NovelToon NovelToon
Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Nikahmuda / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Kegiatan kemping Pramuka yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka, kala seseorang dengan sengaja mengubah arah tanda panah penunjuk jalan. Daniel dan Zeya tersesat hingga terpaksa bermalam di sebuah pondok tua. Demi bertahan dari dinginnya malam yang bisa menyebabkan hipotermia, mereka pun saling menghangatkan tubuh.

Pagi harinya, warga desa menemukan mereka dalam keadaan berpelukan. Tanpa mau mendengar penjelasan, keduanya langsung dibawa ke Balai Desa dan dipaksa menikah sesuai hukum adat yang berlaku.

Daniel dan Zeya mengira semuanya akan selesai setelah pernikahan itu. Namun, mereka kembali dikejutkan oleh aturan adat yang melarang pasangan pengantin meninggalkan desa sampai waktu yang ditentukan.

Terjebak dalam pernikahan yang tak terduga, Daniel dan Zeya harus menjalani hari-hari bersama di desa, apakah Daniel dan Zeya akan terpuruk atau justru bangkit memulai hidup baru mereka di sana?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;
"Menikah Karena Jebakan"
karya Moms TZ, buka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21.

Di aula sekolah, Bu Shandra selaku Kepala Sekolah beserta guru-guru lain sudah menunggu dengan wajah serius. Bu Ratna menuntun Maura ke tengah ruangan, di depan murid-murid lain yang telah lebih dulu berada di sana.

Bu Shandra berdiri tegak menatap seluruh siswa, lalu berbicara dengan suara tegas.

"Kita berkumpul di sini untuk menuntaskan dua hal penting. Pertama, peristiwa kekerasan yang baru saja terjadi di halaman sekolah. Siapa di antara kalian yang melempari Maura dengan telur, tomat busuk, dan ikut berteriak menghujatnya? Silakan mengaku!"

Suasana ruangan seketika berubah hening, tak ada yang berani bersuara.

"Jika kalian jujur maka hukuman tidak akan lebih berat, tapi sebaliknya..."

Sebelum Bu Shandra menyelesaikan kalimatnya, satu per satu murid-murid mulai mengangkat tangan. Hampir semua dari mereka yang ada di ruangan itu mengacungkan tangan—baik yang melempar langsung maupun yang ikut berteriak sehingga mendorong keributan itu terjadi.

"Baik," ujar Bu Shandra dengan nada dingin dan tegas. "Tindakan main hakim sendiri yang tadi kalian lakukan bisa dikategorikan tindakan kriminal yang tentu saja melanggar aturan sekolah. Tidak boleh satu pun dari kalian berhak menghukum orang lain sesuka hati, sekalipun orang itu bersalah."

Semua murid-murid terdiam seakan meresapi kata-kata Bu Shandra.

"Sekarang kita bicara hal kedua. Kami sudah mendapatkan bukti dan keterangan jelas bahwa Maura adalah sumber dari semua masalah yang terjadi belakangan ini," lanjutnya kembali sambil menatap tepat ke arah Maura.

"Karena ulahnya lah yang telah menyebabkan Daniel dan Zeya harus menerima kemalangan atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya."

"Dan hebatnya lagi Maura juga yang telah menyebarkan fitnah keji terhadap mereka, dengan mengunggah foto pribadi pernikahan mereka, bertujuan merusak nama baik keduanya sekaligus mencoreng nama sekolah kita."

"Huuuu....!!!"

Ruangan mendadak riuh menyoraki Maura. Mereka benar-benar tak menyangka Maura bisa berbuat sekejam itu pada teman sendiri.

"Maura," panggil Bu Shandra tegas yang menggema di seluruh aula. "Apa alasanmu melakukan perbuatan serendah itu? Akui di sini dengan jujur!"

Pertanyaan itu seolah menghantam Maura tanpa ampun. Di sekelilingnya, ratusan pasang mata menatap penuh kekecewaan, kemarahan, dan penghakiman. Bisik-bisik mulai terdengar di berbagai sudut ruangan, membuat dadanya kian terasa sesak.

