NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Sinshe Wu

Tengah malam di atas Kota Lembah Anggrek. Perayaan penutupan turnamen di Wilayah Utama telah berakhir, menyisakan keheningan di jalanan batu berdebu yang kini diselimuti kabut tebal pegunungan.

Di sebuah lorong gelap dekat pelabuhan sungai barat kota, dua siluet hitam bergerak beriringan tanpa menimbulkan suara langkah kaki sedikit pun.

Di depan, berjalan Wei Changqing dengan jubah abu-abu dan pedang besi hitam kusamnya. Di belakangnya, berjarak dua langkah persis, melangkah Mu Qingxue yang kembali mengenakan cadar hitamnya.

Meskipun baru beberapa jam lalu mereka bertarung saling bunuh di atas jembatan kayu, kini Qingxue mengikuti langkah Changqing dengan kepatuhan yang aneh. Selama berjalan menyusuri lorong kumuh kota turnamen, mata dingin pembunuh wanita itu terus menatap punggung Changqing dengan rasa takjub.

‘Bagaimana dia bisa tahu seluruh seluk-beluk gang rahasia kota ini jauh lebih baik daripada para Pengintaian klan kami?’ batin Qingxue heran. Setiap kali patroli sekte malam lewat, Changqing sudah terlebih dahulu berbelok ke sudut buta dengan ketenangan yang luar biasa presisi.

Changqing berhenti di depan sebuah kedai teh dua lantai yang tampak sudah tutup dan gelap bertuliskan papan kayu kusam: Kedai Teratai Kering.

"Kita sampai," bisik Changqing menoleh pada Qingxue. "Tinta campuran Bunga Teratai Hitam yang digunakan untuk memalsukan cap surat tugasmu hanya bisa dibeli di satu tempat di lembah ini, dari seorang perantara komplotan Bayangan Gerhana bernama Sinshe Wu yang menyamar sebagai penjual teh herbal di gudang bawah tanah kedai ini."

Mendengar nama Sinshe Wu, mata Qingxue menyempit. "Orang tua palsu itu... dia sering memasok bahan obat untuk tetua tertinggi di klanku."

"Benar. Dan malam ini, kita akan melihat buku catatan transaksinya," kata Changqing.

Tanpa mengetuk pintu, Changqing mengulurkan telapak tangannya menempel pada gembok kuningan di pintu belakang kedai. Ia mengalirkan getaran halus Niat Pedang Nirwana-nya ke dalam lubang kunci.

Klik.

Gembok besi kuningan itu terbuka tanpa suara patahan. Changqing mendorong pintu kayu itu perlahan dan masuk ke dalam gelapnya lorong kedai diikuti oleh Mu Qingxue.

Mereka menuruni dua belas anak tangga kayu yang tersembunyi di balik rak teh menuju gudang bawah tanah.

Di bawah sana, sebuah ruangan batu bercahaya oleh cahaya lampu minyak. Lima orang pria sedang berkumpul mengelilingi meja kayu yang dipenuhi gulungan dan serbuk tinta hitam.

Duduk di tengah meja adalah Sinshe Wu—seorang pria bermata satu dengan bekas luka sayatan di leher yang berada di tingkat Pendekar Menengah Tahap 5. Di sekelilingnya, berdiri empat pengawal bayangan berjubah hitam dari komplotan Bayangan Gerhana.

"Kenapa belum ada tanda alarm pembantaian dari penginapan Sekte Pedang Langit?" geram Sinshe Wu dengan wajah cemas pada anak buahnya. "Pembunuh wanita dari Klan Teratai Darah itu seharusnya sudah menaruh surat palsunya satu jam lalu! Kalau rencana adu domba ini gagal, Tuan Muda dari markas besar akan memenggal kepala kita!"

"Kau tidak perlu menunggu tanda alarm itu lagi."

Suara tenang Changqing menggema mendadak dari anak tangga bawah tanah, membuat kelima orang di ruangan itu melompat terkejut!

"Siapa di sana?!" bentak Sinshe Wu sambil mencabut pedang pendeknya.

Sebelum keempat pengawal Bayangan Gerhana sempat menghunus pedang mereka sepenuhnya, Changqing memberi isyarat kecil dengan tangannya pada Qingxue. "Lumpuhkan mereka. Jangan bunuh."

Wuuush!

Mendengar perintah itu, Mu Qingxue melesat maju bagaikan kilatan badai merah!

Dengan racun balik di jantungnya yang telah dibersihkan oleh Changqing, kecepatan fisik pembunuh jenius tingkat Pendekar Tinggi Tahap 3 itu kini berada di level yang sangat mengerikan!

Trang! Buk! Buk! Buk!

Tanpa menggunakan sisi tajam belatinya, Qingxue menggunakan gagang belati dan siku tangannya menghantam empat titik persendian bahu dan rahang keempat pengawal itu hanya dalam dua kedipan mata. Keempat pendekar bayangan itu terpelanting pingsan ke lantai batu sebelum mereka sempat berteriak!

Melihat anak buahnya tumbang dalam sekejap oleh seorang gadis bercadar hitam, wajah Sinshe Wu pucat pasi. Ia langsung mengenali gadis itu. "M-Mu Qingxue?! Kenapa kau mengkhianati misi kita?!"

Sinshe Wu segera meraih sebuah buku besar bersampul kulit hitam di atas meja, berniat melemparkannya ke dalam tungku api minyak untuk membakar bukti transaksi pengkhianatan!

Namun, belum sempat tangannya mendekati kobaran api...

Wesh.

Satu kelebatan jubah abu-abu melewati ruangan.

