Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.
Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.
Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.
Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.
tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.
Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
Sheila pun langsung berhambur memeluk anaknya.
Sedangkan Guru yang melihat tindakan Sheila hanya tersenyum.
"Tenanglah Bu , Ibu tidak usah khawatir, anak Ibu baik-baik saja kok, karena dia sudah berada di tempat yang tepat," ucap Bu guru dengan tersenyum manis.
"Maksud BU Guru apa ya, saya tidak mengerti," ucap Sheila dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Maksud saya anak Ibu, sudah di terima di sekolah ini, bahkan dengan nilai yang cukup tinggi, melebihi anak-anak yang lain, dan ternyata anak Ibu sangat Genius," ucap BU Guru itu dengan tersenyum manis.
Sedangkan Sheila yang mendengar perkataan BU Guru itu, merasa sangat bangga terhadap anaknya.
" Baiklah Bu, kalau begitu saya permisi dulu, besok sudah mulai masuk sekolah ya Bu," ucap BU Guru itu sembari berlalu pergi dari hadapan Sheila.
Sheila pun memeluk anaknya, dan tidak lupa mencium seluruh wajah anaknya.
" Sayang, akhirnya kamu di terima di sekolah Elit ini," ucap Sheila tersenyum bangga.
" Bunda jaga sikap Bunda, yang ke kanak-kanakan itu, tuh semua murid melihat kelakuan Bunda, apa Bunda tidak malu," ucap Andy sembari menundukkan kepalanya.
"Ah...! Sayang, sepertinya bukan Bunda yang malu, tapi anak Bunda yang tampan ini yang merasa malu" ucap Sheila dengan memegang dagu anaknya dan mencium keningnya.
" Maaf Sayang, Bunda terlalu bahagia, sehingga Bunda lupa kalau ini adalah tempat umum," ucap Sheila yang mengerti, dengan keadaan anaknya yang terlihat merasa malu, karena diperhatikan oleh teman sekolahnya.
" Tidak apa-apa Bunda, Ayo kita pulang," ucap Andy menarik tangan Bundanya, menjauh dari kerumunan anak-anak, yang sebentar lagi akan menjadi teman sekelasnya.
Sedangkan Sheila hanya tersenyum, melihat tingkah laku anaknya, dan menuruti apa yang dikatakan anaknya tersebut.
Dan mereka berdua pun akhirnya pulang ke rumah, dengan hati yang sangat gembira, karena Andy dengan mudahnya masuk ke sekolah itu, tanpa adanya persyaratan yang menyulitkan Bundanya.
****
Besok Harinya
Ini adalah hari kedua, Andy menginjakkan kakinya di sekolah tersebut.
Berbeda dari hari kemarin, Ia datang hanya untuk melakukan tes, Sedangkan hari ini Ia sudah resmi menjadi murid sekolah Elite tersebut.
Dengan memakai seragam sekolah, yang sudah lengkap, Ia terlihat sangat tampan.
" Ternyata anak Bunda sangat tampan ya," ucap Sheila sembari mengelus kepala anaknya.
Sedangkan Andy yang mendengar perkataan Bundanya, hanya mendehem saja, tanpa berniat membalas perkataan Bundanya.
Tapi disaat Sheila mau mencium pipinya, Andy tiba-tiba saja menghindar, yang membuat Sheila merasa sangat heran, dengan tingkah laku anaknya.
"Kamu sakit Sayang," ucap Sheila sembari memegang kening Andy.
"Tidak Bunda, Andy hanya tidak mau nanti teman-teman Andy, mengejek Ku di kelas, dengan mengatakan aku ini adalah anak manja," ucap Andy membisikkan di telinga sang Bunda.
"Oh...! cuman itu sayang, di kira Bunda Kamu itu tadi sakit," ucap Sheila sembari cengengesan, menatap wajah anaknya.
"Kalau begitu Andy, masuk kelas dulu ya Bunda,sampai ketemu nanti di jam istirahat," ucap Andy sembari melambaikan tangannya kearah sang Bunda.
Sheila pun membalas lambaian tangan anaknya.
" Yang rajin belajarnya ya sayang," ucap Sheila.
" Baik Bunda," ucap Andy sembari berlalu dari hadapan Bundanya.
Di Ruang Kelas
Andy pun memperkenalkan dirinya, yang baru pindah dari desa.
Yang membuat anak-anak di ruangan itu meremehkan kemampuannya.
" Huh....! hanya orang desa, bagaimana mungkin Ia masuk ke sekolah Elite seperti ini, pasti Bundanya menyogok kepala sekolah, hingga Ia dengan mudah, masuk ke sekolah Elite seperti ini," ucap anak laki-laki, yang duduknya berada di dekat jendela yang bernama Suhendar.
Semua murid yang mendengar ucapan Suhendar, seketika tertawa terbahak-bahak.
"Ha....ha...ha."
Pak Guru yang mendengar ucapan Suhendar, hanya menggelengkan kepala.
" Kalau bukan anak dari kepala sekolah, Aku sudah menampar mulutnya itu," ucap Guru yang mengajar itu di dalam hatinya.
Pak Guru pun menghampiri Andy, sembari mengelus punggungnya.
" Andy kamu jangan mendengarkan perkataannya, yang penting kamu fokus saja belajar, dan buktikan kalau kamu itu pantas sekolah disini," ucap Pak Guru menyemangati Andy.
" Dan sekarang kamu duduk di samping Renata ya," ucap Pak Guru.
"Baik Pak Guru," ucap Andy sembari berjalan kearah tempat duduknya Renata.
Baru juga Andy berjalan beberapa langkah, tiba-tiba sebuah kaki menghalangi jalannya, yang membuat Andy, hampir saja jatuh tersungkur ke lantai.
Tapi tiba-tiba Renata membantunya, dengan menarik tangan Andy.
" Ah...! kenapa si kacamata besar ini membantunya, gagal deh rencanaku," ucap seorang anak lelaki yang berada di depan bangku Renata.
" Kalian ini, sedari tadi hanya bisa mengejek dan mempermalukan orang saja," ucap Renata sedikit kesal.
"Ayo, silahkan duduk di sebelah ku," ucap Renata kepada Andy.
" Sudah-sudah, Anak-anak sebaiknya kita mulai pelajarannya," ucap Pak Guru menenangkan muridnya.
****
Pelajaran pun dimulai
Dan sesekali Pak Guru mengajukan pertanyaan kepada muridnya.
Dan hanya Andy lah yang bisa, menjawab semua pertanyaan dari Pak Guru, yang kebetulan pelajaran itu di bidang sains.
Jangankan memberikan kesempatan kepada murid yang lain, Pak Guru yang belum menyelesaikan pertanyaan, Andy sudah bisa menjawabnya dengan singkat, padat dan jelas.
Dan Pak Guru yang mendengar semua jawaban, dari Andy, yang semuanya benar, hanya bisa menggelengkan kepala, bahkan air liurnya hampir menetes, Ia tidak menyadarinya.
" Benar-benar Anak Genius," ucap Pak Guru, sembari menggelengkan kepala.
di sumbersari
Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