NovelToon NovelToon
CLBK Couples

CLBK Couples

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ichageul

Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Kisah cinta tiga pasangan yang harus kandas namun belum sepenuhnya usai.

Kisah cinta Regan dan Sarah sampai di pernikahan. Keduanya hidup bahagia sampai ujian datang menerpa rumah tangganya. Mereka terpaksa berpisah saat kehilangan anak tercinta dengan cara yang tragis.

Irzal dan Poppy dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di saat cinta mulai tumbuh, masalah datang menerpa. Seseorang dari masa lalu memporak porandakan biduk rumah tangga yang baru seumur jagung.

Berawal dari sebuah permainan. Rasa cinta antara Ega dan Alea mulai tumbuh. Sejarah kelam dan permusuhan orang tua membuat keduanya harus terpisah.

Sekian lama berpisah, ketiga pasangan ini bertemu kembali. Takdir mempertemukan mereka semua terhubung dalam ikatan yang sulit dijelaskan. Akankah mereka dapat bersatu kembali dengan orang yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Complicated Couple (1) Perjodohan

Juni 2013

Motor kawasaki ninja yang dikendarai Irzal baru saja memasuki halaman rumahnya. Setelah memarkir motornya, dia segera masuk ke dalam rumah seraya mengucapkan salam. Irzal baru saja pulang kerja, hari ini dia sibuk mengunjungi beberapa tempat untuk melakukan presentasi proyek barunya.

Waktu menunjukkan pukul tujuh lewat dua puluh menit, abi baru saja pulang dari masjid sehabis shalat isya berjamaah. Ummi sedang menyiapkan makan malam dibantu Rena.

“Zal.. baru pulang?” tanya ummi ketika melihat Irzal melewatinya. Irzal hanya mengangguk.

“Cepet mandi terus kita makan malam sama-sama,” sambungnya.

Irzal lagi-lagi hanya mengangguk. Dengan langkah cepat menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.

Lima belas menit kemudian Irzal turun. Di meja makan, abi, ummi dan Rena sudah mulai makan. Dia segera bergabung. Menu hari ini, ada ayam kecap, capcay, perkedel jagung dan kerupuk udang. Semua adalah makanan kesukaan Irzal. Tanpa menunggu lama dia langsung menyantapnya, karena sedari tadi perutnya sudah keroncongan.

“Enak ngga?” tanya ummi ketika Irzal mulai makan.

Dia mengangguk sambil mengangkat jempolnya ke arah ummi. Masakan ummi memang paling juara.

“Zal, nanti habis makan ummi dan abi mau bicara.”

“Soal apa ummi?”

“Nanti aja, habiskan dulu makananmu.”

Irzal menurut, dia melanjutkan makannya tanpa bertanya lagi. Rena yang sudah selesai makan, mengambil piring bekas abi dan ummi lalu membawanya ke dapur. Malam ini dia kebagian tugas mencuci piring. Tak berapa lama Irzal selesai makan. Berjalan menuju dapur lalu memberikan piringnya pada Rena.

“Ssstt.. ummi sama abi mau ngobrolin apaan sih?”

Rena hanya mengangkat bahunya. Irzal ikut mencuci tangan, lalu dia mengusapkan telapak tangannya yang basah ke wajah adiknya. Rena langsung sewot. Irzal berlari meninggalkan Rena sambil tertawa. Senang rasanya menjahili adik semata wayangnya ini.

Irzal langsung ke ruang tengah. Di sana abi dan ummi sudah menunggunya sambil menonton televisi. Irzal langsung duduk di samping ummi.

“Ada apa ummi?” tanya Irzal tanpa basa-basi.

“Sekarang umur kamu berapa tahun?”

“Masa ummi ngga tau sekarang Irzal berapa tahun, kan ummi yang ngelahirin Irzal” jawab Irzal setengah bercanda.

“Berapa tahun?” tanya ummi lagi.

“Alhamdulillah 27 tahun ummi.”

“Kamu belum ada niatan untuk nikah?”

Irzal terkejut mendengarnya. Mendadak sekali, ngga biasanya ummi seperti ini. Kecurigaan langsung muncul, jangan-jangan...

“Ini..”

