Zuy adalah gadis cantik Yang sederhana, dia pernah jadi pengasuh Seorang anak laki-laki yg bernama Rayyan. mereka terpisah karena Rayyan harus pindah ke Amerika.
Beberapa tahun kemudian..
Zuy bekerja menjadi OB di sebuah Perusahaan CV, suatu ketika di Perusahaan di mana tempat ia bekerja mengumumkan bahwa Pak Willy Ceo dari Perusahaan CV mengundurkan diri, dan di gantikan oleh keponakannya yang bernama Rayyan G Michael. Dari situlah mereka di pertemukan kembali.
Rayyan G Michael, sosok Pria tampan blasteran, berkharisma, dan sosok pemimpin yang bertanggung jawab, akan tetapi sifatnya sangat dingin dan emosional, terutama terhadap Wanita. Namun sifatnya tersebut tidak berlaku untuk Pengasuhnya yaitu Zuy.
Setelah pertemuannya dengan Zuy, perasaan Rayyan terhadap Zuy semakin besar, perasaan Cinta yang tumbuh di hati Ray sejak lama, bahkan saat ia berpisah dari Zuy dan tinggal di Amerika.
Lalu apakah kisah Cinta Tuan Muda akan terbalaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ananda andin angraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Bertemu
💞 " Tak peduli semua Wanita mendekatiku, Tak peduli Semua melarangku, Tak peduli jika langit dan Bumi tidak mendukungku, Tak peduli siapa kamu sebenarnya, Hatiku telah memilihmu Untuk menjadi Permaisuriku, karena Cintaku Untuk Pengasuhku seorang... " 💞
<<<<<<
******
"Tentu karena aku menemukan itu di Rumah lamaku," Ray memutar kursinya. "Lama tidak berjumpa kak Zuy...."
"Hah!! Tidak mungkin anda!" Zuy pun terkejut melihat Ray
Lalu Ray pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan menghampiri Zuy, "Apa kau mengenaliku Kakak?"
"Anda! Anda sebenarnya siapa? kenapa anda memanggil saya Kakak, apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Zuy yang kebingungan mengingat wajah Ray yang telah berubah.
Ray menghela nafasnya. "Ternyata hanya aku yang mengenalimu ya Kakak Zuy, kalau begitu apa kamu ingat kalung ini?" Ray menunjukan kalungnya.
"I-itu kan kalung yang aku berikan pada Tuan Muda kenapa bisa di anda? Hmmm, tunggu wajah anda ..., Be-berarti anda Tu-Tuan Muda, apa benar anda Tuan Muda Ray?!!" tangan Zuy gemetaran.
Ray tersenyum. "Akhirnya kamu mengenaliku ya Zuy," kata Ray. "Hmmm ...."
Tiba-tiba Zuy memeluk erat Ray.
"Tuan Muda, Zuy minta maaf karena nggak ngenalin Tuan Muda, Zuy sangat bahagia bertemu Tuan Muda kembali. Terimakasih tuan Muda sudah mengenali Zuy..." tangis Zuy karena bahagia.
"Hmmm, maaf ya Kak! aku datang terlambat," Ray membalas pelukan Zuy.
Akan tetapi....
"Euuum, tunggu-tunggu! " Zuy melepas pelukannya.
"Ada apa Kak Zuy?!!" tanya Ray keheranan.
"Apa bener ini Tuan Muda? Kenapa Tuan bisa lebih tinggi dari Zuy? Dulu kan lebih pendek juga tak berisi, terus tubuh dan rambut Tuan, kenapa bisa berubah?!!" Zuy mengamati Ray dari ujung rambut hingga kaki.
Ray mendengus. "Kak Zuuuy! Kau pikir aku anak kecil lagi. Aku ini sudah dewasa Kakak bahkan umurku udah 25 tahun."
"Maaf tuan! Habisnya Tuan yang dulu cengeng dan juga nggak bisa apa-apa kalau nggak di bantu. Tapi sekarang Tuan berubah jadi pria dewasa, galak, berbakat, mandiri, dan juga tampan," lontar Zuy, "aku bener-bener pangling melihat anda, Tuan Muda."
