"Aku bukan dalang dari kematian orang tuamu"
Diasuh oleh kedua orang tua orang lain sejak kecil karena kematian orang tuanya, namun anak dari orang tua asuhnya mencintainya sehingga mereka menjadi sepasang kekasih, hubungannya mereka sempurna karena mendapatkan restu dari orang tuanya.
Namun, hal buruk menimpa keluarganya, tiba-tiba seseorang datang ke rumahnya dan membunuh kedua orang tuanya, dan mengatakan kalau ini adalah Siska, salah satu anak angkatnya.
Hal ini membuat Devan (anak kandungnya +kekasih Siska sendiri) menjadi membencinya, sudah berulang kali Siska katakan bulan dia pelakunya namun Devan tak pernah percaya.
Penuh misteri, apakah kebenarannya akan terungkap, siapakah pembunuh yang sebenarnya?
Akankah Devan terlambat?
Mampukah Siska tetap bertahan di sisi Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naaaaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Sakit
Rumah sakit
Sampainya di rumah sakit Devan langsung membawa Siska keruangan dokter yang memang sudah dikenal keluarganya .
"Dok...cepat periksa keadaannya!"
"Ada apa ini tuan"
"Sudah cepat periksa saja!"
"Baik tuan mohon tunggu sebentar"
Devan langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu, ia memperhatikan wajah lesu Sika yang terlihat sangat tersiksa.
"Apa aku terlalu kejam kepadanya?" Devan bertanya-tanya dalam hatinya.
Namun dengan segera ia mengalihkan pandangannya, lalu keluar untuk bertemu dengan Anton,kepala pelayan sekaligus orang kepercayaannya.
"Anton bantu aku menyelidiki kematian ayah dan ibu!"
"Suruh beberapa orang untuk membantu!"
"Baiklah tuan akan saya laksanakan"
"Hm." Setelah berbincang-bincang dengan Anton, kini Devan kembali masuk kedalam ruangan dimana tempat Siska diperiksa.
"Bagaimana keadaannya dok?" Devan bertanya, dan jujur saja hati Devan masih sangat menyayangi Siska tentu dia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
"Untungnya nona baik-baik saja tuan"
"Pendarahan di kepalanya tidak terlalu serius"
"Penyebab nona pingsan karena kurang istirahat dan sepertinya dia belum pernah makan " dokter menjelaskan kepada Devan.
"Belum pernah makan?"
"Iya tuan"
"Bibi kemarilah cepat"
Mendengar panggilan Devan bibi langsung masuk ke ruangan Siska dirawat.
"Ada apa tuan?"
"Apa Siska belum pernah makan?"
"Maaf tuan, bibi lupa memberitahu kalau non Siska belum pernah makan sejak kemarin malam"
"Kenapa bisa begitu bi?" Devan penuh pertanyaan, dia tidak menyangka kalau Siska bahkan belum pernah menyentuh makanan sejak kemarin malam.
"Maaf tuan, nona tidak mau makan"
"Baiklah muali nanti pastikan dia selalu makan!"
"Baik tuan"
Setelah itu Devan pergi dari rumah sakit untuk mengurus beberapa hal tentang perusahaan papanya.
"Kabari aku kalau dia sudah sadar" Devan mengingatkan pada Anton .
"Baiklah tuan" setelah itu Devan berlalu pergi.
Tak berapa lama setelah Devan pergi Siska mulai sadar.
"Non......Nana tak apa?"
"Aku dimana bi?"
"Nona sedang di rumah sakit, tadi nona pingsan tuan muda membawa nona kemari"
"Apakah dia masih peduli?"
"Jangan berkata begitu non.....tuan masih sangat peduli"
"Aku rasa tidak"
"Sudah non jangan dipikirkan,lebih baik nona makan dulu"
"Nona belum pernah makan sejak kemarin malam" bibipun menyuapi Siska, dan Siska tidak menolak karena dirinya juga sudah merasakan perutnya yang sakit akibat kelaparan.
Sementara itu di luar……………..
Anton menelpon Devan untuk memberitahukan keadaan Siska.
"Halo ada apa Anton?" Tanya Devan diseberang sana
"Maaf mengganggu tuan muda"
"Tapi saya hanya ingin memberi tahu kalau nona muda sudah sadarkan diri"
"Apakah dia sudah makan?"
"Sudah tuan muda"
"Nona sekarang sedang makan dengan bibi"
"Baiklah ....beri aku kabar jika terjadi apa-apa!"
"Dan jika, sudah diizinkan untuk pulang, maka pulanglah segera!"
"Aku tidak bisa kesana"
"Langsung saja urus semua administrasinya"
"Baiklah tuan muda, saya akan mengurus semuanya"
Setelah itu Devan mematikan telepon nya ia lega kalau Siska baik-baik saja.
Akan tetapi masih ada dendam dihatinya, saat mengingat kematian orang tuanya Devan langsung berubah 360°.
Dia tak akan pernah peduli dengan Siska .bahkan mungkin akan membuat Siska celaka.
Di rumah sakit......
Anton sudah selesai mengurus semua administrasinya, Siska juga sudah diperbolehkan pulang.
"Nona.....kita pulang sekarang"
"Tuan muda tidak bisa datang kemari"
"Baiklah pak"
"Dia tidak bisa datang atau tidak mau datang?" Siska bertanya namun hanya dalam hatinya saja.
Lalu semua pulang kembali kerumah .