Sandra tidak menyangka, jika kedekatannya dengan Kinan, justru akan berakibat fatal pada dirinya. Ibu Kinan, Cleo Moren telah menuduh Sandra menggoda suaminya, Raka Prayoga. Sampai tega, berbuat sesuatu yang akhirnya menghancurkan masa depan Sandra.
Mengetahui itu, Raka marah, dan memutuskan menikahi Sandra diam-diam tanpa sepengetahuan Cleo ataupun Kinan.
Namun, seiring berjalannya waktu, Cleo mengetahui pernikahan kedua suaminya, dan mengatur siasat untuk kembali mengambil simpati Raka.
Lalu, bagaimana dengan nasip Sandra?
Akankah Raka memilih kembali padanya?
Atau justru kembali pada Cleo?
Ikuti cerita mereka hingga akhir, hanya di Noveltoon ..
sak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Damaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Dua hari berlalu, Raka masih setia menemani Sandra di apartemen. Walaupun keadaan canggung masih tercipta diantara keduanya, Namun Sandra mulai sedikit membiasakan diri melayani apapun yang Raka butuhkan kecuali di ranjang. Karena memang selama tinggal di hunian mewah yang berada di puncak tertinggi salah satu gedung yang berada di pinggir kota itu, mereka memilih tidur di kamar terpisah. Apartemen Raka memang cukup luas dan terbilang elit. Selain menyediakan dua kamar, fasilitas disana juga tidak main-main. Sandra bahkan sampai tercengang saat pertama kali membuka mata mendapati dirinya berada di tempat asing yang begitu menakjubkan.
Awalnya Raka membeli apartemen itu untuk diberikan pada putrinya, Kinan. Karena dia sadar keadaan rumah tangganya bersama Cleo semakin tidak sehat seiring berjalannya waktu. Keposesifan Cleo semakin menjadi, dan Raka tidak mau jika kepolosan putrinya terkontaminasi oleh semua pikiran buruk istrinya.
"Bagaimana jika nyonya Cleo tahu pernikahan kita, pak?" Sandra memilih duduk disamping Raka dengan jarak cukup jauh setelah menyuguhkan secangkir teh untuk suaminya.
"Untuk sementara kita rahasiakan dulu, sampai aku berhasil membuat Cleo menyadari kesalahannya." Selain itu Raka juga tidak ingin orang beranggapan ataupun menilai buruk Sandra, sebagaimana Raka ketahui jika diluar sana pandangan buruk selalu melekat pada orang ketiga atau yang lebih sering disebut pelakor, sosok yang selalu dianggap salah tanpa tahu sebab musababnya lebih dulu.
Nyatanya dalam suatu hubungan selalu menyisakan celah yang jarang disadari, sehingga bisa membuat pihak ketiga masuk dengan mudah. Bahkan hubungan yang berasal dari kata NYAMAN bisa menjalar ketertarikan hingga berakhir keinginan untuk memiliki.
"Lalu bagaimana dengan Kinan?" kekhawatiran yang sesungguhnya Sandra rasakan justru pada sahabatnya itu yang kini berubah status menjadi anak tiri.
"Sebaiknya juga jangan. Aku tidak mau dia ikut salah paham terhadapmu," sambung Raka seraya menyesap tehnya dengan pelan.
"Baiklah kalau begitu." Mungkin itu lebih baik, sebab Sandra juga tidak ingin sahabatnya itu semakin membenci ibunya. Terlepas apa yang sudah Cleo lakukan padanya, Sandra tetap tidak sampai hati memberitahukan wujud Cleo yang sebenarnya.
"Sandra,"
"Iya.."
Pandangan keduanya bertemu, Raka diam-diam menyelami tatapan teduh istri mudanya. Entah kenapa ada rasa tidak rela begitu melihat mata indah berbulu lentik itu terus menyiratkan kesedihan.
"Kamu juga istriku, aku akan memberimu hak sama seperti yang Cleo dapatkan. Ini pakailah untuk membeli semua kebutuhanmu." Raka mengeluarkan sebuah kartu berwarna gold dari dalam dompet dan meletakkan di hadapan Sandra.
"Tapi walaupun kamu sudah memiliki kartu itu, aku tidak akan pernah melarangmu membuka kantin. Karena aku menikahimu bukan untuk merenggut kebebasanmu. Lakukan semua seperti yang kamu inginkan, asal kamu tidak lupa akan kewajibanmu." Raka sadar jika istri muda itu masih sangat belia yang pasti menginginkan kehidupan seperti teman seusianya. Raka juga sebenarnya bukan tipikal suami yang banyak peraturan, dia selalu memberi kebebasan pada istrinya asal masih di batas kewajaran. Namun walaupun begitu jangan dikira Raka tidak mengetahui apapun yang dilakukan orang-orang tersayangnya di luar sana.
