NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9

Mei Yin masih setia menemani Pangeran Zhao Li yang belum mau pergi dari tempat itu. Dingin angin malam yang perlahan meniup, tidak membuat Pangeran beranjak. Dia seakan begitu menikmati setiap waktunya bersama Mei Yin, tanpa mengetahui kalau sebenarnya gadis itu sudah mulai merasa kedinginan.

Sementara Lian yang selalu memperhatikan tingkah majikannya itu terlihat mulai khawatir. Dia tahu, gadis itu sekarang sedang kedinginan karena dari tadi Mei Yin selalu menggosok-gosokkan telapak tangannya agar terasa hangat.

"Terima kasih karena malam ini kamu sudah menemaniku," ucap Pangeran Zhao Li dengan tatapan yang terasa hangat.

"Aku minta maaf, karena sudah membuatmu kedinginan di sini," lanjutnya sambil memakaikan jubahnya ke gadis itu.

"Tidak usah, Pangeran. Terima kasih, tapi itu tidak perlu," ucap Mei Yin berusaha untuk menolak, tapi Pangeran Zhao Li memaksanya dan segera memakaikan jubahnya kepada gadis itu.

Mei Yin akhirnya tidak bisa menolak. Walau ada perasaan takut kalau-kalau ada orang yang melihatnya. Karena bagaimanapun juga, dia hanyalah seorang wanita penghibur yang tidak pantas mendapatkan perlakuan spesial dari seorang pangeran.

Di depan pintu kamarnya, Mei Yin membuka jubah itu dan memberikannya kembali kepada pangeran yang sudah berdiri di depannya. Dengan menuduk, Mei Yin menyerahkan jubah itu. Pangeran hanya melihatnya sambil tersenyum, kemudian mengambil dan memakai jubahnya kembali. "Istirahatlah. Besok, aku akan menemuimu lagi," ucap Pangeran Zhao Li dan kemudian pergi meninggalkannya dan Lian yang masih menunduk.

"Baiklah, Pangeran," jawab Mei Yin.

Setelah kepergian Pangeran Zhao Li, Lian lantas menyuruh Mei Yin untuk segera masuk ke kamar dan mulai menyalakan penghangat. Sementara Mei Yin sudah merasakan ngilu di kakinya karena udara dingin dan tentu saja, karena dia sudah memaksakan diri untuk berjalan.

Melihat Mei Yin yang mengurut kakinya membuat Lian segera meraih kaki majikannya itu dan menempel daun herbal yang sengaja ditinggalkan Liang Yi tadi siang. Setelah dirasa cukup, Lian kemudian menutupi kaki gadis itu dengan kain dan mengikatnya. Mei Yin hanya melihat Lian yang begitu perhatian padanya. Tanpa disuruh, Lian sudah tahu apa yang dibutuhkan olehnya. Karena itu, Mei Yin sangat bersyukur dengan kehadiaran pemuda itu di sisinya.

"Terima kasih. Aku tidak tahu apa jadinya kalau tidak ada kamu di sisiku," ucap Mei Yin sambil memperhatikan tangan Lian yang sementara mengikat kain di kakinya itu.

"Jangan khawatir. Aku tidak akan pergi dari sisimu. Bukankah, aku sudah berjanji untuk tetap ada di sampingmu?" ujar Lian sambil menatap gadis itu.

"Istirahatlah. Aku akan kembali ke kamarku," lanjutnya sambil melangkah pergi.

"Lian, terima kasih," ucap Mei Yin yang membuat pemuda itu tersenyum kepadanya.

Sementara itu, di dalam kamarnya, Pangeran Zhao Li merasakan ketenangan yang belum pernah dia rasakan sejak tiga tahun lalu. Malam itu, sejak ditemani oleh Mei Yin membuatnya bersemangat kembali.

