NovelToon NovelToon
Safira [Sugar Baby]

Safira [Sugar Baby]

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Teen / Selingkuh
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: putrijawa

SPIN OFF Ayah Untuk Safira

Dihadapkan dengan kenyataan bahwa status dirinya merupakan anak rahasia, membuat Safira harus extra hati - hati untuk bersikap dengan seorang pria. Belum lagi sikap sang ayah yang seolah enggan menganggap keberadaannya. Semakin membuat Safira membenci sosok ayah biologisnya.
Beruntung Safira masih memiliki sosok laki - laki yang bisa ia jadikan sosok panutan. Laki - laki yang nantinya akan menjadi role mode nya untuk mencari tambatan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrijawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.

Safira keluar dari Kafe dengan wajah muram. Ia terus mengayunkan kakinya menapaki jalan trotoar melewati halte bus. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri saat ingin menyeberang jalan.

Suasana hatinya mendadak anjlok saat membaca notifikasi yang masuk ke ponselnya tadi.

"Bisa - bisanya dia bohongi aku setelah melambungkan tinggi harapanku. Dia pikir aku boneka apa. Bajingan!"

[Ayah : Maaf, Fira. Ayah sepertinya tidak bisa menemui kamu hari ini. Karena Omanya Aqilah mengajak ayah dan istri ayah juga Adit dan Aqilah untuk pergi ke suatu tempat. Lain kali kita buat janji lagi, ya ? Maafkan Ayah, Fia. Jangan sedih, ya, sayang!]

"Jelas - jelas Adit ada di depan mataku. Berani - beraninya dia bohongi aku padahal baru aja aku kasih kesempatan."

Gerutu gadis cantik itu.

Kesal sekali rasanya saat kalimat dari pesan tersebut melintasi kepalanya. Membuat Safira semakin mengerang kesal.

Safira mengatur nafasnya lebih dulu. Setelah dirasa normal barulah gadis cantik itu melangkahkan kakinya memasuki kantor ayah sambungnya.

Dari kejauhan, Safira dapat melihat seorang wanita tengah tersenyum hangat padanya dari balik meja kerjanya.

"Selamat siang Nona Safira."

"Selamat siang, mbak Karin." sambut gadis itu hangat.

"Mau bertemu dengan Pak Rendy, ya ?"

Safira tersenyum seraya mengangguk. "Papa belum keluar 'kan, mbak ?" tanyanya.

"Belum, Nona. Kebetulan hari ini ada klien Pak Rendy yang datang dan beliau tengah bersama kliennya di ruang pertemuan. Sepertinya ada kemungkinan sebentar lagi akan selesai." jelas resepsionis tersebut.

Safira kembali mengangguk. "Kalau begitu boleh saya menunggu di ruangannya, mbak ?" tanyanya sungkan.

"Boleh, Nona. Mari saya antar." tawar petugas dengan name tag Karina itu.

Mengikuti langkah kaki petugas resepsionis, Safira sesekali mengedarkan pandangannya ke sisi kanan dan kirinya. Keduanya kemudian memasuki lift untuk menuju ruangan tempat Rendy bekerja.

"Mari, Nona." ajak Karina ketika pintu lift telah terbuka dilantai tujuan mereka.

Safira kembali mengikuti langkah petugas wanita tersebut. Lalu mereka berhenti tepat disebuah ruangan paling ujung. Di depan ruangan tersebut tampak seorang pria yang masih kelihatan muda tengah berkutat dengan layar laptopnya.

"Permisi, Mas Irfan." tegur Karina ketika sampai di dekat pria tersebut.

Pria itu lantas berdiri dari duduknya dan tersenyum hangat pada keduanya. "Ya, mbak Karina. Ada yang bisa saya bantu ?" tanyanya sopan.

"Ah, itu. Perkenalkan, ini Nona Safira. Putri Pak Rendy. Tadi Pak Rendy sudah memberitahu saya bahwa beliau memiliki janji temu dengan putrinya. Tolong Mas Irfan antar Nona Safira ke ruangan Pak Rendy." ucap Karina hati - hati.

Irfan lantas menoleh sekilas pada Safira lalu ia kembali beralih pada Karina. "Oh, iya, mbak Karina. Tadi Pak Rendy juga sudah berpesan pada saya mengenai putrinya yang akan datang. Terima kasih karena mbak Karina sudah mengantarnya sampai kemari."

