Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.
Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].
Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!
Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 = Pengantaran Darah dan Api yang Tidak Padam
Fajar di Kota Perbatasan disambut dengan suara lonceng guild.
[Quest: Pengantaran Barang Rank C]
[Isi: 3 Peti Ramuan ke Desa Utara. Waktu: 2 Hari. Resiko Tinggi]
Kael, Luna, dan Grom berdiri di depan gerbang kota. Di punggung Grom ada 3 peti kayu besar.
"Kamu yakin kuat Grom?" tanya Kael.
"Grom kuat! Demi Tuan!" Grom menepuk dadanya.
Luna memeriksa stafnya. "Hati-hati. Hutan Serigala itu sarangnya bandit juga. Dan... bisikan itu?" Dia melirik ke tangan Kael. Ada urat hitam samar di sana.
Kael menyembunyikan tangannya. "Udah hilang."
Padahal bohong. Semalaman bisikan itu nggak berhenti. _'bunuh... lebih kuat... bakar...'_
Mereka bertiga masuk hutan.
2 jam pertama aman. Sampai...
"BERHENTI!"
12 orang bersenjata keluar dari semak. Bertopeng. Bawa pedang dan busur.
[Bandit Hutan Level 4-6]
Pemimpinnya, pria bertato ular, tertawa. "Peti bagus. Serahkan. Dan healer cantik itu ikut kami."
Luna langsung maju. "Jangan harap!"
Grom mencabut 3 belatinya. "Grom... lindungi barang Tuan!"
Kael belum bergerak. Api hitam di tangannya bergetar. Bisikan makin keras. _'Ini dia... bakar semua...'_
"Kael!" Luna berteriak. "Giliranmu!"
Kael menarik napas. "Api Neraka Level 1!"
"DUARR!"
3 bandit langsung gosong. Tapi 9 lainnya langsung menyerbu.
Pertarungan pecah.
Grom bergerak cepat. Belatinya tepat sasaran. 1 bandit roboh. [Grom Lv.3 → Lv.4]
[Ding! Skill Baru: Lempar Ganda Terbuka]
Luna sibuk heal dan kasih [Berkah Cahaya]. "Kael! Kiri!"
Kael berbalik. Tebasan pedang melintas. Dia menahannya dengan tangan. Darah mengalir.
Rasa sakit itu... membuat bisikan semakin jelas.
_'Sakit? Bagus. Gunakan. Bakar mereka semua.'_
Mata Kael memerah. "CUKUP!!"
[Skill: Api Neraka - Ledakan!]
"BOOMM!!!"
Radius 5 meter jadi lautan api hitam. 5 bandit langsung lenyap. Tanah retak.
Luna dan Grom terpental. [HP Luna: 20/50] [HP Grom: 10/30]
Kael berdiri di tengah api. Rambutnya acak-acakan. Urat hitam menjalar ke lehernya.
"Hah... hah... lemah... semuanya lemah..."
"Kael!!" Luna berlari dan menamparnya. "Sadarr!!"
Tamparan itu membuat Kael tersadar. Api padam. Dia jatuh berlutut. "A-aku... hampir..."
Luna memeluknya erat. "Jangan... jangan jadi monster karena mereka ya..."
Kael menatap tangannya. Urat hitam mundur pelan. "Maaf..."
Pemimpin bandit yang selamat ketakutan. "M-monster..." Dia lari.
Pertarungan selesai. Tapi harganya mahal. 1 peti rusak. Dan Kael hampir kehilangan dirinya.
Malamnya mereka berkemah.
Kael duduk paling jauh. Dia menatap api unggun.
"Aku bahaya buat kalian..."
Luna duduk di sebelahnya. Tanpa kata dia menyenderkan kepala di bahu Kael. "Kalau kamu bahaya, kita lawan bareng-bareng. Bukan lari."
Grom juga mendekat. "Grom... tidak takut Tuan. Grom percaya."
