Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Mobil Rolls Royce Cullinan hitam itu sudah berhenti tepat di depan perusahaan. Tatiana melihat ke arah sekeliling, mobil kakaknya itu benar-benar menarik perhatian.
"Kakak, harus kah berhenti tepat di depan perusahaan seperti ini?" tanya Tatiana canggung.
"Ck, kakak sudah bilang. Tunjukkan siapa dirimu sekarang, adikku. Kamu bukan hanya Tatiana, tapi Tatiana Ramos!"
Tatiana memegang keningnya. Kakak keduanya itu memang sedikit pamer orangnya. Tapi memang sepadan dengan apa yang dia punya.
"Baiklah, aku kerja dulu..."
"Hanya 29 hari ya. Lebih dari itu, aku yang akan tangani pria brengsekk itu!"
"Baiklah!" jawab Tatiana pasrah.
Tatiana turun dari mobil kakaknya, melambaikan tangannya dan berbalik untuk masuk ke dalam perusahaan. Siapa sangka, ketika membuka ruangannya. Brandon sudah ada di dalam ruangan kecilnya itu.
Tatiana menghela nafas berat. Sarapannya terlalu banyak pagi ini, kakaknya memaksanya terus makan, padahal dia sudah kenyang. Dan kalau harus berdebat dengan Brandon sepagi ini, Tatiana pikir gula darahnya akan langsung melonjak.
"Kamu menginap dimana semalam?" tanya Brandon dengan tatapan penuh curiga pada Tatiana.
"Dimana aku menginap, aku pikir kamu sudah tidak perduli. Jika tidak ada masalah pekerjaan, silahkan keluar. Aku harus membereskan banyak dokumen!"
"Salah kamu sendiri yang mengacak-acak semua ini!" sela Brandon.
Tatiana lagi-lagi harus menghela nafas berat.
"Pacarmu itu yang bilang...?"
"Dia bukan pacarku! aku hanya berusaha mengajarinya Tatiana. Aku sudah katakan padamu, hanya tiga bulan saja. Setelah tiga bulan, jabatanmu, ruangan mu dan kita akan kembali seperti dulu!"
Tatiana terkekeh,
"Maksud mu aku harus membiarkan kamu selingkuh selama tiga bulan? begitu mas? dan selama tiga bulan itu aku harus diam, ketika selingkuhan mu itu memfitnah ku sembarangan, menginjak-injak harta diriku, dan membuat semua orang berpikiran kalau aku sudah tidak ada artinya di matamu? begitu?"
Mata Tatiana merah, tapi dia tidak ingin menangis. Dia marah, dia hanya tangan mengatakan apa yang sebenarnya ingin dia katakan sejak pertama kali mengetahui suaminya main api dengan wanita lain.
"Tatiana, apa kamu tidak paham...?"
"Aku paham mas" sela Tatiana, "aku paham! kamu bilang kamu simpati padanya karena dia mirip denganku sepuluh tahun yang lalu. Aku paham mas! paham sekali! kamu kembali ingin mengingatkan aku, saat itu aku sebatang kara. Kamu mencintaiku tanpa syarat, aku hanya seorang yatim piatu yang besar di panti asuhan. Sekolahku semuanya dari beasiswa, bahkan S1 yang aku dapatkan juga dari beasiswa! Kamu ingin tunjukkan siapa aku dulu kan? kamu ingin ku sadar diri, kalau tanpa kamu, aku bukan siapa-siapa! begitu kan?" tanya Tatiana.
Dia masih berusaha menahan diri. Dia masih sangat berusaha.
"Tapi apa kamu lupa, 5 tahun yang lalu. Ayah jatuh sakit, perusahaan hampir kolaps. Saat itu siapa yang mati-matian berjuang meski mendapatkan penghinaan, berulang kali ditolak, aku bahkan harus ke luar negeri hanya untuk mengejar satu investor yang bahkan terus menerus menghinaku. Saat kamu temani ayah dan ibu di rumah sakit, apa kamu tahu aku juga masuk rumah sakit dengan laptop di dipangkuan ku. Saat aku di infus, aku masih berusaha melakukan presentasi via zoom dengan klien? apa kamu lupa semua itu? demi menggaji semua karyawan di masa rentan perusahaan. Aku tidak menerima gaji selama 3 tahun. Apa kamu lupa itu, mas?"
"Tatiana... kenapa membawa masa lalu! semua itu memang tugasmu sebagai istriku!"