Setiap malam di ulang tahunnya, ibunya selalu menemaninya jalan-jalan di taman. Taman itu adalah peninggalan ibunya. Karena itu, dia sering duduk di taman itu untuk mengenang kebersamaannya bersama Sang Ibu. Dan malam ini bersama Mei Yin, dia bisa merasakan kembali saat-saat bersama ibunya dulu. Dia bisa merasakan kehadiran ibunya di balik sosok Mei Yin. Dia tidak peduli walau wajah gadis itu tidak pernah dilihatnya, karena kehadiran gadis itu sudah bisa mengobati kerinduan yang selama ini dia rasakan untuk ibunya.

Keesokan harinya, Mei Yin dan Lian kembali ke taman kecil itu. Pagi tadi seorang dayang mendatanginya dan mengatakan kalau Pangeran Zhao Li sudah menunggunya di taman.

Setibanya di pintu ruangan itu, terdengar suara Pangeran Zhao Li yang menyuruhnya untuk masuk, tapi hanya sendirian, tanpa Lian.

"Sebaiknya kamu tunggu di sini, aku akan masuk sendiri," ucap Mei Yin pada Lian yang terpaksa harus menunggu di luar.

Di dalam ruangan itu, Pangeran Zhao Li duduk sendiri dengan beberapa tumpuk buku di atas meja. Pangeran Zhao Li tampak serius membaca sebuah buku di tangannya hingga Mei Yin datang dan segera mengalihkan perhatiannya.

"Aku ingin kamu menemaniku membaca, apa kamu keberatan?" tanya Pangeran Zhao Li sedikit manja padanya.

Mendengar permintaan Pangeran Zhao Li yang tak biasa membuat Mei Yin mengangguk tanda mengiyakan. Walau dia tidak tahu harus berbuat apa, karena Pangeran Zhao Li hanya terlihat sibuk membaca tanpa berkata apapun padanya.

"Kalau kamu bosan, kamu boleh membaca buku-buku ini," ucap Pangeran Zhao Li sambil menyodorkan beberapa buku ke arahnya.

Dengan mengernyitkan keningnya, Mei Yin kemudian mengambil salah satu buku yang disodorkan padanya. Dan buku itu adalah buku tentang pengobatan tanaman herbal yang pernah diajarkan kakeknya waktu dia masih kecil dulu.

Dengan senyum, dia mulai membuka lembar demi lembar buku itu. Walau wajahnya tertutup penutup wajah, tapi dia masih bisa membaca karena tulisan-tulisan di buku itu terlihat lebih besar dan tentu saja dengan gambar-gambar tumbuhan herbal yang membuatnya lebih cepat paham.

Tanpa dia sadari, dia sudah hanyut dalam setiap lembaran buku yang membuat Pangeran Zhao Li menatapnya dengan senyum di sudut bibirnya.

Mei Yin yang selalu terlihat dewasa ternyata tak lebih dari seorang gadis yang masih memiliki sifat manja. Dan sikapnya itu telah menarik perhatian Pangeran Zhao Li. "Kamu suka buku itu?" tanya Pangeran Zhao Li yang membuat gadis itu mengalihkan pandangannya dari buku yang sedari tadi dibacanya itu.

"Kalau kamu suka, kamu boleh mengambilnya," lanjut Pangeran Zhao Li sambil melanjutkan bacaannya.

"Apa boleh? Apa tidak mengapa aku mengambilnya?" tanya Mei Yin yang sontak saja membuat Pangeran Zhao Li menatapnya dengan heran, karena gadis itu tidak sengaja bicara tidak formal padanya dan membuat dia tersenyum.

"Ambillah, aku sudah memberikannya untukmu. Kalau kurang, kamu boleh mengambil semua buku ini," ucapnya sambil meletakkan tangan kirinya di atas tumpukan buku di depannya.

"Tidak perlu, aku tidak sepintar itu. Aku hanya ingin buku ini, terima kasih." Perkataan Mei Yin kembali membuat Pangeran Zhao Li tersenyum. Melihat pangeran yang selalu tersenyum padanya membuat dia tersadar, kalau sedari tadi dia sudah berbicara tidak formal kepada pangeran. Karena merasa bersalah, gadis itu lantas menundukkan wajahnya dan meminta pengampunan karena sudah tidak sopan pada Pangeran.

