NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. 'Mainan' Baru?

Di perjalanan menjemput Bapak Gladys, Ryu dan Gladys sama - sama terdiam. Mereka sepertinya masih memikirkan kejadian tadi.

"Ibu gak apa - apa, di tinggal?" Tanya Ryu.

"Gak apa - apa. Ada saudara yang nemenin dan bantuin Ibu." Jawab Gladys yang memang anak semata wayang itu.

"Kenapa Ibu gak mau ikut?" Tanya Ryu lagi.

"Mau beres - beres rumah dan masak makanan kesukaan Bapak, buat nyambut Bapak pulang." Jawab Gladys.

Setelah percakapan singkat itu, suasana kembali hening. Gladys tampak sibuk melihat jalanan yang ramai lancar, sementara Ryu sibuk mengemudikan mobil.

"Kenapa lo tadi tiba - tiba manggil gue Sayang?" Celetuk Ryuga.

"Lo duluan yang mulai aktingnya. Jadi, ya gue imbangin juga." Jawab Gladys dengan santai.

"Ch!" Ryuga melirik Gladys sambil mendecih dan tersenyum miring.

"Jadi gimana?" Tanya Ryu kemudian.

"Apanya?" Gladys balik bertanya.

"Misi kita." Jawab Ryu.

"Oh itu." Kata Gladys yang menggantung kalimatnya.

"Yaudah, ayo nikah." Kata Gladys kemudian.

"Lo ngelamar gue?" Ryuga meledek gadis di sebelahnya, hingga membuat Gladys menoleh.

"Kalo iya, kenapa? Lo mau nolak?" Tanya Gladys sambil menatap Ryuga. Ia balik menggoda Pria yang sudah menyelamatkan keluarganya.

"Gue gak nolak! Tapi, lo siap - siap aja gue tindas setiap hari." Kata Ryu yang kemudian tertawa.

"Ch!" Decih Gladys yang kemudian membuang pandang ke arah jalanan.

Tak lama, mereka pun akhirnya sampai di Lapas tempat Bapak Gladys di tahan satu tahun ini. Dengan dada yang bergemuruh, Gladys mengekor pada Ryuga yang berjalam lebih dulu.

Kedatangan Ryu kesana tentu memakai identitas pengacara LBH yang menaungi Agensinya.

Saat sampai di sana, ternyata Bapak Gladys sudah menunggu di ruang tunggu penjemputan. Ketika bertemu, Gladys pun langsung memeluk erat Bapaknya. Tangis mereka berdua pun pecah kala berpelukan.

"Bapak sehat? Bapak baik - baik, aja? Maafin Gla karena jarang nengok Bapak di sini." Kata Gladys di tengah isak tangisnya.

"Bapak baik - baik aja, Mbak, Bapak sehat. Terima kasih, ya, karena sudah bantu Bapak keluar dari sini. Kamu pasti kesulitan, ya? Maafin Bapak, ya." Kata Bapak Gladys yang membuat air mata Gladys kembali tumpah.

"Enggak, Gladys gak kesulitan kok, Pak. Gladys seneng karena kita bisa berkumpul lagi." Kata Gladys yang kembali memeluk Bapaknya.

Ryu hanya bisa terdiam melihat pertemuan yang penuh air mata itu. Melihat Gladys bahagia seperti ini, entah mengapa membuat Ryu merasa bahagia.

"Kok gue mendadak ikut terharu dan bahagia gini, ya." Batin Ryu.

"Ah! Pasti gue terharu dan bahagia karena bisa bantu partner gue." Kata Ryu yang justru denial dengan perasaannya.

"Itu siapa, Nak? Pasti yang bantu Bapak bebas, ya?" Tanya Bapak Gladys saat menyadari keberadaan Ryu.

Ryu pun tersenyum dan kemudian menghampiri Bapak Gladys. Ryu lalu menyalami pria paruh baya itu dengan sopan.

"Saya Ryuga, Pak." Kata Ryu yang memperkenalkan diri.

"Terima kasih, Nak Ryu, karena sudah bantu Bapak." Ucap Bapak Gladys yang kemudian memeluk Ryuga dengan hangat untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya yang begitu besar.

"Sama - sama, Pak. Bapak memang tidak bersalah. Musuh Bapak saja yang selalu mencekal Bapak." Kata Ryuga sambil mengusap lembut punggung pria paruh baya itu.

"Nak Ryu, Bosnya Galdys di Kantor?" Tanya Bapak Gladys setelah melepaskan pelukannya pada Ryu.

"Bukan, Pak. Saya calon menantu Bapak." Jawab Ryu sambil melirik ke arah Gladys yang netranya langsung membulat saat Ryu berkata seperti itu pada Bapaknya.

Mendengar ucapan Ryu, Bapak Gladys pun hanya bisa terkekeh. Terlebih setelah melihat anak gadisnya yang kini justru memelototi Ryu.

"Bapak dan Gladys tunggu di sini dulu, ya. Saya mau bertemu dengan petugas lapas sebentar. Setelah itu, kita langsung pulang." Pamit Ryu.

