bermula dari seorang lelaki yang datang dari keluarga biasa saja, yang ingin mengutarakan niat baiknya untuk meminang kekasih hatinya, Elsa Pitaloka.
tapi, naasnya, keluarga sang pujaan sama sekali tak menyukainya. karena ia adalah lelaki miskin yang tak berpangkat.
saat itu juga, sang pria yang dikenal dengan nama Bastian mereka patah hati. karena keluarga sang kekasih. tak hanya menolak dirinya, namun juga, mereka menghinanya habis-habisan. yang paling membuat dirinya kesal ialah sang kekasih yang sama sekali tak memperjuangkan nya.
ia merasa tak berdaya, dan menganggap dirinya tak berguna sama sekali. karena setelah ini, ia tidak tau kemana tujuan hidup selanjutnya. sampai akhirnya, ia bertemu dengan seorang perempuan yang membuatnya bangkit kembali.
lalu bagaimana kisahnya. ikuti terus ya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. berita yang menyebar
berita kedatangan Bastian pun mulai menyebar di seluruh penjuru desa. Siapa sih yang tidak kenal Bastian, laki-laki miskin yang teramat miskin dan tak memiliki pangkat serta memiliki hati yang luhur itu. bahkan hampir seluruh masyarakat yang di desa ini mengenali dirinya.
akhirnya berita kedatangan Bastian dengan mengendarai mobil mewah itu pun sampai di telinga Elsa. tidak sengaja, Elsa dengan beberapa teman-temannya melewati sebuah jalur yang dipenuhi dengan ibu-ibu yang sedang bertani, atau berkebun di sawah mereka masing-masing. tampak saat itu sepertinya mereka sedang beristirahat.
"eh ibu-ibu, kalian sudah dengar nggak berita hangat hari ini. konon katanya, si Bastian anak yang ditemukan oleh akik Slamet itu dua hari yang lalu mendatang kembali ke kampung ini, tau nggak yang bikin hebohnya itu apa..??" tanya salah seorang ibu kepada teman-temannya yang tengah bergosip itu.
"Iya Bu, kami juga sudah melihat Bastian datang ke desa ini dengan beberapa orang yang badannya kekar-kekar mengendarai mobil lagi. Apa jangan-jangan anak itu memiliki masalah ya..??" tanya mereka menduga duga.
"eh, tapi tidak mungkin. kalau Bastian memiliki masalah kepada orang-orang itu, Kenapa informasi yang saya dengar bahwa tampilan Bastian itu benar-benar mewah. bahkan pakaian dan tampilannya itu benar-benar seperti anak seorang Sultan. Jadi tidak mungkin lah kalau ia memiliki masalah dengan orang-orang itu.." timpal ibu-ibu yang lainnya.
nah, di sanalah Elsa mulai mencuri-curi informasi. setelah mendengar nama Bastian disebut-sebut dan dikait-kaitkan dengan tampilan yang mewah. Elsa langsung menyuruh teman-temannya untuk berjalan duluan, Elsa berniat ingin menghampiri ibu-ibu dan mendengarkan gosip mereka.
namun ia cukup terkejut, Elsa mendengar informasi itu tentu saja sangat akurat.
(Apa benar Bastian memiliki mobil dan sudah menjadi orang kaya ya..?? Tapi mana mungkin, dua bulan yang lalu aku telah menghinanya dan juga sepertinya ia tak memiliki tumpangan hidup apapun. Kenapa tiba-tiba menjadi seorang Sultan. ah ini harus aku diskusikan kepada ibu.) batin Elsa. tanpa menunggu apapun lagi, Elsa pun bergegas meninggalkan kerumunan ibu-ibu yang belum menyadari keberadaannya. dengan tergesa-gesa ia kembali ke rumahnya.
***
"ibu, Bu.. ibu..." teriak Elsa ketika memasuki rumah itu.
"aduh... Ibu ke mana sih..?? padahal aku ingin menyampaikan berita penting yang lagi hits hari ini. tapi ibu malah nggak ada... ck..." gerutu Elsa sambil menghentakkan sebelah kakinya. tiba-tiba dari arah luar, terlihat Pak Hartono memasuki ruangan.
"eh, sa.. kamu kenapa..?? Kenapa wajahmu seperti ditekuk seperti itu..??" tanya pak Hartono kepada Putri satu-satunya itu.
"is.. Itu loh pak. Elsa nyariin Ibu ke mana-mana, panggil-panggilin dari tadi. eh tapi ibunya malah ke mana nggak tahu.." adu Elsa kepada Pak Hartono. Pak Hartono sendiri baru pulang dari ladang untuk memeriksa perkebunan sawahnya.
"barangkali ibu kamu sedang istirahat, atau sedang keluar sebentar. Ya sudah kalau begitu, bapak masuk dulu." Ucap pak Hartono meninggalkan Elsa yang masih kesal karena tidak menemukan keberadaan ibunya.
tapi tiba-tiba, terlihat Ibu Hasna memasuki rumah dengan tergesa-gesa dan ngos-ngosan. Elsa yang melihat ibunya seperti itu langsung menautkan kedua alisnya.
