21++
Farida gadis miskin yang baru berusia 16 tahun.
harus kehilangan kegadisan nya karena ulah tetangganya . dia harus hamil dan di usir.
namun dengan kejadian itu membuat Farida bangkit untuk membalas dendam dan kehidupan selanjutnya jauh lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rieda mustafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sasya koma
Saat lelaki itu hendak membuka pintu ruang inkubator.
Tiba tiba ada yg menepuk bahunya.
Karena tegang lelaki itu pun kaget..
"Apakah bapak yg akn mengadopsi bayi itu?" Tanya seorang perawat
"Maksud suster apa?" Tanya lelaki itu
"Begini pak.. mami orang tua dari pasien itu tidak akan mengurus bayi itu.
Beliau akn meninggalkan bayinya di sini" Ucap suster
"Oohh.. baik lah suster. Saya yg akan merawat bayi itu." Jawab lelaki itu
"Baiklah pak. Untuk sementara bayi nya akn di sini. Untuk perawatan lebih lanjut" Ucap perawat
"Ohh.. bayi itu laki laki atau permpuan sus"? Tanya lelaki itu
"Dia perempuan pak. Bayinya sangat sehat dan cantik. Tapi karena lahir prematur jadi bayinya cuma 2 kg" Ucap suster
"Boleh saya melihatnya sus?" Tanya lelaki itu
"Silah kan pak. Tapi mohon untuk tidak di pegang dulu". Ucap sustr
Lelaki itu masuk. Dan melihat bayi nya.
( malang sekali nasibmu nak. ) ucap lelaki itu
Di tempat yg berbeda.
Sella begitu terburu terburu.
Bik Siti pun jadi curiga. Karena sella pulang sendiri tidak membawa gadis malang itu.
"Nyonya.. mau kemana"? Tanya bik Siti
"Ehh.. bik.. saya titip rumah dan anak anak ya. Saya mau pergi untk waktu yg lama". Jawab Sella
"Nyonya mau kemana? Dan Sasya di mana nya kok gak ikut pulang"? Tanya bik Siti lagi
"Bik.. mohon jngan nambah Sella pusing. Nanti juga saya akn membawa Sasya. Pokoknya saya titip anak anak yg ada di sini". Ucap Sella.
"Baik nya". Jawab bik Siti
Sella pun pergi dengan membawa koper gede.
Dia buru buru pergi.
..."Sapertinya ada yg di sembunyikan sama nyonya Sella?" Ucap bik Siti dlm hati....
Di tempat yg berbeda.
Seorang ibu telah berputus asa. Pasalnya hampir di setiap sudut kota ini. Telah dia cari putri nya. Namun tak ada hasilnya
Mau lapor polisi. Namun tidak punya ciri ciri wajah putrinya.
Hampir setiap minggu dia pulang kampung.
Untuk mencari putrinya. Namun di kampunya pun tidak ada tanda tanda jika putrinya pulang
Dewi.. ibu kandung Farida. Sellu menyelipkan beberapa kata. Di tumpukan kertas di kamar Farida.
"Sayang... ibu datang lagi untukmu. Mencari mu. Dah selama 24 minggu ibu kesini. Namun tidak ada tanda tanda kamu datang. Tumpukan kertas ini yg akan membuktikan. Bahwa ibu sangat merindukan kamu. Sayang.. ibu tak kan pernah menyerah untk mencarimu. Suatu saat kamu pasti akan pulang kesini. Semoga saat kamu kembali kamu sudah bisa membaca walau hanya dalam ejaan. Sayang.. seperti biasa ibu akn meninggalkn sedikit pesan jika kamu pulang. Tunggu ibu di sini. Ibu pasti datang untukmu. Ibu setiap hari sabtu akn kesini untukmu".
Begitulah isi pesan Dewi untuk putri nya.
"Ibuu.. kenpa kita belum menemukan Farida yaa. Coba aku punya sedikit petunjuk darinya. Pasti kita sudah berkumpul lagi." Ucap Dewi pada ibunya
"Kita serahkan pada Allah Wik. Alloh pasti punya cara yg indah untk mempertemukan kita." Ucap nek Nur
"Buu.. terkadang Dewi merasa lelah. Dan ingin menyerah. Tapi Dewi ingat bahwa dialah hartaku." Ucap Dewi
"Semoga saja Farida dan bayinya di beri kesehatan selalu". Ucap nek Nur
Aamiin..
Satu bulan sudah berlalu.
Klinik tempat Sasya di rawat kena garis polisi. Karena terbukti melakukan praktek aborsi.
Lelaki yg mengadopsi bayi itu pun kaget. Dan hendak mendatangi klinik.
Namun sesampainya di sana. Lelaki itu kecewa. Karena klinik itu sudah ada garis polisi.
Lelaki itu mendengar. Tetangga klinik ada yg ngomong. Bahwa tadi pagi ada pasien yg meninggal di sini.
Lelaki itu pun syok.. sungguh tragis nasib gadis itu
Lelaki itu adalah adik bik Siti. Dia yg sudah menikah selama 10 th. Namun belum di karuniai anak.
Atas rekomended dari bik siti lelaki itu mengikuti mobil sella.