Pipi Ray langsung merona mendengar perkataan dari Zuy, lalu kemudian seseorang masuk dan ternyata dia adalah Davin.
"Sedang apa kalian?!!" tanya Davin.
Ray dan Zuy pun tersentak dan menoleh.
"Ka-kami nggak ngapa-ngapain," ujar Zuy dengan gugupnya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tiba-tiba mata Davin terbelalak karena melihat Zuy, wanita yang pernah di bantunya itu.
"Lho, kamu yang kemaren menabrakku kan?!!" Davin menunjuk ke arah Zuy.
"Eeh ternyata anda. Pak. Emm, untuk yang kemaren saya minta maaf dan terimakasih sudah membantu saya," ucap Zuy mengangguk sopan.
"Hahaha tidak apa-apa. Oh iya, perkenalkan nama saya Davino Roveis panggil saja Davin, salam kenal." Davin mengulurkan tangannya.
"Nama saya Zoey Lestari tapi semua pada manggil saya Zuy, salam kenal juga pak Davin," Zuy berjabat tangan dengan Davin.
"Kamu cantik sekali kalau di liat dari dekat." Davin memuji Zuy seraya mengedipkan sebelah matanya.
Melihat itu membuat Ray sedikit kesal, lalu ia memegang tangan Davin dengan tatapan menakutkan.
"Ehemmmm, Kalian anggap aku nyamuk kali ya, asik banget perasaan sampai aku di abaikan," gerutu Ray.
"Hahaha maaf Tuan Ray, Bu-bukan maksudku ...," ucap Davin sedikit ketakutan.
"Hmmm, Zuy kamu kembali ke tempat kerjamu!!" suruh Ray.
"Kalau gitu saya permisi, Pak Davin, Tuan muda!" pamit Zuy,
Lalu Zuy pun pergi..
"Tuan Ray, apa kamu tidak berfikir kalau dia itu mirip sekali dengan Kimberly tapi lebih mirip ke Mrs.Maria? Makanya tadi aku mengira kimberly datang.." papar Davin.
"Aku nggak tau itu, bagiku dia tetaplah Zuy." ungkap Ray
"Hmmm, tapi kalau di pikir-pikir dia cantik juga, masih muda, pekerja keras, apa aku coba ...," ujar Davin
"Kak Davin!!!" seru Ray menatap Davin
"Eeh, Tuan Ray aku becanda, tapi nampaknya anda terlihat menyukai Zuy, yaudah Tuan deketin aja, dia juga nampak terlihat masih berumur sekitar 20 keatas." kta Davin
"Yang kamu maksud umur 20 keatas memang bener, tapi dia 4 tahun lebih tua dari ku," jelas Ray sambil membaca buku.
Davin tersentak mendengarnya.
"Apa!! Tapi gak kelihatan seperti umur segitu, pasti dia sudah menikah dan punya anak," celetuk Davin yang menduga-duga.
"Sudah menikah ya," lirih Ray sedikit kecewa.
Davin terkejut melihat raut wajah Ray berubah.
"Kenapa Tuan seperti kecewa gitu? Kan hanya dugaan saya saja Tuan. Apa jangan-jangan Tuan memang ingin mendekatinya?!!" tanya Davin.
"Iya kau benar aku ingin mendekatinya karena ingin melindunginya, aku sangat bahagia akhirnya bisa bertemu kembali setelah berpisah cukup lama," ungkap Ray
"Tunggu! Berarti dia perempuan yang Tuan ceritain ke saya waktu itu, berarti Zuy itu pengasuhmu Tuan?!!" Davin kembali terkejut.
"Iya dia Pengasuhku itu, aku senang bisa bertemu dia lagi dia tidak berubah sama sekali, wajahnya masih seperti yang dulu cantik, senyumnya manis seperti dulu," ungkap Ray sambil melihat kalungnya.
