NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENTENG DI BALIK LAYAR

​Aroma ramuan herbal spiritual yang menenangkan menguar dari dalam tabung inkubator medis kamar rawat VVIP Nomor 101. Berbeda dengan ruang rawat biasa, fasilitas medis utama yang terletak di bawah pengawasan langsung Markas Besar Akademi ini hanya diperuntukkan bagi para perwira tinggi atau murid berprestasi khusus yang mendapatkan rekomendasi militer langsung.

​Sky berbaring setengah bersandar di atas ranjang medis khusus. Bahu kanannya yang melepuh parah akibat serpihan api murni Elang Magma milik Ignis tadi siang kini telah dibalut oleh lapisan gel kolagen spiritual berwarna hijau giok. Di samping ranjangnya, Arkan duduk diam di atas kursi besi. Sepasang mata pemuda itu masih memancarkan sisa ketegangan yang dingin, menatap lurus ke arah perban di bahu Sky. Volt yang berada dalam wujud kompresi tiduran santai di lantai bawah ranjang, sementara Zephyr yang berada di Level 11 bertengger lemas di tiang infus spiritual.

​"Aku sudah bilang, Arkan, berhentilah menatapku dengan wajah seseram itu," Sky memecah keheningan dengan suara yang sedikit berbisik, seulas senyuman tipis mencoba mengikis atmosfer berat di dalam ruangan. "Lukanya sudah tidak sakit sama sekali semenjak tim medis militer mengoleskan gel ini."

​Arkan mengembuskan napas pendek melalui hidung. "70% resonansi petir yang kukeluarkan tadi siang masih terasa kurang cepat, Sky. Jika aku bisa bergerak seperseratus detik lebih awal, api Ignis tidak akan pernah sempat menyentuh kulitmu."

​Sebelum Sky sempat membalas ucapan keras kepala rekan timnya itu, pintu tebal ruang rawat bergeser terbuka secara otomatis. Langkah kaki yang serempak dan berwibawa terdengar memasuki ruangan. Sosok Pak Guntur berjalan di depan, diikuti langsung oleh Marsekal Wirya yang mengenakan seragam kebesaran militer lengkap dengan lencana bintang masif di pundaknya.

​Arkan dan Sky segera bersiap untuk memberikan penghormatan militer, namun Marsekal Wirya langsung mengangkat tangan kanannya, mengisyaratkan agar mereka tetap di posisi masing-masing.

​"Simpan formalitas kalian untuk upacara kelulusan nanti," Marsekal Wirya berucap dengan nada suara yang berat namun sarat akan rasa puas yang tidak bisa disembunyikan. Beliau berjalan mendekat, lalu menatap Arkan dengan pandangan yang sangat dalam. "Aksi nekatmu memicu 70% resonansi petir murni di usia 16 tahun tadi siang telah membuat dewan juri internasional gempar, Arkan. Tubuh manusiamu terbukti memiliki struktur adaptasi pasif yang belum pernah tercatat di basis data nasional."

​Marsekal Wirya kemudian merogoh saku seragamnya, mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi cairan perak berkilau yang memancarkan tekanan spiritual yang sangat murni. Beliau meletakkannya di atas meja samping ranjang Sky.

​"Ini adalah Liquid Essence of Yggdrasil tingkat 4, ramuan esensial militer cair yang biasanya hanya dialokasikan untuk jenderal garda depan," ucap Marsekal Wirya datar. "Minum itu malam ini, Sky. Bukan hanya luka bakarmu yang akan pulih total tanpa bekas dalam 2 jam, tapi saku jiwamu juga akan mendapatkan stimulasi penguatan struktural sebelum kamu turun di kategori Solo 1vs1 besok pagi."

​Sky terbelalak melihat ramuan langka yang harganya setara dengan satu unit apartemen mewah di pusat kota tersebut. "Marsekal... ini terlalu berharga untuk murid Kelas 1 seperti saya."

​"Kalian berdua bukan lagi sekadar murid Kelas 1 biasa," Marsekal Wirya memotong cepat, sepasang matanya beralih menatap ke arah jendela luar stadion. "Performa kalian menghancurkan faksi Flamewing dalam waktu 32 detik telah membuktikan bahwa kalian adalah calon aset elit garda depan pertahanan Nusantara. Negara ini membutuhkan monster-monster muda yang tidak bisa didikte oleh kepentingan keluarga besar untuk menjaga stabilitas wilayah di masa depan. Anggap saja ramuan ini sebagai investasi awal dari faksi militer pusat."

