NovelToon NovelToon
Tak Seperti Daun Keladi

Tak Seperti Daun Keladi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:112.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syamsuddahri Pulungan

Dhanil anak yatim piatu yang mencoba untuk menggapai cita cita, selesai SMA bersama dengan beberapa teman akrabnya, Dhanil juga meneruskan studinya di salahsatu perguruan tinggi swasta di Ibukota Sumatera Utara. Dhanil punya pacar bernama Yani, yang sudah memiliki hubungan spesial sejak dari SMA, akan tetapi hubungan mereka ditantang oleh orang tua Yani, karena Dhanil dipandang bukan orang yang tepat karena alasan harta dan kedudukan, akan tetapi keduanya dengan segala konsekuensinya tetap menikah setelah meraih gelar Sarjana, dan memutuskan kembali ke kampung halaman mereka, Kota Sibolga.
Hubungan yang baru sebentar dirasakan manisnya akhirnya bubar, mereka kalah oleh trik yang dilakukan Ibu Yani. Disinilah kisah Dhanil bergulir dan mengalir berubah ubah, mulai dari keputusannya meninggalkan kota tempat dia dibesarkan menuju tanah peninggalan almarhum ayahnya, kehidupan berliku membuat Dhanil menemukan saudara kandung ayahnya dan kakak kandungnya yang sudah lama terpisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syamsuddahri Pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Nikah Napa Bang ?

Hari betul betul cepat berjalan. Hari ini ada acara wisuda, dalam deretan peserta tercatat nama Dhanil dan Fadli. Masih cukup pagi Dhanil dan Fadli sudah sampai kampus dengan pakaian kebesaran seorang wisudawan. Fadli tampak bahagia besar karena kedua orang tuanya hadir bersama dengan dua adik perempuannya yang masih SMA. Dhanil tak pernah pikirkan itu, Dhanil lebih sering merasa sebagai anak sebatang kara sehingga tak ada satupun yang muncul bukan beban berat baginya.

Tapi Dhanil sangat bahagia saat ini, ternyata Yani muncul diacara wisuda mereka, Yani tampak rapi dengan pakaian kebaya yang membuat Dhanil makin jatuh cinta, penampilan Yani hari ini menurut Dhanil merupakan penampilan terbaik sekaligus tercantik sepanjang yang ia tahu sehingga Dhanil cukup senang dan bangga apalagi banyak temannya yang mengatakan kalau Dhanil pria yang sangat beruntung karena punya pacar yang cantik dan manis seperti Yani, mendengar itu Dhanil hanya tertawa kecil saja. Tapi jelas Dhanil sangat bahagia dengan semua itu, walau sebenarnya tanpa embel embel ungkapan teman temannya itu sekalipun Dhanil sudah amat bahagia, kehadiran Yani saja sudah membuat Dhanil senangnya minta ampun.

Fadli mendekati Dhanil. “Hebat juga pacarmu itu ya, bela belain datang”.

“Pacar yang baik memang harus begitu”.

“Kau kemarin”.

Dhanil angkat bahu. “Kan kemarin aku pas Sidang. Mau bilang apa”.

“Enak juga punya pacar ya”.

Dhanil tepuk bahu Fadli. “Makanya Pacaran”.

Fadli geleng kepala. “Nggak ada yang mau”

“Nggak dicari, ya nggak ada lah. Masa datang sendiri”.

“Maksudmu ?”.

“Mana mungkin ada perempuan yang datang ke kamu dan langsung ngaku cinta dan bersedia pacaran. Nggak kan ?”.

“Siapa tahu”.

“Mana mungkin. Jangan diam aja, cari, beres”.

Fadli tersipu juga. Hingga hari ini sudah entah berapa ratus kali Dhanil menyuruh Fadli agar pacaran, tapi yang namanya pacar belum juga berhasil didapatkan Fadli. Pernah sekali karena terus banyaknya desakan dan ledekan Fadli berusaha mendekati teman satu ruangannya, begitu sang gadis menolak halus, Fadli langsung mengambil 1000 langkah mundur dan menutup semua rencana yang ia susun sebelumnya. Dan inilah akhirnya, hingga hari dimana ia akan diwisuda yang namanya pacar tetap ia tak punya. Sejurus Fadli salut pada Dhanil yang sudah menjalani masa masa pacaran dengan Yani sudah mencapai angka 6 tahun.

