NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SEGITIGA

BUKAN CINTA SEGITIGA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Romansa / Selingkuh / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:161.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teteh lee

Kisah tentang sepasang manusia bernama Satria dan Emily yang menjalin persahabatan semenjak mereka duduk di bangku SMU sampai sekarang, mereka sudah bekerja dan masih tidak bisa terpisahkan, mereka juga mempunyai sebuah janji dan rahasia yang memperumit hubungan persahabatan mereka, dimana ada sebuah kejadian yang membuat mereka terpaksa merubah status persahabatan mereka menjadi sepasang kekasih, bahkan Satria sampai berjanji akan menikahi Emily karena kejadian tersebut, walaupun perasaan Satria pada Emily hanya perasaan sebatas sahabat saja tidak lebih dari itu.

Bagaimana bila tiba tiba datang sosok Melody yang cantik, ceria, kocak, menyenangkan hadir di kehidupan Satria, tanpa di sengaja, dan tanpa di sadari Satria mencintai Melody yang sedang dalam keadaan patah hati karena di hianati tunangannya.Akankah Satria mengingkari janjinya atau tetap memegang janjinya pada Emily dan mengubur rasa cintanya untuk Melody ?
Silahkan di simak dan semoga ceritanya bisa menghibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ular

Siang itu Melody baru selesai mengantar Memes ke ruangan HRD, untuk mengambil surat keterangan dan penilaian kerja prakteknya selama tiga bulan yang sudah berakhir hari ini.

Memes mengajaknya ke resto hotel,dia ingin mentraktir Melody makan siang mewah karena penilaian yang di berikan pak Roby untuk dirinya setorkan ke kampus bagus semua.

" Curang kamu Mes, jelas saja pak Roby ngasih kamu nilai bagus, itu karena dia takut sama Mas Johan, bukan karena kemampuan mu." Celoteh Melody saat mereka duduk di kursi resto hotel

" Sial-an kamu, aku tuh aslinya jago tau, para chef kepala aja mengakuinya,mereka memberi aku nilai A " bangga Memes.

" Mereka ? gimana kepala chef yang lain bisa menilai kamu, orang selama tiga bulan kerja praktek kamu cuma di bagian dessert" Melody memutar bola mata malas.

" Justru karena mereka saking hebatnya, meski aku cuma di bagian dessert, chef lain sudah bisa menilai kehebatan ku" Memes dan Melody terbahak bersama.

Sampai seorang laki laki yang duduk di belakang kursi Melody menoleh ke arah mereka.

Memes yang duduk di seberang Melody tersenyum ke arah laki laki yang ternyata Satria,dia sepertinya sedang membahas pekerjaan dengan rekan bisnisnya sambil makan siang.

" senyum sama siapa?" Melody menoleh ke arah belakang kursinya, tak ada yang dia kenal, Satria sudah memunggunginya, jadi dia tak tau kalau yang duduk tepat di belakangnya itu lelaki yang selalu membuatnya naik darah.

" Itu, Kak Satria," Tunjuk Memes

" Oh, si ular itu, !" ketus Melody, sengaja tak menurunkan volume suaranya agar Satria mendengar ucapannya.

" Kok ular ?" Tanya Memes.

" Mulutnya berbisa kaya ular, kata kata yang dia ucapkan mengandung racun yang menyakitkan dan mematikan bagi yang lemah iman, untung aku mah setrong gak mempan dengan hinaan mulut ular seperti dia." Ucap Melody santai, sedangkan Satria yang duduk di belakangnya sampai tersedak mendengar kata kata Melody, tapi dia tak bisa berbuat apa apa karena sedang berbincang bisnis dengan beberapa tamunya.

" ish,, kamu itu, ada ada aja, ganteng gitu di katain ular, dia itu baik tau, sebenernya." Bela Memes yang merasa tak enak hati karena Satria pasti mendengar obrolannya.

" Apa sih, gak penting banget ngomongin dia, dari pada kamu, ngatain ceweknya presdir cicek, hayoo,,," Sontak saja ucapan Melody membuat wajah Memes menegang seketika, dia panik, karena Satria langsung sedikit menoleh padanya di balik punggung Melody.

" Kok kamu pucet sih ? oh iya, aku lupa cerita, kemaren aku di labrak si cicek tau, dia langsung marah marah ga jelas gitu, nuduh aku godain pacarnya, coba ?" Melody ber api api

" Bisane ? (kok, bisa)" Kaget Memes menghentikan suapan ke mulutnya saking kagetnya.

" itu, gara garanya beberapa hari terakhir ini bu Maya kan sering minta di bikinin nasi goreng seafood, ternyata nasi goreng itu buat pak presdir, aku ya mana tau, gak pernah kepo juga untuk siapa makanan itu, nah,,, si cicek cemburu kayaknya, di kira aku sengaja godain pacarnya dengan mengirim makanan." terang Melody panjang lebar.

" Emang kamu beneran gak tau siapa presdir kita ?" Tanya Memes lagi.