Di tempat yg berbeda Sella telh kembali dari kepergianya .
Dia mencari keberadaan Sasya.
Namun klinik yg dulu dia datangi sudah di garis polisi.
"Maaf pak.. apa pasien yg di sini sudah meninggal?" Tanya Sella pada seorang polisi yg sedang berjaga di tkp
"Di sini ada pasien yg masih koma buk. Namun sekarang dia di rawat di rumah sakit kasih bunda". Jawab seorang polisi
"Terimakasih pak." Ucap Sella
"Tunggu bu.. ibu ini siapa nya pasien"? Tanya seorang polisi
"Sa saya tantenya pak. Saya baru datang dari luar kota. Kalo begitu saya permisi pak" Ucap mami Sella
"Silahkan buu.." ucap polisi
Sella pun datang kerumah sakit yg disebut oleh polisi
Dan dia pun langsung tanya pada bagian informasi
Namun Sella pun merasa takut jika dia bisa terseret karena kasus ini.
"Maaf.. ibu cari siapa?" Tanya polisi
"Emm.. begini pak. Saya itu kehilangan keponakan saya beberapa bulan yg lalu. Dan saya bermaksud melihat pasien yg dari rujukan klinik $$$ itu pak. Siapa tau dia orang yg saya cari" Ucap Sella dengan tenang
"Oohh.. silahkan ibu." Ucap polisi
Sella pun masuk. Dan memang benar dia adalh Sasya.
"Untung saja kamu masih hidup Sya. Jangan lama lama kamu komanya". Ucap Sella dlm hati
Saat polisi datang. Sella pura pura nangis
Dan memanggil manggil nama Sasya
"Apa dia yg ibu cari"?. Tanya polisi
"Iya pak.. dia menghilang sudah sekitar 9 bulan. Saya tidak tau kalo keponakan saya ini nekat mau aborsi". Ucap Sella dengan tersedu
"Kalo begitu.. silahkan ibu datang ke kantor. Untuk memberi kan keterangan". Ucap polisi
Berita tentang Rumah aborsi pun sudah meyebar ke mana mana.
Salah satunya adalah Dewi dan neneknya.
"Wik.. apa mungkin Farida yg melakukan aborsi itu ya wik" . Tanya nek Nur
"Gak mungkin bu.. tempat aborsi itu mahal. Mana mungkin Farida punya duit untuk melakukanya." Ucap Dewi
"Ohh.. begitu ya Wik." Jawab nek Nur
Mereka pun melihat beritanya.
"Wik.. sini ini hlo wik wajahnya mirip Farida" Ucap nek Nur dengan semangat
Dewi yg sedang di dapur pun lantas berlari keluar.
Dia penasaran dengan wajah putrinya
"Mana buu.." tanya Dewi
"Sebentar. Kok gak kelihatan lagi yaa" Ucap nek Nur
"Dewi pun merasa kecewa. Karena gagal melihat wajah putrinya
"Gini aja Wik. Kamu beli koran. Siapa tau nanti ada poto yg mirip Farida" Ucap nek Nur
Dewi pun langsung bahagia.
"Ohh iya buu. Dewi keluar dulu ya bu.. cari koran." Ucap Dewi dengan hati yg sangat bahagia
Dewi pun mencari penjual koran. Dan melihat lihat berita terbaru.
Di bolak balik. Koran itu namun belum ada
"Mbak.. mbak ini cari apa,"? tanya penjual koran
"Anu bang .. saya cari berita yg baru itu lo bng. Yg beritanya tentang rumah aborsi". Jawab Dewi
"Ohh itu.. itu belum keluar mbak. Mungkin besok sudah keluar". Ucap tukang koran
Dengan perasaan kecewa Dewi pun pulang.
"Gi mana Wik"? Tanya nek Nur
"Belum keluar buk". Jawab Dewi
"Ya sudah kita tunggu di sini saja. Siapa tau nanti beritanya keluar lagi". Ucap nek Nur
Di rumah sakit Sella menunggu Sasya. Untk menghindari kecurigaan para polisi.
Dan jika Sasya sadar pun pasti langsung di mintai keterangan sama polisi. Maka dari itu Sella menunggu nya satiap hari.
Dalam hati pun Sella menggerutu.
Bahwa Sasya sudah menghabis kan begitu banyak duit.
Padahal Sella ingin Sasya cepet sadar dan mengganti uang nya yg sudah di keluarkan untuk Sasya.
Tiba tiba.. tangan Sasya bergerak..
Sella pun bahagia..
Dan Sella diam tidak memberi tau dokter. Karena jika memberi tau dokter. Pasti polisi juga akn masuk. Dan minta keterangan dari Sasya..
"Mmamii....
...Bersambung......
pulanglah ,kasihan Farida 😓😓
Dewi juga hidupnya kasihan, difitnah oleh Burhan sampai diusir sama warga desanya.
Dewi juga mau ngajakin Farida ke kota, tp g dibolehin sama ibu mertuanya..nek Nur ...
yg jdi prtanyaan sya gmn cara rida nyimpan kontak no HP nya zaklin dan daren, trus koq rida tau yg nelfon siapa kn gk bisa baca 🤣🤣
KLO bisa jgn lama2 tour biar g lupa