“Lihat yang masuk Dan “.

Tanpa menjawab mata Dhanil menuju pintu, bibir Dhanil langsung merekah penuh dengan senyuman. Bagaimana tidak, yang masuk dipintu yang dimaksudkan Fadli tadi adalah ayah dan ibu angkatnya, orang tua yang sudah membuatnya bisa tamat SMA, Dhanil menarik tangan Yani menemui kedua orang tua angkatnya.

“Terima kasih ayah dan ibu bisa datang”.

“Kan sudah ayah bilang kalau ayah akan datang”.

Dhanil kembali memeluk keduanya dengan erat. Dhanil tentu sangat bahagia karena ayah dan ibu angkatnya juga muncul dengan pakaian yang begitu rapi, Dhanil baru kali ini melihat keduanya serapi ini sampai sampai mata Dhanil melihat terus dari bawah hingga atas.

“Ini Yani kan ?”. Tanya ibu angkat Dhanil.

Dhanil anggukkan kepala. “Iya Bu, Ibu masih ingat ?”.

“Masih. Baru berapa tahun nggak jumpa, masa langsung lupa”.

Yani tampak tersipu dan menyalami ayah dan ibu angkat Dhanil. Ibu angkat Dhanil tersenyum menatap Yani, dalam hati wanita yang sudah lumayan tua ini muncul rasa salut juga, ternyata anak angkatnya Dhanil masih terus menjalin hubungan dengan Yani, ibu angkat Dhanil tahu kalau Dhanil dan Yani sudah pacaran sejak mereka masih SMA. Dhanil memandangi ibu angkatnya sekali lagi, kembali Dhanil tampak haru dan memeluk keduanya sekali lagi, sekali ini dengan air mata. Ini mungkin air mata pertama Dhanil yang keluar setelah ia dewasa.

Dhanil mencarikan tempat duduk ayah dan ibu angkatnya yang kemudian duduk berdekatan dengan Yani. Dhanil bertanya dan bercerita banyak tentang keadaannya disini karena memang Dhanil selama kuliah hanya bisa pulang ke Sibolga hanya 2 kali saja Dhanil bisa, bahkan yang terakhir terjadi hampir tiga tahun yang lalu.

“Ayah sampai jam berapa tadi pagi”.

“Hampir jam 6 juga Dan”.

“Naik apa Yah ?”.

“Enak naik Bus. Lebih tenang ketimbang naik L300 itu”.

Dhanil agak kecilkan matanya. “Dari stasiun Ayah kemana ?”.

“Dijeput abangmu si Wandi”.

Dhanil anggukkan kepala. Kalau dijeput memang tak masalah, Dhanil juga sebenarnya kalau tahu Ayah dan Ibu angkatnya datang pasti mau menjemput ke stasiun Bus yang ada di Marindal. Dhanil terus berbincang bincang dengan ayah dan ibu angkatnya, tapi itu tak bisa lama Dhanil lakoni, karena jelas dari mikrofon pembawa acara meminta agar seluruh wisudawan mengambil tempat duduk ditempat yang sudah disediakan. Dhanil berdiri dan masih sempat menepuk pelan bahu Yani sebelum ikut bergabung dengan yang lainnya yang jumlahnya cukup banyak juga, lebih dari 100 orang wisudawan yang bakal dilantik jadi sarjana tahun ini dari berbagai disiplin ilmu.

Acara wisuda sudah usai. Ayah dan ibu angkat Dhanil juga sudah beranjak pergi setelah anak sulung mereka yang tinggal di Lubuk Pakam datang menjemput, setidaknya Dhanil sudah cukup puas dengan ayah dan ibu angkatnya, sudah photo sama beberapa kali dibeberapa tempat, termasuk dengan abang angkatnya Dhanil juga sudah ada lebih empat kali photo photo.