" Gak tau, karyawan pantry kaya aku mana bisa ketemu presdir lah, ngaco ! tapi,,, kayaknya aku pernah liat sekilas, kamu inget yang waktu aku cerita pagi pagi di taman aku liat si cicek lagi ciuman ? nah kayanya aku masih agak inget sekilas wajah cowoknya, meskipun dia pake topi waktu itu." Melody mengingat ingat kejadian itu.

" Ci- ciuman ? cowoknya kaya apa?" Memes antusias, karena setaunya Satria tak mungkin berciuman di tempat terbuka seperti itu, apalagi di taman.

" Ih, kamu mah pelupa, aku kan udah pernah cerita, cowoknya ya biasa aja, ga ganteng ganteng amat,untuk ukuran cowok dia pendek menurutku,gak oke lah pokoknya, mungkin karena dia seorang presdir kali ya, jadinya si cicek nemplokin, hahaha !" Melody membayangkan cowok yang sekilas dia lihat bersama Emily di taman.

" Presdir kita ganteng banget tau !" Memes mulai curiga yang Melody lihat di taman bukan Satria.

" Haish,,, selera mu buruk sekali, udah bener kamu naksir sama kepala chef dessert yang manis itu, kalau itu aku akui ganteng !" Senyum Melody berbanding terbalik dengan Satria yang kini cemberut, moodnya tiba tiba berubah buruk siang itu.

" Oh, itu sudah pasti, tapi presdir kita sebelas dua belas lah gantengnya sama chef Bima, sumpah" keukeuh Memes.

" Iyuuuhhh,, mending periksa deh mata kamu, jelas jelas jauh banget.!" Melody menyelesaikan suapan terakhirnya.

Mereka lantas berpisah di loby hotel, Memes harus ke kampus menyerahkan berkasnya, sedangkan Melody langsung menuju pantry karena sudah hampir masuk jam kerjanya yang kebagian shift siang.

Waktu menunjukkan pukul setengah sembilan malam, setengah jam lagi Melody bisa pulang dan beristirahat, hari ini orderan tamu hotel dan restoran sangat banyak, mungkin karena weekend, jadi terasa begitu melelahkan baginya.

" Melody, buatkan nasi goreng seafood seperti biasa, lalu antarkan ke ruang presdir !" Titah Bu Maya.

" Tapi, kenapa saya yang harus mengantarkan? biasanya kan..?"protes Melody, dia takut Emily tau dan semakin marah padanya kalau tau dirinya mengantarkan langsung makanan ke pacarnya.

" Sudahlah, ikuti saja, itu perintah presdir langsung, mungkin dia ingin memberi peringatan secara langsung karena kamu melakukan kesalahan besar padanya." Maya menakut nakuti Melody.

" Kesalahan ? tapi kesalahan apa? aku tak pernah menyinggung presdir selama ini." bingung Melody.

" Hey, tunangan Pak Johan itu, kerabat dekat presdir, mungkin presdir ingin memperingatkan mu untuk menjauhi Pak Johan." Maya melengos meninggalkan Melody dengan senyuman sinisnya.

'Hmmh, baiklah kalau hanya masalah itu, aku bisa menjelaskannya, lagi pula bukan kah presdir sangat dekat dengan mas Johan, dia harusnya tau cerita sebenarnya, atau mungkin hanya ingin memastikan langsung dari ku saja,?' Batin Melody, sambil membuatkan nasi goreng seperti biasanya.

Melody berjalan ke arah ruangan presdir di lantai paling atas Blue Palace, setelah bertanya letak ruangan presdir pada resepsionis tadi di lantai bawah tadi.

Beberapa kali Melody, mengetuk pintu ruangan presdir yang menjulang tinggi dan terlihat kokoh, hampir saja Melody menyerah dan meninggalkan tempat itu karena mengira tak ada orang di dalam sana, tapi tiba tiba,

Bruaakk...

Terdengar seperti suara sesuatu yang jatuh dari dalam ruangan. Sebenarnya Melody bukan orang yang kepo, dia juga tak begitu ingin tau apa yang terjadi di dalam ruangan itu, tapi karena dirinya merasa harus segera meluruskan masalahnya pada presdir tentang Johan, di tambah lagi dia juga harus memberikan makanan yang di pesan presdir itu, Melody coba mendorong pintu kokoh itu pelan pelan, setelah sebelumnya beberapa kali mengetuknya lagi namun tak mendapat jawaban, kantor sudah sepi, karena memang malam itu Satria memutuskan untuk lembur ,sekretarisnya sudah pulang semenjak sore tadi, apalagi ini weekend, sedangkan Johan ijin cuti selama weekend untuk pulang ke Banyumas di temani Memes untuk mengadakan rapat keluarga membahas pernikahannya yang akan dilangsungkan bulan depan.

Melody kaget bukan kepalang saat mendapati seorang pria yang sepertinya sang presdir tertelungkup di lantai dekat kursi kerjanya.

Melody berlari mendekatinya, berniat menolong.

