Langit Janet Mathida seakan runtuh ketika dijadikan alat pembayaran Papanya yang terlilit hutang judi dan pinjol. Dia terpaksa tinggal bersama Devan Gevaro yang tidak menginginkannya.
》Setelah sari masa muda dinikmati dan hamil, dia diminta pergi dari kehidupan Devan. Seketika Janet seperti tebu, habis manis sepah dibuang.
》Apakah Janet terima dan berjuang untuk membalas perlakuan Devan?
》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Serupa Beda Rasa"
Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. SBR
...~•Happy Reading•~...
Janet berusaha meyakinkan Bu Dessy dengan penjelasan singkat, sebab Jensen berjalan di depan mereka. Bu Dessy mengangguk pelan, walau makin penasaran mendengar keterangan Janet tentang perbedaan Devan dan Gevaro.
Jensen jadi tersenyum dalam hati mendengar percakapan Janet dan Bu Dessy, sebab dia juga ragu saat pertama kali melihat Asyer di rumah sakit. Dia mengira Asyer adalah anak bossnya. "Bu, ini kamarnya." Jensen menunjuk salah satu kamar di lantai dasar. Mereka semua masuk bersama pelayan yang membawa koper.
"Waaaah..." Bu Dessy dan Janet tertegun di dalam kamar. "Terima kasih, Pak." Ucap mereka bersamaan melihat kamar yang luas, mewah dan dingin.
"Sama-sama." Jensen senang melihat reaksi Janet dan Bu Dessy. Kemudian dia mengajak Janet dan Asyer ke kamar mereka.
~▪︎▪︎
Di depan rumah ; Gevaro mengajak Andri berjalan ke halaman yang sejuk dan asri. Rumput yang dipotong pendek menyenangkan mata dan hati. "Pak, Andri. Rumah saya tidak memiliki banyak ruangan. Jadi keluarga Pak Andri tidur di kamar tamu di lantai atas." Gevaro menunjuk ke ruangan di lantai dua, dimana lampu sedang menyala di balik gorden.
"Biarkan Mamanya di kamar tamu di lantai dasar, agar tidak perlu naik turun tangga." Gevaro menjelaskan kamar-kamar yang disediakan buat keluarga Andri.
"Terima kasih, Pak. Maaf sudah merepotkan." Andri sangat berterima kasih untuk kebaikan hati Gevaro yang memikirkan kenyamanan mereka sekeluarga.
Gevaro mengangguk. "Untuk kamar Asyer, sedang saya pikirkan untuk menyekat ruangan yang cocok untuknya." Gevaro menjelaskan sambil berpikir ruangan yang masih tersisa dan belum sempat dikerjakan.
Andri tertegun. "Pak, ini sudah lebih dari cukup. Terima kasih." Andri jadi terharu mengetahui Gevaro belum selesai menyiapkan tempat untuk mereka. "Kalau untuk kamar Asyer, dia biasa tidur dengan kami. Jadi tidak usah bikin kamar khusus buat dia." Ucap Andri sopan dan hormat.
"Kalau begitu, ranjang yang sudah dibeli Pak Jensen dimasukan ke kamar yang ada saja." Gevaro putuskan dan langsung telpon Jensen untuk memindahkan ranjang Asyer ke kamar Andri dan Janet.
"Kalau untuk tempat main, akan disiapkan. Asyer suka bermain apa?" Gevaro masih ingin membuat Asyer senyaman mungkin saat tinggal di tempatnya.
"Tidak perlu disiapkan ruangan, Pak. Asyer tidak terlalu banyak main. Dia cuma main congklak." Andri baru menyadari, Asyer tidak bermain mainan moderen.
"Cuma saya minta tolong, Pak Gevaro bilang tukang kebun, tidak usah bersihkan daun kering yang rontok." Andri menunjuk daun kering yang ada di atas rumput.
Hal itu membuat Gevaro heran dan bertanya dengan wajahnya. "Biarkan daun-daun itu buat mainan Asyer. Di rumah, dia suka menusuk daun yang rontok dan buang ke tempat sampah..." Andri menjelaskan cara bermain Asyer di halaman rumah mereka yang sempit.
Gevaro hampir tertawa mendengar yang dilakukan Asyer pagi dan sore sebelum mandi. "Nanti saya bicarakan dengan tukang kebun." Gevaro terpaksa menyetujui, walau belum bisa membayangkan cara Asyer menusuk daun kering dan bawah ke tempat sampah.
"Pak Andri, silahkan parkir mobilnya di sana." Gevaro menunjuk tempat parkir. "Besok Pak Andri tidak usah berangkat kerja. Kita akan bicara yang sedang dilakukan Papa Janet dan Devan. Supaya strategi pindah ke sini tidak sia-sia." Gevaro melanjutkan.
"Baik, Pak. Selamat istirahat." Andri mengerti maksud Gevaro dan segera pamit untuk memindahkan mobil.
Gevaro mengangguk dan meninggalkan Andri. Ketika masuk ke dalam rumah, Gevaro terkejut mendengar suara tawa Asyer di kamar tamu. Seketika rumahnya seperti bernyawa, tidak lagi sepi dan dingin. Sesuatu yang tidak dirasakan saat menempati rumahnya.
