NovelToon NovelToon
SISTEM WINGER

SISTEM WINGER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Pemain Terhebat
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Setiap bek senior menganggapnya beban tim. Alex cuma winger kurus dari klub kasta tiga yang gajinya sering telat. Tapi malam itu, sebuah Sistem aktif di kepalanya — dan mengubah anak kampung jadi ancaman nyata bagi bek terbaik dunia.

#SportsSystem #SistemWinger #FromZeroToHero #RonaldoVibes #EvolusiFisik #FiksiOlahraga #NovelSepakBola #SkillTreeSepakBola #WingerLegendaris #ProgressionFantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seratus Kali Lipat

Malam sebelum Derby Sumatra, langit di atas Padang gelap tanpa bintang, tertutup awan tebal yang menjanjikan hujan besar. Alex berdiri sendirian di lapangan kosong belakang mes, tubuhnya masih basah oleh gerimis sisa latihan sore. Tapi alih-alih pulang untuk beristirahat seperti seharusnya, dia justru berjalan lebih jauh—menuju bukit kecil di ujung kompleks latihan, tempat anak tangga beton menanjak curam sampai puncak yang menghadap laut lepas.

Dua puluh anak tangga. Alex pernah menaikinya sekali, dua minggu lalu, dan hampir muntah di tangga ke-15.

Malam ini, dia berdiri di kaki tangga dengan tekad yang berbeda. Bukan lagi tekad seorang anak yang ingin membuktikan diri pada sistem atau pelatihnya—tapi tekad seorang anak yang membawa nama ibunya, nama Rina, dan janji yang dia ucapkan sendiri di tengah hujan dua hari lalu.

"Kalau latihan biasa aja nggak cukup," gumamnya pada dirinya sendiri, suaranya nyaris tenggelam oleh angin malam yang menderu, "aku bakal lipat gandakan semuanya."

Dia mulai berlari.

Bukan sekali naik-turun seperti misi standar yang biasa diberikan sistem. Alex memutuskan sendiri: sepuluh kali lipat repetisi lari tangga, dua kali lipat beban latihan gym, tiga kali lipat sesi sentuhan bola—semua dilakukan berturut-turut, tanpa jeda panjang, tanpa menunggu instruksi apa pun.

Tangga pertama terasa ringan. Kelima terasa berat. Kesepuluh, paru-parunya seperti terbakar, dan kakinya mulai gemetar hebat setiap kali menapak beton yang licin oleh gerimis. Tapi dia terus naik, terus turun, mengulang, mengulang, dan mengulang lagi—seolah rasa sakit yang menjalar di setiap ototnya adalah harga yang harus dia bayar untuk sebuah masa depan yang lebih layak.

Di repetisi ke-30, kakinya tergelincir. Alex jatuh terjerembab di anak tangga ke-8, lututnya membentur beton dengan keras, darah tipis mulai merembes dari luka gesekan. Rasa sakit menjalar tajam, membuatnya meringis dan terdiam sejenak, napasnya tersengal di tengah hujan yang kini turun lebih deras.

Untuk sesaat, dia berpikir untuk berhenti. Tubuhnya menjerit minta istirahat, akal sehatnya berbisik bahwa cedera serius bisa menghancurkan segalanya sebelum Derby Sumatra bahkan dimulai.

Tapi bayangan wajah ibunya yang lelah, suara Rina yang menunggu di depan pintu setiap sore, dan seringai Bambang yang dulu meremehkannya—semua berkelebat cepat di benaknya, seperti bahan bakar yang membakar habis keraguan.

Alex bangkit. Lututnya berdarah, celana training-nya sobek kecil, tapi dia kembali berlari menaiki tangga, kali ini dengan rahang terkatup rapat menahan sakit.

Repetisi ke-50. Tubuhnya sudah tak lagi terasa seperti miliknya sendiri—seperti bergerak dalam kabut, otomatis, didorong murni oleh kemauan yang jauh melampaui batas fisik normal seorang remaja 19 tahun.

Selesai sesi tangga, dia langsung berpindah ke gym kosong klub yang untungnya masih dibiarkan terbuka. Beban yang biasa dia angkat 12 repetisi, malam itu dia paksakan hingga 30 repetisi per set, tanpa istirahat panjang di antaranya. Tangannya gemetar hebat saat mengangkat dumbbell terakhir, keringat bercampur air hujan yang masih menempel di tubuhnya, mengalir deras membasahi lantai gym yang dingin.

