NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Entah Apa Ini

Stadion utama yang terletak di Kerinci lumayan jauh tapi perjalanan tidak sampai memakan waktu banyak. Di sana sangat ramai, berbagai macam jenis pedagang maupun pengunjung yang datang.

Bejo dan teman-temannya berjalan kaki mengitari stadion sebelum akhirnya pulang, setelah menghabiskan makanannya.

"Jo, pulang yuk!! Dingin banget malem ini," ucap Dinda.

"Iya habis ini pulang."

Bejo dan Dinda berjalan kaki menuju tempat parkir, setelah selesai mengitari luar stadion bersama teman-temannya. Kini mereka pulang bersama.

Namun perasaan waspada Bejo mulai terbangun, ia menatap kekanan lalu ke samping kiri. Perasaan tak nyaman terus menghantuinya, membuat Bejo lebih kencang membawa motornya.

Pertengahan jalan Bejo melihat sosok perempuan cantik berdiri sendiri di tepi jalan, ia hendak berhenti namun di urungkan. Bau anyir menyengat perlahan bersama bau busuk, membuat isi perut ingin keluar.

"Gak beres ini." Dalam hati Bejo.

Bejo terus melaju tanpa memperdulikan wanita di tepi jalan, ia terus melanjutkan perjalanan pulangnya. Jarot dan yang lain juga mengikuti Bejo, perasaan mereka merinding saat melewati jalan tersebut.

Saat sampai di Argapura mereka berhenti sejenak.

"Huh.. merinding bener lewat pohon besar tadi," seru Jarot.

"Iya lagi, mana bau busuknya bikin gak enak," imbuh Dirga.

Salsa dan Clara juga merasakan hal yang sama mereka turun membeli air mineral dan permen.

Tepat pukul 23.00 mereka semua melanjutkan perjalanan pulang kembali. Teman-teman Bejo berhenti karena beda dengan Salsa maupun Clara, sedangkan Bejo terus melanjutkan perjalanan menuju rumah.

"Din?," panggil Bejo.

"Hmm.."

"Kamu tidur?,"

"Ngantuk banget Jo. Udah sampai mana sih ini?,"

"Ini mau kerumahmu,"

Setelah sampai di depan rumah Dinda, Bejo ikut turun sebentar menunggu Salsa dan Clara yang katanya akan tidur di rumah Dinda. Saat mereka sampai Bejo berpamitan pulang.

"Pulang dulu ya Din?,"

"Iya Jo, hati-hati."

Bejo menyalakan motornya kembali lalu pulang.

Saat sampai rumah Bejo tidak masuk kedalam, ia berhenti sejenak merasakan sesuatu yang sejak tadi mengikutinya. Bulu kuduk meremang seketika disertai kulit yang merinding dingin, Bejo merasakan pandangan mata tajam ke arahnya.

"Sebenarnya apa yang anda inginkan dari saya?, sejak tadi terus mengikuti perjalanan pulang saya."

Bejo berkata lirih, tubuhnya bergetar menahan rasa takutnya.

"GRRRRHHHH"

Bejo semakin gemeteran setelah ia mendengar geraman tepat di belakangnya.

Bejo ingin menoleh tapi seluruh tubuhnya seperti tidak bisa di gerakkan sama sekali, hingga sosok perempuan cantik muncul dari dalam rumah Bejo.

Hempasan lembut membuat mahkluk gaib yang mengikuti Bejo ketakutan seketika. Sedangkan Bejo, ia semakin mematung melihat perempuan bisa menembus dinding rumahnya.

"Tak perlu takut," ucap sosok perempuan.

"Si-si-siapa kamu?.. ke-ke-kenapa ada di rumahku!!"

Bejo tergagap, rasa takutnya benar-benar nyata. Melihat seorang perempuan tiba-tiba datang dari tembok rumahnya.

Sosok perempuan cantik itu tersenyum, lalu hilang seketika. Hanya meninggalkan asap tipis mengepul di depan mata telanjang Bejo.

Bejo menelan ludahnya, mau melangkah rasanya sangat berat. Kedua kaki seperti ada beton menahannya, membuat Bejo tetap berdiri di teras rumah.

"Jo.. di panggil-panggil diem aja kamu."

Pak RT datang menepuk bahu yang di panggil diem saja sejak tadi.

"Astaghfirullahalazim pak RT.."

"Kenapa kamu?,"

Napas Bejo tersengal-sengal, keringat dingin dengan rasa takut yang masih ada di dalam jiwanya.

"Gak papa pak, cuman kaget aja."

"Hm.. dari tadi di panggil diem aja,"

"Maaf pak RT, saya enggak denger,"

"Besok warga desa mau bersih-bersih pemakaman, sekalian membantu karena terlihat sedikit lebat pohon-pohon nya,"

"Oke pak RT, besok saya akan ikut,"

"Ya sudah kalau begitu, saya pamit dulu."

Bejo memegang dadanya, dia memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.