"Tuan Ray, aku tau kamu orang yang pandai menyembunyikan perasaan tapi baru kali ini aku melihat raut wajahnya yang memerah gitu dan dia sepertinya sangat bahagia, Syukurlah..." gumam davin di dalam hati.
********
*Sementara itu....
Zuy pun kembali ke tempat kerjanya, Airin yang melihat Zuy langsung menghampirinya.
"Zuy, kamu kembali. Apa kamu baik-baik saja? Tapi kenapa seperti habis menangis, apa yang bos lakukan padamu?!!" cecar Airin dengan gelisahnya.
Zuy menggeleng. "Aku gak apa-apa Rin, Tuan gak ngelakuin apa-apa, kamu tenang aja ya, justru aku senang banget hari ini, aku balik kerja lagi, hmmm..hmmm..hmmm..."
Lalu Zuy kembali dengan aktivitasnya.
"Apa ada yang salah dengan dia ya? nggak biasanya dia seperti itu, apa jangan-jangan Pak bos dan Zuy.." gumam Airin.
"Hoii, kenapa ngomong sendiri sih, kaya orang gak waras aja!" Brian mengagetkan Airin.
"Aaach, dasar Brian jelek! nggak ada kerjaan lain selain ngagetin Aku, huuu..." pekik Airin,
Airin bergegas pergi meninggalkan Brian..
"Airin kenapa ya, akhir-akhir ini selalu menghindariku? Apa aku berbuat salah padanya," gumam Brian
Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya jam istirahat pun tiba, lalu Airin menghampiri Zuy.
"Zuy ayo kita ke kantin..!!!" ajak Airin
"Ayo..." kata Zuy
Tiba-tiba hp Zuy berbunyi, ternyata pesan dari Bi Nana..
"Zuy, Kamu udah istirahat.. Bibi, Aries dan Nara Udah nunggu kamu di luar, Kamu kesini ya.." isi pesan Bi Nana
"Rin, kamu duluan aja, soalnya aku ada urusan di depan, Nara datang sama Bi Nana.." ujar Zuy
"Yaudah, salam buat Bi Nana.." kata Airin..
Zuy pun pergi, setelah berada di depan, Zuy bergegas menghampiri Bi Nana.
"Kakak Zuy, Nara kangen.." seru Nara yang lari memeluk Zuy.
"Uught.. jangan lari-lari dong Nara nanti jatuh gimana?! Sini kakak juga kangen sama Nara..." Zuy menggendong Nara,
"Ya ampun Nara kakaknya kan baru istirahat, masa udah di mintain gendong sih! Oh iya Zuy ini bekalmu, tadi Bibi dari Resto kebetulan lewat jadi sekalian aja.." Bi Nana menyerahkan makanan ke Zuy.
"Terimakasih Bi.." ucap Zuy.
"Nara ayo sini! Kakaknya mau balik kerja.." kata Bi Nana
"Nggak mau! Nara mau sama kakak." Nara semakin erat memeluk Zuy.
"Sini biar Aries aja tante."
Lalu Aries keluar dari mobil dan menghampiri Zuy
"Nah Nara sama kak Aries dulu ya! Kakak mau balik kerja." kata Zuy, tapi Nara tetap gak mau lepas.
"Nara, ayo sama kakak! Nanti kakak ajak Nara main ke taman yang waktu itu." kata Aries supaya Nara mau ikut dengannya.
"Beneran Kak? Yaudah Nara mau ikut kakak Aries sama Mami." ujar Nara,
Nara pun beralih ke gendongan Aries.
Di sisi lain rupanya Ray melihat Zuy dan Aries dari Kaca jendela yang di Ruangannya.
"Waaah! Apa mungkin itu suami dan anaknya Zuy? anaknya udah gede gitu, berarti benar kalau Zuy itu udah nikah ya tuan?" cetus Davin..
"Hmmm, ya sepertinya gitu." lirih Ray.
Lalu raut wajah Ray terlihat murung gara-gara melihat Zuy dan Aries.
"Aduh Tuan Ray jangan gitu dong! Siapa tau dia itu kakaknya sepupuhnya.." tutur Davin menenangkan Ray.