"Mengapa Asyer ada di kamar tamu itu?" Tanya Gevaro kepada Jensen yang mendekatinya.
"Janet juga ada di dalam, Pak. Sepertinya mereka sedang bercerita buat Asyer..." Jensen menyampaikan perkiraannya yang mengetahui Janet masuk ke kamar yang ditempati Bu Dessy.
"Kita tidak usah pergi. Kau tidur di ruang kerja saja." Gevaro berubah pikiran untuk tinggal di apartemen yang telah disiapkan Jensen untuk meraka. Suasana ceria dan hangat yang tercipta oleh kehadiran keluarga Andri membuatnya ingin tetap berada di rumah untuk merasakan kehangatan yang tidak pernah dirasakan.
~▪︎▪︎
Ke esokan hari ; Gevaro bekerja seperti biasa. Dia berangkat pagi sebelum yang lain bangun. "Mereka semua belum bangun?" Tanya Gevaro setelah berada dalam mobil.
"Iya, Pak. Mungkin mereka tidur larut. Karna suara Asyer masih terdengar sayup di kamar Omanya..." Jensen menceritakan yang dia dengar sebelum tertidur.
"Biarkan saja. Tolong minta detektif selidiki Devan. Saya curiga, kalau dia tidak merengek..." Gevaro menjelaskan yang harus dilakukan Jensen, sebelum dia mengatur strategi dengan Andri. Dia mulai memikirkan rencana untuk dilakukan Andri, selama tinggal di tempatnya.
Gevaro berusaha konsentrasi bekerja sepanjang hari, sebab kehadiran Asyer di rumah membuat rasa kangen yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
Ketika malam tiba, Gevaro tiba di rumah. Mobilnya langsung masuk garasi, karena dia berencana masuk ke dalam kamar melewati pintu garasi untuk menghindari keluarga Andri.
Tapi dia terkejut melihat Andri sekeluarga sedang duduk bercengkrama di ruangan santai. "Selamat malam semua." Sapa Gevaro kikuk. Dia seakan tertangkap basah masuk ke rumah orang. Dia berjalan cepat masuk ke kamar.
'Mengapa aku seperti di rumah orang?' Gevaro bertanya dan memikirkan cara untuk bersikap santai di tengah keluarga Andri. Terutama dihadapan Bu Dessy yang diam-diam memperhatikan dia.
Selesai mandi Gevaro mengenakan kaos dan celana pendek. Sebagai tanda bahwa dia pemilik rumah. Kemudian dia berjalan ke ruangan santai untuk bergabung.
Banyak kalimat dan ide sudah dipikirkan sebagai topik pembicaraan, karna dia belum tahu berapa lama Andri dan keluarga tinggal di rumahnya.
Namun sebelum berkata, dia mendengar suara Asyer yang sedang duduk di pangkuan Janet. Dia curiga yang dikatakan Asyer berhubungan dengannya, sebab Asyer melihat dia dan Janet langsung menutup mulutnya dengan tangan. Gevaro curiga, Asyer meminta sesuatu.
Setelah melihat Janet melepas tangan, Gevaro mendekat. "Kenapa, Asyer?" Bu Dessy memperhatikan sikap Gevaro kepada Asyer tanpa berkedip.
"Ouup..." Asyer kembali mengatakan satu kata yang tidak dimengerti Gevaro. Janet kembali menutup mulut Asyer sambil geleng ke Asyer.
Sontak Gevaro melihat Andri untuk minta bantuan terjemahkan maksud Asyer. "Asyer minta digendong, Pak." Andri berkata pelan.
"Oh, boleh?" Gevaro bertanya tanpa suara kepada Andri, sebagai tanda minta izin. Andri mengangguk, mengiyakan.
Mendapat izin Andri, Gevaro melihat Asyer dan Janet bergantian. "Asyer mau apa?" Pertanyaan Gevaro lagi membuat Janet menyerah.
"Ouup..." Asyer kembali mengatakan kata yang sama sambil melihat Gevaro.
"Sini." Gevaro membuka tangan dan memanggil dengan menggerakan wajah.
Asyer turun dari pangkuan Janet dan berlari ke arah Gevaro yang langsung mengangkat dengan kedua tangan dan memeluk. "Asyer mau digendong?" Tanya Gevaro dengan dada hampir meledak.
Rasa bahagia yang luar biasa dan tidak dibayangkan, mengalir hangat memenuhi rongga dada dan tidak bisa diukur dengan apa pun.
...~▪︎▪︎▪︎~...
...~▪︎○¤○▪︎~...
Asyer pasti senang bisa belajar renang secara anak kecil pasti suka mainan air.
aku bacanya senyum senyum dari tadi😂
wah andri beneran nih udah mengikhlaskan janet untuk gevaro,
beneran nih ngga nyesel, . biarin ngga bisa melakukan kewajiban suami istri.. tapi selama 4 tahun beneran ngga ada cinta nih.. ❣️
babang gevaro ditunggu 🙊