"Pak, apakah boleh saya tetap tinggal di kontrakan saja? Tempat ini membuat saya takut bergerak." Berada di ketinggian ribuan kaki, pikiran-pikiran buruk selalu bergelayut di benak Sandra. Bahkan dia sempat berpikir paranoid dan menganggap tempat itu bisa saja runtuh jika dirinya menghentakan kaki dengan kuat.
"Tidak dek, jika kamu tetap tinggal di kontrakan itu akan memancing reaksi tetangga saat melihat aku datang." Sandra tertunduk pasrah, kenapa hal itu tak terpikirkan olehnya.
"Ya sudah, nanti kita pikirkan lagi.. Sekarang lebih baik kamu istirahat, sudah malam." Pandangan Sandra beralih pada benda penunjuk waktu yang bertengger di sudut ruangan, memang benar waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Baiklah… Kalau begitu saya permisi dulu pak," ucap Sandra lembut sebelum akhirnya bergegas menuju kamarnya setelah mendengar jawaban Raka.
Sepeninggalan Sandra, Raka menyandarkan punggung ke sandaran sofa. Kepalanya terasa berdenyut nyeri seakan ingin meledakkan isinya. Bukan tanpa alasannya Raka memilih berdiam diri di apartemen bersama gadis yang dua hari lalu ia nikahi. Selain ingin memastikan jika mental istri mudanya itu tetap baik-baik saja, Raka juga tengah berusaha meredam amarah yang terlanjur berkobar karena perbuatan istri tuanya.
Selang sehari setelah peristiwa naas yang terjadi pada Sandra, orang-orang Raka berhasil menangkap dua pemuda yang telah dengan tega merusak masa depan Sandra. Dan seketika itu juga ingin rasanya Raka menelan bulat-bulat Cleo begitu tahu ternyata benar, jika aksi keji kedua pemuda itu atas perintahnya.
"Carikan tempat tinggal yang berdekatan dengan sekolah Harapan Bangsa," ucap Raka berbicara dengan orang kepercayaannya melalui sambungan telepon.
"Lakukan secepatnya." Raka meletakkan benda canggih berlayar pipih itu keatas meja setelah memutus panggilan. Namun Raka yang hendak bangkit kembali memperhatikan layar ponselnya saat tiba-tiba berdering, dan menampilkan nama 'My wife' memanggil.
"Iya," baru juga ingin melanjutkan kalimatnya, Cleo sudah lebih dulu membombardir dirinya dengan pertanyaan yang akhirnya membuat Raka mendesah pasrah.
"Kau kemana Raka! kenapa pergi tanpa kabar dan mengacuhkan panggilanku dua hari ini. Aku juga datang ke kantor siang tadi, dan kata Ayu kau tidak datang. Apa kau pulang kerumah jalangmu!" Kalimat sarkas itu Cleo ucapkan dengan satu tarikan nafas, sampai membuat Raka menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Aku di luar kota Cleo. Maaf, tidak sempat mengabarimu karena aku sangat sibuk dua hari ini," ucap Raka terdengar begitu tenang seolah tidak menyiratkan ada amarah yang siap pria itu ledakkan.
"Kapan kau kembali!"
"Mungkin lusa, begitu urusanku selesai. Dimana Kinan?" Raka memilih menanyakan keadaan putri mereka sebelum Cleo kembali melontarkan pertanyaan yang membuat daun telinganya memanas.
"Dia sudah tidur. Entah apa yang diinginkan putrimu, sejak kemarin tidak mau keluar kamar." Terdengar decakan dari seberang sana, yang justru membuat Raka langsung menghela nafas kasar.
"Kapan kamu bisa lebih peka sebagai seorang ibu, Cleo. Kinan juga butuh perhatianmu," tegas Raka dengan deru nafas memburu, dadanya bergerak naik turun menandakan jika pria itu mulai tidak bisa mengontrol diri.
"Dia sudah dewasa, bukan lagi anak-anak yang harus aku perhatikan setiap saat. Semua keinginannya sudah aku menuruti, lalu apa lagi?" Seperti biasa Cleo selalu tidak mau kalah, dan menganggap apa yang telah dia berikan untuk putrinya sudah lebih dari cukup.
"Kau sungguh membuatku muak!" pungkas Raka yang langsung memutus panggilan, dan menonaktifkan ponselnya.
Raka juga manusia biasa yang dengan mudah bisa terpancing emosi menghadapi istri keras kepala seperti Cleo. Dan hal yang selalu terjadi ketika pria itu nyaris terbakar amarah, ia akan memilih menghindar untuk sesaat, seperti yang saat ini dilakukan.
Dalam hubungan suami istri perselisihan memang seolah menjadi bumbu penyedap. Tapi mampukan bertahan jika hubungan yang selalu dijaga semakin terasa hambar? Sebab rasa yang dulu sempat digadang-gadang menjadi faktor utama dalam menjalin komitmen, mulai luntur oleh kejenuhan, dan itulah yang Raka rasakan. Jengah, lelah menghadapi semua sikap otoriter serta posesif Cleo yang di rasa sangat berlebihan.
jngan terlalu lama update nya thor . jngan sampe ada kecewa tunggu terlalu lama