Ummi menyerahkan selembar foto seorang perempuan pada Irzal. Benar saja apa yang ditakutkannya terjadi, perjodohan. Dengan malas Irzal mengambil foto itu dari tangan ummi. Foto seorang gadis, ya kalau dari wajahnya sih cantik. Tapi biasa aja, ngga ada yang menarik, pikirnya.

“Namanya Poppy, dia anak almarhum om Surya, temannya abi. Kamu masih inget ngga? Dulu rumahnya dekat rumah nenek di Bogor.”

Irzal menggeleng, mencoba mengingat-ingat tapi tetap tak mengingatnya. Mungkin bukan sesuatu yang penting untuk diingat, anggapannya.

“Kamu ta’aruf aja dulu sama dia, tapi jangan lama-lama. Sesudah itu langsung menikah,” kali ini abi ikut bicara.

“Ya ampun abi, emang aku ngga laku apa sampe harus dijodohin kaya gini. In Sya Allah aku akan nikah secepatnya dengan perempuan pilihan aku sendiri.”

“Sama siapa? Apa sama.. siapa tuh yang dulu pernah kamu kenalin. Perempuan ngga jelas, tiba-tiba ngilang begitu aja pas diajak nikah. Perempuan ngga bener itu namanya,” cerocos ummi.

Irzal menghela nafas. Ummi selalu sensitif kalau mengingat Della. Perempuan yang pernah dikenalkannya dulu. Setelah tiga bulan mengenalnya, Irzal berniat untuk menikahinya tapi tiba-tiba Della menghilang begitu saja.

“Hari Minggu, minggu depan kita ketemuan ya,” ucapan ummi membuyarkan lamunan Irzal.

“Cuma ketemu aja kan mi? Oke kalau cuma ketemuan aja, aku mau tapi please soal perjodohan tolong dipikirin lagi,” ucapnya memelas.

Ummi hanya diam tak menjawab, begitu juga abi. Mereka sepertinya sudah bertekad bulat untuk menjodohkan Irzal dengan Poppy.

Irzal berdiri dari duduknya. Dia merasa tidak ada yang bisa dibicarakan lagi, toh kedua orang tuanya tetap akan melanjutkan perjodohan. Irzal meletakkan foto Poppy di atas meja, setelah itu permisi ke kamarnya.

Irzal masuk ke dalam kamarnya, kemudian duduk di depan meja kerjanya, membuka laptopnya. Memilih melanjutkan pekerjaan yang tadi tertunda di kantor daripada pusing memikirkan perjodohan. Ketika sedang mengetik, terdengar ketukan di pintu dan tak lama masuk Rena ke dalam kamar.

“Kak.”

“Hmmm..” jawab Irzal tanpa melepaskan pandangannya dari laptop.

Dia menunggu kalimat selanjutnya dari Rena tapi tak terdengar apa-apa. Irzal pun menoleh pada adiknya.

“Apa?” tanyanya.

“Aku mau beli hp baru tapi uangnya kurang. Kakak tambahin ya.. please... please,” ucap Rena sambil memohon pada kakaknya.

“HP apa?”

“Sony xperia M, yang baru release. Harga awalnya 2 juta 750 ribu, tapi ada promo diskon jadi 2 juta 400 ribu, ya kak ya..”

Irzal terdiam sebentar, lalu melihat ke arah adiknya ini.

“Cuma nambahin?”

“Iya cuma nambahin aja. Aku udah nabung selama empat bulan buat beli hp ini jadi kakak tinggal nambahin sisanya aja,” jawab Rena bersemangat.

“Berapa?”

“Hmmm... satu juta enam ratus,” jawab Rena dengan suara pelan.

“Maksudnya kamu udah punya sejuta enam ratus jadi kakak tinggal nambah setengahnya gitu?”

“Tabungan aku ada delapan ratus, jadi kakak nambahin sejuta enam ratus,” jawab Rena sambil nyengir. Irzal melongo mendengarnya.

“Bukan nambahin namanya. Kalau nambahin itu kurangnya sedikit. Ini yang ada kakak yang beli kamu yang nambahin,” ucap Irzal seraya menoyornya.