​Pak Guntur yang berdiri di belakang Marsekal tersenyum bangga, memberikan kedipan mata taktis kepada Arkan seolah ingin mengatakan bahwa posisi mereka kini telah sepenuhnya aman di bawah perlindungan hukum militer tertinggi. Setelah memberikan beberapa instruksi taktis mengenai babak Semifinal kategori Solo esok hari, Marsekal Wirya dan Pak Guntur akhirnya pamit meninggalkan ruangan untuk mengurus laporan turnamen Hari 5.

​Namun, ketenangan setelah kepergian para petinggi militer tersebut tidak bertahan lama. Baru 30 menit Arkan membantu Sky meminum setengah dari cairan perak esensial tersebut, suasana di luar lorong kamar rawat mendadak menjadi sangat bising.

​BRAAAK!

​Pintu geser otomatis kamar VVIP Nomor 101 dipaksa terbuka secara kasar dari luar, memicu alarm peringatan internal kamar berbunyi pendek. Sesosok pria paruh baya bertubuh tinggi kurus dengan jubah merah Flamewing yang sarat akan ornamen emas melangkah masuk dengan wajah yang merah padam karena murka. Di belakangnya, 3 orang Tetua Faksi Cabang Flamewing didampingi oleh 6 orang pengawal pribadi Level 16 bersenjata tombak spiritual ikut menerobos masuk, mengabaikan tanda larangan masuk dari perawat medis di luar.

​Pria paruh baya itu adalah Tetua Agung cabang Flamewing, yang juga merupakan paman kandung Ignis.

​"Manusia jalanan sialan! Di mana keparat bernama Arkan itu?!" Tetua Agung tersebut berteriak murka, matanya yang menyala merah langsung mengunci posisi Arkan yang sedang berdiri di samping ranjang. "Kamu telah berani meretakkan wadah jiwa dan mematahkan rahang pewaris utama keluarga kami! Tindakan brutalmu di arena tadi siang bukan lagi sekadar kompetisi, melainkan percobaan pembunuhan terencana terhadap darah murni Flamewing!"

​Arkan tidak bergeming selangkah pun. Dia melangkah maju, memposisikan tubuh manusianya tepat di depan ranjang Sky, menjadi benteng fisik yang menghalangi pandangan para tetua tersebut dari partnernya. Volt di lantai langsung berdiri, bulu-bulu jarinya berdesik tajam memancarkan listrik biru Level 13 yang siap meledak kapan saja.

​"Ignis terluka karena dia terlalu lemah untuk menahan konsekuensi dari taktik liciknya sendiri di atas arena, Tetua," Arkan menjawab dengan nada suara yang teramat tenang namun dingin, sepasang matanya menatap lurus tanpa ada rasa takut sedikit pun terhadap tekanan spiritual Level 17 yang sengaja dilepaskan oleh sang Tetua Agung untuk mengintimidasi mentalnya.

​"Kurang ajar! Berani-beraninya anak haram tanpa garis darah sepertimu berbicara dengan nada seperti itu di hadapanku!" Tetua Agung itu menggeram, hawa panas ekstrem mencapai suhu 55°C mulai memenuhi ruangan rawat medis. "Kami dari Dewan Tetua Flamewing telah melayangkan surat tuntutan resmi kepada komite turnamen. Kami menuntut diskualifikasi mutlak untukmu dari kategori Solo 1vs1 besok pagi, dan malam ini juga, kamu harus ikut bersama pengawal kami ke ruang interogasi klan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu!"

​6 orang pengawal bertombak di belakangnya langsung melangkah maju, ujung tombak api mereka mengarah tepat ke arah dada Arkan.

​"Cukup! Tarik kembali seluruh senjata kalian dan keluar dari kamarku sekarang juga!"

​Sebuah bentakan yang sangat lantang dan sarat akan otoritas murni mendadak menggema dari atas ranjang medis. Sky berdiri dari tempat tidurnya, mengabaikan gel kolagen yang masih menempel di bahunya. Menggunakan tangan kirinya yang bebas, dia menyambar kipas perak pusakanya yang telah retak sebagian, lalu menghentakkannya ke depan.

​WUUUUUUSH!

​Sebuah gelombang angin hampa udara berskala mikro melesat memotong hawa panas murni milik sang Tetua Agung, mengembalikan kesejukan udara di dalam kamar dalam sekejap. Saku jiwa Sky bergetar pekat, memancarkan resonansi elemen angin murni Keluarga Skyborn yang sangat khas dan berwibawa tinggi.

​Tetua Agung Flamewing tertegun, menatap keponakan perempuannya itu dengan alis berkerut. "Sky! Apa yang kamu lakukan?! Anak jalanan di depanmu ini telah menghancurkan masa depan sepupumu sendiri! Mengapa kamu justru membela serangga seperti dia?!"