"Kalo begitu saya permisi dulu, Mas Irfan, Nona Safira." pamit Karina sopan.

"Mari, Nona Safira." ucap Irfan setelah Karina berjalan menjauhi mereka.

Safira mengangguk sopan dan mengikuti langkah pria dihadapannya.

"Silakan tunggu disini, Nona." ucap Irfan sambil menunjuk sofa yang ada di sudut ruangan.

"Terima kasih, Mas." ucap Safira sambil sedikit menunduk.

Sebelum kembali ke mejanya, Irfan sempat menanyakan tentang ingin minum apa atau membutuhkan sesuatu pada Safira. Namun gadis itu langsung menjawabnya dengan gelengan kepala. Karena memang Safira belum menginginkan apa - apa. Ia hanya butuh ketenangan untuk saat ini.

Safira memindai ruang kerja ayah sambungnya yang nampak luas dan tertata rapi. Matanya menangkap sesuatu yang ada di meja kerjanya. Langkah kakinya langsung membawa gadis cantik itu untuk menghampiri meja kerja sang ayah.

Kedua sudut bibir gadis itu tertarik keatas. Di meja kerja sang ayah ada dua bingkai poto yang berhasil menghilangkan rasa kecewanya. Tangannya terulur untuk mengambil salah satu bingkai bermotif hati berwarna merah muda.

"Bahagia banget ya, Bun ?" ucapnya seolah tengah bertanya pada bingkai poto tersebut.

Itu adalah poto sang ibu dengan ayah sambungnya yang diambil beberapa bulan setelah pernikahan keduanya. Dikembalikannya bingkai tersebut ke tempat semula. Lalu ia mengambil bingkai poto yang lebih besar dari sebelumnya.

Mata cokelat gadis itu memindai poto tersebut, dan masih dengan senyum yang sama Safira kembali merasakan kehangatan dalam dadanya.

"Senyum Bunda gak pernah berubah. Sebahagia itu, ya Bunda sama Papa ?"

Ucapnya seraya mengusap permukaan bingkai tersebut. Itu adalah poto keluarganya dengan formasi lengkap yang diambil beberapa bulan sebelum dirinya menetap di Amerika untuk melanjutkan pendidikannya.

"Wah... Anak gadis Papa udah lama nunggu kayaknya."

Safira sedikit tersentak saat suara bariton yang selalu membahagiakannya terdengar. Ia meletakkan bingkai tersebut ke tempat semula dan gegas menghampiri sang ayah.

"Fia baru aja sampek, kok. Jangan bilang Papa jadi buru - buru ketemu sama klien karena tau Fia udah nyampek ?" tebak gadis itu membuat pria yang tak lagi muda itu memicingkan matanya.

"Kata siapa ? Pertemuannya emang udah selesai kok. Kamu aja yang kayaknya kecepetan datengnya. Curiga Papa. Ada something yang bikin mood kamu gak baik sampek harus dateng ke kantor Papa. Padahal kita janjian masih sekitar dua jam lagi."

deg!

Gadis itu langsung terdiam seketika. Pria itu, meski bukan ayah kandungnya tapi tetap saja ia bisa mengerti akan perasaan Safira dengan sangat baik. Bahkan melebihi sang ibu.

Melihat perubahan sang putri, Rendy langsung menghampiri gadis itu dan menuntunnya untuk duduk di sofa.

"Jangan melamun. Nanti kalo kamu kesurupan Papa bingung ngobatinya." seloroh pria itu.

Safira mendengus kesal. Ia menatap sinis pria yang merupakan ayah sambungnya itu. "Fia gak ngelamun, kok." ucapnya dengan bibir yang telah mengerucut.

"Wanna sharing ?"

Safira mengangkat dagunya seolah bertanya 'apa' pada sang ayah.

"Kamu tau 'kan ? Gak ada yang bisa kamu tutupi dari Papa dan Papa bisa tau apapun yang kamu sembunyiin dari Papa."

glek!

Safira menelan salivanya susah payah. Sangat sulit memang untuk menyembunyikan apapun dari pria dihadapannya. Ia menunduk menatap jari - jemarinya yang saling memilin.

"Fia... Kesel. Ayah... Di kesempatan keduanya malah berani bohongi Fia. Pengen marah, tapi dia orang tua Fia juga."

