baskoro sambil berjalan keluar ke teras, menatap putri tunggalnya dengan tatapan bangga karena Larasati terbukti jauh lebih tegar dari yang ia bayangkan.

"Biarkan saja, Ayah. Mereka memetik apa yang mereka tanam, dan Laras sudah tidak peduli lagi dengan nasib pria itu maupun perempuan barunya. Hari Minggu ini terlalu berharga jika hanya digunakan untuk memikirkan para pengkhianat itu!" jawab Larasati dengan nada suara yang tenang, dewasa, dan penuh wibawa, menunjukkan bahwa mentalnya sudah sepenuhnya pulih dan siap menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Sementara itu, di sebuah kediaman mewah di kawasan elit Jakarta tepatnya di daerah Menteng, Dewa Dirgantara sedang duduk tegang di ruang kerjanya. Ia menatap layar tablet yang terus menampilkan pembaruan informasi. Jantung pria lajang berusia 38 tahun itu mendadak tidak tenang sepanjang hari Minggu ini, mengkhawatirkan kondisi emosional Larasati di hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan wanita itu. Keheningan Dewa mendadak buyar ketika ponselnya berdering, menampilkan panggilan video dari Evan yang saat ini ternyata nekat datang ke gedung resepsi Arjuna sebagai mata-mata.

"Bos Besar yang terhormat, laporan pandangan mata langsung dari lokasi kejadian! Si buaya dan pelakornya sukses kena skakmat total di atas pelaminan oleh temannya Ayah Larasati. Mukanya matang seperti kepiting rebus karena ketahuan berbohong! Jadi, Bos tidak perlu cemas Mbak Larasati akan goyah. Mending Bos sekarang gercep telepon atau kirim makanan ke rumahnya, daripada mondar-mandir tidak jelas di ruang kerja sampai karpet mewahmu tipis!" celetuk Evan dari balik layar ponsel dengan cengiran usilnya yang khas, sama sekali tidak takut pada tatapan tajam Dewa yang tertangkap basah sedang mengkhawatirkan dirinya di acara itu.

Dewa langsung mematikan sambungan telepon sepihak untuk menutupi rasa canggungnya, namun ucapan asisten usilnya itu entah mengapa membuat senyum tipis terukir di wajah tampannya yang sedingin es.

Tanpa membuang waktu lagi, sang CEO tampan itu meraih kunci mobil SUV mewahnya dan bergegas pergi. Ia memutuskan untuk memanfaatkan hari libur ini demi mendatangi rumah Larasati secara langsung, siap bergerak maju untuk memastikan bahwa wanita yang berhasil mencuri perhatiannya itu tidak sedang menangis sendirian.

1
Melda Andriyani
jempol untuk mu Larasati 😍😍🤗
Siti M Akil
lanjut thor
sunaryati jarum
Dikhianati tunangan dicintai bos besar
sunaryati jarum
Kena mental kan kamu , Arjuna
sunaryati jarum
Kapook
sunaryati jarum
Ibumu orang baik,demi smbisimu hidup enak dan kebiasaan hidup liarmu membawamu menjadi pelakor.
Ibu Anak Dua
Sebagai pemula ya novel ini bisa dibilang lumayan ya. Semoga author semakin semangat menerbitkan karyanya
Ibu Anak Dua
laki-laki alasannya dijebak, tapi sampai hamidun gede gitu. Ya ampun Junnnn,,,sing eling toh Jun
partini
silakan di nikmati jun penyesalan mu
Ibu Anak Dua
syalan kalian emang🤭🤭🤭
Ibu Anak Dua
munahfiq banget si Jun, dasar buaya🤣🤣
tadi diawal ngomongnya manis bet ke Selly.
sekarang ditinggal Laras ngomongnya manis ke laras. hadeuh🤭🤭
partini
aihhh kata cinta tapi selingkuh itu ga cinta namanya jun
bagus lah kalian pasang yg cocok sama" bobrok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!