"Sudahlah. Kalau hanya kita berdua, kamu boleh bicara tidak formal padaku, tapi kalau di depan orang kamu jangan lakukan itu karena mau tidak mau, aku harus menghukummu walau sebenarnya aku tidak ingin melakukannya," ujar Pangeran Zhao Li dengan tatapan yang tulus.

Setelah selesai membaca buku-buku itu, Pangeran Zhao Li lantas merapikan kembali mejanya yang penuh dengan buku. Sementara Mei Yin yang tidak pernah sesantai itu, mulai merasakan kantuk yang membuatnya tertidur dengan kepala yang diletakkan di atas meja.

Pangeran Zhao Li memandangi gadis itu dengan tersenyum. Perlahan, dia mulai mendekati gadis itu. Di tatapnya seraut wajah yang tengah terlelap, walau wajahnya tertutup selembar kain. Terlintas, sebuah niat di benaknya untuk membuka penutup wajah gadis itu, tapi niatnya itu segera dia urungkan dan memilih pergi meninggalkannya.

"Temani dia dan jangan bangunkan dia. Jika dia sudah bangun, bilang padanya untuk segera temui aku di ruanganku," ucapnya pada Lian yang sementara berdiri di depan pintu dan setelah Pangeran pergi, Lian kemudian masuk dan mendapati Mei Yin yang tengah tertidur pulas.

Melihat gadis itu tertidur membuat Lian merasa lega. Setidaknya, dalam tidur dia tidak akan merasa kesepian.

Sambil menunggu, Lian mengambil sebuah buku yang terjatuh dari genggaman tangan gadis itu dan mulai membacanya. "Rupanya kamu suka dengan ilmu pengobatan," ucap Lian pelan dan duduk di samping gadis itu.

Tak berapa lama kemudian, Mei Yin mulai terbangun. Setelah membuka matanya, dia terkejut karena melihat Lian yang sudah berada di dekatnya, sedangkan Pangeran Zhao Li sudah tidak lagi dilihatnya.

"Lian, di mana Pangeran?" tanya Mei Yin kaget dan membuat Lian tersenyum melihat tingkah gadis itu.

"Tenanglah, Pangeran sudah kembali ke kamarnya," jelas Lian perlahan.

"Kenapa aku bisa tertidur? Ah, betapa bodohnya aku," gerutu Mei Yin yang membuat Lian kembali tersenyum.

"Sebaiknya kita kembali ke kamar dan Nona harus bersiap-siap karena Pangeran Zhao Li sudah menunggu Nona di ruangannya," ucap Lian yang sontak saja membuat Mei Yin segera berdiri dan meninggalkan tempat itu.

Baru berjalan beberapa langkah, Mei Yin kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik memandangi Lian. "Mulai sekarang, jangan panggil aku Nona kalau hanya ada kita berdua, tapi jangan lakukan itu kalau di depan banyak orang karena aku pasti akan menghukummu walau sebenarnya aku tidak ingin melakukannya," ucap Mei Yin yang mengulangi kembali perkataan Pangeran Zhao Li yang membuat Lian terkejut.

"Tadi, aku bilang apa?" tanya Mei Yin kembali yang membuat Lian tertawa pelan.

Rupanya, nyawa Mei Yin belum benar-benar kembali setelah selesai bertualang di alam mimpi, hingga dia berbicara yang bukan-bukan dan membuat pemuda itu tersenyum sendiri.

Di dalam ruangannya, Pangeran Zhao Li sedang bertemu dengan Liang Yi. Mereka berdua sudah bersahabat sejak masih kecil. Liang Yi adalah sahabat yang paling disayangi Pangeran Zhao Li. Walau mereka berbeda status, tapi Pangeran Zhao Li sangat mengaguminya karena sikapnya yang lebih dewasa dan selalu membantunya dalam hal apapun. Di saat dia sedang merasa sedih karena di tinggal mati Sang Ibu, Liang Yi lah yang selalu menghiburnya. Di saat dia membutuhkan saran, Liang Yi lah yang selalu dicarinya. Liang Yi bagaikan seorang kakak baginya. Karena itu, ketika sedang berdua saja, mereka selalu berbicara tidak formal layaknya kakak dan adik.