Ototnya berteriak protes. Kepalanya mulai terasa ringan, tanda-tanda kelelahan ekstrem yang jelas berbahaya. Tapi Alex terus memaksakan diri, mengulang gerakan yang sama berkali-kali, seolah sedang berperang melawan versi lemah dari dirinya sendiri yang dulu selalu tunduk pada Bambang dan keraguan.

Sesi terakhir—latihan sentuhan bola di lapangan yang kini basah kuyup oleh hujan deras—terasa seperti mimpi buruk yang indah. Bola licin sulit dikendalikan, kakinya nyaris tak merasakan apa pun selain rasa panas dan gemetar, tapi dia terus menggiring, menendang, mengontrol, mengulang gerakan yang sama ratusan kali tanpa henti.

Enam ratus sentuhan. Tujuh ratus. Delapan ratus.

Tubuhnya limbung di sentuhan ke-850, ambruk ke rumput basah yang dingin menusuk kulit. Dadanya naik turun cepat, napasnya tersengal seperti orang yang baru saja lolos dari maut. Hujan mengguyur wajahnya yang menengadah ke langit gelap, dan untuk beberapa detik, Alex benar-benar tak yakin apakah tubuhnya masih bisa bergerak sama sekali.

Lalu, di tengah kegelapan dan rasa sakit yang nyaris melumpuhkan itu, sesuatu terjadi.

Cahaya biru pucat yang sudah lama tak muncul sejak Bab 9 kembali berkelebat di sudut pandangnya, kali ini jauh lebih terang, lebih intens dari sebelumnya—seolah sistem itu sendiri terkejut oleh apa yang baru saja disaksikannya.

```

[PERINGATAN SISTEM DARURAT]

Intensitas latihan terdeteksi: 973% di atas ambang batas normal

Risiko cedera serius: TINGGI

Host nyaris melewati batas fisik maksimal tubuh manusia usia 19 tahun

NAMUN—

[ANOMALI TERDETEKSI: LONJAKAN ATRIBUT]

Kekuatan Fisik: 44 → 58

Stamina: 47 → 63

Ketahanan Cedera: 20 → 35 (Atribut Baru Terbuka)

Mental: 35 → 50

CATATAN SISTEM:

Tekad yang melampaui logika data telah memicu evolusi atribut di luar prediksi Sistem.

Fenomena ini akan dicatat sebagai kasus khusus.

PERINGATAN PENTING:

Metode latihan seperti ini SANGAT TIDAK DISARANKAN untuk diulang tanpa pengawasan.

Host disarankan istirahat total minimal 18 jam sebelum pertandingan Derby Sumatra.

```

Alex membaca notifikasi itu dengan mata setengah terpejam, tubuhnya terlalu lelah untuk bereaksi lebih dari sekadar tersenyum tipis di tengah hujan yang masih mengguyur derasnya. Angka-angka yang tadinya naik perlahan sedikit demi sedikit kini melonjak drastis dalam satu malam—bukan karena sistem yang memberinya jalan pintas, tapi karena dia sendiri yang memaksa batasnya bergeser lebih jauh dari yang pernah sistem itu perhitungkan.

Dia terbaring di rumput basah itu cukup lama, membiarkan hujan menyapu keringat dan darah tipis di lututnya, sebelum akhirnya bangkit perlahan, terhuyung-huyung berjalan kembali ke mes dengan tubuh yang terasa seperti bukan miliknya lagi.

Besok, Derby Sumatra akan dimulai. Dua bek Rimba FC yang terkenal ganas sudah menunggu di seberang sana, siap menghadangnya dengan segala cara.

Tapi malam ini, di tengah hujan dan rasa sakit yang nyaris melumpuhkan, Alex Pratama baru saja membuktikan sesuatu yang bahkan sistem canggih dalam kepalanya sendiri tak pernah duga sebelumnya: bahwa tekad manusia, kadang, bisa melampaui data statistik mana pun.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Otw
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏
the misterius author 🐐: jangan lupa bintang 5 nya bg biar semangat up nya bg 🙏
total 3 replies
Protocetus
Novel yang menarik from Zero to Hero
Protocetus
Semangat2
the misterius author 🐐: makasih bg bintang 5 nya
total 1 replies
Protocetus
Wuih jadi keinget Manhwa namanya Build Up. Si MC berusaha menghancurkan tembok penghalang dirinya.
Protocetus
Divisi berapa ini min?
the misterius author 🐐: devisi 3 kak
total 1 replies
the misterius author 🐐
bantu support nya kak bg kalau mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!