WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!
Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.
Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.
"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas
"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Douglas
Prang!
Suara pecahan benda keras kembali menggema memecah keheningan ruang kerja pribadi di dalam mansion mewah milik keluarga Essen. Kali ini, sebuah tablet mahal berukuran besar milik Logan melayang bebas dan menghantam lantai marmer hingga hancur berkeping-keping.
Logan, sang asisten pribadi yang setia berdiri di samping meja, hanya bisa menelan ludah kasar tanpa sedikit pun berani mengalihkan pandangannya dari sang tuan.
Rupanya, amukan hebat itu dipicu oleh sebuah laporan baru yang baru saja ia sampaikan. Sejak beberapa hari lalu, atas perintah mutlak Douglas, Logan memang telah menugaskan beberapa orang anak buah kepercayaan untuk mengawasi dan mencari tahu persembunyian Cecilia. Hari ini, laporan lengkap beserta beberapa berkas foto berhasil dikantongi oleh Logan.
Di dalam foto-foto tersebut, terpampang nyata sosok Cecilia yang sedang bekerja di sebuah toko bunga sederhana. Tidak hanya itu, laporan tersebut juga menyertakan momen-momen interaksi Cecilia dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk saat gadis itu tampak akrab dan berjalan berdampingan dengan seorang pria asing yang tidak lain adalah Avgar.
Douglas berdiri dengan dada naik turun menahan murka. Sepasang netra birunya menatap tajam foto-foto di atas meja dengan kilatan amarah yang mengerikan. Urat-urat di pelipis dan lehernya menonjol keluar, menandakan betapa marahnya pria itu saat ini.
"Berani sekali..." desis Douglas dengan suara berat yang bergetar karena emosi yang meluap-luap.
"Wanita sialan itu... beraninya dia membuatku seperti ini!"
Bagi seorang Douglas Michael Essen, apa yang dilakukan Cecilia bukan lagi sekadar tindakan kabur dari rumah, melainkan sebuah bentuk penghinaan telak yang menginjak-injak harga dirinya sebagai pria berkuasa. Wanita itu telah membuangnya! Di dalam kamus hidup Douglas, hanya dialah satu-satunya pihak yang berhak membuang atau mencampakkan seseorang, bukan sebaliknya!.
"Tuan Essen, tenanglah..." ucap Logan dengan nada suara datarnya yang berusaha meredakan situasi, meskipun ia tahu usahanya akan sia-sia.
"Apakah Anda ingin saya mengerahkan orang untuk segera menjemput Nona Cecilia secara paksa ke mansion ini sekarang juga?"
"Tidak!" potong Douglas cepat dengan suara menggelegar, menatap Logan tajam.
"Jangan gerakkan siapa pun dulu! Biarkan dia menikmati kebebasan murahan itu!"
Douglas mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Kemarahannya semakin membabi buta tatkala matanya kembali menangkap potret kedekatan Cecilia dengan pria lain di foto laporan tersebut. Rasa cemburu yang dibalut ego tinggi membuat lambungnya terasa terbakar.
"Dia pikir dia bisa hidup bahagia dengan pria lain setelah mencampakkanku? Cih! Jalang murahan itu benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya!" maki Douglas penuh kebencian.
"Dia pikir dia bisa bermain-main di belakangku, hah?"
Di tengah kemarahan yang membabi buta itu, ponsel pribadi di atas meja kerja Douglas berdering nyaring tanpa henti. Layar ponsel tersebut menampilkan nama sang tunangan, Adara.
Panggilan itu sudah berdering berkali-kali sejak tadi sore, namun Douglas sama sekali tidak sedikit pun menghiraukannya. Pikirannya sudah sepenuhnya dikuasai oleh bayangan Cecilia, wanita yang kini berani menantang kekuasaannya.
Logan melirik ponsel yang terus berdering itu dengan ragu. "Tuan, Nona Adara terus menghubungi Anda sejak tadi. Apakah Anda tidak ingin mengangkat panggilannya? Beliau mungkin mengkhawatirkan Anda."
"Biarkan saja!" bentak Douglas dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari foto Cecilia.
"Persetujuan pernikahan atau apapun itu, saat ini kepalaku dipenuhi oleh satu hal, bagaimana cara memberi pelajaran pada wanita sialan bernama Cecilia itu!"
Douglas menyeringai dingin, sebuah senyuman penuh ancaman yang membuat bulu kuduk Logan meremang seketika.
"Dia pikir dia menang, bukan? Biarkan saja jalang itu merasa bahagia dan di atas angin untuk beberapa waktu kedepan," ucap Douglas dengan suara berbisik namun penuh tekanan mematikan.
"Nikmati tawamu sekarang, Cecilia. Karena begitu waktu hukuman itu tiba, aku akan memastikan tidak ada lagi sisa-sisa kebahagiaan di wajahmu."
Logan menelan ludah lagi, mendengarkan rencana mengerikan yang mulai dirancang oleh tuannya. Selama bertahun-tahun ia mengabdi pada Douglas, baru kali ini ia melihat emosi tuannya meledak-ledak separah ini hanya karena seorang wanita simpanan murahan yang seharusnya tidak memiliki nilai apa pun di mata sang CEO.
"Hukuman seperti apa yang akan Anda berikan kepadanya, Tuan?" tanya Logan hati-hati.
Douglas mendongak, menatap kosong ke arah jendela kaca besar dengan sorot mata kejam bagaikan iblis.
"Aku akan memberikan hukuman yang paling setimpal sampai-sampai jalang itu tidak mampu lagi membuka suaranya untuk membantahku," jawab Douglas dingin tanpa ragu.
"Jika perlu, aku akan mematahkan kedua kakinya supaya dia tidak bisa melarikan diri lagi dariku. Atau memborgol kedua pergelangan tangannya di sudut ranjang kamar."
Logan tertegun mendengar kalimat keji tersebut, namun ia tetap diam seribu bahasa.
"Bahkan..." lanjut Douglas dengan nada yang semakin merendah namun mengerikan,
"Aku bisa saja menjahit mulutnya hingga menyatu supaya dia tidak berani lagi mengucapkan kata-kata menantang di depanku. Atau yang lebih parah lagi, merantai seluruh tubuhnya di ruang bawah tanah mansion ini kemanapun dia bernapas, sampai dia tidak bisa bergerak sejengkal pun!"
Ancaman itu diucapkan Douglas dengan sangat serius, menunjukkan betapa rusaknya kewarasan pria itu akibat rasa gengsi dan amarah yang dikhianati oleh seorang wanita simpanan.
Logan hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, merasa ngeri sekaligus iba pada nasib Cecilia di masa depan jika wanita itu sampai tertangkap tangan oleh tuannya yang sedang dikuasai amarah sebesar ini.
Di tempat lain, di bawah langit malam yang tenang, Cecilia tentu saja tidak tahu menahu mengenai badai kehancuran yang sedang disiapkan oleh sang mantan sugar daddy untuk menghantam hidupnya. Gadis itu masih menikmati kedamaian semu di kamar kos sederhananya, tertidur pulas dengan mimpi-mimpi indahnya tentang kehidupan baru sebagai wanita mandiri yang merdeka.
Bersambung...
Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.
ati2 cecil🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
mungkin methong kedua kali cil baru bebas