NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:644.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nopani Dwi Ari

Velia harus rela menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahannya dengan Daniello. Laki-laki yang memiliki kelakuan menyimpang, sampai dimana sang ayah mertua meminta janji pada Velia agar mengubah sang anak menjadi laki-laki yang normal.

"Berjanjilah pada papah, bahwa kamu. Akan membawa anak papah ke jalan yang benar,"

"Tapi..."

Dengan memelas ayah mertua Velia Tuan Samanta memohon pada dirinya, membuat Velia tak bisa berbuat apa pun. Dan belum lagi cinta masa lalu Velia dan Daniello yang kembali, saat mereka saling cinta.

Akankah mereka bersama? Ikuti kisah Velia dan Daniello.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.9

Ello panik karena Velia tak ada di kamarnya, dia mulai berpikir kemana dia, pergi? Tidak mungkin Velia kabur.

"Mungkin dia sedang jalan-jalan," begitu pikir Ello.

"Ada apa?" tanya Alvaro tiba-tiba di belakang Ello.

"Tidak ada," jawabnya singkat.

"Ayok." Ajak Alvaro, dia menarik lengan Ello untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.

"Mau kemana?"

"Mau memuaskan mu." Alvaro mengedipkan sebelah matanya.

Dengan kasar Ello melepaskan genggaman tangan Alvaro, dan menatap tajam lelaki itu.

"Cukup Al, lebih baik kita hentikan saja semua ini." Sergah Ello.

"Hentikan kamu, bilang? Setelah apa yang ku lakukan untuk mu, hah?" teriak Alvaro.

"Aku sudah meluangkan waktu ku untuk mu, uang ku berada di perusahaan mu. Daniello, aku menghibur mu saat sedih, lalu apa lagi? Hanya karena seluruh Indonesia, bakal menentang kita. Lalu kamu berhenti begitu?" marah Alvaro.

"Dengar Daniello, aku tidak akan segan-segan untuk menyakiti orang terdekat mu. Aku bisa menyakiti adik mu Helena," ancam Alvaro.

"Jika kamu berani melakukan itu, aku pun tak segan untuk melakukan hal yang tak bisa kamu bayangkan Alvaro." Ucap Ello dengan nada dingin.

Ada rasa takut jika Alvaro menyakiti Velia dan Helena, namun dia harus memastikan Velia selalu berada dalam pengawasannya. Jika Helena, dia pasti aman di rumah bersama orang tuanya.

"Oke, maafkan aku. Alvaro, bukan maksud ku berkata seperti itu. Aku hanya sedang lelah saja," kilah Ello.

Dia akan mencoba mencari cara agar lepas dari jerat Alvaro, dan mengikuti semua permainannya.

Ello pun mendekati Alvaro, dan mencium bibirnya dengan lembut. Ello pun menutup kamar, yang seharusnya dia gunakan bersama dengan Velia.

Dalam hati beribu maaf pada sang istri dia ucapkan, walau hanya saling memuaskan. Tapi itu telah merusak ikatan suci pernikahan mereka.

"Maafkan aku Velia,"

Kini ada setitik rasa untuk Velia, setelah melihatnya menangis. Velia sendiri, dia masih berada di apartemen milik Indi.

"Ve, lo gak makan?" tanya Indi.

"Engga, gue gak laper."

"Jangan gitu, lo harus makan. Walau sakit hati, hidup kita perlu berjalan dan perlu makan." Kekeh Indi, Velia pun memutar bola mata malas.

"Ya udah, gue pengen makan mie ayam." Cetus Velia.

"Mie ayam?" Indi nampak berpikir, dia pun teringat dengan mie ayam. Yang tak jauh dari apartemennya.

"Ahh... Ayok, di sekitar sini ada mie ayam yang enak. Porsinya banyak ayok," ajak Indi tak sabar, padahal dia baru saja makan mie juga.

"Kok lo yang antusias sih?"

"Hehehe... Gue masih laper lah! Tenang kali ini, gue yang traktir lo. Hadiah pernikahan dari gue," ujar Indi.

"Halah... Mana ada hadiah mie ayam," kesal Velia.

