NovelToon NovelToon
Berpijak Di Antara Batu Karang

Berpijak Di Antara Batu Karang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

meylani yang sedang putus cinta dengan Andrian membuat nya mengambil keputusan untuk menerima tawaran dipindahkan ke Surabaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadiran Yang Tak Ternilai

Malam itu, setelah perayaan kecil dengan Bu Siti usai, Meylani duduk sendirian di teras belakang rumah mereka. Angin malam Surabaya berhembus pelan, membawa aroma tanah basah sisa hujan sore tadi dan wangi melati dari tanaman tetangga. Ia memegang secangkir teh hangat, menatap langit gelap yang ditaburi bintang-bintang redup.

Pikirannya melayang jauh, kembali ke masa lalu. Ke masa-masa ketika ia masih bersama Andrian Alexander.

Dulu, cintanya pada Andrian terasa seperti memuja sebuah monumen megah. Andrian adalah pria sempurna dalam definisi dunia.o tampan, cerdas, kaya raya, dan memiliki karir cemerlang sebagai Jaksa Tinggi. Setiap kali Meylani bersamanya, ia merasa bangga. Mereka sering makan di restoran Michelin-starred, bepergian ke luar negeri untuk konferensi atau liburan singkat, dan tinggal di apartemen penthouse dengan pemandangan kota Jakarta yang gemerlap.

Namun, di balik kemewahan itu, ada kehampaan yang menggerogoti hati Meylani perlahan-lahan.

Ia mengingat sebuah malam, tiga tahun lalu. Saat itu, Meylani baru saja mengalami kegagalan besar dalam proyek pertamanya di perusahaan. Ia merasa hancur, insecure, dan butuh sandaran. Ia menelepon Andrian, berharap bisa bertemu, sekadar dipeluk dan didengarkan keluh kesahnya.

"Mey, aku sedang dalam rapat penting dengan Menteri. Nanti ya, kalau sudah selesai. Kamu coba tidur dulu, minum obat kalau pusing," jawab Andrian singkat, dingin, dan penuh efisiensi. Tidak ada pertanyaan tentang perasaannya, tidak ada tawaran untuk datang menjemput, hanya instruksi logis.

Meylani akhirnya menangis sendirian di apartemen mewahnya, dikelilingi oleh barang-barang branded yang dingin dan tak bernyawa. Ia menyadari bahwa bagi Andrian, waktu adalah komoditas paling mahal yang tidak bisa diboroskan untuk hal-hal "remeh" seperti emosi istri pacarnya. Andrian mencintai Meylani, itu benar. Tapi cintanya terbatas pada kotak-kotak prioritasnya. Dan Meylani, seringkali, berada di urutan kedua setelah ambisi karir dan citra publik.

Kini, situasi itu berbanding terbalik 180 derajat.

Meylani menoleh ke dalam rumah melalui kaca pintu geser. Di sana, Bima sedang tertidur pulas di sofa ruang tamu. Kakinya terangkat ke atas meja kopi, mulutnya sedikit terbuka, dan remote TV masih tergenggam longgar di tangannya. Pria itu kelelahan luar biasa hari ini. Setelah menghadapi Pak Viktor, membantu Bu Siti, lalu masih harus menyelesaikan laporan progres konstruksi untuk dikirim ke Jakarta sebelum tenggat waktu tengah malam.

Bima tidak punya uang untuk membelikan Meylani tas Hermes. Ia tidak bisa mengajak Meylani liburan ke Paris. Mobilnya masih motor matic yang sering mogok jika hujan deras. Rumah mereka sederhana, catnya mulai mengelupas di beberapa sudut, dan atapnya berisik saat angin kencang.

Secara materi, Bima kalah jauh dari Andrian. Sangat jauh.

Tapi...

Meylani tersenyum lembut saat mengingat kejadian sore tadi. Saat ia pulang dengan sakit kepala migrain, Bima tidak bertanya "kenapa kamu sakit?" dengan nada menyalahkan. Ia langsung bertindak. Memijat pelipis Meylani dengan tangan kasarnya yang ajaibnya bisa menenangkan saraf, menyeduhkan teh jahe hangat tanpa diminta, dan mematikan lampu agar Meylani bisa istirahat.