Tatiana terdiam, rasanya daripada banyak bicara, memang lebih baik dia diam. Mau diingatkan bagaimana pun, suaminya saat ini memang tidak akan pernah mendengarnya.
"Setelah perusahaan berjaya, kamu juga menikmati semuanya kan? mustahil kamu tidak punya barang-barang bermerek, dan pakaian mu. Lihat! ini pakaian yang sangat mahal, ini dibeli dengan uang perusahaan kan?" tanya Brandon lagi.
Tatiana kehabisan kata-kata.
"Ini bukan aku beli dengan uang perusahaan. Ini hadiah!"
"Hadiah dari siapa? memangnya siapa yang akan memberimu hadiah?"
Tatiana menatap suaminya, suaminya memang tidak tahu apapun tentangnya. Atau sebenarnya memang tidak perduli?
"Oh ya, aku lupa. Kartumu yang kemarin, berikan padaku. Itu pasti uang perusahaan kan? aku tidak akan mempermasalahkannya! tapi berikan kartu itu, dan sertifikat tanah yang kamu dapatkan di lelang itu padaku. Itu uang perusahaan, kamu tidak bisa seenaknya menggunakan untuk kepentingan pribadi!"
Tangan Tatiana terkepal kuat. Dia sebenarnya ingin berpisah dengan damai. Dia hanya tinggal menunggu masa tenggang. Tapi rupanya suaminya benar-benar tidak bisa di ajak berpisah dengan damai.
"Jadi, kamu datang untuk ini? mungkin kamu tanya aku menginap dimana, sebenarnya sudah tidak sabar mengambil kartu itu dariku?" tanya Tatiana.
"Tatiana, aku hanya membelikan Siska perhiasan senilai 250 juga. Kalau kamu menggunakan uang perusahaan sampai milyaran, itu tidak adil! ini perusahaan ku, aku yang bertanggung jawab!"
Tania menghela nafas berat sekali lagi.
"Ikut aku, kita pergi ke bagian keuangan. Supaya jelas, kartu itu isinya uang perusahaan atau bukan?"
"Apa maksudmu? kalau bukan dari yang perusahaan? darimana kamu punya uang sebanyak itu?" tanya Brandon dengan nada meninggi.
Tatiana tidak mau berdebat lagi dengan Brandon. Dia berbalik dan membuka pintu ruangannya.
"Tatiana, aku belum selesai bicara!"
"Ikut aku!" tegas Tatiana.
Nada suaranya naik setengah oktaf. Dia benar-benar merasa jengah dengan kebodohan suaminya itu. Dia pikir dulu itu Brandon begitu polos dan bertanggung jawab. Ternyata karena seorang wanita, Brandon bisa menjadi begitu bodohh.
Tatiana berjalan cepat ke arah departemen keuangan. Dia meminta Dion dan semuanya memeriksa jumlah pengeluaran satu tahun terakhir. Dan setelah mendapatkannya, dia melemparkan semua kertas itu di depan wajah Brandon.
"Tatiana, kau...!"
Tatiana menggertakkan giginya, dia benar-benar berusaha menahan emosinya supaya tidak meledak di depan karyawan bagian keuangan yang cukup banyak di ruangan itu.
"Itu rekap pemasukan dan pengeluaran perusahaan selama satu tahun. Dana yang keluar dari perusahaan, dalam jumlah lebih dari 200 juta seharusnya memiliki nota atau kuitansi. Dan tiga pengeluaran tidak memiliki nota atau kuitansi yang berarti adalah pengeluaran fiktif adalah pengeluaran mu dan pengeluaran selingku..." Tatiana menjeda ucapannya. Dia hampir mengatakan sesuatu yang harusnya tidak di dengar oleh karyawan.
"Pengeluaran lebih dari 500 juta, hanya atas namamu dan Siska. Jadi, kartu itu bukan uang perusahaan. Bukan pula hasil korupsii. Bahkan 10 ribu rupiah pun, jika aku menggunakan uang perusahaan untuk keperluan dinas. Aku selalu meminta nota dan menyerahkannya pada perusahaan. Kartu itu, kamu tidak berhak mendapatkannya!"
Dion dan yang lain sampai tertegun diam. Sedangkan Brandon, pria itu tampak kesal. Dia bahkan tidak mengambil kertas-kertas itu dan hanya menatapnya dengan kesal.
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