"Seingatku dia tidak punya saudara lain, yang dia punya adalah Bibinya yaitu Bi Nana, mungkin jelas itu suami dan anaknya," Ray semakin murung.
"Aduuh, sepertinya aku salah ngomong, bagaimana caranya biar Tuan Ray gak murung." gumam Davin di dalam hati
Kruyuuuuuk...
perut Ray pun berbunyi karena lapar.
"Nah dari pada sedih mending kita makan yuk tuan Ray! Dengar tuh bunyi perutmu itu kencang banget," ajak Davin
"Baiklah, kita ke kantin karyawan!" balas Ray.
"Nah gitu dong, oke tuan!"
******
Sementara itu di luar kantor..
"Kak Zuy Nara pulang ya, Kak Zuy harus sering main ke Rumah, Bye.." Nara pun melambaikan tangannya.
"Zuy kami pergi, kamu hati2 dan jangan lupa di makan bekalnya ya! bye.." tutur Bi Nana,
Lalu mereka pergi.
"Bi Nana selalu saja, lebih baik aku segera ke kantin, Airin mungkin sudah menungguku."
Zuy pun segera menuju kantin.
Kantin
Setelah sampai di kantin, Zuy mengedarkan pandangannya mencari Airin, lalu..
"Zuy disini!" seru Airin sambil melambaikan tangan..
Zuy berjalan menghampiri Airin..
"Maaf ya Rin, lama nunggu ya? Tadi Nara nggak mau lepas pelukannya jadi nunggu dia tenang dulu." ujar Zuy menyeret kursi untuk duduk.
"Nara anaknya Bi Nana ya? Lucu dia kalau udah cemberut gitu, hahaha.." tawa Airin.
"Makanya aku nggak tega kalau dia sampai nangis." Zuy membuka bekal makanan dari Bi Nana.
"Waaah kamu di bawain makanan sama Bi Nana ya, sepertinya enak," kata Airin.
"Iya ini bekal dari Resto, kamu mau Rin? nih ada macaron juga." Zuy memberikan macaron buat Airin.
"Waah, makasih banyak Zuy." Ucap Airin, "Hmmm Enak,"
"Sepertinya ada yang bagi-bagi makanan," seru seseorang.
"Uhuuuk, Zuy di belakangmu.." ujar Airin terkejut.
Zuy pun menoleh, ternyata Davin dan Ray.
"Pak Davin, Tuan muda! Maaf Zuy kira siapa." ucap Zuy. Lalu..
"Waaah liat Ceo ganteng kita, datang ke kantin," suara semua pegawai wanita yang sedang di kantin
"Kak Davin, kita Duduk disini aja!!" ajak Ray
"Permisi.. apa kami boleh duduk disini Nona-Nona cantik?" kata Davin.
"Eeh boleh Pak, silahkan duduk, kebetulan sebelah kosong, kami cuma berdua," Airin mempersilahkan mereka duduk.
Ray duduk di samping Zuy, ketika ia melihat makanan yang di bawa Zuy, ia langsung menatap makanan itu.
"Eeh Tu-Tuan Muda mau? Kalau mau ambil aja tuan!" tawar Zuy menyodorkan bekalnya ke Ray.
"Kroket, aku mau kroket." ujar Ray
"Ini Tuan muda Kroketnya!" Zuy mengambilkan Kroket untuk Ray. "Kroket ku...." batinnya.
Ray memakan Kroket pemberian Zuy.
"Enak, seperti bikinan Bi Nana dulu," ucap Ray, "Tadi itu suami dan anakmu yang nganter makanan ini?!!" tanya Ray
"Uhuk, uhuuuk.." Zuy kaget karena pertanyaan Ray
"Kak Zuy kamu nggak apa-apa? ini minum dulu!" Ray memberi minuman ke Zuy.
"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy, "uhukk..uhuuuk.."
"Hahaha, maaf aku ketawa, Pak Bos lucu sih, Zuy dapet anak dari mana nikah aja belum pak bos." ungkap Airin.