Hangat. Untuk pertama kalinya sejak dapat Job "Sampah", Kael merasa tidak sendirian.
[Ding! Bond Party Meningkat!]
[Kael + Luna: Trust +30]
[Kael + Grom: Loyalitas +50]
Luna tiba-tiba berdiri. "Oke cukup drama. Kita harus kuat."
Dia menatap stafnya. "Aku juga harus lebih kuat."
[Ding! Luna bermeditasi semalaman]
[Luna: Level 5 → Level 6]
[Skill Baru: Perisai Cahaya Terbuka]
[Deskripsi: Menciptakan perisai untuk 1 target. Menyerap 1 serangan mematikan]
"Giliranmu Grom." Kael tersenyum lemah.
Grom mengangguk. Dia latihan melempar belati ke pohon sepanjang malam.
[Grom: Level 4 → Level 5]
[Skill Baru: Bayangan Goblin Terbuka]
[Deskripsi: Membuat 1 bayangan untuk mengalihkan perhatian musuh]
Keesokan paginya, mereka melanjutkan perjalanan. 2 peti tersisa.
Saat hampir sampai Desa Utara, mereka dihadang lagi. Kali ini cuma 1 orang.
Pria berjubah hitam. Wajahnya tertutup.
[??? Level ??]
"Kalian... membawa api yang tidak seharusnya." Suaranya serak. "Serahkan Inti itu."
Kael langsung pasang kuda-kuda. "Siapa kamu?"
"Aku utusan dari Menara. Kami merasakan ada yang 'menelan' Inti. Itu terlarang."
Pria itu mengangkat tangan. Tanah bergetar.
[Sihir Gravitasi Level 3]
Tubuh Kael, Luna, Grom langsung tertarik ke tanah. Tidak bisa bergerak.
"Menyerah saja Penyihir Sampah. Atau aku ambil paksa."
Kael menggeram. Efek korupsi muncul lagi. Tapi kali ini dia tidak melawannya. Dia mengarahkannya.
"Kalau kalian mau... ambil."
Api hitam keluar bukan dari tangan. Tapi dari matanya.
"Api Neraka... Pembakaran Diri!"
[HP Kael: 60/60 → 10/60]
[Damage x3 selama 30 detik]
"KAEL JANGAN!!" Luna berteriak. Dia memecahkan gravitasi dengan [Perisai Cahaya] dan langsung menubruk Kael.
Dengan sisa tenaga, Kael memukul tanah.
"LEDACKAN!!!"
"BUUUARRR!!!"
Asap tebal. Saat menghilang, pria berjubah itu sudah tidak ada. Hanya bekas terbakar.
Kael pingsan. Di pelukan Luna.
[Quest Selesai: Pengantaran Barang Rank C]
[Reward: 500 Gold + Reputasi Guild +100]
[Kael: Level 6 → Level 7]
[Luna: Level 6 → Level 7]
[Grom: Level 5 → Level 6]
3 hari kemudian di penginapan Desa Utara.
Kael bangun. Yang pertama dia lihat langit-langit kayu. Yang kedua: Luna tidur di kursi sambil pegang tangannya.
"Akhirnya bangun juga, Penyihir Sampah." Luna pura-pura judes, tapi matanya berkaca-kaca. "Bodoh. Lain kali jangan pakai skill bunuh diri lagi."
Kael tersenyum. "Siap, Healer Sombong."
Grom masuk bawa makanan. "Tuan sudah bangun! Desa mengadakan pesta untuk kita!"
Kael berdiri. Luka di tubuhnya masih ada. Tapi di kepalanya... bisikan itu lebih pelan.
Karena dia sadar. Kekuatan bukan buat balas dendam.
Kekuatan untuk melindungi orang yang percaya padanya.
Di luar jendela, warga desa bersorak: "Hidup Tim Buangan!"
[Status Party: Tim Buangan Lv.7/7/6]
[Reputasi: Desa Utara \= Bersahabat]