Wajah yang semula sudah pucat kini benar-benar kehilangan warna. Napasnya memburu, pandangannya mulai berkunang-kunang, dan telinganya berdengung hebat seolah seluruh suara di sekitarnya berubah menjadi gema yang menyakitkan.

Ia berusaha membuka mulut untuk menjawab. "S...sa-ya..."

Namun, baru satu kata yang berhasil keluar, tenggorokannya terasa tercekat, sementara lututnya yang sejak tadi gemetar, kini tak lagi mampu menopang tubuhnya. Hingga akhirnya...

Bruk!

Tubuh Maura ambruk begitu saja ke lantai aula, tak sadarkan diri.

"Astaghfirullah...!" seru beberapa murid.

Suasana aula dipenuhi kepanikan. Namun, ada juga yang hanya terpaku diam melihat Maura yang tergolek tak berdaya di lantai.

"Cepat, bawa dia ke UKS!" perintah Bu Shandra.

Seorang guru langsung menelpon petugas UKS, lalu tak berapa lama petugas pun datang dengan membawa tandu.

Bu Ratna dan beberapa guru segera membantu mengangkat tubuh Maura dengan hati-hati ke atas tandu. Kemudian membawa keluar aula menuju ruang UKS, sementara acara terpaksa dihentikan untuk sementara.

Begitu Maura dibawa keluar, bisik-bisik kembali terdengar memenuhi aula. Ternyata dengan pingsannya gadis itu, tak serta merta membuat semua siswa maupun siswi menunjukkan rasa simpati.

"Halah, paling juga dia cuma pura-pura pingsan."

"Iya, biar nggak jadi ngaku di depan kita semua."

"Dasar drama. Ketahuan salah masih saja cari perhatian."

"Kalau memang nggak bersalah, kenapa harus pingsan segala, sih?"

Ucapan-ucapan itu terus bermunculan dari berbagai arah. Sebagian siswa mengangguk setuju, bahkan ada yang mencibir sambil tersenyum sinis. Di mata mereka, pingsannya Maura hanyalah cara untuk menghindari rasa malu dan hukuman.

Di sudut aula, Jenna diam-diam mengeluarkan ponselnya. Jemarinya bergerak cepat mengirim pesan kepada seseorang.

[Maura pingsan. Baru saja dibawa ke UKS]

Setelah itu, ia membuka ruang obrolan lain lalu mengirim pesan lagi.

[Halo, Ze. Kamu tahu, nggak?Saudara tirimu itu ternyata cuma mental tempe. Masa, baru mau diinterogasi sama Bu Shandra aja, eh langsung pingsan. Cemen banget, kan. Hahaha...]

Di tempat berbeda, Zeya tampak mengerutkan kening saat menerima pesan itu. Ia lantas membacanya dengan cermat. Tak sampai semenit, ia pun mengirimkan balasan.

[Oh, ya? Serius, Jen? Kok, bisa dia pingsan]

Jenna terkekeh pelan lalu mengetik balasan.

[Entahlah. Mungkin memang pura-pura kali biar dikasihani. Tadi banyak juga yang bilang begitu. Padahal tinggal ngaku saja kalau benar merasa bersalah]

Senyum tipis terukir di sudut bibir Zeya, [Kalau memang hanya pura-pura, berarti aktingnya patut mendapat penghargaan, hehehe...]

[Tenang, aja. Mau pura-pura atau nggak, sekarang satu sekolah sudah tahu kalau dia si biang kerok. Nama baiknya udah hancur.] balas Jenna sambil tersenyum geli.

Zeya menyandarkan tubuh di dinding kayu sambil tersenyum puas. Ia merasa bersyukur, meski tak membalas sendiri, tetapi ada tangan-tangan yang dengan suka rela membantunya. Dan itu sudah lebih dari cukup untuknya.

...

Sementara itu, di ruang UKS, Maura masih terbaring lemah di atas ranjang periksa. Wajahnya pucat, bibirnya tampak kering, tarikan napasnya sangat pelan.

Petugas UKS baru saja selesai memeriksa kondisinya, tak lama kemudian pintu diketuk dari luar ruangan.

Tok...

Tok...

Tok...

Pintu UKS terbuka. Seorang wanita bergegas masuk dengan wajah yang dipenuhi kecemasan.