"Jadi Zuy belum menikah gitu?!!" tanya Davin
"Hmmm, kalau itu biar Zuy yang jawab," kata Airin
Ray menghela nafasnya, "Haa.. Syukurlah.." lirihnya
"Tadi Tuan muda bilang apa?!!" tanya Zuy
"Eeh bu-bukan apa-apa," Ray pun terlihat gugup,
"Sepertinya perasaan Tuan Ray mulai membaik lagi, Syukurlah.." gumam Davin di dalam hati..
"Maaf Tuan muda, Zuy udah selesai makan, mau lanjut kerja lagi," kata Zuy, "ayo Airin..!!"
"Tunggu dulu!" Ray memegang tangan Zuy..
Semua yang berada di sana pun terkejut melihatnya, terutama Davin dan Airin.
"Ada apa Tuan muda?!!" tanya Zuy
"Itu, kalau boleh kroketnya jangan di bawa, buatku aja ya!!" pinta Ray dengan wajah memohon
Pffft...!!
Airin dan Davin bersamaan menahan tawa.
"Oh kirain apa, ini Tuan muda." Zuy menyerahkan makanannya.
"Makasih kak."
"Kalau gitu Zuy pamit dulu ya tuan, pak Davin."
Lalu Zuy dan Airin melenggang pergi.
"Ya ampun Tuan Ray, anda lucu banget sih, hanya karena Kroket, wajah anda memelas gitu, hahaha.." celetuk Davin.
"Apa yang lucu?!!" Ray mengeluarkan tatapan seramnya.
"Emmm, nggak Tuan, maaf, maaf!" ucap Davin ketakutan..
••••••••••
Sementara itu..
"Zuy, kok Pak bos dan kamu seakrab gitu, apa kamu udah kenal bos dari dulu?!!" tanya Airin
"Ya bukan kenal lagi, aku pernah jadi pengasuhnya saat dia kecil, ya karena itu Tuan udah aku anggap seperti adik sendiri.." ungkap Zuy.
"Apa! Jadi kemaren pas aku bilang bos baru namanya Rayyan kamu langsung terkejut, ternyata beneran kenalanmu ya Zuy? Berarti dia orang yang selalu kamu rindukan?!!" tanya Airin
Zuy mengangguk. "Ya kamu bener, dia yang selalu aku rindukan.." Zuy melihat gelangnya.
......................
*Sore hari..
Semua Pegawai sudah pada pulang, hanya tinggal OB dan security yang masih bertugas.
"Airin..." panggil Brian ke Airin
"Ada apa sih Brian jelek? Nggak tau apa aku lagi sibuk gini, pengin cepat-cepat pulang. udah jangan ganggu!" gerutu Airin yang masih kesal dengan Brian
"Maaf kalau aku gangguin kamu, apa mau pulang bareng atau aku bantuin kerjaan kamu biar cepat selesai? Kebetulan kerjaanku udah selesai semua." ujar Brian
"Eemm, nggak usah, aku bisa sendiri! Maaf Brian aku ke belakang dulu.." Airin melangkah pergi. "Maafin aku Brian, Aku gak tau kenapa aku kesal," batinnya.
"Airin, sebenarnya kamu kenapa?" lirih Brian.
"Brian, mungkin Airin lagi ada masalah atau mungkin ada orang yang buat dia kesal, udah kamu tenang aja ya, pasti dia kembali ke Airin yang dulu," ujar Zuy menepuk pundak Brian.
Setelah beberapa saat kemudian, Zuy Dkk pun selesai dengan kerjanya, Zuy dan Airin langsung ke parkiran untuk mengambil motor.
"Zuy aku pulang duluan ya, kamu hati-hati di jalan!" kata Airin.
"Iya, kamu juga hati-hati Rin, Bye.." ucap Zuy, Airin pun pergi..
Lalu seseorang datang mendekati Zuy dan ternyata dia Ray.
"Kak Zuy, kok belum pulang?!!" tanya Ray.
"Iya tadi kerjaannya banyak makanya baru pul ...," Menoleh ke belakang. "Eeh Tuan Muda!"
