"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Tua
Sesuai permintaan mereka,kita coba Ular besi malam ini, mereka asik berbincang namun terlalu segan untuk membawa aku dalam obrolan mereka.Biarlah batinku sementara aku masih sibuk periksa satu persatu obrolan via pesan di aplikasi telepon.
Me in the group
Me: Gimana sudah ada ide usahanya?"
Alda: Belum kak.
Ehh ingat kotu (kota tua) adi ingat Asemka, keknya bagus tuch kalau misalnya ide usahanya itu dibidang pita-pita enggak repot kelola dan enggak repot packing barang berlebihan dan tentunya juga enggak harus namanya produksi.
Me: Gimana kalau usaha nya, dibidang aksesoris aja? Pada setuju enggak?
Alda: Gimana yang lain (Tag kontak kak Reno dan kak Daniel.)
Me: Kalau menurut ku supaya enggak repot kita packing atau produksi barang,kalau pun nanti usaha nya di adakan kita bisa kumpul dimana gitu untuk packing nya.
Alda: benar kak setuju itu.
Me: Kan semua pada kerja, repot tentunya. Kalau kita ambil usaha makanan enggak jamin aku kita bisa produksi. Yang simpelnya ya itu tadi.
Reno: Benar mbak, saya juga kerja. Kalau saya ikut aja.
(Mbak-mbak...Mbah mu lah, kita sama-sama orang Batak hasian, cuman enggak usah di bongkar lah toh enggak satu marga juga. Iya aku enggak pake identitas lama ku kan.)
Reno: Kalau ada kontribusi apa hubungi saya aja ya.
Sombong banget kamuuuu pengen gigit deh, ya pastinya ada kontribusi lah kan namanya juga kerja kelompok.
Me:Oke, aku bagi tugas ya. Untuk siapkan laporan keuangan dan lainnya kak Daniel,kalau untuk urusan perancangan bisnis aku dan kak Alda aja.Nanti untuk presentasi walaupun saya ketua kelompok saya serahkan ke kak Reno aja ya.
Alda:(repeat my perintah)
Alda& ADRIELLA bertanggung jawab untuk perancangan bisnis berikut PPT
Kak Daniel bertanggung jawab untuk laporan keuangan dan kak Reno bertanggung jawab untuk jalannya presentasi.
Oke sigap benar nih kelompok gue, bangga banget sumpahh.
Alda: Untuk nama bisnis nya apa kak?
Me: Hahaha PALUGADA aja,APA LO MAU GUA ADA.
(semua kelompok menanggapi tawa)
Reno: Baguss
Gong nya awal niatnya cuman bercanda padahal Lo, eh malah benaran jadi ide utama dalam materi penjualan. Kak Daniel mencatat semua ide yang di sampaikan menjadi kan sebuah PPT adalah tanggung jawab kak Alda.
Minggu ini akan ada pertemuan offline di kampus, perdana aku dan mereka ketemu nanti Semua telah usai dibahas secara detail.
Mumpung besok pulang lebih awal sepertinya masih ada waktu untuk ke rumah sakit melihat kondisi Tante.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Secara daging aku memang hanya merasakan sedikit lelah namun pikiran sudah sangat ngantuk,Siang ke sore sebentar menjenguk Tante sebelum ke kampus.Hari ini dia ulang tahun, jadi aku dan anaknya membawa kue ulang tahun untuk merayakan itu. Bahagia sekali wajahnya menerima itu.
Hanya sebatas selebrasi formal membawa mereka berdua tukar shift,kalau dari kampus ke rumah sudah lumayan dekat jadi enggak mahal bayar ongkos nya. "Ayok dek pulang." Ku bawa anak laki-laki itu untuk ikut bersama ku, dan tepat waktu ke kampus.
"Nanti sampai kampus kakak kau lanjut naik Ojek ya." Ia mengangguk pelan, tawanya tersenyum manis.
Manis sekali mereka kepada ku, yakin akan suatu hal Tuhan pasti memberkati kehidupan ku lewat perbuatan baik yang ku berikan kepada mereka. Sembari menunggu ojek datang ku berikan ia makan dan langsung meninggalkan nya ketika ojek pesanan ku datang menjemput.
