NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."

​Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.

Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.

"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi yang Beku dan Pertemuan di Koridor Kampus

​Pendar cahaya matahari pagi merembes perlahan melalui celah tirai tebal berwarna kelabu, memecah kesepian di dalam kamar utama Kediaman Sterling. Suhu udara di luar terasa dingin akibat sisa hujan badai semalam, namun atmosfer di ruangan itu jauh lebih membekukan jiwa. Desir angin dingin dari luar kaca seolah ikut menyusup ke dalam rongga dada, meninggalkan kehampaan yang teramat pekat.

​Ceira perlahan mengerjap, membuka kelopak mata yang terasa berat serta bengkak karena terlalu banyak menangis sepanjang malam. Seluruh persendian di tubuhnya terasa remuk redam, seolah baru saja dilindas kendaraan berat tanpa ampun. Setiap kali ia mencoba sedikit saja menggeser posisi berbaringnya, nyeri hebat langsung menjalar dari pinggang hingga ke seluruh otot tubuhnya, menjadi pengingat nyata atas hukuman serta dominasi tanpa belas kasihan yang diterimanya semalam.

​Di sisi lain, ranjang king-size berukuran besar tersebut sudah kosong. Kendati demikian, sisa kehangatan yang tertinggal di atas seprai sutra menunjukkan bahwa Kaiser baru saja beranjak dari sisi tempat tidur tidak lama sebelum ia terbangun. Kesadaran Ceira melayang pada bagaimana Zero sempat menuntaskan kembali hasrat posesif mereka di pagi buta tadi, sebelum akhirnya sang pemimpin bertukar kembali dengan wujud aslinya.

​Ceira menatap nanar langit-langit kamar bernuansa klasik modern itu dengan pandangan kosong. Hatinya terasa hancur berkeping-keping tanpa bentuk, menyisakan luka batin yang sulit disembuhkan. Usaha nekat yang dilakukannya semalam untuk meretas sistem pertahanan pusat tidak hanya berujung pada kegagalan total, melainkan melahirkan hukuman fisik serta mental yang meremukkan harga dirinya hingga ke titik nadir terendah.

​“Sialan... kita benar-benar di miliki mereka sepenuhnya,” suara Scarlett terdengar lemah, parau, dan bergetar di dalam benak Ceira, tanpa ada lagi nada angkuh atau tantangan yang biasa ia tunjukkan sebelumnya. “Pria-pria itu... mereka bukan manusia biasa, Ceira. Mereka adalah monster yang membaca setiap pikiran sebelum kita melangkah. Tapi sekarang... kenyataan pahitnya, mereka adalah suami sah kita secara hukum.”

​Ceira memilih mengabaikan ucapan sang alter ego yang semakin menyesakkan dada. Dengan gerakan lambat penuh kepedihan, ia menarik selimut tebal untuk menutupi permukaan kulitnya yang dipenuhi jejak kepemilikan mutlak. Gadis itu lantas memeluk kedua lututnya erat-erat di atas ranjang, membenamkan wajah di antara lipatan tangan sambil menggigit bibir bawahnya yang masih terasa perih dan berdarah kecil.

​Tiba-tiba, suara ketukan pintu kamar terdengar pelan namun tegas, disusul dengan terbukanya daun pintu utama secara perlahan.

​Seorang pelayan senior berseragam rapi melangkah masuk dengan tenang ke dalam kamar luas tersebut. Di tangannya, ia membawa sebuah nampan berisi mangkuk bubur ayam hangat yang mengepulkan uap tipis, segelas air putih segar, serta satu set pakaian kuliah baru yang disiapkan dengan sangat cermat sesuai standar tinggi keluarga Sterling. Pelayan tersebut menunduk hormat dengan pandangan lurus ke bawah, menghindari kontak mata langsung dengan nyonya muda mereka.

​"Nyonya, Tuan Kaiser memerintahkan Anda segera membersihkan diri, mengganti pakaian, dan menghabiskan sarapan ini," ucap pelayan itu dengan nada datar namun penuh kepatuhan mutlak. "Hari ini jadwal kuliah Anda tetap berjalan seperti biasa, dan pengawal pribadi sudah disiapkan di bawah untuk mengantar."