Kejutan selanjutnya hari ini adalah Irfan. Mata Dhanil, Yani dan Fadli mengecil melihat Irfan yang juga datang. Bukan karena Irfan datang terlambat, baru sampai setelah acara usai. Tapi gadis manis berjilbab ungu yang mengamit erat tangan Irfan yang menjadi persoalan. Mata Fadli bahkan sama sekali tak berkedip melihat senyum senyum Irfan yang terus melangkah perlahan menuju tempat mereka berdiri.

“Irfan bawa perempuan.. hebat juga ni”. Oceh Fadli.

Ocehan Fadli tak hanya membuat Dhanil, Yani dan Irfan tertawa, tapi gadis yang mengamit tangan Irfan juga ikut tertawa kecil, agak lucu dengan apa yang baru didengarnya.

“Ini Wanita paling cantik didunia versi Irfan. Namanya Lilis”.

Fadli bahkan sampai tepuk tangan. Fadli walau heran tapi tetap senang juga melihat Irfan dan cara Irfan memperkenalkan pacarnya lumayan unik juga bagi Fadli. Irfan langsung meluncurkan cerita tentang dia dan kekasih hatinya Lilis Hariska. Mereka teman satu semester, satu jurusan bahkan satu ruangan sejak semester satu, tapi mereka baru sadar kalau saling jatuh cinta pada saat PPL. Irfan dan Lilis menjalani PPL di sekolah yang sama di Kabupaten Karo, karena jauh mereka kost ditempat yang sama selama PPL.

“Tapi kami beda kamar kok. Masih aman”. Tutup Irfan yang membuat Lilis juga ikut senyum senyum.

“Aman. Apa yang aman ?”. Sanggah Fadli.

“Aman dalam arti yang luas”.

“Iyalah. Semoga terus sukses”. Jawab Fadli.

“Semoga terus sampai selamanya”. Sambung Dhanil.

“Amin..”.

Photo photo lagi. Itu yang menjadi pilihan bagus, apalagi Lilis memang membawa camera, dengan begitu Dhanil, Fadli, Yani dan Irfan dapat berpose dengan berbagai gaya dan Lilis bersedia menjadi juru photo yang bersahaja, tak pernah protes dengan gaya modelnya, hanya jepret, jepret dan jepret saja.

“Nanti kirim ya Lis”. Yani yang ngomong.

“Kemana ?”.

“Ke Email juga bisa”.

“Boleh. Mana alamatnya”.

Yani meraih buku dan pupen yang disodorkan Lilis padanya, menulis alamat emailnya dan kembali menyerahkan kertas dan pulpen pemberian Lilis, tapi Fadli yang menyambar kertasnya dan juga melakukan hal yang sama dengan Yani menuliskan alamat emailnya baru menyerahkan kertas ada Lilis, Lilis menerima dan anggukkan kepala pertanda ia akan melakukan apa yang diminta Yani dan Fadli padanya.

Tapi Irfan dan Lilis tak bisa lama, mereka harus menuju kampus untuk mendaftar sebagai peserta wisuda yang akan dilaksanakan bulan depan. Fadli juga ikut melangkah meninggalkan Dhanil dan Yani, walau akhirnya berpisah juga digerbang, Irfan dan Lilis menyeberang sedangkan Fadli kekiri, mungkin memilih pulang ke kost. Irfan terkesan datang hanya untuk memperkenalkan wanita tercantik didunia versi dia itu saja sepertinya, tak lebih.

Kini Dhanil tinggal berdua dengan Yani di tempat biasa mereka ngobrol selama ini, Kantin. Dhanil yang memang cukup dikenal di kantin itu banyak menerima uluran tangan, semua tahu Dhanil baru ngapain karena memang masih dengan pakaian yang hanya dipakai kalau wisuda atau mewisuda. Sehingga setiap yang melihat dan mengenal Dhanil pasti berikan uluran tangan dan ucapan selamat, termasuk ibu yang punya kantin.

“Gimana rencana selanjutnya Bang ?”.