Sedikit terlambat buy okay lah, "Hai,kak ADRIELLA?" Oh mungkin ini kak Alda. saling jabat tangan dan tersenyum. "Kak Alda kan?" Ia mengangguk anggun,hijab nya membuat anggun senyuman itu. "Kak Daniel? Kak Reno?"
"Sebelah aku namanya kak Daniel, kalau kak Reno belum datang deh kak."
Aku fokus pada handphone, menyelesaikan tugas tertunda di kantor tanpa fokus di sebelah ku sudah ada yang isi. "Mana sih ni kak Reno enggak datang-datang." Keluh ku kepada kak Alda, ia menunjuk ke sebelah ku.
Laki-laki dengan kacamata, wajahnya mungkin 4-6 Tahun lebih tua dari ku. Aku terdiam menundukkan kepala melanjutkan kembali kegiatan yang tertunda. "Eh ini kita yang presentasi? Enggak bisa Minggu depan aja?" Apaan sih nih orang ngahindari tanggung jawab banget.
"Hemm ga tau juga kak," datar banget nih wajah cowok bikin penasaran. Ia masih menjaga sikap saat duduk dengan ku, namun ketika senyuman terlontar dari bibir ku bak Ariel Tatum lah wajah Batak ku ini. Ia memandangi ku seperti aku melihat Ardhito Purnomo di wajahnya. Tak tahan bila dipandang seperti itu, tepat di area wajah dan bola mata.
Sorot mata itu memang tertuju pada wajah dan mataku.
"Ini laporan nya," Kak Daniel memberikan soft file di group aku membawa print berisi soft file yang sejak awal ku terima dari kak Alda dn Daniel.
Kak Reno membaca ulang setiap materi, ia terlihat seperti orang tekun bukan, tubuhnya tinggi berisi dan kalau ku berdiri tinggi ku menyentuh bagian mana ya. "Bagus-bagus."
"Mbak Alda,bang Daniel... Mbak ADRIELLA." ia menunjuk ke arah kami.
Kelompok 1 tidak dapat hadir, jadilah kami kelompok selanjutnya maju memimpin proses presentasi di depan kelas. Dosen memperhatikan dengan soft file yang telah kami bagikan.
masing-masing kami mendapatkan bagian slide dan juga bagian penjelasan nya. Kak Reno amat lantang dengan suara tegas nya, aku baru sadar bukan kah ini laki-laki yang ku pinta pada Tuhan kala itu, Tuhan mempertemukan kami lagi dalam satu kelompok ini seperti suatu kebetulan bukan.
Aku pastikan lagi nanti lewat media sosial nya, aku sangat suka stalking. Entah kenapa malah ambil Akuntasi bukannya tehnik gitu ya biar jadi anak IT.
Ya sudah lah intinya aku suka dengan dunia stalker.
Kembali sadar Adri,balik jadi Adrie yang cuek dan tidak terlalu banyak bicara. Kami menyelesaikan tugas kami dengan baik, saling mengucapkan terima sampai sudah sangat hebat dalam bekerja sama.
"Tass," tepukan tangan berubah menjadi suatu strum magnetik aneh antara aku dan kak Reno, ia seperti tidak asing ku temui tapi dimana ya?
Sesampainya dirumah,aku kembali istirahat namun kali ini ketenangan itu ku dapat dalam meletakkan badan. Meninggalkan sejenak tanggung jawab terhadap kehidupan dunia dan bila tenaga ku sempurna akan kembali ke dalam lingkup kehidupan.
POV: mimpi' anak kecil itu datang.
Aku masih menjadi anak kecil duduk di sebuah pohon alpukat, ia datang menghampiri ku. "Kau datang? Ayok lah main."
ia membawa ku berlari ke belakang sekolah dekat dengan rumah Paman rumah menyeramkan itu ternyata rumah nya, rumah tua yang gelap dan aneh banyak kamar mandi di ruang dapur kamar mandi itu.
"Buanglah baju mu di sungai ini, nanti kalau kau dewasa datang lagi kesini ya." Tiba-tiba tangan ku kotor malah aku masuk kedalam rumah dekat dengan Gereja katolik, gereja tempat kami bermain.