"Huh....."

Bejo dengan perlahan memasukkan motornya, setelah masuk ia duduk di ruang tengah dengan lampu di nyalakan. Bejo terdiam dengan pandangan kosong penuh pertanyaan, semua kejadian demi kejadian membuatnya sangat terkejut.

Untuk pertama dalam hidupnya, kejadian demi kejadian berturut-turut terus datang menghampirinya, entah apa yang membuat semua ini berubah tapi Bejo mendapatkan pelajaran dalam perjalanannya.

Dalam lamunan Bejo ada sepasang mata memandang penuh kesedihan nyata, ia tak bisa berterus-terang akan semuanya. Sosok perempuan cantik dengan pakaian china modern terlihat begitu menawan, tapi dia bukan manusia melainkan sosok arwah.

Sebuah manifestasi dalam kehidupan manusia yang masih tidak bisa meninggalkan dunia, kemungkinan terbesar ada sebuah perasaan ataupun pesan yang belum tersampaikan hingga arwah masih ada di dunia.

Bejo menutup pintu depan, lalu menghempaskan tubuhnya dalam ranjang usang. Ia memejamkan mata, merasakan rasa lelah letih untuk hari ini.

"Kenapa kamu belum tidur Intan?," tanya Marshanda.

"Gak bisa tidur aku ma," jawab Intan.

"Tumben gak bisa tidur!! Biasanya langsung hilang tiba-tiba,"

"Gak taulah ma,"

"Hmm.. ya sudah, jangan malam-malam segera tidur,"

"Iya ma."

Marshanda masuk kedalam kamarnya, meninggalkan sang putri yang masih terdiam dalam ruang tengah. Intan menyalakan televisi, lalu melihat foto di dalam ponselnya.

"Kak.. aku gak tau apa yang kamu suka dari pemuda ini!!, tapi aku bertemu dua kali dengannya."

Air mata Intan mengalir dalam kata memandang sebuah foto dalam layar ponselnya, ia merasakan kehilangan sosok sepupu yang selalu ceria kini pergi tanpa kembali.

Di balik kesedihan Intan ada yang memandang dari kejauhan, ia merasakan kesedihan yang sama seperti Intan saat ini. Dunia yang seharusnya masih lama, kini terpotong sudah sebab dari sang ayah.

Air mata penyesalan dalam arwah gentayangan belum sepenuhnya kembali, ia belum menyelesaikan urusan duniawi hingga membuat terjebak dalam di lema yang sama seperti masa hidupnya.

"Maafkan aku, semua ini bukan yang aku harapkan tapi sebuah karma yang di tinggalkan. Sebelum aku bertemu dengannya dan melihat apa yang sudah aku siapkan, diriku belum bisa sepenuhnya rela dalam kematianku."

Bayang-bayang putih samar dengan derai air mata kesedihan, ia terus memandangi Intan yang masih terdiam dalam memandang foto yang di kenalinya.

🌟 UNTUK SEMUANYA 🌟

Selamat membaca.

Terima kasih sudah mau membaca karya pertama saya. Semoga semuanya bisa menikmati karya saya ini, dalam hubungan yang rumit sekaligus penuh misteri.

Saya mau menyampaikan bahwa cerita ini hanya fiksi belaka jika ada nama yang sama, tempat, atau peristiwa apapun itu ketidaksengajaan semata.

📍PENTING

Novel ini khusus untuk yang sudah dewasa 18+. Untuk semuanya mohon bijak dalam membaca dan pastikan usia kalian mencukupi, semoga kalian nyaman dan suka.

Jika ada keliru dalam penerapan tanda baca dan lainnya mohon di maklumi karena saya memang baru terjun kedunia penulis, tapi saya juga akan belajar lebih giat lagi.

💌💌

Dukung karya saya dengan meninggalkan jejak di setiap babnya, Like, Comment, dan jangan lupa follow 😊.

🚧🚧

Info penting, bacalah di setiap babnya agar bisa memahami alurnya seperti apa. Jika melompati bab akan mempengaruhi alur cerita dan retensi tentang buku ini. Semoga kalian bisa memahami dan menikmati karya saya ini, semoga pesan saya ini tersampaikan dengan manfaatnya.

🌟 Selamat membaca dan menikmatinya 🌟

By: D.P. Auzora.

.•••••.

1
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
Eliermswati
wah cerita nya mkn seru thor q suka bngt😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
wah thor bkin penasaran nih jngn2 d rmh bejo ad tamu tak d undang yg nm nya geser laki sm mb kunti😂😂😂smngt thor up nya
D.P. Auzora.
Kalau itu sudah ada nanti, kemungkinan sama akhir bulan depan Aldi akan kembali juga. ada kejutan pokoknya tunggu saja 😊🙏
Eliermswati
g klh seru sm cerita aldi y thor, tp bnran kn thor nnti d cerita in ad aldi nya jg soalnya dah kangen nih😍smngt thor up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!