Dua jari tangan Wei Changqing, meluncur dengan kelembutan yang sangat presisi dari sudut samping, mengetuk ringan tepat di urat nadi pergelangan tangan kanan Sinshe Wu.

Tik!

"Aaargh!" Sinshe Wu menjerit tertahan tatkala seluruh saraf tangannya lumpuh seketika. Buku besar bersampul kulit hitam itu terlepas dan jatuh mulus ke dalam telapak tangan kiri Changqing!

Sebelum Sinshe Wu sempat menggigit kapsul racun bunuh diri yang tersembunyi di gigi gerahamnya, Changqing menggerakkan tangan kanannya menepuk titik saraf di belakang leher pria bermata satu itu. Sinshe Wu jatuh berlutut di lantai batu, tubuhnya lumpuh total tak mampu bergerak ataupun menggerakkan rahangnya.

Seluruh pertarungan bawah tanah itu selesai bersih dalam hitungan kurang dari dua menit!

Qingxue menyarungkan kembali belatinya dengan napas teratur, menatap Changqing yang kini berdiri di bawah lampu minyak membuka lembaran buku besar transaksinya.

"Kerja sama yang bagus," puji Changqing santai tanpa mengalihkan pandangan dari buku catatan.

Mendengar pujian sederhana dari pemuda jenius itu, ada getaran hangat yang aneh merayap di dada Mu Qingxue. Ia mendekati Changqing dan menatap halaman buku besar yang sedang dibuka.

Di halaman terakhir buku transaksi bawah tanah tersebut, tercatat sebuah nama beserta cap stempel resmi yang menerima pembayaran seribu keping emas dari Bayangan Gerhana sebagai imbalan menyelundupkan cap stempel rahasia Klan Teratai Darah.

Nama itu membuat mata Mu Qingxue terbelalak lebar dalam amarah dan kepedihan yang mendalam.

"T-Tetua Wakil Klan... Gao Tianhao?!" desis Qingxue dengan suara gemetar. "Paman Guru Gao... dia yang merawatku sejak kecil di klan! Dia yang mengirimku ke penginapan utara malam ini...! Dia tega menjual nyawaku dan ribuan murid klan demi emas komplotan sesat?!"

"Gao Tianhao memiliki ambisi untuk merebut posisi Ketua Klan dari gurumu," jelas Changqing dengan wajah tenang menutup buku besar itu. "Surat pertama yang kau taruh tadi hanyalah umpan pembuka. Sesuai catatan di buku ini... besok fajar, saat rombongan Klan Teratai Darah bersiap meninggalkan lembah, Gao Tianhao akan menyebarkan Surat Palsu Kedua secara terbuka untuk memicu penyergapan langsung di jalan raya."

Changqing menatap mata Mu Qingxue yang kini berkobar oleh api tekad untuk membersihkan pengkhianatan di rumahnya sendiri.

"Malam ini belum selesai," kata Changqing sambil menyelipkan buku bukti itu ke dalam jubahnya. "Kita harus bergerak sebelum fajar menyingsing untuk memotong tangan pengkhianat itu di kamp utara."

1
baca yg gue suka
dari pahlawan berbalik jd iblis.
mana pemikiran dr kehidupan 80 thn?
hrs kah jd iblis utk membuat kedamaian?
baca yg gue suka
pasukan bayangan gerhana byk yg dibantai, tp kok gak abis2 ya?
msh brp byk lg yg tersisa?
baca yg gue suka
juara turnamen gak dpt apa2?
minimal senjata, sumberdaya atau koin emas gitu? payah
baca yg gue suka
masak petinggi sekte gak ada satupun yg merasakan kedatangan Mo Ya?
Raju
ditunggu cerita serumu Thor...💪💪💪
Celestial Quill: jangan lupa di baca Kaisar Bela Diri Legendaris ya🤭
total 1 replies
Raju
ahir daricsebuah pembantaian
Raju
anak mudanya mati diahir episode.... wkwkwkwwk
baca yg gue suka
sblm mjd kuat, taring hrs disembunyikan rapat2 dulu👍
baca yg gue suka
awal cerita menarik, bahasa gak membosankan.
mudah2an novel bagus
jhoni
drama apa ini, mc nya sangat membagong kan kaga jelas
Raju
ketua sekte pada sinting semua...
keserahakannya sudah berakar ke ubun³.
g bisa mmbedakan mana gertakan mana ancaman nyata...!!
si hantu bayangan cangqiang kmna ni.... g kliatan ??
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Raju
shen yu gadis bodoh....
sama kea bpk nya...
g bsyukur dselamatkan..
malah menggila menganggap org lain iblis...
Raju
pemusnahan di Mulai
Raju
bantai semua ketua aliansi...
sisakan kultivator dan rakyat ta berdosa....
Raju
ahir dri sebuah keputusan...!!
Raju
kesian cangqiang...harua menjadi iblis pembantai demi kedamaian dunia kultivasi...
Celestial Quill
semakin kacau dunia persilatan, pengorbanannya changqing yang di musuhi semua pendekar.
Raju
akan kah dunia kultivasi menjadi damai seperti yg telah dijanjikan cangqiang !!
Raju: atau bakal ada jamur² baru tumbuh, menjilat. penuh hasut, yg bakal mnusuk dri belakang....!!
total 1 replies
Raju
apakah yg akan terjadi ketika cangqiang keluar dari mkn nanti ??
dtingkat apakah kultivasi MC nanti nya ??
apakah akan menjadi dewa. atau iblis haus darah !!
Raju: kita do'akan semoga Author selalu sehat. aamiin.
total 1 replies
Raju
rampok... habiskan semua isi makan kaisar beladiri didalam itu changqiang... jgn sisakan 1 pun...
agar yg serakah hanya bisa menangis darah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!