NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak menyukai perempuan?!

“Maaf Kapten Kalvin, apa Anda menyindir kami?” Kaluna menyipitkan mata, menatap sebal wajah mengesalkan Kalvin.

Namun Kalvin tak merespons apa pun, membuat Kaluna tersenyum kecut. Sungguh ia begitu kesal dengan sikap Kalvin yang terkesan angkuh dan tidak mencerminkan anggota militer dengan budi pekerti yang tinggi.

“Safira Anita Putri, usia 27 tahun,” panggil Kalvin mendongak, menatap keduanya secara bergantian.

“Siap, Kapten,” sahut Safira. Wanita itu menyunggingkan senyum ramah, berharap Kalvin tidak lagi bersikap demikian. Namun nyatanya tetap saja pria itu menampilkan raut tak bersahabat sama sekali.

“Kaluna Seraphina Wijaya, usia 27 tahun.”

Kalvin kembali mendongak, melihat wajah Kowad yang namanya baru ia sebutkan.

Kaluna yang tadi tidak mendapat jawaban dari Kalvin melakukan hal serupa. Diam dan enggan merespons. Tentu dirinya merasa memiliki hak serta alasan mengapa melakukan itu. Pastilah ada yang mencontohkan sikap tak ramah tersebut padanya.

Mendapati Kaluna yang hanya diam tanpa berniat menjawab membuat Kalvin berdecak kesal. Pria itu langsung mengisi buku absensi tersebut, malas berlama-lama melihat wajah kedua wanita itu.

Apalagi salah satunya sudah terekam dalam ingatannya, rekaman buruk yang akan selalu Kalvin kenang.

“Ini jadwal tugas dan pendampingan patroli kalian,” ucap Kalvin sambil meletakkan dua lembar kertas putih di atas meja. Sekilas ia ikut membaca jadwal kedua wanita itu.

Kalvin yang memang sedari tadi belum memperhatikan jadwal tersebut langsung terbelalak.

Ternyata jadwal pendampingan patroli Kaluna dan dirinya berada pada hari yang sama.

“Vin, sudah?” tanya Mayor Yandi yang baru saja kembali masuk.

Sontak perkataan pria itu membuat Kalvin tersadar.

“Sudah, Komandan,” jawab Kalvin singkat. Pria itu memandangi Kaluna, menilik wajah wanita itu yang terlihat begitu antusias membaca lembar tugas di tangannya.

“Jadwal pendampingan patroli lapanganmu hari apa, Lun?” tanya Safira.

“Dua hari lagi, Fir,” sahut Kaluna.

“Yah, kita nggak bareng dong ya? Aku masih lima hari lagi,” jelas Safira.

“Wah, sepertinya Letda Kaluna mendapat jadwal yang sama dengan Kapten Kalvin.”

“Hah?”

Kedua bola mata Kaluna membola mendengar apa yang baru saja Mayor Yandi katakan. Wanita itu refleks melirik Kalvin yang kini tengah menatap ke arahnya.

Tatapan itu begitu dalam, seakan menyimpan makna tersirat di dalamnya. Kaluna sendiri mengartikan tatapan Kalvin sebagai tatapan permusuhan.

“Apa ada masalah, Letda Kaluna?” tanya Mayor Yandi. Pria itu kembali duduk di samping Kalvin seraya menatap Kaluna meminta jawaban.

Dengan cepat Kaluna menggeleng. Tidak peduli jika Kalvin tidak menyukai dirinya. Yang terpenting ia bisa menjalankan tugas dengan baik. Kaluna hanya berharap pria itu tidak berulah dan membuatnya kesal.

“Tidak ada, Komandan,” sahut Kaluna kemudian.

“Baik, kalian boleh kembali. Bagi yang tidak sedang bertugas, kalian bisa membantu pelayanan kesehatan, kegiatan pembinaan teritorial, atau kunjungan ke kampung-kampung di sekitar wilayah penugasan,” jelas Mayor Yandi.

“Siap, Komandan,” sahut keduanya seraya bangkit dan memberikan hormat.

Mayor Yandi mengangguk-anggukkan kepala, lalu turut meminta Kalvin kembali menuju mess. “Kapten Kalvin juga boleh kembali,” perintahnya.