“Kak please.. please.. sebagai gantinya aku akan lakuin apa aja deh,” rayu Rena.

“Ngga..”

“Ya kakak, ayo dong kak, ya please..”

“Ngga,” Irzal tetap memberikan jawaban yang sama.

“Kalau kakak mau nambahin, aku bakal bantuin kakak soal perjodohan, gimana?”

Rena mulai menawarkan kesepakatan. Irzal terdiam sebentar, melihat ke arah Rena.

“Mau bantuin apa?”

“Apa aja, aku bisa cari tau soal calonnya kakak. Mulai dari kesukaannya, kerjanya apa, udah punya pacar apa belum...” belum selesai berbicara, Irzal sudah menimpali.

“Bantuin batalin perjodohan kakak, gimana?”

Kali ini giliran Rena yang terdiam. Bagaimana bisa bersekongkol dengan kakaknya untuk membatalkan perjodohan. Membayangkan wajah abi dan ummi yang pasti murka sudah membuatnya bergidik. Dia baru saja akan menggeleng, tapi bayangan sony xperia M melintas di depan matanya. Dengan cepat gelengan itu berubah menjadi anggukan. Irzal tersenyum melihat anggukan Rena, berarti dia punya sekutu.

“Ok, besok kakak kasih uangnya, deal.”

Irzal menyodorkan tangannya ke arah adiknya. Rena menyambut tangan kakaknya seraya mengucapkan deal. Setelah itu dia segera keluar dari kamar Irzal. Buru-buru masuk ke kamarnya.

Rena mondar-mandir di dalam kamarnya, kebingungan sendiri. Dia mengacak-acak rambutnya, kenapa harus terjebak dengan perjodohan kakaknya. Tapi akhirnya dia memutuskan.

“Demi sony xperia M, aku bakal bantu kakak gagalin perjodohan, semangat!”

Setelah itu Rena naik ke kasurnya, membenamkan wajahnya ke bantal.

❤️❤️❤️

Irzal duduk di lobi hotel menunggu seseorang. Untuk membunuh waktu, dilihatnya rundown acara peluncuran produk terbaru perusahaannya. Dia bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang apparel. Dirinya tergabung di divisi humas dan marketing. Tak berapa lama orang yang ditunggunya datang, seorang senior marketing di hotel ini. Setelah memperkenalkan diri, wanita itu mengajak Irzal menuju ke lokasi acara di rooftop hotel.

Pintu lift terbuka, Irzal dan Megha keluar dari lift menuju pintu ke arah rooftop. Irzal berkeliling rooftop yang sedang didekor, adanya kolam renang menambah keindahan tempat ini. Dia puas dengan pemilihan tempatnya, ini sesuai dengan konsep yang diusungnya. Acara akan diadakan besok malam. Siang harinya akan diadakan rehearsal terlebih dahulu. Setelah dirasa cukup dia memutuskan kembali ke kantor. Menyerahkan sisa pekerjaan pada anggota timnya yang sudah datang terlebih dahulu.

Irzal masuk ke dalam lift memencet tombol B2. Pintu lift tertutup. Di lantai 17 pintu lift terbuka. Masuklah seorang perempuan muda sedang memapah seorang laki-laki paruh baya. Dia meminta tolong pada Irzal untuk memencet tombol 11. Dengan cepat dia menekan tombol 11. Pintu lift kembali tertutup.

Irzal melihat perempuan yang baru masuk tadi. Perempuan bertubuh mungil itu tampak sedikit kesulitan memapah pria di sebelahnya. Irzal terdiam, sepertinya wajah perempuan itu tak asing. Dia mencoba mengingat-ingat, sesekali melihat ke arah perempuan itu.

Sesampainya di lantai 11 pintu lift terbuka. Mereka segera keluar dari lift. Saat pintu lift akan menutup Irzal teringat kalau perempuan itu adalah Poppy. Perempuan yang akan dijodohkan dengannya. Sebelum pintu lift tertutup, Irzal menahan dengan tangannya. Entah mengapa dia ikut keluar mengikuti keduanya. Poppy terus berjalan, kemudian berhenti di depan kamar paling ujung. Tak berapa lama pintu terbuka. Dia masuk sambil terus memapah laki-laki itu. Irzal berjalan menuju kamar yang tadi dimasuki Poppy. Sayang pintu kamar sudah tertutup rapat. Dia menunggu sesaat di depan kamar tapi kemudian memutuskan untuk pergi.

