Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.
Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.
Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.
Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.
Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..
Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Engkaulah Taqdirku 9
Jam 16:00 acara resmi di tutup.Di lanjutkan esok hari jam 09:00 dengan agenda praktek pengajaran berdasarkan materi pembahasan yang tlah di kupas tuntas dalam acara tadi secara maraton,hanya jeda satu jam untuk melaksanakan Sholat.
Maka kini,semua peserta mulai sibuk menyiapkan materi praktek esok hari,dengan bentuk persiapan menurut cara masing -masing.
"Mbak ,boleh duduk di sini?" gadis cantik berhijab pink itu tersenyum ramah kepada Kamila.
"Oh yaa..silahkan.!" Kamila yang sedari tadi sibuk mencatat merangkum point point penting materi workshop sebagai bahan referensi prakteknya itupun
sedikit menggeser duduknya.Mempersilahkan gadis cantik yang juga memegang catatan itu untuk duduk.
"Terima kasih Mbak..saya Salma,saya dari Al mufti sini".ktanya dengan senyum.
"Ooo ia,saya Kamila..dari Al falah."
"Al falah,? Salma sejenak diam.lalu
"Mbak pasti tau itu!!" Salma menunjuk ke arah gazebo yang berjarak sekitar dua puluh meter dari tempat mereka duduk.
"Itu!..yang bersama Mas Shiddiqi Audani,katanya itu,putra kyai Al falah??"tanya Salma.
Di gazebo itu terdapat tiga orang pemuda.Subhanallah.Ketiganya itu sama-sama tampan,sama-sama menawan.Yang pertama adalah idolanya sendiri,sang putra mahkota Al falah.Yang kedua tentu saja Kamila ingat pada pemuda tampan yang memberikan sambutan tadi,sebagai putra kyai Al mufti.Dan yang ketiga,seorang pemuda yang tidak di kenal oleh Kamila.
"Ia benar,..itu Ra Adlan.Ibrahim Adlan Fanani.Tapi kalau yang satu itu,saya tidak tau".
"Itu! Mas Zaki Ardhani.adiknya Mas Shiddiqi Audani." Salma menjelaskan.
Kamila mengangguk angguk.Dan sekali lagi menatap ke arah tiga pemuda yang tengah asyik berbincang bincang itu.
"Tapi..kenapa bertanya tentang Ra Adlan?" Kamila menatap Salma.
"Kabarnya..Ning Zahra,akan di jodohkan dengan putra kyai Al falah".sahut Salma.
Deeg.
Tuh kan..seperti biasanya,pemuda yang baik ,tampan,sholih,bernasab mulia,kriteria calon imam idaman,pasti sudah ada jodoh yang di persiapkan,yang sama sama sepadan..kalau orang biasa mahh lewatt..batin Kamila.
"Kenapa"? Salma menatap gadis cantik yang tengah larut dalam pikirannya itu.
"Ning Zahra itu putri kyai pengasuh Al mufti"?
"Ning Zahra putrinya kyai Thohir mbak,kyai Thohir itu wakil pengasuh Al mufti"
"Apa benar ya mbak, Ning Zahra di jodohkn dengan Ra Adlan??mungkin di Al falah,mbak Kamila pernah dengar?" tanya Salma kemudian.
"Gak dengar sama sekali tentang hal itu," Kamila menggeleng." Kenapa gak tanya ke Ning Zahra langsung"? Kamila mengusulkan.
"Ning Zahra itu ada di pesantren, di kediri.Berita ini menjadi desas desus di kalangan santri.Dan saya penasaran saja." Salma tertawa renyah.
"Ehh..tapi kita kok jadi ghibah ya Mbak"!? gadis cantik itu akhirnya sadar diri seraya menutup mulutnya.Kamila juga terkekeh.
Keduanya lalu sama-sama memilih fokus pada catatan masing-masing,kalaupun ada obrolan kecil,itu seputar workshop barusan.
"Kalian berdua ..ayo ke rumah barokah!!"Ust Fadil
terhenyak.Begitu Kamila dan Salma mendongak.
Ia memang tergesa menghampiri Kamila yang duduk berdua Salma itu dan langsung menyampaikan maksudnya.
"Ini Salma kak,peserta dari tuan rumah" Kamila menerangkan.
Ust fadil tersenyum ramah seraya mengangguk.
"Najwa mana"? tanyanya.
"Ke perpustakaan."
"Hubungi Najwa ya..untuk segera menyusul..ayo kalian duluan"!..Ust Fadil tergesa keluar,namun sesaat ia kembali lagi ke arah Kamila yang masih membujuk Salma untuk ikut.
"Ayo dikk..biar kita lebih saling akrab.Dan kami jadi lebih tau banyak tentang Al mufti".kata guru senior Al falah itu dengan ajakan yang ramah dan juga akrab.
