"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEPULUH
Jarak rumah utama dan Villa tempat Aluna berada cukup jauh, perlu waktu sekitar dua jam untuk tiba
Tanpa menunggu, Arjuna segera menuju rumah sakit keluarga dimana sangat kakek menjalani perawatan
Lantai teratas memang diperuntukkan bagi keluarga Bimantara, Arjuna segera kesana dan menemui sang kakek
"Opa" Arjuna masuk bertepatan dengan seorang dokter yang baru saja selesai menyelesaikan tugas nya
"Arjuna" pria yang terbaring diatas brankar tersenyum kearah sang cucu. Tuan Ronald yang berusia delapan puluh tahun memang kerap jatuh sakit
"Opa kenapa? Kok tiba-tiba masuk rumah sakit?" Tanya Arjuna
"Ini biasa untuk orang seusia opa" Tuan Ronald tersenyum hangat
Arjuna mendekat, duduk pada kursi yang tersedia disamping brankar
"Opa hanya takut mati sebelum bisa melihat putra kamu" Ujar Tuan Ronald
"Opa pasti bisa melihat anak aku, tinggal sebentar lagi, dan opa harus bisa bertahan" Arjuna menggenggam tangan penuh keriput itu
"Sungguh? Opa harap itu secepatnya karena Opa tidak akan akan membiarkan perusahaan ibu kamu jatuh ke tangan William"
Arjuna pun berharap seperti itu, karena jika sampai perusahaan itu jatuh ke tangan William maka dua orang itu akan merasa diatas angin
"Kalau begitu Opa harus bertahan sampai penerus keluarga kita datang"
Tuan Ronald hanya tersenyum, terserah apa yang akan cucunya ini lakukan agar dirinya segera mendapat penerus
Sementara itu dirumah besar, sepasang kekasih yang baru saja menyelesaikan permainannya tengah mengatur napas mereka yang memburu
Si pria beringsut agar dapat meraih sebatang rokok yang berada diatas nakas, tubuhnya yang terbentuk karena olahraga dibiarkan terekspos
Sementara itu wanita disampingnya masih mengatur napasnya, permainan yang baru saja mereka lakukan tadi begitu menakjubkan
"Aku dengar kalau tua bangka itu masuk rumah sakit" Ujarnya seraya menghembuskan asap yang mengepul dari mulutnya
"Aku harap dia cepat bertemu tuhan, biar perusahaan ini secepatnya menjadi milik kita"
Keduanya tertawa, William meletakkan kembali cerutunya lalu membawa wanita yang belum mengenakan pakaian itu kedalam pelukannya
"Kamu nakal" Keduanya tertawa, sambil bibir William yang bergerak nakal dileher jenjang menantunya
"Tapi Papa juga berharap seperti itu kan?" Zoya menjauhkan kepala sang mertua dari tubuhnya
"Tentu saja, karena kita yang akan diuntungkan"
"Aku harap Arjuna tidak akan pernah mendapat anak laki-laki" Ucap Zoya
"Selama kamu tidak setuju untuk memiliki anak, maka semua akan aman" Zoya mengangguki ucapan ayah mertuanya
"Kita harus jenguk Ronald kan?" Zoya mencoba mengingatkan saat pria paruh baya itu mulai kembali menyusuri lekuk tubuhnya
"Setelah permainan kedua" William tidak peduli dengan penolakan menantunya itu, sebenarnya Zoya pun menginginkan sentuhan mertuanya yang begitu perkasa
"Apa Zoya sudah hamil?" Tanya Ronald, saat ini pria tua itu tengah menerima suapan dari cucu kesayangannya
"Belum, dia masih sibuk dengan pekerjaannya, tapi Arjuna janji kalau Zoya akan hamil secepatnya"
Terpaksa ia harus berbohong, memang tidak ada yang mengetahui perselingkuhan mertua dan menantu itu selain dirinya
"Opa harap secepatnya"
Arjuna mengangguk, kembali ia suapi sang kakek
Pintu diketuk, Arjuna mempersilahkan orang yang berada diluar untuk masuk. Begitu ia melihat siapa yang datang seketika wajahnya berubah dingin
"Pah" William mendekat ke arah ranjang dimana ayah mertuanya terbaring "Gimana ceritanya papa bisa masuk rumah sakit?"