"Anda...?" ucapan petugas UKS menggantung sesaat, sambil menatap wanita yang datang.

Bu Safira mengangguk cepat. "Iya, saya ibunya Maura," jawabnya. "Temannya memberitahu bahwa Maura pingsan dan saya langsung ke sini."

"Oh, kalau begitu silakan." Petugas itu memberi ruang pada Bu Safira.

Wanita itu segera menghampiri ranjang, lalu menggenggam tangan Maura dengan lembut. Tatapannya dipenuhi kekhawatiran, seolah melihat anak kandungnya sendiri terbaring tak berdaya.

"Maura...!" panggilnya lirih. "Kasihan sekali kamu, Nak..." bisiknya pelan sambil mengusap kepala Maura. "Kenapa sampai seperti ini? Apa yang terjadi?" tanyanya kemudian.

Petugas UKS tersenyum tipis melihat perhatian Bu Safira. "Maura merasa syok, karena tekanan mental yang diterimanya." Lalu menceritakan dengan singkat apa yang dia tahu. "Sebaiknya kita tunggu sampai dia sadar."

"Baiklah... Saya akan menemaninya di sini," jawab Bu Safira lirih.

Setelah petugas UKS keluar untuk mengambil beberapa keperluan, senyum lembut di wajah Bu Safira perlahan memudar. Ia menatap wajah Maura yang masih tak sadarkan diri dengan pandangan dingin tanpa ekspresi.

"Ternyata mentalmu selemah ini, Maura," gumamnya dalam hati.

Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. "Baru dihujat satu sekolah saja kamu sudah tumbang. Di mana kesombonganmu?"

Bu Safira membuang napas kasar. Wajahnya tetap dingin. "Inilah yang dirasakan Zeya akibat perbuatanmu, dihujat seluruh negeri bahkan mungkin sampai ke luar negeri. Dan mirisnya ibu tak ada disampingnya, apalagi menemaninya."

Setetes airmata jatuh di pipinya, bukan menangisi Maura, tetapi rasa penyesalan yang menyesakkan batinnya terhadap putri kandungnya sendiri.

1
Aditya hp/ bunda Lia
mereka menunda kuliah demi usaha mereka di desa yang terus berkembang
𝐈𝐬𝐭𝐲
mereka semangat dengan usaha barunya sehingga menunda kuliah, semoga mereka bisa sukses...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Patrick Khan
danil zeya gk kembali ke sekolah kah🤔🤔
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti sekolah lagi
total 1 replies
Patrick Khan
bahar kau ribet bgt sih🤣🤣🤣
Nar Sih
panen pertama berhasil juragan
Aditya hp/ bunda Lia
si Bahar dah tua di bui juga bukannya sadar malah tambah gila ... ini lagi anak buahnya sama2 gila
vj'z tri
hei Bambang lu B2 juga ambil kan ? hayooo ngaku 🫵/Slight/
vj'z tri
Alhamdulillah 🤲🤲🤲onah sadar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
bahwa ... kata Moms jemurannya masih harus di gantung meski kemarau tapi belum kering gantung .. ya gantung .... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: biasa kan pas lagi seru dan pinisirin bingit ... gantung 😁
total 2 replies
Nar Sih
malu kan bu yuni 🤣slh sendiri punya mulud pedes klau ngomong
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
makanya jangan suka nyiyir dan julid kamu teh yuniiiiii .....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
dgn hadir nya zheya daniel di desa tersebut pssti lbih maju dan makmur
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Nar Sih
siap momz ,udah hadir disana👍🥰
Nar Sih
zhe dan maura udh semakin akur yaa,tmbh dekat satu dan yg lain nya ,
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah
total 1 replies
Nar Sih
semoga ujian nya lancar dan bisa lulus dgn nilai terbaik ya daniel zhee☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin mam
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kirain karya baru lagi ternyata mbak ayang
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣 terkecoh
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
semangat ujiannya Niel ze
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bund🫰
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya hukuman yg pas untuk mu juragan bahar dan bnr kta ayah mu zhe ,hati,,dgn juragan bahar yg pasti gak akan diam sja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!