Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.
Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.
Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.10. Janjian Ngedate
"Makanya kamu sering-sering saja, ajakin dia jalan, biar kamu bisa tambah dekat dan lebih tau banyak tentang Raka." ucap Deni memberi saran kepada Kayla.
"Sudah sering...!! Kalau pas kebetulan ketemu di kampus dan arah kita samaan pasti kita selalu jalan bareng ke sana." balas Kayla dengan polosnya yang kurang menangkap yang di maksudkan Deni.
"Bukan jalan begitu maksud aku...Bego!!"
"Maksud aku jalan-jalan, ngedate begitu!!! Atau nonton bareng gitu." Deni menjelaskan maksud ucapannya tadi soal jalan.
"Oh, aku kirain cuma sekedar jalan bareng saja gitu. Sori,, maklum aku sudah kelamaan jomblo kali, jadi kurang peka soal kayak begitu." Kayla mesem malu melihat Deni.
"Terus misal kalau kita sudah jalan bareng, kita mau ngapain?" tanya Kayla lagi.
"Ajak Raka ke tempat yang gelap, terus kamu kasih kejutan dengan ceburin dia ke empang kalau ada." balas Deni ngasal karena kesal sam Kayla.
"Ya kalian saling ngobrol gitu, agar kalian tambah dekat lagi, masak kayak begitu saja kamu tidak ngerti-ngerti sih La." kali ini Deni menepuk jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Iya maaf-maaf...he he he...!!!" Kayla tertawa.
"Kayak gitu kok mau dapat pacar, nunggu sampai lebaran kucing baru bisa dapat pacar kamu." ucap Deni meledek Kayla.
"Bukan begitu juga kali, masalahnya si Raka ini berbeda banget dengan gebetan aku yang dulu-dulu. Makanya aku jadi takut salah langkah kalau mau ngapa-ngapain." balas Kayla.
"Ngapa-ngapain gimana maksud kamu?" tanya Deni yang tidak paham maksud Kayla.
"Ya nembak misalnya." sahut Kayla singkat.
"Hah...?!" Deni kaget.
"Kira-kira Raka benci tidak ya sama cewek yang menembak cowok duluan?" tanya Kayla sambil memainkan bantal guling-nya.
"Yah itu dia yang mestinya kamu harus cari tau, jangan sampai kamu menembak orang yang belum kamu kenal banget, nanti malah jadi menyesal belakangnya." balas Deni memberikan saran kepada Kayla.
"Eh...La, kamu ada cemilan tidak, aku lapar nih!!" ucap Deni yang perutnya mulai konser.
"Ah kamu, kesini cuma mau minta cemilan,, sebentar aku ambilkan." balas Kayla yang kemudian berlalu mengambilkan cemilan buat Deni.
"Kamu itu ya, kalau pas butuh saja pergi ke aku,, giliran aku cuma minta cemilan saja kamu sudah ngomel-ngomel." Deni sedikit sewot dengan Kayla.
"Bercanda kali Den, kamu kayak tidak tau aku saja," balas Kayla sambil memberikan stoples keripik singkong kepada Deni.
"Eh La...cemilannya aku bawa ke kamar saja ya!!" ucap Deni
"Ah kamu....giliran sudah dapat saja kamu pergi, jadi dari awal kesini kamu cuma mau minta cemilan sama aku." Kayla sebel dengan Deni yang kayak mengemis cemilan.
"Sudah tidak usah bawel, lanjutin saja mikirin Raka, aku masuk kamar dulu...Dah...!!" ucap Deni yang kemudian pergi meninggalkan Kayla dengan membawa cemilan keripik singkongnya.
Setelah Deni berlalu meninggalkan Kayla, Kayla pun kembali ke belajarnya.
Kayla mencoba kembali membolak-balikkan halaman buku yang tergeletak di kasurnya yang tadi sempat terhenti karena kedatangan Deni.
Namun semua tetap sama saja, Kayla tetap saja tidak bisa berkonsentrasi karena kini pikirannya hanya di Raka terus.
"Sial!! Aku menjadi tidak bisa belajar begini." ucap Kayla sebel pada diri sendiri.
Dari pada belajar tapi hasilnya zonk! Kayla kemudian memutuskan sesuatu.
Ia kemudian mengenakan jaket dan mengambil dompetnya lalu mengunci kamarnya dari luar.
Lalu Kayla pergi berjalan keluar dan menuju ke sebuah wartel tempat biasa ia menelpon Raka.
Kemudian Kayla pun langsung masuk ke wartel tersebut dan langsung memencet beberapa nomor yang sudah ia hafal diluar kepalanya, tentunya nomor Raka.
"Hallo, Selamat malam. Bisa bicara dengan Raka?" tanya Kayla ketika telepon di sebrang sudah ter-angkat.
"Ya,, dengan siapa ini?"
"Kayla. Apakah Raka-nya ada?"
"Ini aku, La!! Ada apa La?" suara Raka di sebrang telepon.