​Mata Ceira membelalak kaget luar biasa mendengar instruksi tersebut. "Kuliah? Setelah apa yang terjadi semalam dan pagi tadi, mereka masih menyuruhku pergi ke tempat umum menghadapi dunia luar?!" tanyanya tak percaya, suaranya meninggi mencerminkan keputusasaan.

​"Perintah Tuan adalah mutlak, Nyonya. Tidak ada pengecualian apa pun," jawab pelayan itu dengan tenang, lalu meletakkan nampan makanan tersebut di atas meja nakas di sisi ranjang sebelum berbalik melangkah keluar ruangan tanpa menunggu bantahan.

​Ceira mengepalkan kedua tangannya di atas seprai dengan gemetar hebat. Di dalam dunia bawah, para penguasa sindikat itu memperlakukannya bagai tawanan perang yang dikurung dalam sangkar besi. Namun di dunia luar, mereka menuntutnya hidup berdampingan dengan masyarakat seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa—sebuah kepura-puraan busuk dan memuakkan yang membuat dadanya sesak hingga sulit bernapas.

​Setengah jam kemudian, dengan terpaksa ia mengenakan pakaian kuliah rapi lengkap dengan kacamata berbingkai tipis untuk menutupi sorot mata sayunya, lalu berjalan gontai turun ke lantai bawah. Sebuah mobil sedan hitam berkeamanan tingkat tinggi telah menanti di halaman depan. Perjalanan menuju kampus terasa sangat panjang, sunyi, dan menyesakkan dada, seolah ia sedang dibawa menuju ruang eksekusi.

​Begitu tiba di gerbang utama universitas, ia melangkah turun dengan kepala tertunduk dalam-dalam, berusaha membaur dengan kerumunan mahasiswa lain. Namun, langkah kakinya mendadak membeku di tempat saat melihat sosok seorang pria berdiri bersandar santai di dekat pilar pualam koridor fakultas.

​Zayn Al-Fayed.

​Pria misterius pemimpin sindikat independen itu mengenakan kemeja gelap berkerah tinggi dengan balutan perban tipis yang mengintip di lengan kirinya. Zayn menatap lurus ke arahnya dengan penuh intensitas, seolah kehadirannya di sana memang telah lama ia nantikan. Jantung Ceira seakan berhenti berdetak saat manik mata tajam Zayn mengunci setiap pergerakannya di koridor fakultas yang mulai ramai oleh lalu-lalang mahasiswa.

​Trauma mendalam dari malam panjang bersama Kaiser dan Zero masih menyisakan nyeri hebat di tubuhnya, membuat kehadiran Zayn di lingkungan kampus saat ini terasa bagaikan alarm bahaya tambahan yang siap meledak kapan saja.

​“Sial... apa lagi yang diinginkan mafia gila ini dari kita?!” desis Scarlett tegang di dalam benak, memperingatkan dengan nada panik. “Kalau anak buah Kaiser melihat kita berbicara berdua di sini, hukuman yang menanti kita malam nanti bakal jauh lebih gila dan mengerikan daripada semalam!”

​Ceira menelan ludah dengan susah payah, berusaha menepis rasa gentar yang merayap naik. Ia memilih mengalihkan pandangan ke lantai dan berniat melangkah cepat melewati pria itu tanpa suara. Namun, Zayn bergerak dengan sangat gesit, melangkah maju dan menghalangi jalur jalannya tepat di tengah koridor tanpa menyentuh tubuhnya sedikit pun.

​"Kau menghindariku, Nona Penyelamat?" sapa suara bariton itu terdengar rendah, tenang, namun sangat memikat perhatian siapa pun yang mendengarnya.

​Ceira terpaksa mendongak, mempertemukan tatapan mereka di balik kacamata tipisnya. "Aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi, Tuan Al-Fayed. Aku harus segera masuk ke dalam kelas," jawab Ceira dingin, berusaha menyembunyikan getaran di suaranya.

