NovelToon NovelToon
Pacarku Ternyata Adikku

Pacarku Ternyata Adikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Cinta Terlarang
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Noya Clarissa

Namaku Yuta Mayasaki, aku mempunyai seorang pacar bernama Giza, gadis cantik yang merupakan madona sekolah SMA Jayakarta.

Suatu hari saat aku pulang sekolah, Ayahku yang seorang duda membawa pacarnya dan juga seorang gadis yang merupakan anak dari pacarnya.

Namun saat aku melihat penampilannya... ya, benar sekali, anak dari pacar ayahku itu adalah Giza.

Bagaimana hubunganku dengan Giza seterusnya? Apakah masih boleh kita berpacaran walaupun kita kakak adik? Bukankah ini cinta terlarang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noya Clarissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.8 Ayane-senpai?

***

Beberapa detik kemudian setelah aku dan Ayane menunggu di ruang osis, suara ketukan pintu terdengar.

"Iya, silahkan masuk"

Ada dua gadis yang terlihat dari pintu ruangan osis, yang satu Giza, yang satu lagi ...

"Ayane-senpai, Yuta-kun, inilah gadis yang aku maksud"

Gadis yang ada di sebelah Giza itu mempunyai rambut yang pendek berwarna hitam kecoklatan. Dia terlihat seperti anak dari keturunan bule amerika, atau memang benar?

"H-halo ... aku Yoshida Shizu"

Yoshida Shizu, ternyata dia beneran temannya Giza.

"Halo, Shizu-san, aku Yuta Mayasaki"

"Aku Ayane Kamiyata, Silahkan duduk"

Ayane bangun untuk mempersilahkan Shizu duduk di tempatnya, karena pada saat itu. bangku hanya ada tiga. Itu sesuai dengan jumlah anggota osis sekarang jika tidak menghitung Ayane.

"Ah, terima kasih"

Shizu menundukkan kepalanya, sepertinya dia malu-malu. Ya wajar saja sih, tiba-tiba dipanggil ke ruang osis rasanya aneh juga 'kan.

"Jadi, Shizu-chan, apa kamu sudah tau kenapa kamu dipanggil ke sini?"

"Iya ... Giza memberi tahuku tadi,"

Oh, udah tau toh.

"Katanya, ada cowok yang m-memperebutkanku?"

"Ya, itu benar"

"Tidak, tidak, itu tidak mungkin"

"Eh?"

Aku bingung, apa maksudnya 'tidak mungkin'?

"Karena, aku saja jarang sekali ngobrol bareng cowok"

"...Hah? Jadi maksud kamu?"

"Ya begitu, tidak mungkin ada cowok yang memperebutkanku"

Tunggu, tunggu, ini kenapa jadi aneh begini?

"Tapi, aku dengar dari salah satu anggota klub sepak bola, katanya kamu itu diperebutkan oleh anggota basket dan juga sepak bola?"

"... Diperebutkan? Ah ... itu toh"

"Hnn ...?"

Tiba-tiba Shizu tertawa kecil, senyumnya sedikit menyeringai.

"Itu tuh lagi bahas tentang anggota"

"Maksudnya?"

"Begini ... sebenernya kalau dibilang diperebutkan juga gak terlalu benar sih, karena beberapa hari yang lalu, aku ingin mengisi formulir data klub, tapi aku bingung mau masuk klub basket atau klub sepak bola"

"Jadi ...?

"Jadi, mereka itu bukan memperebutkan aku dalam konteks yang romantis, tapi mereka hanya memperebutkan aku untuk masuk ke klub mereka"

"Oalah, begitu toh"

Kalau begitu, aku selama ini ngapain pusing mikirin beginian.

"Aku juga gabisa menyalahkan kalian sih, karena semuanya berawal dari orang yang salah memberi informasi ke Ayane-senpai"

Benar juga. Kalau kupikir-pikir lagi, siapa sebenarnya yang memberi informasi ke tentang masalah ini ke Ayane-senpai?