“Eh, Letda Kaluna dan Letda Safira, sudah selesai ya?” tanya Anton yang baru saja membawakan kopi untuk Mayor Yandi.

Ia sudah terburu-buru datang, namun sayangnya Kaluna dan Safira justru sudah akan kembali.

Namun tentu Anton tidak kehabisan ide. Pria itu meletakkan kopi milik Mayor Yandi di atas meja, lalu segera undur diri dan mengejar Kaluna serta Safira.

Mayor Yandi menggeleng-gelengkan kepala mendapati tingkah anggotanya itu. “Anton-Anton...” gumamnya.

Safira dan Kaluna menyunggingkan senyum, menyapa dengan ramah para anggota militer lain yang tengah mengobrol di depan kantor batalyon.

“Hati-hati, Letda Safira dan Letda Kaluna,” goda Nakara.

Sedangkan Anton buru-buru menyeimbangkan langkahnya, mensejajarkan dirinya dengan Kaluna dan Safira, membuat kedua wanita itu tersentak kaget.

“Sertu Anton?” Safira mengernyitkan dahi, mendapati kehadiran pria itu di antara mereka.

“Saya juga mau kembali,” alibi Anton memberi alasan.

“Tidak apa-apa, kan, kalau saya ikut berjalan bersama kalian?” tanya Anton seraya melirik wajah kedua wanita itu.

Kaluna menyunggingkan senyum ramah. “Tidak masalah, Sertu Anton,” sahutnya, membuat Anton tersenyum senang.

“Kenapa kok wajahnya ditekuk begitu?” tanya Anton kala mendapati wajah lesu Safira yang ada di sisi Kaluna.

“Apa Kapten Kalvin memang seperti itu ya, Sertu?” Safira menghela napas. Nyatanya apa yang pernah Kaluna katakan memang benar. Kalvin memang memiliki wajah tampan, namun sayang begitu arogan dan tak ramah sama sekali.

Anton mengernyitkan dahi. “Seperti itu? Maksudnya bagaimana?” tanyanya heran.

“Wajahnya tampan, tapi tidak ramah sama sekali,” jawab Safira.

Anton terkekeh. Pria itu sedikit mencondongkan wajahnya. “Dia itu sombong, dan tidak suka wanita,” jelas Anton dengan lirih, takut ada yang mendengar ucapannya.

“Hah? Jadi Kapten Kalvin sukanya laki-laki begitu?” seru Kaluna dengan suara sedikit lebih keras.

Mereka tidak menyadari jika Kalvin dan Nakara tengah berjalan tepat di belakang mereka.

Anton menghela napas, meletakkan jarinya di depan bibir, seakan memberi isyarat agar mereka tidak berbicara terlalu keras.

Namun sayangnya obrolan mereka sudah terdengar oleh Kalvin. Meski begitu, pria itu tetap enggan menanggapi. Masa bodoh Anton ingin berkata apa tentang dirinya.

“Maaf, maaf. Saya refleks, Sertu,” ucap Kaluna merasa bersalah.

Ketiganya belum juga menyadari keberadaan Kalvin dan Nakara, sebab kondisi jalanan itu memang sedikit gelap.

“Jangan terlalu kencang, pohon di sini punya telinga,” bisik Anton lirih.

“Jadi benar kalau Kapten Kalvin tidak suka perempuan?” Kini Safira ikut membuka suara. Ia tidak menyangka jika Kalvin lelaki seperti itu. Wajahnya yang tampan sempat mencuri perhatiannya, namun ternyata Kalvin tidak menyukai lawan jenis.

“Pantes sama perempuan nggak ada manis-manisnya, mukanya kayak kanebo kering begitu,” sahut Kaluna seraya membayangkan wajah datar nan menyebalkan Kalvin.

Sementara Nakara hanya bisa menahan tawa, tetap berjalan pelan di belakang ketiganya. Masih setia mendengarkan dengan saksama apa yang Anton katakan.

“Sumpah, si Anton mulutnya lemes juga ya. Pinter banget gosip,” ucap Nakara lirih.

Kalvin melirik sahabatnya, malas menanggapi perkataan Nakara.