Gadis cantik itu mengangkat wajahnya dan menatap ayah sambungnya. "Boleh gak, sih, Pa. Fia gak perlu lagi temui apalagi kasih kesempatan untuk laki - laki itu ? Boleh gak, sih, Fia hapus laki - laki itu dalam ingatan Fia ? Dia udah cukup buat Fia sakit hati, Pa. Gak dulu, gak sekarang. Kelakuannya bukan berubah malah semakin buruk."

Pecah sudah tangis gadis cantik itu. Sedari tadi ia memang sudah menahannya dan berusaha kuat. Namun saat melihat wajah dan sikap ayah sambungnya, ia malah merasa lemah.

1
SarSari_
wuaaahh udah cntik, pinter, lulusan termuda...yg dapetin hatinya safira yakin deh bruntung bngt
cimownim
Safira ketemu siapaa???
MARDONI
Cerita tentang Safira yang harus menghadapi kenyataan sebagai anak rahasia dan sikap ayahnya yang tidak mengakui keberadaannya sungguh menyentuh hati. Namun, adanya sosok laki-laki yang bisa jadi panutan dan role modelnya membuat cerita terasa penuh harapan. Semangat terus untuk karya ini, penasaran banget dengan kelanjutan perjuangan dan pencarian tambatan hati Safira! ✨
MARDONI
Lucu banget melihat Safira yang biasanya santai sampai berdandan khusus buat Bima. Reaksi Rendy juga khas banget sebagai papa yang protektif 😂 Tapi bagian paling manis jelas saat mereka sudah duduk di restoran. Bima yang terus menggoda Safira, Safira yang balik meledek Bima, sampai akhirnya mereka saling menggenggam tangan… suasananya benar-benar romantis dan bikin senyum sendiri.
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
Kalo aku jadi Safira kayaknya ngga bakal sekuat itu dehh ngadepin semua cobaan yg dia alami.Masih punya ayah tapi orang itu gaada.Kalo aku sih udah milih buat pasrahh aja ngga kaya dia yg masih kuat.
putrijawa: Safira kuat karna bundanya juga kuat😁
total 1 replies
Hunk
Di keluarga barunya pun ayah nya dah punya anak. Sedih banget.
Hunk
Ibu adalah yg terbaik
MARDONI
hati Safira kelihatan banget nggak nyaman tiap ketemu Arsena 😭 padahal Mamih sama Papih Arsena baik banget. Tapi pas Kaivan datang bawa iga bakar terus Safira langsung senyum cerah itu kerasa beda banget suasananya. Arsena yang ngeliatin dari jauh sambil cemburu tuh bikin deg-degan juga 🥹
putrijawa: takut ada perang ya?
total 1 replies
Izmie kim💜
dua kemungkinan sih cowok lebih banyak pertimbangan kalau di tolak dia takut hubungan yang dulu baik malah akan jadi gak enak aja
Izmie kim💜: nah gitu makanya laki-laki kalau suka sama temen selalu mikir mikir dan nahan dulu kalau mau nembak 🤭
total 2 replies
Izmie kim💜
heh safira anak kandungnya bukan kaya kamu woy
putrijawa: sabar pemirsah
total 1 replies
cimownim
jarang banget dapet papah Sambung sebaik itu😍
SarSari_
lah Adit nih gak update apa gimna sih 😂
putrijawa: gak ada yg tau tentang kemampuan Safira😁
total 1 replies
Indira Mr
Anak nya aku udah gede.. 😂😂😂
putrijawa: halo tante.. anaknya ganteng yaa 🤭
total 1 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Susah yaa jadi anak yg gak bisa marah2 ke org tua😔 padahal kelakuan mereka kadang di luar nurul🤦
putrijawa: bener. apalagi punya sifat gak enakan😔
total 2 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Ayah tukang boong nih
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Selamat ulangtahun ya Safira 🍰
putrijawa: walaupun sudah lewat, tapi trima kasih 🤭
total 1 replies
LOL #555
hah , itu bukan ayah sambung nya kan ?🧐
MARDONI
Safira kelihatan ceria banget di dapur sama Chef Kaivan, apalagi pas dia antusias banget soal masakan. Terus bagian Bima yang chat sambil bercanda soal “calon CEO” itu bikin senyum sendiri. Tapi kalimat terakhir yang tiba-tiba ada orang bilang “takdir ingin mempersatukan kita” itu bikin deg-degan banget 😭
SarSari_
betul , Safira mah cewek mahal...
Izmie kim💜
takut juga ya ngadepin laki-laki kaya gitu setau aku makin di tolak makin gencar mending kita jaga jarak perlahan aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!