"Eh ternyata kamu sendiri, lagi ngapain? Aku mengganggu kamu tidak?" Kayla berbasa-basi seperti biasanya.
"Yah biasa ...lagi nonton TV aja, memang mau ngapain juga sih?" Raka menjawab santai.
"Ya ngapain gitu kek, Belajar,, nge-game atau jungkir balik juga boleh,, misalnya?" Kayla sedikit bercanda biar tambah akrab.
"Jungkir balik, kamu kata aku anak sirkus jungkir balik segala, nge-game aku juga tidak suka."
"Eh ka, aku kalau telepon kamu kayak begini tidak ganggu kan?" tanya Kayla yang kering topik pembahasan.
"Ya tidak lah, ngapain juga ganggu. Kan aku juga tidak lagi ngapa-ngapain."
"Oh." Kayla bingung.
Suasana pun hanya hening.
"La, kok diam!" seru Raka ketika telepon jadi sepi.
"Maaf Ka, habisnya aku bingung mau ngomong apa lagi." jawab Kayla kali ini jujur.
"Payah kamu, besok-besok lagi kalau mau telepon dipikirin dulu apa yang mau di omongin, biar tidak garing kayak begini, lagian kamu di kampus sudah kayak toa, bisa bingung juga mau ngomong apa?"
"Kok kamu tau kalau aku toa?" Tanya Kayla yang tersenyum senang di sebrang telepon karena ternyata Raka cukup mengenal dirinya.
"Bagaimana aku tidak tau, kamu saja kalau ketawa suaranya sampai ke kelas aku."
"Masa sih?" tanya Kayla seakan tidak percaya.
"Memang kamu kelasnya di mana kok suara aku bisa sampai ke kelas kamu?" tambah Kayla yang menanyakan kelasnya Raka.
"Setau aku kelas Raka tidak pernah dekat deh sama kelas aku." ucap Kayla berfikir di dalam hati.
"Di sebelah kamu di lantai dua. Kamu itu kalau ketawa boros banget!!" balas Raka memberitahu kelasnya.
Kayla jadi merasa malu kepada Raka.
"Kamu benci ya sama cewek yang suaranya kayak toa?" tanya Kayla memancing sekaligus mengorek tipikal cewek Raka.
"Tidak juga ah, ngapain juga malu, biasa saja!" jawab Raka.
Kayla mengelus-elus dadanya karena lega.
Dan Kayla pun kembali tersenyum di sebrang telepon.
"Eh Ka...."
"Ya?!"
"Nggg...."Kayla bingung,, dan matanya sibuk berkeliling mencari-cari bahan pembicaraan lagi.
"Kamu suka nasi goreng tidak?" tanya Kayla kepada Raka setelah Kayla melihat tukang nasi goreng di sekitaran wartel.
" please deh, ngapain juga aku nanya kayak begitu." bisik Kayla sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kayla tampak sedikit menyesal dengan pertanyaannya itu.
"Suka, memang kenapa? Apa kamu tau tempat yang enak penjual nasi goreng?" balas Raka kembali bertanya.
"Sama dong, aku tau tempat nasi goreng yang enak, pasti kamu tidak bakalan nyesel mencobanya." balas Kayla tidak menyangka respon dari Raka, padahal cuma asal ngomong tapi malah menjadi asik begini.
"Ok....dimana?" tanya Raka.
"Ada di deket kosan aku, kapan-kapan aku ajak kamu nyobain nasi goreng di depan kos aku!!" ujung-ujungnya Kayla ngajakin Raka ngedate.
"Kamu mau traktir aku ya? Boleh kapan saja aku siap!!" Raka langsung setuju dengan ajakan Kayla.
Kayla pun meloncat-loncat kegirangan di seberang telepon.
"Santai." balas Kayla singkat.
"Ya sudah kita mau makan nasi gorengnya kapan?" tanya Raka
"Kalo lusa bagaimana? Sekalian aku mau minta antar ke toko buku, bisa?" balas Kayla kembali bertanya.
"Ngg...Bisa, kita janjian dimana?"
"Di kantin, jam setengah empat. Kita makannya malam saja habis dari toko buku.
"Boleh."
"Deal?"
"Deal. Tapi kalau aku agak telat sedikit tidak apa-apa yah?"
"Enggak apa-apa Ka, asal kamu jangan habis isak' aja kamu baru datang." balas Kayla.
"Jangankan telat sebentar, kamu mau datang subuh pun pasti aku tungguin kok." ucap Kayla di dalam hati.
Kayla pun kemudian menutup teleponnya dengan muka sangat gembira.
Kemudian Kayla langsung kembali ke kosan.Di sepanjang perjalanan Kayla terus membayangkan wajah Raka.
Dan setelah sampai di kosan Kayla langsung beristirahat rasanya tak sabar menunggu hari esok tiba.
Jangan lupa beri dukungannya ya sobat.
Berikan like dan komentar dan juga votenya.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