“Banyak perempuan yang suka dia, tapi dia nggak merespons,” ucap Anton lagi.

Kalvin menghela napas, lalu berjalan cepat mendahului ketiganya. Membuat Anton, Kaluna, serta Safira terbelalak.

Susah payah mereka menelan air liur. Mereka begitu kaget dengan keberadaan Kalvin yang tiba-tiba saja sudah berjalan di hadapan mereka.

Pria itu menoleh sekilas, menggelengkan kepala, lantas berjalan cepat meninggalkan mereka.

Sontak hal itu membuat Anton mengeluarkan keringat dingin. Takut sekali jika Kalvin mendengar percakapan mereka.

Melihat Kalvin yang sudah berjalan cukup jauh, Nakara buru-buru menghampiri Anton, menepuk bahu pria itu dengan sedikit keras.

“Sertu Anton sangat cocok menjadi admin akun gosip lambe turah,” ucapnya diiringi tawa nyaring.

Mendengar itu Kaluna dan Safira tersenyum kecut, merasa tak enak kepada Kalvin. Pastilah pria itu mendengar apa yang tadi mereka bicarakan.

Anton menggaruk tengkuknya, menghela napas dalam. Sial sekali, obrolan mereka harus didengar langsung oleh Kalvin.

Tentu Anton yang awalnya ingin mencari perhatian harus siap mendapat sindiran dan tatapan tajam dari Kalvin.

“Letda Kaluna, Letda Safira, saya duluan ya,” pamit Anton yang langsung meninggalkan keduanya.

1
Aii Flow🌷
Nggak bisa, bawaannya sedih kalau lihat Raynand sekarang😭😭
arsyila putri
papa kaluna ingin, kaluna dapat pria yang baik menurutnya
Nyai Aksara 👩‍🦯
Masa sih nggak akan tertarik sama siapa-siapa
Agatha soul
smangat thor nulisnya
CORTIS
kisah penuh perjuangan nih
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
baru kali ini aku baca novel tokoh dan temanya tentang kehidupan tentara RI
arsyila putri
kayaknya Kalvin yang bakal sama kaluna
Aii Flow🌷
Raynand pasti takut banget. Rasa kehilangan ditinggal orang tersayang itu bisa jadi luka yang dalam banget🤧😌
DreamXimaginatioN😴
permasalahan yang rumit bagi sang MC. tapi aku dukung bapak nya yang ngelarang dinas.
Elsa Sefia
mampir kak😁
Alfatia🌷
Nahh, itu namanya cemburu ya, Bang Kalvin. Itu baru sama adiknya Kaluna. Nanti yang kamu hadapi cemburunya sama Abangmu sendiri🤣🤣
Nyai Aksara 👩‍🦯
Loh kirain meninggalnya di medan perang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Loh, kirain meninggal di medan perang
mama Al
mantap kak
mama Al
hmmm apakah Kaluna bakal sama Kalvin atau kevan
mama Al
anaknya Kirana ya
kirain anaknya Ravela dan kaivan
Mutia Kim🍑: Iya kak, tapi tokoh yg cowok baru anaknya Ravela sama Kaivan
total 1 replies
zoya
harus nya kalune jgn mengundurkan diri kan sayang karir nya
Mutia Kim🍑: Bener bgt. Tapi dia udah janji sama Bapaknya🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Uluh-uluhhhh... titisan kutub es udah mulai cair noh kayaknya. Awas cintanya kebanjiran, nanti Kakakmu gak kebagian🤣🤣
Alfatia🌷
Udahlahh, kalian aja yang dijodohkan. Kakaknya Kalvin ini belum tahu juga Kaluna, kan🤣 sama-sama anak Ravela Kaivan ini😭
Niken Dwi Handayani
Hanya demi menjaga perasaan orang tua masing-masing, mereka mengorbankan perasaannya sendiri. padahal yang menjalani pertunangan , pernikahan adalah Luna dan kevan, bukan orang tua masing-masing. Orang tua senang disisi lain anak menderita.
Mutia Kim🍑: Iya, Kak. Kadang demi orang tua, seseorang rela mengorbankan perasaannya sendiri🥹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!