Di Al falah,ia memang lebih sering memperlakukan rekan rekan guru yang lebih muda darinya itu sebagai adiknya.Dan kini sikap itu di tunjukkannya pula pada Salma.
**
Rumah barokah.adalah rumah makan sederhana milik pesantren Al Mufti yang terletak di luar gerbang pesantren.Rumah makan ini tak hanya melayani santri Al Mufti tapi juga wali-wali santri yang sedang berkunjung menjenguk putra putrinya di pesantren,serta tamu-tamu pesantren yang lain.
Namun bagi santri yang boleh makan di tempat ini
di batasi hanya bagi yang sudah duduk di perguruan tinggi pesantren saja.Mungkin karna tempatnya yang berada di luar gerbang pesantren.
"Gak langsung pesan makanannya'? Ust Fadil menatap Kamila dan Salma yang masih duduk diam,bahkan nampak canggung itu.
"Nunggu Mbak Najwa kak"
"Sudah di hubungi"?
"Ia.sudah didepan katanya".
Dan tak lama.Kamila melambai-lambaikan tangannya ke arah seorang gadis ayu bergamis coklat dan berkhimar senada yang berdiri di ambang pintu.
"Itu teman kami, Najwa Aulia"! katanya pada Salma yang memperhatikan Najwa yang melangkah ke arahnya itu.
Tatapan heran juga terpancar dari sepasang mata teduh Najwa Aulia,melihat Kamila yang duduk dengan gadis sebayanya .Dan tak jauh dari keduanya,di meja yg berbeda,duduk Ust Fadil dan Ibrahim Adlan Fanani
yang tengah fokus memperhatikan layar ponselnya.
"Langsung pesan saja ya!"Ust Fadil menatap ke tiganya.
"Kak fadil yang traktir"? Kamila bertanya lirih.
"Ia,". namun sepasang matanya memberi isyarat ke arah Ibrahim Adlan.
"Saya rekomendasikan makanan favourit di sini ya" Salma mencoba mencairkan suasana yang sedikit canggung dari tadi.
Bukan hanya dirinya saja yang terkejut,ketika Ust Fadil membimbing Kamila dan Salma untuk duduk di kursi yang sangat dekat dengan tempat duduknya dengan Ibrahim Adlan.Salma bahkan sampai berfikir bagaimana akan membuka mulut untuk makan nantinya.
Dan Salma pun melihat ke terkejutan pula pada diri Kamila.Meski putra kyai pengasuh al Falah itu nampak cuek saja bahkan tak sedikitpun menatap ke arah mereka,namun justru membuat aura canggung itu semakin terasa.
"Boleh..apa"? kamila menjawab dengan antusias.
Salma memberi isyarat pada petugas yang lalu menghampiri mereka dengan membawa daftar menu yang bisa di pesan.Kamila dan Najwa sama memilih menu yang sama sesuai usul Salma.
"Gimana..dapat"?? Kamila membuka obrolan sembari menunggu pesanan datang.ia bertanya pada Najwa.
Gadis ayu itu menggeleng"Sudah keduluan".
"Lagi"?
".."ia menganngguk lesu.
"Apanya yang keduluan Najwa"? Ust Fadil nyeletuk
bertanya.
"Mau pinjam tafsir di perpus kak..tapi sudah gak ada.Keluar semua katanya."sahut Najwa.
"Buat referensi"?
"Ia".
"Padahal Mbak Najwa sudah antri sejak tadi siang kak.Dia sudah bolak balik perpus tiga kali.Tapi tetap gak kebagian." Kamila menambahkn.
"Kamu itu terlalu anggun Najwa"..kata Ust Fadil.
"Apa hubungannya kak"? Ibrahim Adlan menatap pria di depannya itu.
"Ia itu Ra..Najwa itu terlalu anggun.Langkahnya saja gemulai.Kurang gerak cepat.Jadi gak kebagian."
Upss.Ibrahim Adlan yang hendak menenggak minumannya itu jadi urung.Ia tertawa renyah.Wajahnya yang tampan jadi terlihat kian tampan saja dengan expresi lepas seperti itu.
Dan sesaat kemudian pemuda tampan itu menatap Najwa.sekilas.Dan pertanyaanya mengalir untuk gadis ayu itu dengan tanpa menatapnya.
"Memilih pelajaran apa untuk praktek besok?"
"Qur'an Hadist".
"Belum dapat referensi sama sekali"?
"Sudah, ada dua".
"Apa"??
"Tafsir Jalalain dan Tafsir Al Maraghi".
pemuda tampan itu menjeda pertanyaannya.
Kamila diam diam melirik ke arah pemuda tampan itu.Meski beberapa pertanyaan yang di ajukan pada Najwa itu dengan nada yang datar saja.Bahkan tanpa melihat ke arah yang di tanya,entah kenapa ia merasa kalau Ibrahim Adlan ada perhatian pada Najwa Aulia.
nangiss bombay malam2 😭😭