"eh ibu dari mana..?? kenapa pulang-pulang, Ibu seperti dikejar hantu saja.?" tanya Elsa kepada Ibu Hasna. Ibu Hasna langsung menghampiri Elsa dan menyambar tangannya kemudian mendudukkannya di salah satu sofa yang ada di ruang tamu itu.
" ini loh sa, Ibu baru mendengarkan beberapa berita dari warga sekitar mengenai Bastian. tentu saja Ibu syok, dan cepat-cepat berlari ke rumah untuk memberitahukan kepadamu mengenai kabar ini." ujar Ibu Hasna sambil terus bernafas kejar.
"aduh bu pelan-pelan ngomongnya. ambil nafas dulu baru bicara. Elsa pun sama, Elsa juga sudah mendengar berita mengenai Bastian yang kembali ke kampung dengan menggunakan mobil dan berpenampilan mewah. tapi aku nggak yakin lho Bu. dapat uang dari mana si Bastian itu. memangnya ada tiba-tiba orang mendadak kaya seperti itu. nggak ada bu.." ujar Elsa berusaha menyembunyikan rasa resah dalam hatinya. Ia juga berfikir mudah-mudahan Bastian tidak menjadi orang kaya, kalau tidak ia adalah perempuan yang akan menyesal pertama kali karena telah membuang berlian.
( mudah-mudahan saja informasi yang saya dengar hanyalah sebatas rumor saja. tidak mungkin kan, hanya beberapa bulan saja Bastian menjadi orang kaya.?) batin Elsa berusaha menapik sebuah kenyataan.
****
di tempat lain, mobil Bastian mulai memasuki pekarangan kediaman tuan Danuarta dan nyonya marsita. ya setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya Bastian tiba di kediaman orang tuanya kembali. ternyata di depan pintu kediaman, nyonya marsita dan Tuan Danu tengah berdiri menunggu kepulangan Bastian. bahkan beberapa kali, Nyonya marsita mengomel kepada suaminya karena Bastian yang terlalu lama di perjalanan. bukan apa-apa, Ia hanya takut terjadi sesuatu kepada anaknya lagi, apalagi sampai ia menghilang kembali, sungguh Nyonya marsita pasti tak akan sanggup.
setelah sampai di depan kediaman, Bastian pun segera turun dari dalam mobilnya kemudian berjalan menghampiri kedua paruh baya yang telah menunggu dirinya di depan pintu kediaman.
"loh mama sama papa belum tidur, ini sudah jam 01.30 dini hari loh Pak mah.." ujar Bastian kepada kedua orang tuanya itu.
tanpa menjawab pertanyaan Bastian, Nyonya marsita berhambur memeluk tubuh putranya itu. sementara Tuan Danu, Ia hanya mampu menghela nafasnya dengan pasrah. Ia yakin posisinya saat ini pasti akan tergantikan dengan keberadaan Sang putra.
"tak usah bertanya nak, kamu tahu sendiri bagaimana mamamu. papa sudah berulang kali mengatakan kepada Mama kamu untuk istirahat, tapi mama tetap ngotot mau menunggu kamu pulang." ujar Tuan Danu kepada putranya. Bastian pun hanya tersenyum melihat sikap ayahnya seperti itu.
"sekarang Bastian sudah pulang, waktunya mama sama papa istirahat. seharusnya mama sama papa tidak perlu repot-repot menungguku pulang." ujar Bastian. Bastian Tak sampai Hati melihat kedua orang tuanya lelah menunggu kepulangan dirinya karena itu Bastian mengatakan hal itu kepada kedua orang tuanya.
"Jangan katakan hal itu nak. Mama benar-benar sangat mengkhawatirkanmu. Jujur saja Mama masih mengalami trauma saat kamu menghilang 25 tahun yang lalu. jadi biarkan mama dan papa melakukan hal yang seperti ini."ujar Nyonya marsita kepada Bastian dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Tuan Danuarta.
"betul itu nak. Oh ya tapi tak terjadi kendala apa-apa kan di perjalanan kalian..??" tanya Tuan Danu kepada sang anak. Bastian pun tersenyum menanggapi pertanyaan sang papa.
"tidak terjadi apa-apa Pah. lagi pula semua bodyguard yang papa ikut sertakan di perjalanan Bastian ini semuanya kuat-kuat." ujar Bastian memperchandi ayahnya.
"baguslah kalau begitu nak, tapi orang-orang di kampung itu tak mengucilkan kamu bukan..?" tanya Tuan Danu lagi.
"tidak pa, palingan mereka hanya terheran-heran saja melihat aku kembali dengan mobil mewah itu. Ya sudah mama sama papa kembali istirahat. Bastian juga sudah lelah menempuh perjalanan sehari semalam." ujar Bastian kepada kedua orang tuanya.
"Baiklah nak, istirahat yang nyenyak ya.. mama sama papa istirahat dulu." ujar nyonya marsita. Setelah itu mereka semua pun meninggalkan ruang tamu dan kembali ke kamar masing-masing.
***bersambung***