​Zayn menyunggingkan senyuman tipis yang sangat langka terukir di wajah tegasnya. "Luka di lenganku sudah jauh lebih baik berkat pertolonganmu tempo hari. Tapi kurasa, orang yang jauh lebih butuh pertolongan saat ini justru adalah dirimu sendiri. Kau terlihat sangat pucat dan tertekan di dalam sangkar besi itu."

​"Jaga ucapanmu, Tuan Al-Fayed," desis Ceira tajam dengan nada memperingatkan. "Kau sama sekali tidak tahu apa-apa tentang kehidupanku."

​"Aku tahu cukup banyak tentang dunia tempatmu berada sekarang," potong Zayn dengan tatapan serius yang menusuk. "Jika suatu hari nanti sangkar emas itu terasa terlalu menyesakkan dan mengancam nyawamu... kau tahu persis di mana harus mencariku."

​Sebelum Ceira sempat merespons atau melontarkan bantahan atas kalimat sarat makna itu, samar-samar terdengar derap langkah berat para pengawal bayaran keluarga Sterling yang mulai mendekati area gedung fakultas untuk memantaunya. Zayn melirik sekilas ke arah sumber suara, lalu berbalik dan berlalu pergi dengan tenang, meninggalkan sejuta tanya, kecurigaan, serta ketegangan baru yang menghantui benak Ceira.

1
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪😍
namice: 😘😘😘, siap kak, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan juga supportnya 😘😘😘💪🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
kok jadi penakut sih padahal kemarin berani loh
namice: karena ceira memiliki sisi rapuh kak, nanti akan ada dimana masa lalu Ceira kenapa memiliki alter ego kak😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku kaj😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya dan juga telah membaca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹💪
total 1 replies
°RhaiKen™
gak sabar pengen adegan bucin nya para tuan ni sama Scarlett dong kak 🤭🤭✌️💞💞
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Syadza
Aaaa lanjut kam thorrr, semangat moga update nya byk ya😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍💪
xuer jinghao: sama'
total 2 replies
Irsyad layla
lagi thor GK cukup 1
namice: 😍😍😘😘😘, sudah aku kirim satu bab lagi kak😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
up banyak banyak lah thor nggak cukup ini
namice: 😄😄, nanti aku tambahkan satu bab kak.... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
kasihan clara😭😭😭
namice: 😄😄, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
lanjut........
namice: 😍😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
good
namice: 😍😍😘😘😘😘, terimakasih banyak ya kak bintangnya 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 6 replies
Restu
semangat Thor......lanjut
namice: 😘😘😍, terimakasih support dan terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Restu
mampir thor.jangan setengah jalan thor🙏
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
Restu: sama-sama
total 2 replies
°RhaiKen™
/Scare//Scare/ ngeri nya KLO jdi MC cwe..
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
Keren abis pokonya...
namice: 😍😘😘🌹 dan ❤️ rose🌹 dan love ❤️ untukmu sekebon juga😘😘😘
total 5 replies
°RhaiKen™
Makin seru ceritanya..🥰🥰
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏
namice: 😘😘😘... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Adidatur Rizki
kok sama sih ka,
namice: maaf kak salah kirim, sudah aku hapus dan aku ganti🙏🙏, terimakasih banyak ya infonya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Syadza
lanjut secepatnya dongs🥰
Semangat
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku.. besok aku update doubel kak..ini novel baru tapi setiap hari nanti aku doubel up.. terimakasih banyak ya kak 😘😘😘😍😍😍
total 1 replies
Feni sang penulis novel
saya izin memberikan komentar ya dan saya izin memberikan bintang 5 kita saling bantu aja ya kak saling mendukung aja karya kita masing-masing
Feni sang penulis novel: terima kasih atas sukanya kak boleh kak di sebarluaskan ke teman-teman dari aplikasi kakak bawa novel saya yang berjudul jalan menuju masa depan tolong promosikan oleh kakak dari novel kakak pun akan dipromosikan oleh saya ke teman-teman saya terima kasih kak assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!