Wah kalau saja ummi tau perempuan macam apa yang akan dijodohkan.

Irzal masuk kembali ke dalam lift. Sekali lagi memencet tombol B2. Beberapa menit kemudian sampailah di basement. Dia menuju parkiran motor. Irzal baru saja mengenakan helmnya ketika ponselnya berbunyi. Irzal melepas kembali helmnya lalu mengambil ponselnya. Tertera nama ummi yang memanggil. Dijawabnya panggilan tersebut.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam.. Zal kamu lagi di kantor?” suara ummi terdengar.

“Ngga ummi lagi di luar, emangnya kenapa?”

“Ummi cuma mau ngingetin, hari Minggu pertemuan dengan keluarga Poppy. Jangan lupa ya. Ummi udah pesen reservasi di restoran Sunda Kelapa, jam 7 malam.”

“Aduh ummi mendingan ngga usah terusin deh soal perjodohan...”

Belum sempat Irzal menyelesaikan kalimatnya, ummi langsung menyambar.

“Pokoknya ngga ada alasan, kamu harus datang, titik!” ucap ummi.

Dia langsung memutuskan hubungan sebelum Irzal sempat menjawab.

Irzal menghela nafasnya, apa yang dilihatnya barusan sudah cukup baginya untuk membatalkan perjodohan tapi dia tidak bisa langsung menceritakan apa yang dilihatnya pada ummi. Irzal kembali mengenakan helmya, kemudian menaiki motornya. Tak lama kemudian motornya melaju meninggalkan basement hotel menuju kantornya.

❤️❤️❤️

Irzal dan keluarga sudah sampai di restoran Sunda Kelapa, mereka langsung menuju meja yang telah dipesan sebelumnya. Lima menit kemudian, Poppy dan keluarganya sampai dan langsung bergabung. Poppy duduk berhadapan dengan Irzal, diapit oleh mama dan adik laki-lakinya, Dimas. Irzal memandangi Poppy sejenak, memang benar dia adalah perempuan yang dilihat Irzal di hotel tempo hari.

Ummi memperkenalkan Irzal dan Rena pada keluarga Poppy, begitu pula sebaliknya. Ayah Irzal dan ayah Poppy adalah teman baik semasa kuliah dulu. Mereka sempat kehilangan kontak setelah ayah Poppy meninggal dunia. Setahun yang lalu mereka kembali bertemu secara tidak sengaja. Hingga akhirnya memutuskan untuk menjodohkan anak-anak mereka.

“Zal, kamu masih ingat ngga sama Poppy? Dulu kalau liburan ke rumah nenek di Bogor, kalian kan sering main bareng,” ucap ummi pada anaknya. Irzal hanya tersenyum.

“Iya, dulu Poppy tuh seneng banget main sama kamu. Kemana kamu pergi selalu aja ikut sambil teriak-teriak aa Ijal.. aa Ijal... karena belum bisa bilang ‘r’ jadi manggilnya cuma Ijal,” mama Poppy menimpali.

“Ngga kerasa ya anak-anak kita sudah besar sekarang. Poppy juga tambah cantik,” puji ummi.

“Makasih tante,” jawab Poppy sambil tersenyum.

“Kamu masih kuliah apa udah kerja sayang?”

“Alhamdulillah udah kerja tante.”

“Jangan panggil tante, ummi aja biar lebih akrab bentar lagi kan jadi menantu,” goda ummi.

Poppy kembali tersenyum. Perasaan Irzal langsung tidak enak. Dia menendang kaki Rena memberi kode untuknya. Rena masih terdiam. Irzal kembali menendang kakinya. Akhirnya Rena menyerah dan,

“Kak Poppy udah punya pacar?”

Pertanyaan Rena spontan mengejutkan semua orang. Dengan cuek menatap Poppy menunggu jawabannya. Poppy hanya menggeleng.

“Dalam Islam ngga ada yang namanya pacaran. Yang ada cuma ta’aruf, khitbah dan nikah,” kali ini abi ikut berbicara. Rena langsung terdiam mendengar jawaban abi.