 “Mungkin masih disini dulu, ada tawaran dari Pak Rasim untuk membantu bantu di biro”.

“Dibiro sini Bang”.

Dhanil anggukkan kepala. “Iya.. Yani gimana ?”.

“Yani besok balik ke Sibolga. Ayah bilang cari kerja disana aja”.

Kali ini Dhanil memang masih bisa anggukkan kepala, tapi jelas Dhani tampak agak resah. Dhanil sudah membayangkan kalau setuasi ini akan membuat jarak yang jauh antara dia dan Yani, ini akan membuat hubungan mereka mungkin akan mendapat kesulitan sebab Dhanil hingga detik ini masih memilih untuk tetap di Medan. Dhanil melihat kalau tetap di Medan peluang untuk mendapatkan pekerjaan jauh lebih banyak, lagi pula kalau

Dhanil memilih kembali ke Sibolga ia mau kemana, kurang enak rasanya kalau kembali menambah beban Ayah dan Ibu angkatnya kembali, pasangan tua itu sudah cukup tenang sekarang dengan cucu mereka, Dhanil merasa tak baik jika bergabung lagi. Masalahnya sekarang, dengan kembalinya Yani ke Sibolga, paling tidak menimbulkan cost komunikasi yang bisa jadi akan menhadirkan masalah baru, Dhanil tentu jadi resah dibuatnya.

“Bang.. “.

Dhanil menoleh. “Kenapa Yan ?”.

Yani tampak ragu. “Kita nikah aja kenapa Bang ?”.

1
arfan
up
Yeni Yeni
Terima kasih sdh menulis cerita sebagus ini, tetap semangat berkarya thor
Yeni Yeni
sy suka cerita ini, penulisan seperti ini mengingatkan saya pada penulis2 zaman dahulu. tetap semangat bang, terus berkarya 💪💪
Yeni Yeni
cerita ini bagus tp sepi yg baca, kl yg ceo2 dan agak2 vulgar malah banyak yg baca
Yeni Yeni
apa risda ini anak dr selingkuhan ya
Yeni Yeni
ceritanya seperti kisah nyata, penulisannya seperti cerita zaman dahulu, saya suka
Yeni Yeni
keterlaluan juga yani
Yeni Yeni
suka ceritanya, penulisannya seperti gaya penulis2 zaman dahulu, cerita ini seperti nyata, tidak halu. semoga bnyk yg baca
Yeni Yeni
rumit sekali hidup dhanil
Ade Risma Irta
pada faktanya, jika ada uang tidak menghambat apa yang kita inginkan. Apalagi menyangkut pendidikan anak. Tapi semua itu tak lepas dari Harus nya bersyukur. karena seberapa pun yang kita dapatkan akan merasa kurang jika kita tidak bersyukur..
Sri Astuti
Anda sangat pantas diberi acungan jempol krn menyajikan sesuatu yg berbeda dgn yg lain serta bnyk nilai" kebaiksn yg sangat diperlukan untuk memberi gambaran kehidupan yg senyatanya.. hidup adl sebuah kenyataan bukan halusinasi atau fatamorgana
Sri Astuti
hidup adl sebuah proses yg butuh tawa dan tangis untuk menyemarakksnnya. Ayoo menulis lagi, ditunggu kisah selanjutnya..🙏🙏
Sri Astuti
ya

kebaikab selalu menemukan jalan untuk meraih bahagia.. syukurlah Anggi akhirnya terbuka hatinya
Sri Astuti
kisah yg manis dgn bumbu" konflik yg wajar menghiasi
Sri Astuti
orang baik pasti menemukan kebaikan
Sri Astuti
kadang masalah terlihat rumit ttp tanpa sengaja solusi bgt saja nzmpak
Sri Astuti
salut pd tokoh" yg bgt saling mendukung.. hidup mmg tak selalu sesuai harapan dan angan" ttp terus berjuang adl sebuah keharusan
Sri Astuti
mungkin dr situ Anggi mau lepasin Yani
Sri Astuti
rumit jg hidup danil dan risda
Sri Astuti
miris sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!