"Aku melakukan semua ini hanya untuk menguji cintanya. Apa dia dapat bertahan dengan aku yang penderita kanker dan miskin. Kalau tidak dapat bertahan, itu artinya dia tidak tulus. Dan tidak pantas memasuki keluarga Wiguna."
Felicia tertegun mendengar percakapan kekasihnya dengan teman-temannya. Dirinya melakukan dua pekerjaan sekaligus, hanya untuk mengobati kekasihnya yang menderita kanker. Hampir setiap hari memakan mie instan hingga sempat mengalami radang usus.
Tapi dua tahun itu hanya pengujian cinta?
Nona muda yang kabur dari perjodohan hanya untuk kekasihnya ini. Ternyata cintanya dianggap begitu murahan.
Dalam keputusasaan, Felicia mengemasi barang-barangnya. Memalsukan kematiannya agar tuan muda keluarga Wiguna tidak mencarinya lagi.
Dirinya menghubungi keluarganya, untuk pertama kalinya setelah 2 tahun.
"Ayah, aku bersedia menikah dengan Gabriel."
Wanita yang berkemas, akan ada saatnya meninggalkan segalanya.
"A...aku tidak akan mencintainya lagi..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Konglomerat
Sebuah kesempatan dalam kesempitan. Dirinya dapat memanfaatkan rasa empati dari orang lain.
Menggunakan gaun pengantin putih yang begitu indah. Walaupun bukan gaun pengantin yang mahal, benar-benar termasuk gaun pengantin yang murah.
“Aku hanya ingin mencobanya.” Felicia menunduk, benar-benar bagaikan enggan menatap ke arah wajah wanita ini. Seseorang yang seperti menahan rasa malunya.
“Kamu ingin menikah?” Pertanyaan Tia pada akhirnya menghela nafas.
Felicia terlihat berusaha keras untuk tersenyum. Wanita itu mengangguk pelan.”Aku ingin…tapi rasanya akan sulit.”
Lagi-lagi Tia hanya dapat menghela nafasnya. Felicia tidak termasuk tipikal orang yang jahat atau materialistis. Selama 2 tahun ini dia benar-benar terlihat bersedia berkorban demi Romi.
“Pasti akan ada jalan untuk kebahagiaanmu. Cepat atau lambat pacarmu akan sembuh, kamu harus bersabar ya?” Tia kembali berucap dengan nada lembut.
Felicia mengangguk antusias.”Aku akan berusaha…dia pasti akan sembuh.”
Namun, sejenak senyuman di wajah Felicia memudar. Wanita itu kemudian berucap pelan.”Tapi, semisalnya ada hal yang terjadi dan kami tidak dapat bersama…hanya satu keinginanku, dia dapat hidup dengan baik. Dia akan baik-baik saja.”
Jujur saja hati Tia tersentuh saat ini. Sudah 2 tahun, tapi baru belakangan ini Tia mengetahui pengorbanan dari Felicia.
Dimulai dari wanita ini yang bahkan sempat mengalami radang usus. Hingga Romi yang sempat memaksa Felicia mendonorkan darahnya kepada Citra.
Semua data yang didapatkan yang secara tidak sengaja. Karena salah seorang karyawan yang menceritakan semuanya.
“Aku hanya ingin mengambil beberapa foto. Setelah itu gaun ini akan aku kembalikan, kebetulan salah satu temanku bekerja di butik ini. Hanya ingin mengambil foto…ini agak memalukan…” Felicia terkekeh kecil.
“Itu sama sekali bukan hal yang memalukan. Felicia, tante tahu ini akan sulit. Tapi Tante janji nanti kamu akan menemukan kebahagiaanmu.” Tia menghela nafas kasar.
Sedangkan Felicia hanya mengangguk terlihat kembali begitu bersemangat.”Benar! Suatu hari nanti aku akan melihat laut, kemudian menjalani pernikahan yang indah.” Kalimat yang diucapkan oleh Felicia.
“Bagus, kamu bisa tetap semangat. Sebagai kompensasi karena Tante sudah berbuat buruk padamu sebelumnya. Bagaimana jika tante belikan satu pakaian untukmu.” Tia memegang jemari tangannya, tidak buruk memiliki calon menantu seperti ini. Seharusnya dirinya menyadari lebih awal.
Tapi…
“Boleh aku minta sedikit uang tunai saja.” Felicia tertunduk terlihat malu.”Kebetulan ada tagihan dari rumah sakit yang belum aku lunasi. Juga aku harus membayar cicilan hutang kepada temanku. Maaf…jika aku…”
Tia menyilangkan tangannya di depan dadanya. Matanya menatap ke arah gadis ini. Benar-benar terlihat sungkan manis dan malu-malu.
“Baik nanti akan tante transferkan…” jawaban dari wanita itu penuh senyuman.
Wanita yang kemudian melangkah membimbing Felicia hendak pergi. Tapi dua orang pegawai butik terlihat sibuk, hendak memasuki satu ruangan. Bahkan manajer butik juga berjalan ke ruangan tersebut.
“Ada apa? Kenapa tiba-tiba seperti ada kehebohan?” Tanya Tia menghentikan langkah sang manager butik.