Ryu kemudian keluar dari ruang tunggu penjemputan untuk menemui Kepala Lapas, bukan petugas lapas seperti apa yang ia ucapkan.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, barulah Ryu kembali menemui Gladys dan Bapaknya, kemudian mengajak mereka untuk kembali ke rumah Gladys.

Kedatangan Bapak Gladys di rumah, di sambut dengan tangis haru keluarga Gladys, terutama Ibunya. Para tetangga pun sudah ada di sana untuk menyambut kedatangan Bapak Gladys.

Mereka tentu tau jika Bapak Gladys tak bersalah dan hanya di jadikan kambing hitam. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak. Mereka tak berani membantu karena tekanan dari Kepala Desa.

"Gla, gue mau pergi sebentar." Pamit Ryuga yang menghampiri Gladys.

"Mau kemana?" Tanya Gladys.

"Kantor Polisi." Jawab Ryu.

"Ngapain? Lo di laporin sama Putra?" Tanya Gladys yang nampak khawatir hingga tanpa sadar, tangannya memegangi lengan Ryu yang hendak pergi.

"Enggak. Gue justru mau jeblosin Putra sama Bokapnya yang laknat itu ke penjara." Jawab Ryu.

"Emang lo punya bukti?" Tanya Gladys.

"Ch! Lo ngeremehin gue. Gue punya semuanya." Kata Ryu dengan jumawa.

"Gue temenin." Kata Gladys.

"Gak usah, lo di sini aja, temenin Bapak sama Ibu. Lagian, Bapak juga baru balik." Tolak Ryu.

"Tapi-"

"Gue cuma sebentar." Kata Ryu yang akhirnya membuat Gladys mengalah.

"Yaudah, sana berangkat." Kata Gladys yang sedikit kesal karena tak diizinkan ikut.

"Gimana mau berangkat, kalo lo pegangin terus?" Tanya Ryu.

"Sorry." Ucap Gladys yang buru - buru melepaskan lengan Ryu.

Ryu yang merasa gemas pun hendak menyentil dahi Gladys, namun melihat ekspresi Gladys yang memejamkan mata sambil meringis bersiap menahan nyeri saat tau Ryu akan menyentil dahinya, membuat Ryu mengurungkan niat dan malah mengusap lembut puncak kepala Gladys.

Tubuh Gladys terasa membeku saat Ryu tak jadi menyentil dahinya dan malah mengusap kepalanya. Ia sampai kesulitan mencerna apa yang baru saja di lakukan oleh Ryu.

"Pak, Bu, Saya pamit pergi dulu." Kata Ryu sambil menghampiri kedua orang tua Gladys yang sedang mengobrol dengan kerabat dan tetangganya.

"Mau kemana, Nak? Makan dulu, ya." Kata Ibu Gladys.

"Nanti saja, Bu. Saya cuma keluar sebentar. Nanti saya kesini lagi." Jawab Ryu yang tak memberi tau alasan pasti kemana tujuannya.

"Pergi sama Gladys?" Tanya Bapak Gladys.

"Enggak, Pak. Saya pergi sendiri." Jawab Ryu yang kemudian menyalami kedua orang tua Gladys.

"Hati - hati ya, Nak." Pesan Bapak Gladys yang di jawab anggukan oleh Ryu.

"Dys! Ngapain bengong di situ?" Tanya Bapak Gladys.

"Eh, iya. Ada apa, Pak?" Tanya Gladys yang gelagapan.

Tak menjawab, namun Bapaknya itu mengode agar Gladys mengantar Ryu ke depan. Gladys yang mengerti dengan kode dari Bapaknya itu pun langsung mengekor pada Ryu dan mengantarnya menuju ke mobil.

"Hati - hati, ya." Pesan Gladys.

"Ini pesan beneran, atau cuma basa - basi?" Tanya Ryu.

"Formalitas." Jawab Gladys yang kembali berhasil memunculkan senyuman di wajah Ryu.

"Gak sekalian salim, cium tangan. Biar kelihatan kayak pasangan calon suami - istri beneran?" Goda Ryu.

"Halu, lo! Udah sana berangkat!" Kata Gladys sambil mendorong tubuh Ryu agar cepat memasuki mobil dan tak kembali menggodanya.

Ryu sendiri hanya bisa terkekeh geli. Entah mengapa, ia sangat suka menggoda Gladys. Ia merasa seperti mendapat 'mainan' baru yang sangat asyik untuk di mainkan.

1
Murti Puji Lestari
makanya abang, kalau suka bilang kalau cinta ngomong
Murti Puji Lestari
cembokur ya bang 😅😅😅
Munas Tuti
he..he...Ryu cemburu beneran gituuu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu bang????
Munas Tuti
gimana siiih Gladys kok gak ngerti klo sdh nikah sah sscara agama da negara
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ya Ryu karna sambil menjalankan misi Ryu akan memenangkan hatinya Gladys 😂😘
This Is Me
Makin sweet aja pasangan ini 😍
utama
kak buat Ryu ditengah jalan misi menyatakan isi hati ya pasti seru🥰
lanjut kak author
This Is Me
Lanjutin aja jadi nikah beneran😍😍
💟노르 아스마💟
sprtinya Ryu emang cintrong yakk ke gladis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!