"Tapi kalau sudah begini, berarti masalahnya sudah selesai, dong?"

Semuanya sudah terungkap. Mulai dari gadis yang diperebutkan, sampai akar permasalahannya yang sempat membuat kami salah paham.

"Iya, aku akan menutup kasus ini. Case closed."

Ayane-senpai menepuk tangannya seraya mengisyaratkan bahwa masalah ini sudah selesai.

"K-kalau begitu, apakah aku bisa kembali ke kelasku?"

Gadis pemalu itu—Yoshida Shizu—menundukkan kepalanya.

"Tentu saja, terima kasih atas kerja samanya."

***

Siang hari, di atap sekolah saat jam istirahat.

Aku menjalani keseharianku seperti biasanya—makan bekal di atap sekolah. Tapi kali ini ada yang kurang.

"Apa Giza baik-baik saja sendirian di rumah?"

Giza—pacarku yang imut itu—mungkin sekarang masih terbaring di kasur kamarnya. Entah karena alasan apa dia tiba-tiba sakit dan izin untuk tidak masuk sekolah hari ini.

"Hampa banget ya rasanya kalau makan sendirian."

Itulah yang aku pikirkan, tetapi sepertinya hal itu gak berlaku lagi mulai detik ini.

Suara pintu yang terbuka terdengar di telingaku, saat itupun juga aku menoleh dan melihat seorang gadis berambut merah sedang membawa kotak makannya.

Walau begitu, gadis yang muncul bukanlah seseorang yang tidak aku kenal. Aku bisa menebaknya walau hanya melihat sekilas. Apalagi setelah mendengar suara dia yang memanggilku.

"Sudah kuduga kamu ada di sini."

"Halo, Ayane-san."

Gadis berambut merah itu mulai mendekatiku setelah aku membalas sapaannya.

Cara dia membawa kotak makan itu elegan banget layaknya seorang putri, pikirku.

"Tumben banget kamu ke sini, ada apa?"

Aku tidak tahu cara membuka percakapan dengan cewe yang benar itu seperti apa. Kalau sama Giza sih udah biasa. Tapi untuk sekarang aku akan menanyakan maksud dia dulu.

"Tidak ada hal penting, kok? Aku hanya ingin mencari teman makan bareng saja."

Begitulah katanya, tetapi kenapa harus aku? Kenapa dia tidak mengajak si gadis dingin itu saja.

"Begitu ya ..."

"Ngomong-ngomong, kamu gak bareng Giza?"

Pertanyaan yang mudah ditebak. Ya mau gimana lagi, aku memang biasanya selalu bareng dengan Giza dan aku bangga akan hal itu.

"Ah, dia sedang sakit."

"Serius? Kok kamu bisa tahu?"

Astaga. Aku salah jawab.

"B-begini, aku pacarnya 'kan? M-mana mungkin aku tidak tahu keadaan pacarku sendiri ... hehe ..."

Bodoh sekali aku. Inilah akibatnya jika seseorang terlalu cinta dengan pacarnya. Sampai lupa untuk memikirkan kata-kata yang akan dikeluarkan.

"Hee ..., begitu 'kah? Sedikit meragukan ..."

Ayane-senpai mendekatkan wajahnya ke arahku. Tidak, tidak, ini terlalu dekat. Bisa-bisa aku kehilangan kendaliku dan mulai mengatakan kebenarannya.

"Dia memberitahuku melalui chat-nya pagi tadi."

"Begitu? Yasudah."

Eh? Begitu saja? Kukira dia akan memintaku untuk memperlihatkan chat Giza. Tapi tidak apa-apa deh, toh intinya dia gak curiga lagi.

"Suapin aku dong."

"Urgh–"

Aku yang masih menikmati makananku tiba-tiba tersedak setelah Ayane-senpai mengucapkan kata-kata yang ... aneh.

"A-apa? Tadi kamu bilang apa?"

Aku pura-pura gak denger saja deh.