"Kak, apa kamu mau pergi denganku? Soalnya kita kan baru bertemu, jadi aku ingin ngobrol banyak denganmu, Zuy." ajak Ray.
"Emm, boleh tapi aku bawa motor Tuan." balas Zuy. "Gini aja aku pulang dulu taroh motor ke rumah, habis itu kita pergi. Bagaimana Tuan?" sambungnya.
"Yaudah, nanti aku jemput kamu di rumahmu ya! pokoknya Zuy harus mau!" Ray memaksa Zuy.
"Baiklah, kalau gitu Zuy pulang duluan Tuan Muda.." ucap Zuy..
Zuy pergi meninggalkan Ray, sedangkan Ray masih melihat ke arah Zuy.
"Kakak Zuy.... Aku juga harus buru-buru pulang."
Ray bergegas masuk ke mobil.
"Udah ngobrolnya, kok cepat amat?!" tanya Davin
"Iya dia mau pulang, Kak nanti kakak di rumah aja ya! Soalnya Ray mau pergi.." ujar Ray
"iya, nanti aku nggak akan ganggu Tuan, bersenang-senang lah," balas Davin.
"Iya terimakasih kak.." ucap Ray.
Lalu tiba-tiba ponsel Ray berbunyi...
"Tuan Ray hp anda bunyi tuh, angkat dulu..!" titah Davin.
"Iya nanti kalau udah di Rumah.."
*******
Beberapa saat kemudian, Ray akhirnya sampai di rumah, lalu tiba-tiba Hpnya berdering kembali dan ternyata dari kimberly.
Ray langsung menjawab telponnya.
"Iya Ada apa Kim?!!" tanya Ray,
"Ay, kenapa baru di angkat? Aku kan kangen sama kamu." ujar Kimberly.
"Kim, maaf tapi aku sangat sibuk, ini juga aku baru pulang. Aku tutup ya! Soalnya mau bebersih."
"Tapi Ay...."
Ray langsung memutus telponnya.
Kemudian ia bergegas masuk ke Rumah dan bersiap- siap pergi menjemput Zuy..
°°°°°°
*Sementara itu
"Yaaaa, kok di matiin, aaah Ay nyebelin!" Kimberly melempar hpnya di kasur.
"Ada apa kim?" tanya Maria memeluk Kimberly
"Mam, kapan kita kesana? Kim sudah kangen sama Ay Mam, Ay sekarang cuek sama Kim. Kim takut Ay di sana punya pacar lagi," cemas Kimberly
"Iya secepatnya kita kesana, Mam juga gak akan biarin Ray menyakitimu, Mam hanya ingin Ray selalu sayang kamu Kimberly," kata Maria.
"Terimakasih Mam.." ucap Kimberly
"Tenang sayang, Mam gak akan lepasin Ray, dia harus jadi suamimu," tutur Maria meyakinkan kimberly..
"Iya Mam dia harus jadi suamiku seorang."
Maria pun mencium puncak kepala Kimberly, lalu ....
"Sebenarnya niat Mam kesana juga ingin mencari Putri Mam yang mam tinggalin dulu, Zoya Lestari aku akan mencarimu sampai ketemu," batin Maria
*Bersambung...
Kisah Zuy & Ray benar2 luar biasa, selalu bikin meleleh.. 🥰
Konfliknya bikin greget, tapi endingnya benar2 memuaskan & membahagiakan 🤍
Semangat terus Kakak Author.. 😘
Ending yang sangat memuaskan, semua kisah tokoh2nya berakhir bahagia 🥰
Selain Ray & Zuy, Davin & Airin juga yang lain bahagia sama pasangannya masing2, aku juga seneng Maria & Kimberly berubah jd baik.. Akhirnya Zuy bisa ngerasain kasih sayang Ibu kandungnya..
Semoga selalu bahagia, sampai menua bersama & sampai maut memisahkan 🤍
Ray & Zuy juga Davin & Airin, bahagia terus ya, sampai maut memisahkan 🤍
Semoga semua baik2 aja ya..