Arjuna benar-benar muak, ternyata sang ayah bisa memasang dua muka sekaligus
"Ini biasa, Papa sudah cukup tua"
"Opa" Zoya menyapa bak seorang menantu idaman "Gimana keadaan Opa sekarang?"
"Sudah lebih baik, opa cuma berharap bisa menggendong cicit setelah ini"
Zoya tersenyum "Opa tenang aja, semoga secepatnya aku sama Arjuna diberi kepercayaan"
Ronald mengangguk "Kamu jangan terlalu sibuk! Harta kita cukup untuk membiayai kamu"
"Opa tenang aja, setelah ini aku sama Arjuna akan melakukan program untuk bisa hamil"
Arjuna tidak tahan lagi, ia benar-benar muak mendengar ucapan istrinya. Dirinya juga tidak ingin berbagi dengan ayahnya sendiri
"Aku keluar sebentar! Aku akan bertemu dokter dulu" Arjuna keluar, jika terlalu lama ditempat itu mungkin ia akan menghabisi nyawa seseorang
***
Aluna keluar dari kamarnya setelah menyelesaikan drama mual dan muntah dipagi harinya
"Selamat pagi, Nona" Sapa pada pelayan
"Dimana tuan Arjuna?" Tanya Aluna karena tidak melihat keberadaan suaminya
"Tuan sedang berada dirumah utama, tuan Ronald tengah jatuh sakit" Jawab Wulan
"Siapa itu?"
"Kakeknya tuan Arjuna"
Aluna mengangguk, wanita hamil itu melangkah menuju meja makan dimana Joseph telah menyambut nya
"Selamat pagi nona"
"Selamat pagi Joseph" Aluna duduk dikursinya
"Hari ini kita akan kerumah sakit, tuan berpesan agar saya menemani Nona untuk melakukan pemeriksaan" Jelas pria bermata biru itu
"Baiklah"
Setelah sarapan, Aluna berangkat menuju rumah sakit bersama Joseph dan Bona. Aluna terlihat senang saat melihat jalanan
Jelas saja, karena selama dua bulan berada ditempat Arjuna, dirinya tidak diizinkan keluar rumah
"Tutup jendelanya nona! Nona bisa masuk angin" Kata Joseph dari kursi kemudi
"Kamu berlebihan" walaupun kesal, Aluna tetap menurut
Sekitar satu jam barulah mereka tiba dirumah sakit kepercayaan Arjuna, Joseph turun lebih dulu lalu membuka pintu bagi sang Nona
Mungkin ini yang dirasakan para orang kaya, mereka baru saja tiba dan langsung menuju ruang dokter tanpa adanya drama mengantri
Selama ini Aluna terbiasa menunggu lama karena melakukan pengobatan dengan menggunakan kartu pemerintah
"Selamat pagi nona" Sapa dokter tampan pada Aluna
Aluna benar-benar dimanjakan selama menjadi wanita Arjuna, ia puas melihat pria tampan
Selain suaminya serta Joseph, sekarang ada dokter Samuel yang bahkan lebih tampan lagi
"Silahkan" Aluna berbaring, Bona senantiasa membantu sang nona sementara Joseph menunggu diluar
Dokter Samuel lebih dulu mengoleskan gel pada permukaan perut Aluna yang masih rata sebelum menempel kan benda diatasnya
"Semuanya baik, usianya sudah menginjak enam Minggu dan mereka tumbuh dengan sangat baik"
Ucapan sang dokter jelas membuat Aluna bertanya-tanya
"Mereka?" Tanyanya dengan suara pelan, takut salah dengar
Dokter Samuel mengangguk "Ya, selamat nona tengah mengandung bayi kembar"
Bona terlihat yang paling bahagia, gadis berkulit sawo matang itu berulang kali mengucapkan selamat
"Waah nona dapat dua sekaligus"
Aluna tersenyum bahagia, ia turun dari ranjang dengan dibantu oleh Bona. Keduanya lalu duduk didepan dokter kandungan itu
"Bagaimana mualnya?" Tanya dokter Samuel pada Aluna
"Sudah enggak terlalu dok, hanya saat bangun pagi saja" Jelas Aluna
"Ini resep vitamin yang harus nona konsumsi, makannya tetap harus dijaga yaa Nona" Dokter tampan itu menyerahkan secarik kertas pada Bona dan wanita itu mengucapkan terima kasih