​"Serangga yang kamu maksud adalah rekan timku yang telah membawaku ke babak semifinal dengan poin sempurna, Tetua!" Sky melangkah turun dari ranjang, berdiri tegak di samping Arkan dengan tatapan mata yang luar biasa tajam dan dingin—sebuah tatapan yang belum pernah Arkan lihat sebelumnya dari sosok gadis yang biasanya selalu bersikap anggun ini. "Ignis menggunakan taktik pengecut dengan mengerahkan serangan bunuh diri Elang Magma untuk mengincarku dari titik buta. Arkan menghancurkannya secara sah di atas pasir arena di bawah pengawasan puluhan ribu saksi dan juri militer!"

​Sky melangkah maju selangkah lagi, menatap sang Tetua Agung tepat di wajahnya. "Dan dengar ini baik-baik, Dewan Tetua Flamewing. Kamar rawat ini berada di bawah otoritas keamanan hukum Markas Besar Militer Akademi Astra Nusantara. Jika kalian berani melangkah satu senti lagi untuk menyentuh Arkan malam ini, aku bersumpah demi saku jiwaku sendiri... besok pagi aku akan menandatangani surat pemutusan hubungan faksi secara mutlak dari Keluarga Cabang Flamewing, dan membawa seluruh pengaruh garis darah murni milikku keluar dari klan kalian!"

​Ancaman itu bagaikan petir di siang bolong bagi para Tetua yang berada di dalam ruangan. Pemutusan hubungan faksi dari seorang pewaris murni beraliran angin tingkat tinggi seperti Sky akan menjadi bencana politik dan finansial yang luar biasa masif bagi faksi Flamewing di mata internasional.

​Wajah Tetua Agung berubah dari merah padam menjadi pucat keunguan akibat menahan amarah dan syok yang teramat sangat. Dia mengepalkan tangannya hingga bergetar hebat, menatap Sky dan Arkan secara bergantian dengan pandangan penuh kebencian yang mendalam. Namun, melihat ketegasan mutlak di mata Sky, dia tahu bahwa keponakannya itu tidak sedang menggertak.

​"Bagus... bagus sekali, Sky. Kamu memilih untuk membuang darah murnimu demi membela seorang anak jalanan tanpa masa depan," Tetua Agung berucap dengan suara yang bergetar menahan geram. Dia berbalik dengan kasar, jubah merahnya berkibar tajam di udara. "Tarik kembali pasukan! Kita pergi dari tempat terkutuk ini! Tapi ingat kata-kataku, Arkan... turnamen ini akan berakhir di Hari 7, dan perlindungan militer akademi tidak akan bisa menjagamu selamanya di luar sana!"

​Rombongan Dewan Tetua Flamewing akhirnya melangkah keluar dari kamar rawat dengan tergesa-gesa, meninggalkan keheningan malam yang kembali merayap masuk melintasi pintu geser yang tertutup rapat.

​Setelah atmosfer ruangan kembali tenang, Sky perlahan mengembuskan napas panjang, bahunya yang tegang perlahan melonggar seiring dengan hilangnya aura angin dari saku jiwanya. Dia menatap Arkan yang sejak tadi terus memperhatikannya dari samping dengan seulas senyuman kecil yang sarat akan rasa bersalah.

​"Maaf ya, Arkan... kamu jadi harus mendengarkan drama keluarga besarku yang menyebalkan malam-malam begini," Sky berbisik pelan, kembali duduk di tepi ranjang medisnya.

​Arkan tidak langsung menjawab. Dia berjalan mendekat, lalu meletakkan telapak tangan kanannya yang hangat di atas puncak kepala Sky, mengacak rambut hitam gadis itu dengan sangat pelan—sebuah gestur santai yang jarang sekali dia tunjukkan kepada siapa pun.

​"Terima kasih sudah menjadi bentengku malam ini, Sky," Arkan tersenyum tipis, sepasang matanya memancarkan keyakinan yang mutlak. "Tapi kamu tidak perlu khawatir tentang ancaman mereka setelah Hari 7 nanti. Dengan sisa cairan perak yang sedang bekerja di tubuhmu, dan kapasitas saku jiwaku yang terus meluas setelah benturan siang tadi... kita yang akan memastikan bahwa setelah turnamen ini berakhir, faksi Flamewing-lah yang tidak akan pernah berani lagi menyebut nama kita dengan nada meremehkan."

​Sky mendongak, menatap binar mata petir Arkan yang berkilat penuh ambisi di bawah temaramnya lampu kamar rawat. Sisa Hari 5 akhirnya ditutup dengan pembersihan intrik politik yang tuntas. Di balik layar stadion malam itu, fondasi ikatan kepercayaan di antara Duo Badai ini telah mengental menjadi sesuatu yang jauh lebih kokoh daripada baja spiritual mana pun, siap untuk menghancurkan apa pun rintangan di kategori Solo 1vs1 esok pagi.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!