“Bu Tia, kebetulan tuan muda Gunawan ada di tempat ini. Beliau membawa Nona besar keluarga Gunawan. Sedang memilih gaun pengantin, untuk dikenakan di acara pernikahan. Butik Kami merasa sangat terhormat, karena itu aku akan menemui Tuan mudah Gunawan secara langsung.” Jawaban dari manajer butik penuh senyuman antusias. Merapikan sedikit penampilannya.
Manajer butik yang baru saja mendapatkan laporan, bahkan belum sempat bertemu dengan Nona besar keluarga Gunawan.
“Tuan muda Gunawan?” Felicia mengerutkan keningnya berpura-pura tidak mengerti.
“Tuan muda Gunawan, orang yang menolongmu saat acara pesta topeng. Keluarga Gunawan adalah keluarga yang tidak dapat disentuh. Bahkan oleh keluarga Wiguna sekalipun. Dia pasti sedang menemani Nona muda Gunawan untuk memilih gaun pengantin.” Kalimat yang diucapkan oleh Tia penuh rasa penasaran.
Wanita itu mengikuti langkah sang manager menuju ruangan VIP.
“Nona besar Gunawan?” Lagi-lagi Felicia bertanya padanya.
“Benar! Dari gosip yang didengar Nona muda Gunawan pergi dari rumah sekitar 2 tahun lalu. Pencarian sempat dilakukan, tapi kesehatan Tuan Yudha Gunawan menurun. Sehingga perusahaan sempat mengalami kesulitan. Karena itu Tuan muda Gabriel Gunawan yang mengambil alih pimpinan perusahaan. Pencarian Nona muda Gunawan sempat dihentikan. Tapi belakangan kembali dilakukan…ternyata gosip tentang tuan muda Gabriel Gunawan menemukan Nona muda Gunawan benar adanya. Ini akan menjadi pernikahan terbesar tahun ini.” Tia berucap begitu cepat, terdengar antusias.
“Ternyata banyak hal yang tidak aku ketahui…” wanita itu menghela nafas sembari tertunduk.
“Benar! nona muda Gunawan adalah anak kandung dari keluarga Gunawan. Identitas aslinya selalu disembunyikan untuk menjaga keamanannya. Sedangkan Gabriel Gunawan adalah anak angkat yang dididik langsung oleh Yudha Gunawan. Sehingga ketika dewasa nanti dapat dijadikan calon menantu yang sempurna untuk mendampingi Nona muda Gunawan. Perjodohan keluarga konglomerat memang hal yang rumit. Mereka harus menjadikan orang yang sesuai untuk memimpin keluarga mereka nanti. Agar harta kekayaan mereka tidak tergerus jika memilih jodoh yang salah.” Pada akhirnya langkah Tia terhenti didepan VIP room.
Di pintu yang sedikit terbuka terlihat, seorang pemuda tengah duduk di atas sofa. Wajahnya begitu rupawan, bahkan jauh menandingi wajah Romi.
“Aku benar-benar penasaran Bagaimana sebenarnya wajah asli Nona besar Gunawan.” Kalimat yang diucapkan Tia sedikit histeris.
Jantungnya berdegup cepat, mengharapkan dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri sosok misterius pewaris tunggal keluarga Gunawan…nona besar Gunawan.
“Aku juga penasaran…” Felicia sedikit mengintip.
Tia menelan ludah, menatap ke arah ekspresi Felicia yang menelan ludah seperti dirinya. Dua wanita ini terlihat bagaikan begitu penasaran.
Namun, ketika mereka ingin membuka pintu lebih lebar. Salah seorang pramuniaga menghentikannya.
“Maaf, ini adalah ruangan pelanggan VIP, mohon jangan memasuki ruangan sembarangan.” Itulah yang diucapkan oleh sang pramuniaga.
“Begitu ya, tapi aku juga pelanggan VIP.” Tia menunjukkan kartu keanggotaannya.
“Tetap tidak bisa, karena pelanggan hari ini khusus dari keluarga Gunawan. Mohon maafkan kami, atas ketidaknyamanannya. Tapi kami juga tidak dapat memberikan akses dengan mudah untuk bertemu dengan keluarga Gunawan. Saya harap anda mengerti.” Ucapnya sedikit menunduk kepada Tia.
Felicia mengangkat sebelah alisnya, ini adalah salah satu dari karyawan yang mengikuti manajer. Jadi sama sekali tidak sempat memasuki ruangan VIP. Tidak mengetahui identitas pengantin wanita.
Itu lumayan bagus…
“Yah…padahal aku benar-benar penasaran dengan keluarga konglomerat. Apa mereka benar-benar memiliki paras yang begitu indah? Aku sama sekali tidak mungkin pernah bertemu lagi.” Kalimat yang diucapkan olehnya bagaikan kecewa.
“Keluarga Gunawan memang sangat sulit untuk ditemui. Tapi Felicia, mungkin di kesempatan yang akan datang kita akan bisa bertemu dengan Nona besar keluarga Gunawan. Aku juga penasaran bagaimana wajahnya sebenarnya. Satu-satunya orang yang menolak Gabriel Gunawan. Kemudian kabur dari rumah bersama dengan pria lain. Pria yang menyia-nyiakan Nona besar Gunawan, sudah pasti pria brengsek.” Keluh Tia Wiguna.
kyk lame turah dapat bahan baru buat konten gosip nya 🤣🤣🫣
kebenaranpun menemukan jalannya
saya yg tegang