Namun tak ayal, mereka pun keluar dari apartemen. Waktu menunjukan pukul tiga sore, berarti Velia sudah lama berdiam diri di apartemen Indi.

"Di nanti gue langsung pulang yah?"

"Iya, mau gue anterin gak?"

"Gak usah lah."

Indi mengangguk, selama dalam perjalanan menuju kedai mie ayam. Velia dan Indi terus bercerita tentang dia dan Ello saat malam pertama.

"Parah lo, kasian anak orang di kerjain." Lagi-lagi Indi tertawa keras.

"Lagian nyebelin, sok gak mau sama gue. Ehh dianya sendiri napsu sama gue," cibir Velia.

"Udah ahh sakit perut gue."

Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai. Dan memesan dua porsi mie ayam baso untuk Indi, dan mie ayam ceker untuk Velia. Dia pun teringat akan Ello, dan akan membelikannya juga.

Tanpa mereka tahu, selama mereka berjalan dan bercanda. Ada yang diam-diam, mengikuti mereka.

"Saya sudah mendapatkan gambarnya bos," ujarnya pada orang yang di panggil bos.

"Baik bos, aku akan membuat gosip yang akan membuat mereka malu."

"Tapi jangan lupa, jika berhasil trfansfer bonusnya." Pinta laki-laki tersebut.

Laki-laki tersebut mengakhiri panggilannya, lalu pergi meninggalkan Velia dan Indi. Untuk tugas yang lain.

***

Sedangkan di apartemen Ello, Alvaro tersenyum sinis menatap foto pernikahan Ello dan Velia.

Dia akan bermain-main sedikit dengan Velia dan Indi, ya Alvaro lah yang menyuruh orang. Untuk mengikuti Indi dan velia, lalu membuat gosip yang akan membuat mereka kesal.

"Lihat saja, apa kamu bisa tergoda dengan j****g itu." Gumam Alvaro, menatap Ello yang terlelap tanpa sehelai benang pun.

Notifikasi pesan masuk di ponselnya, memberitahukan bahwa Velia akan pulang.

"Oke, let's show begin." Ucap Alvaro, tersenyum miring. Sungguh dia tidak suka pada Velia.

"Gue pulang dulu Di!" ucap Velia pada Indi.

"Ya sudah hati-hati," balas Indi.

Velia pulang menggunakan taxi, kebetulan ada yang berhenti di dekat kedai mie ayam. Velia melambaikan tangan pada Indi, selama di perjalanan Velia hanya diam.

Perasaanya masih saja rumit, Velia pun menghela nafas dengan panjang. Berpuluh menit kemudian, dia sudah sampai di unit milik Ello.

Saat pertama membuka pintu, kondisinya masih sama. Namun terdapat sepatu milik seseorang yang Velia kenal, siapa lagi kalau bukan Alvaro.

Dia pun tak peduli, dan meletakan mie ayam yang dia bawa. Dan akan di pindahkan ke dalam mangkuk.

"Dimana mereka?" gumamnya.

Perasaan Velia tak enak, dia pun berjalan menuju kamar pribadi Ello. Dan saat membuka pintu betapa terkejutnya dia saat melihat Ello dan Alvaro, tidur bersama. Velia hampir limbung, namun dia bisa mempertahankan keseimbangannya.

"Daniello Johnson." Teriak Velia, membanting pintu dengan keras. Membuat Ello terperanjat, dan langsung bangun. Menatap pintu yang di tutup dengan sangat keras.

"Velia." Lirih Ello, dia menatap Alvaro yang terlelap di sampingnya. Tanpa Ello sadari, Alvaro menyunggingkan senyum sinisnya.

Setelah itu dia pun pergi ke dapur dengan langkah cepat, untuk menenangkan diri. Sakit? Tentu saja iya, bagaimana tidak. Mereka melakukannya di kamar pribadi yang seharusnya dia dan Ello gunakan, untuk berbagi kasih dan sayang. Namun dia malah membawa orang lain.

Velia menegak minuman dinginnya, jika dia kuat untuk minum alkohol. Maka dia akan lakukan, tapi sayang. Dia alergi dengan minuman tersebut, dia masih ingat saat mencicipi pertama kali. Dan nyawanya hampir keluar.