"Sepertinya, aku akan sering-sering membawa gadis itu ke sini," ucap Pangeran Zhao Li dengan senyum yang terlihat sangat menawan.

"Kenapa? Apa kamu suka dengannya atau jangan-jangan, kamu sudah melihat wajahnya dan jatuh cinta padanya?" tanya Liang Yi yang membuat Pangeran Zhao Li tertawa lepas.

"Apa kamu pikir seorang pangeran sepertiku akan mudah untuk jatuh cinta? Kamu tahu kan, kalau seorang pangeran tidak bisa menikah dengan pilihannya sendiri. Apalagi gadis itu berasal dari tempat yang tidak pantas untuk kita bicarakan," ucapnya dengan senyum walau senyum itu adalah senyum kepalsuan karena ucapannya itu tidak sesuai dengan kata hatinya.

"Baiklah, aku percaya semua perkataanmu itu, tapi ingat jangan sampai kamu jatuh cinta padanya karena jika sampai itu terjadi, maka kamu pasti akan terluka," ucap Liang Yi yang mencoba mengingatkan sahabatnya itu.

"Tenanglah, aku akan selalu mengingat nasehatmu itu."

Tak lama kemudian, terdengar suara seorang kasim yang berdiri di depan pintu dan menyampaikan kalau Mei Yin sudah datang. Mendengar itu, Pangeran Zhao Li kemudian tersenyum dan mempersilakan gadis itu masuk.

"Maafkan hamba, karena tadi hamba tertidur," ucap Mei Yin sambil menunduk seakan dia pasrah diberikan hukuman apapun.

"Sudahlah, jangan bicara formal seperti itu. Dia ini sahabatku dan kita bisa bicara seperti biasa. Lagipula, aku yang salah sudah membuatmu menunggu lama hingga kamu tertidur," ucap Pangeran dengan sedikit tertawa sambil menutup sudut bibirnya dengan tangan kanannya.

"Aku minta maaf, aku tidak biasa menunggu seperti itu, karena aku pasti akan cepat bosan dan akhirnya mengantuk dan tertidur," jelasnya panjang lebar yang membuat kedua pemuda itu menatapnya dengan heran dan kemudian merekapun tertawa.

"Ternyata kamu gadis yang sangat polos," ucap Liang Yi dengan senyum.

"Sekarang, aku ingin kita berteman dan sebaiknya mulai sekarang kamu harus bersiap-siap, karena aku pasti akan sering-sering memanggilmu datang ke sini," ucap Pangeran Zhao Li mengingatkan dan gadis itupun mengangguk pelan.

Rupanya, Pangeran Zhao Li mulai merasa akrab dan nyaman dengan Mei Yin yang membuatnya ingin lebih dekat dengan gadis itu. Pangeran Zhao Li sangat cepat menilai seseorang. Dengan sekali bertemu saja, dia bisa tahu kebaikan dan keburukan seseorang dari sikap dan tutur katanya. Dan Mei Yin, telah berhasil membuat Pangeran Zhao Li yakin kalau gadis itu adalah gadis yang baik.

Sejak saat itu, mereka sudah menjadi sahabat. Setiap diminta datang oleh Pangeran Zhao Li, Mei Yin akan selalu menyanggupi. Dengan ditemani Lian yang selalu setia padanya, membuat Mei Yin selalu merasa aman dan nyaman. Kini, Mei Yin di kelilingi oleh sahabat-sahabat yang selalu siap menjaganya. Walau mereka tahu, Mei Yin tinggal di rumah bordil, tapi mereka yakin, Mei Yin tidak sekotor itu. Namun, di balik persahabatan mereka ternyata ada seseorang yang tidak suka dengan kedekatan mereka yang membuatnya ingin menyingkirkan gadis itu.

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!