"Tidak ada apa-apa."

Gadis ini ... aneh.

Atau mungkin aku belum terlalu mengenalnya?

Ayane-senpai membuka kotak makannya perlahan, aku yang penasaran dengan isi kotak makannya mencoba untuk sedikit mengintipnya.

Gila. Makanan yang dibawanya itu ... terlihat mewah banget.

"Kamu mau?"

"Eh, hah?"

"Kamu dari tadi ngelihatin kotak makananku terus."

Dia sadar toh.

"Mmm ... ngga, kok? Aku hanya penasaran saja."

"Begitu ya ... bagaimana kalau kita barter?"

Barter? Tunggu, tunggu, sepertinya dia belum tahu bekal apa yang aku bawa.

"Kamu mau barter? Aku cuman bawa mie, loh?"

Kalau Giza sedang tidak sakit sih mungkin aku akan dibuatkan bekal yang sehat. Sayangnya sekarang dia sedang sakit dan aku tidak ingin merepotkannya.

Lagipula aku juga malas.

"Aku mau."

Eh? Gak salah nih?

"Kamu mau mie?"

"Iya."

Sebenarnya sih aku mau saja, tapi ... aku khawatir dengan kesehatannya. Begini ya, kalau saja dia setiap hari makan makanan sehat, apa yang akan terjadi kalau dia tiba-tiba makan mie?

"Kamu serius 'kan?"

"Hmm? Kalau kamu merasa keberatan tidak usah."

"Tidak, bukan begitu maksudku"

Daripada aku terus menanyai dirinya, lebih baik aku menerimanya.

"Ini punyaku."

"Ah, oke."

Ayane-senpai langsung memberiku salah satu lauk mewahnya, karaage.

"Kalau begitu ini punyaku."

"Langsung ke mulutku saja."

"Eh?"

***

1
kazuha
bags
Noya Clarissa: makasih udah baca~! /Smile/
total 1 replies
s e n j a✨
mampir di karyaku dong kakak....
diriku adalah masa depanku
setetes air diujung ranting
terjebak dalam masa lalu

happy Reading ❤️
Nurnazeerah: sanja menypa
total 1 replies
𝐈𝐜𝐡𝐢𝐧𝐨𝐬𝐞
ada ga sih novel kek gini, percintaan kakak dan adik
Nurnazeerah: YUNICHl
total 3 replies
@suara-pemimpi
cerita nya mirip banget sama anime "mamaha no tsurego ga moto kano" iya, gak si?
Rizki Amelia: aku tau apa
total 1 replies
ALBEDO
Hmm
lia: /Smile//Smile//Shame//Casual//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/e1
wq
eq
.
total 1 replies
ALBEDO
Menarik
Rizki Amelia: ajar dia utk dapat
total 1 replies
ALBEDO
Mantap
dewi ayu 12
kenapa adiknya sendiri aja gk tau
Ririn Danayanti
gak masalah bukan adek kandung
Keho
menjengkelkan gk pernah up lebih dari 6 bulan
Egib: rekomendasi cerita lain kak, Widan Den - Janji Musisi
total 1 replies
nurvaizatul karimah
😄😄😄
Hendra Hendra kepingoi
masa takut SM kecoak 🤣
Rizki Amelia: emang gak sempurna
total 1 replies
Hendra Hendra kepingoi
hehehe😇
Rizki Amelia: korang dengar
total 1 replies
Hendra Hendra kepingoi
sblm knl knpa TDK bertanya asal ny .
kn kasian pacarin adik sendiri🥹
sweet❤️
Semangat thor
Noya Clarissa: Makasih~ tungguin terus update-nya yah :p
total 1 replies
aylyn
kok ngak disambung lagi sih
Noya Clarissa: sudah dilanjut ya~
total 1 replies
X_xlynn
bagus
CRYING_BOY
up dong thor
Asthrophile
up lagi dong thorr..
Bintang Ladys
hal yu takutkan, ialah bad/sad ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!