Pesanan pun datang. Setelah semua tertata di meja. Ummi mempersilahkan semua untuk makan. Sesekali ummi menyodorkan lauk pada Poppy. Dia jadi tak enak hati dengan perlakuan istimewa ummi padanya. Rena yang sedang asik makan, dikejutkan dengan tendangan kaki Irzal, dia menatap Irzal dengan kesal. Irzal memberi isyarat pada adiknya, tapi Rena tetap diam. Irzal tak hilang akal. Dia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Rena.

Kalau diam aja, besok hp kakak sita!!

Rena mengambil ponselnya yang bergetar. Matanya membelalak melihat pesan dari kakaknya. Dia menatap tak percaya pada Irzal.

“Tiga bulan lagi ya Poppy.. Irzal,” ujar ummi.

“Apanya tante.. eh ummi,” tanya Poppy bingung.

“Kalian menikah.”

Uhuk.. uhuk..

Irzal langsung terbatuk mendengar ucapan ummi. Dia kembali menendang kaki Rena.

“Ngga kecepatan tuh ummi. Kak Irzal sama kak Poppy belum saling kenal. Feeling nya belum nyatu ummi,” ucap Rena terpaksa demi mempertahankan soni xperia M-nya.

“Tresno jalaran suko kulino, artinya..”

“Cinta tak bisa dipaksakan,” sambar Rena.

Irzal tersenyum mendengarnya, begitu pula dengan Poppy dan Dimas.

“Cinta datang karena terbiasa. Karena bersama-sama, lama-lama perasaan itu pasti tumbuh dan berkembang,” jelas ummi.

“Ooh udah ganti ya artinya ummi,” ucap Rena sambil nyengir.

Ummi melotot ke arah Rena. Poppy tersenyum geli melihat Rena. Dia mulai menyukai calon adik iparnya ini.

“Maaf ya Dewi, anak bungsu saya ini kalau ngomong emang suka ceplas ceplos,” ucap ummi yang tak enak hati pada mama Poppy.

“Ngga pa pa ceu, namanya juga abg, sama kaya Dimas. Sepertinya mereka seumuran ya,” jawab mama Poppy yang diiyakan oleh ummi.

Perbincangan terus berlanjut di antara orang tua. Mereka sepertinya sudah cocok satu sama lain dan ingin cepat-cepat menikahkan anak-anak mereka.

Lain lagi dengan Irzal yang ingin segera mengakhiri makan malam ini. Poppy yang sedang asik berbicara dengan Rena dikejutkan dengan bunyi ponselnya. Dia meminta ijin untuk menjawab ponselnya. Poppy meninggalkan meja, berjalan menuju ke tempat yang agak jauh dari meja untuk menjawab panggilan.

Irzal memperhatikan Poppy yang sedang berbicara. Kemudian bangkit dari duduknya, melangkahkan kaki ke arahnya. Poppy selesai berbicara, saat berbalik dia terkejut karena Irzal sudah berada di belakangnya. Pria ini hanya diam memandangi Poppy dari atas sampai bawah. Aslinya lebih cantik dari difoto.

“Ada apa?” tanya Poppy datar.

“Apa mama kamu tahu apa yang kamu lakuin setiap hari?”

Poppy yang tidak mengerti dengan perkataan Irzal tidak langsung menjawab.

“Hotel.. om-om,” sambung Irzal.

Poppy masih terdiam. Melihatnya belum bereaksi, Irzal mulai kesal. Munafik, gerutunya dalam hati. Dia mencondongkan tubuhnya ke arah Poppy.

“Kejadian di hotel. Kamu dengan om-om, aku liat semuanya. Kamu ngga inget, aku berada di dalam lift bersama kalian,” sehabis berkata dia menarik tubuhnya menjauh dari Poppy.

Poppy yang semula tidak mengerti apa yang dibicarakan kini mulai paham. Dia melihat lekat-lekat pada Irzal. Benar dia adalah orang yang dimintai tolong olehnya untuk memencet tombol lift.

