Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4 masa lalu
Dinginnya angin malam menjelang dini hari sungguh dingin menusuk tulang.
Bagi semua orang normal, angin itu tentu akan membuat mereka mengeratkan jaket mereka atau bahkan menarik selimut mereka untuk membungkus tubuh mereka untuk berlindung dari dingin.
Tapi hal itu tidak untuk seseorang yang saat ini nampak tengah duduk dengan tenang di sebuah bangku batu di bawah lampu yang ada di koridor rumah sakit.
Biel....
Setelah cukup lama berada di kamar Cryssy, ia keluar dari ruangan itu dan kini ia sedang duduk sendirian.
Netranya menatap lurus ke depan, tepatnya ke arah kegelapan di hadapannya sana.
Gelap....
Gelap sekali pemandangan di depan sana, segelap hidupnya saat ini, dulu dan nanti menurutnya.
Sejak kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua angkatnya dan juga sukses membuat kakak angkatnya koma, Biel tak lagi memiliki harapan untuk bisa memiliki kehidupan yang lebih indah dan terang.
Ia mulai sadar ...
Kehidupannya mungkin memang tak akan pernah di takdirkan indah dan cerah.
Biel terdengar menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.
Angannya melayang dan ingatannya perlahan kembali ke pada 15 tahun yang lalu.
Flass on
" mama.....mama....." seorang gadis kecil yang sangat cantik dengan pakaiannya berwarna jingga dengan bando warna senada di atas kepalanya nampak berlari ke arah seorang wanita muda dengan penampilan yang begitu biasa dan baru saja turun dari sebuah taksi.
Di salah satu tangannya...wanita muda itu nampak menentang keranjang besar berisi belanjaan.
Sangking besarnya, ia terlihat jelas sedang keberatan hingga pundaknya miring ke bawah ke arah di mana keranjang itu ia bawa.
Sementara tangannya yang lain nampak memegang tali kecil sebuah balon gas.
" tetap di sana sayang, mama yang akan datang padamu " ucap wanita muda itu dengan lembut.
Dia adalah ibu Biel,
Sarawati Calista, seroang hadia yatim piatu yang bekerja di rumah besar itu.
Ia menjadi salah satu pelayan di rumah besar itu sejak dua tahun yang lalu.
Sebuah tempat penyedia tenaga kerja menjadi perantara antara dirinya dan pemilik rumah itu.
Usianya masih sangat muda saat ini.....
yakni 18 tahun. Namun ia sudah harus di panggil ibu oleh seorang gadis kecil berusia 5 tahun bernama Gabriela Calista.
Hal itu terpaksa terjadi kepadanya karena insiden yang sungguh sangat tidak ia harapkan menimpa dirinya.
Ia terpaksa hamil karena perbuatan tuan muda rumah itu yang saat itu sedang dalam kondisi mabuk.
Ricard Mantow,
Putra tunggal tuan Lee Mantow. Seorang pengusaha besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit, kopi, coklat dan masih banyak yang lainnya.
Sayangnya....
Meski hal itu di ketahui semua orang terutama ayah tuan muda itu yakni tuan Lee Mantow juga ketika semua orang tahu itu tahu akibat tragedi itu ia akhirnya hamil dan melahirkan.
Ia tetap tak mendapat keadilan sama sekali karena tuan muda yang telah memiliki seorang istri.
Ricard Lee Mantow sendiri sebenarnya adalah seorang duda tanpa seorang anak. istrinya yang pertama pergi meninggalkannya begitu saja karena setelah lima tahun pernikahan mereka ia tak kunjung hamil.
Istri pertamanya di tuduh mandul oleh keluarga laki laki itu.
Selanjutnya setelah mengurus perceraiannya secara legal,
ia di nikahkan kembali dengan seorang janda yang juga merupakan putri pengusaha yang juga adalah relasi bisnis tuan Lee Mantow.
Pada intinya....
Pernikahan mereka adalah karena alasan bisnis.
Tak ada tanggung jawab lain yang di terima oleh seorang Sarawati apalagi sebuah pernikahan selain ia yang tetap di izinkan tinggal di rumah dengan merawat anaknya dan di beri gaji tiga kali lipat di banding gaji pekerja rumah ini yang lain.
Saraswati tak berdaya selain menerima keadaan,
Ia tak memiliki siapapun dan apapun untuk membesarkan dan merawat anaknya itu.
Namun satu hal baik ia terima,
Tuan besar Lee yang sebenarnya adalah kakek putrinya ternyata masih memiliki hati nurani.
Nyatanya ialsah satu satunya orang di rumah besar ini selain dirinya yang masih mau memperdulikan Biel.
Bahkan ayahnya sendiri sama sekali tak pernah sekalipun menyapanya apalagi memberinya perhatian.
Meski tak begitu nampak, tapi setidaknya....tuan besar Lee masih mau menanyakan tentang kondisi dan pertumbuhan Biel.
Tak jarang, laki laki tua itu memanggil Biel dan mengajaknya berkeliling kebun yang ada di rumah itu.
Bahkan yang memberikan nama Gabriela Calista kepada Biel adalah laki laki tua itu.
Saraswati melangkah cepat kearah Biel agar sang putri tak datang padanya.
" mama bawa apa ?! itu untuk Biel ?! " tanya bocah berwajah cantik dan lucu itu.
" iya ...ini hadiah dari mama untuk Biel karena sudah pintar tidak ikut mama ke pasar " jawab Saraswati sambil memberikan tali balon yang ia bawa kepada putrinya itu.
Biel kecil berjingkrak kegirangan.
Ia senang bukan main, kemarin Steve putra nyonya Shahnaz yang merupakan cucu kesayangan keluarga Mantow telah lebih dulu memiliki balon seperti ini. Dan jujur ia sangat ingin juga memiliki balon seperti itu.
Nyonya Shahnaz adalah menantu ke dua keluarga Mantow, atau tepatnya ia adalah istri kedua tuan muda Ricard.
Wanita itu sangat membenci Sarawati juga Biel.
Menurutnya Saraswati dan Biel adalah hama yang harus ia singkirkan hingga tak bersisa.
Segala cara sudah ia lakukan demi untuk menyingkirkan dua orang itu dari rumah ini, tapi nyatanya tuan besar Lee masih melindungi dua orang itu.
" ayo masuk sayang, main balonnya di dalam saja ya....
mama harus merapikan belanjaan mama dulu..." ucap Saraswati
" tidak mau, Biel mau di sini dulu....."
" baiklah...tapi di sini saja ya.....jangan kemana mana apalagi masuk ke dalam ya ...." pesan Saraswati kepada Biel dan Biel mengangguk mengerti.
Selama ini Biel memang tak pernah masuk ke dalam rumah besar.
Ia hanya berada di ruang belakang.
Sekalipun ia tak pernah masuk ke dalam rumah besar itu apalagi melewati pintu utama.
Saraswati melangkah masuk ke arah pintu samping untuk masuk dalam rumah dan Biel berdiri di tempatnya sambil memainkan balon barunya.
Ia tersenyum senyum dan bernyanyi lirih sambil memainkan balonnya.
di putarnya balon itu ke kiri dan ke kanan.
Hingga tiba tiba......
" hei anak haram.....
balon punya siapa itu ?! Kau mencuri ya.....?! " sebuah suara bernada hardikkan dan tuduhan membuatnya terkejut,
Biel sontak menoleh ke arah sumber suara.
Seorang bocah laki laki berusia 12 tahun berdiri dengan congkaknya di belakang sana tak jauh darinya.