"Velia." Panggil Ello, namun Velia pun masih memunggungi Ello.

"Maafkan aku Ve," lirihnya.

"Itu bukan urusan ku, aku pun sudah berjanji tidak akan ikut campur." Balas Velia.

"Tapi kenapa harus di kamar pribadi kita?" tanya Velia menatap Ello, dengan mata yang memanas.

"Maafkan aku Velia, sungguh aku tak bermaksud seperti itu."

"Tadi aku mencari mu ke kamar, namun kamu gak ada. Aku dan Alvaro..."

"Cukup, aku mengerti. Gak usah di jelasin pun aku mengerti, kamu sudah berbagi desah dengan orang lain," marah Velia.

Harusnya Velia tak marah, entahlah kenapa dia menjadi sensitif seperti ini. Semenjak tahu kenyataan bahwa, orang tuanya tak menginginkan dirinya.

"Aku gak mau tahu, bersihkan kamar itu. Ganti seprainya dan semprot dengan disinfektan." Papar Velia, Velia pun mengambil tasnya kembali.

"Mau ke mana lagi?" tanya Ello.

"Keluar cari udara segar," ketus Velia.

Dia pun berjalan dengan langkah kaki yang cepat, dan membanting pintu dengan keras.

Ello menatap pintu yang tertutup dengan pandangan yang bersalah, lalu menatap semangkuk mie ayam yang masih hangat. Bahkan seperti ini pun, dia masih ingat dengan dirinya.

tbc...

Maaf typo, jangan lupa tinggalkan jejak 🙏

1
🌺🌺
ceritanya seru dan bagus
neny
cerita nya bagus,,maaf aq boom like dr bab 1 sampe bab 38,,slnya lp,,semangat kak othor 💪😘
AriNovani: Makasih kakk 🥰
total 1 replies
Virna Vaina Voona
entah apa yang merasuki mu~~~
Virna Vaina Voona
si velia pasti syik syak syok tuh.. hahaha
Virna Vaina Voona
velia nama ku waktu kecil wkwkwk
Yati Alwayss Lealy
Kecewa
AriNovani: saya lihat semua novel yg kau baca, di bilang buruk sma kecewa coba anda nulis novel biar saya nilai
total 1 replies
Yati Alwayss Lealy
Buruk
AriNovani: menurut lo yg bagus yg kaya gimana?
total 1 replies
Shifa Burhan
hebat pemikiran wanita dalam membuat novel

Dev melecehkan istri orang segitu aja hukumannya
alvaro juga menyerah istri orang untuk dilecehkan dan percobaan pembunuhan malah tidak dapat hukuman sama sekali

dan ene eng saat wanita lain yang melakukan kesalahan

keyra melakukan kesalahan pada beliau langsung diberi hukuman disekap dan dibuat menderita dan taura baru dibebaskan

aku setuju semua tokoh jahat mendapatkan kesempatan berubah tapi yang jadi masalah kenapa hanya wanita jahat yang dapat hukuman yang kejam sedangkan pria2 jahat bebas begitu saja, bahkan setelah melecehkan istri orang

ini lah sifat wanita, mereka akan kejam pada wanita lain yang jahat padanya tapi akan lembut dan tidak tega pada pria lain yang jahat padanya
AriNovani: Terima.kasih masukannya 🙏
total 2 replies
Mochi 🐣
💕💕💕
AriNovani
💙💙💙
Vien Habib
Luar biasa
Nila
Bella jangan bodoh. Hil mu bisa dihitung bulannya. Kapan kamu dilecehkan Dev.
Yani Citra: A dia
total 1 replies
Nila
Kalau Alvaro mau pasti bisa sembuh
Nila
Ello nggak tegas
Nila
Alvaro harus kasihan pada kedua orang tuannya
Nila
Alvaro butuh psikiater.nKisqh yg tragis
Nila
hancur kan Alvaro. manusia jadi- jadian menyalahi kodrat
Nila
👍👍👍💪💪
Nila
Susul istri mu El
Nila
Alvaro jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!