“Ooh.. kamu orang di dalam lift waktu di hotel.. iya-iya aku baru inget sekarang. Maaf ya tadi aku ngga ngenalin kamu. Soalnya wajah kamu tuh pasaran, jadi ngga penting untuk diingat,” balas Poppy. Mendengar perkataan Poppy, Irzal bertambah kesal.

“Asal kamu tahu ya, aku ngga setuju perjodohan ini. Jadi sebelum terlambat sebaiknya kita hentikan saja.”

“Ngga usah geer, emang situ aja yang ngga suka perjodohan ini, sama.. aku juga ngga suka.. jadi kamu harus cepet cari solusi buat batalin perjodohan ini.”

“Aku yang harus cari solusi?” tanya Irzal tak percaya setengah dongkol.

“Iya.. kamu yang harus batalin perjodohan ini. Sedang aku.. akan berpura-pura menjadi korban dalam pembatalan perjodohan ini. Selamat bekerja dan.. fighting,” ucap Poppy dengan nada meledek sambil menepuk lengan Irzal. Irzal segera menepis tangan Poppy dengan kasar. Kali ini dia benar-benar marah. Memandang Poppy dengan pandangan membunuh.

“Apa?!” balas Poppy dengan tatapan tak kalah tajam. Belum sempat Irzal berbicara, ummi datang menghampiri mereka.

“Kalian sedang apa di sini? Ayo kita foto bersama dulu,” ajak ummi yang tidak menyadari keadaan keduanya.

Ummi menarik lengan Poppy. Dengan terpaksa dia menurut. Irzal mengikuti dari belakang. Ummi meminta seorang pelayan untuk mengambil foto mereka sekeluarga. Semuanya tersenyum ke arah kamera kecuali Irzal dan Poppy yang memasang wajah kesal. Pertemuan hari ini pun usai, mereka merencanakan untuk mengadakan pertemuan lagi secepatnya untuk menentukan hari pernikahan. Setelah itu kedua keluarga berpisah, kembali ke rumah masing-masing.

❤️❤️❤️

Bab selanjutnya bakal lebih seru lagi. Jangan lupa like, comment dan vote nya🥰🤗

1
aurora
otw sah ini🤭🤭
aurora
kalau yang muncul part Ega udah auto cengar cengir 🤣🤣
Lina Suwanti
keren Poppy,anaknya nakal lsg bicara ma orang tuanya
Lina Suwanti
tuh kan part ini tentang kepergian ummi😭😭
Lina Suwanti
iyalah bukan Ega,,kayaknya Ega dikasih obat tidur nah klo Soraya baru dikasih obat perangsang
Lina Suwanti
kak author bikin laper iih bahas nasi liwet dkk😁
Lina Suwanti
pasti Sarah yg kena,,ya Allah kak author jgn pisahkan Regan dgn Sarah baru jg mereka menikah kembali
Lina Suwanti
Alhamdulillah.....ga perlu buka google translate 🤣
Lina Suwanti
akhirnya Ega n Alea akan segera menikah dgn restu para ayah
Lina Suwanti
ternyata Adit n Rizal orang yg sama😁
Lina Suwanti
secret admirer Debby itu bisa jd Adit atau Afrizal....
Lina Suwanti
dibikin penasaran sm author tentang siapa pelaku sebenarnya 🤔
Lina Suwanti
klo menurut saya bagus kok kak alurnya,,nyambung....jd tau kisah awal persahabatan antara Regan,Irzal n Ega jg Sarah,Poppy,Alea n yg lain walau suka greget klo ada couple yg mist komunikasi jd salah faham
Lina Suwanti
apakah orang yg sama yg modus merampok Sarah?
Lina Suwanti
kurang deh kayaknya kak🤣
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Lina Suwanti
beginilah klo blm kenal maka jd salah faham antara Poppy n Alea😄
Lina Suwanti
awal hubungan persahabatan ya kak
Lina Suwanti
awal mula pertemanan antara Regan,Irzal n Ega nih karena seringnya pertemuan tak sengaja
Lina Suwanti
lah kenapa pada berpisah ini kak....😭
CORTIS
tahun 2026 ad yg mampir thor🗿😄
CORTIS: wah combo gitu ya bagus, kreatif banget author ny💞
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!