" Pak, bapak baik baik saja kan,? " Melody membalikan tubuh Satria yang tertelungkup di lantai.

" Ka- kamu...!" Melody terlonjak kaget saat mengetahui sosok pria yang kini di dalam pelukannya itu Satria si mulut berbisa.

Mata Satria terpejam, badannya panas, sepertinya dia demam dan pingsan.

" Owh,,, ular ini berat sekali dan sangat menyusahkan !" gerutu Melodi yang terengah engah kesusahan menyeret tubuh Satria ke karpet dekat sofa, bukannya kejam, badan Satria yang tinggi dan kekar itu tak sanggup melody angkat ke sofa, secara badan dia yang mungil dan tenaga dia yang sudah terkuras habis tadi di pantry, mana mungkin sanggup membopongnya.

yaa,,, setidaknya tubuh Satria tidak kedinginan karena tergeletak di lantai, pikirnya.

Melodi duduk di samping Satria yang tertidur di atas karpet bulu tebal, Melody meraba kening Satria yang terasa panas, dia bingung harus berbuat apa, tak mungkin juga dia dengan kejamnya meninggalkan Satria di ruangan itu pingsan sendirian.

mau minta tolong, tapi pada siapa, di tengah kepanikannya, dia mencari cari sesuatu untuk dia gunakan, lalu dia merogoh saku celananya, mengeluarkan saputangan yang biasa dia bawa di sakunya, memberinya air hangat dari dispenser yang ada di ruangan, karena tak tau dimana letak toiletnya, lalu menyeka dan mengompres dahi Satria dengan telaten.

Melody duduk di karpet dengan bersandar ke pegangan sofa yang ada di belakangnya, kepala Satria dia pindahkan di pahanya setelah melihat sekeliling dan tak menemukan bantal sofa satupun, dia hawatir Satria tak nyaman tergeletak di karpet tanpa bantal. Sesekali dia menyeka keringat Satria yang bercucuran di dahinya, Satria mengigau saking panas badannya, Melody juga menenangkan Satria di tengah racauan tak jelasnya.

Melody memandangi wajah lelaki yang selalu membuat emosinya memuncak, setiap kali bertemu, kini wajah itu tertidur tenang di pangkuannya, Tak sengaja batinnya memuji ketampanan wajah Satria yang sempurna, mata yang tajam, hidung yang mancung dan bibir yang indah juga merah natural untuk ukuran laki laki, belum lagi garis rahang yang tegas membuat kegantengannya semakin terlihat paripurna.

" Aah,,, sepertinya aku sudah gila, kenapa memuji ketampanan ular ini, lihat saja kalau nanti dia sadar, mulut ini pasti mengeluarkan racunnya lagi." Melody berbicara sendiri sambil meraba bibir Satria yang sungguh menggoda dan kissable banget.

Dalam hati Melody bertanya tanya apa hubungan Satria dengan presdir, dan kenapa dia ada di ruangan presdir, tapi karena badannya yang sangat lelah, tak terasa dia malah tertidur, dengan Satria yang masih terpejam di pahanya.

1
Mattea Bee
Luar Biasa!!! /Good//Good//Good/
Mattea Bee
Terimakasih Thor untuk ceritanya yang Luar Biasa.. Terus semangat berkarya Thor/Determined//Determined//Determined/
lolita tyas malina
nah kan ketahuan ... up terus
lolita tyas malina
ikut deg2an 😁😁
lolita tyas malina
alur cerita nya ringan banget .. bahasa nya juga asik ... jalan cerita gak berbelit dn sesuai realita
karakter2nya kuat banget .. ini udh novel kedua dn sukaaaa banget 🥰🥰🥰semamgat up terus
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu ❤️❤️❤️
total 1 replies
Denny
seru, gak bertele-tele.
Bhre Sandra
bagus utk sebuahnovel pertama...
Lita: terimakasih terimakasih sudah bersedia mampir, maaf atas typo yang bertebaran 🙏🤭🥰
total 1 replies
Azizah az
siap meluncur ke cerita selanjutny
Azizah az
nah loh azta mau jelasin apa lagi
Azizah az
ayook gaskeun bang
Azizah az
sama sama terpaksa y ternyata
Azizah az
eaaaaa meleleh hati adek bang sat😀
Azizah az
misi ny masalah hati y mas satria
Azizah az
mangkanya bung jangan maen api klo kagak mau kebakar,
Azizah az
aku tergoda atas saran teteh JD kebut baca ny, udh mampir yaaaaaa
Azizah az: siaapp meluncurrr
total 2 replies
Jasreena
knp Moza seeh yg d salahkan .. ortu mu lah sebabnya...🙄
Jasreena
semangat Moza.... buat azta jatuh cinta lg pdmu demi nirel... 🥰💪🏻💪🏻
Jasreena
udahlah azta.... kan dah ada nurel n Moza, lbh baik d cintai drpd mencintai yg Tidak cinta... 😢
Jasreena
buaya buntung....
Jasreena
ayuuk bang.... cepetan nikahin aku bang Sat... 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!