Atau pagi ini, ketika Meylani stres karena email audit dari Jakarta, Bima tidak memberinya nasihat bisnis yang rumit. Ia hanya membuatkan sarapan nasi goreng spesial, mencium kening Meylani, dan berkata, "Santai aja, Meyo. Urusannya nanti kita hadapin bareng. Kamu nggak sendirian."

Kalimat "Kamu nggak sendirian" itu sederhana. Namun, bagi Meylani, itu lebih berharga daripada berlian manapun.

Andrian memberikan Meylani dunia yang luas, tapi ia sering meninggalkan Meylani sendirian di tengah dunia itu.

Bima memberikan Meylani dunia yang sempit, tapi ia selalu ada di samping Meylani, mengisi setiap celah kesepian dengan kehadiran yang utuh.

Pintu kaca geser terbuka pelan. Bima terbangun, menggosok matanya yang masih mengantuk.

"Mey? Kok belum tidur? Dingin lho di luar," sapa Bima serak, suaranya berat khas bangun tidur. Ia berjalan mendekati Meylani, lalu duduk di sebelahnya di kursi plastik murah di teras.

"Maksudku mau menikmati angin malam sebentar, Mas," jawab Meylani pelan.

Bima menguap, lalu merangkul bahu Meylani, menariknya agar bersandar di dadanya yang bidang. Aroma keringat bercampur sabun mandi murah yang khas dari Bima menyergap indra penciuman Meylani. Aromanya bukan parfum mahal, tapi aroma rumah.

"Pikiranmu lagi ke Jakarta ya?" tanya Bima, seolah bisa membaca pikiran istrinya.

Meylani menggeleng. "Nggak, Mas. Aku justru berpikir tentang... perbedaan."

"Perbedaan apa?"

"Perbedaan antara dulu dan sekarang. Antara orang yang pernah aku kira sempurna, dengan orang yang sekarang ada di sampingku," jawab Meylani jujur.

Bima diam sejenak. Ia tahu Meylani merujuk pada Andrian. Ia tidak merasa cemburu, melainkan penasaran.

"Apa aku kurang sempurna dibanding dia?" tanya Bima bercanda, meski ada nada serius di baliknya.

Meylani menoleh, menatap mata Bima lekat-lekat. Dalam cahaya remang-remang teras, mata Bima terlihat jernih, tulus, dan penuh perhatian.

"Nggak, Mas. Justru sebaliknya," kata Meylani mantap. "Dulu, aku punya segalanya secara materi. Tapi aku sering merasa miskin secara waktu dan perhatian. Andrian... dia baik, dia sukses, dia hebat. Tapi waktunya selalu untuk hal lain. Untuk kasus, untuk jabatan, untuk citra. Aku harus menunggu giliran untuk dicintai."

Bima mendengarkan dengan saksama, tangannya mengusap lengan Meylani pelan.

"Sedangkan kamu, Mas..." lanjut Meylani, suaranya bergetar haru. "Kamu mungkin nggak punya banyak uang. Kamu nggak bisa beli aku mobil mewah. Tapi kamu selalu ada. Saat aku sakit, kamu di sini. Saat aku takut, kamu di sini. Saat aku butuh teman curhat jam dua pagi, kamu bangun dan dengerin. Waktumu... itu milikku. Sepenuhnya."

Air mata Meylani menetes pelan. "Dan itu, Mas, adalah kemewahan terbesar yang pernah aku rasakan. Lebih mahal dari apapun yang pernah Andrian berikan padaku."

Bima terdiam. Matanya berkaca-kaca mendengar pengakuan itu. Ia merasa rendah diri selama ini karena ketidakmampuannya memberikan kehidupan mewah pada Meylani. Tapi kini, ia sadar bahwa ada hal lain yang ia berikan, hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. kehadiran.

Bima menarik Meylani ke dalam pelukan erat, mengecup rambut istrinya.

"Aku cuma bisa kasih ini, Lan. Diriku. Waktuku. Perhatianku. Kalau itu cukup buat kamu, maka aku adalah pria terkaya di dunia," bisik Bima di telinga Meylani.

"Cukup, Mas. Sangat cukup," jawab Meylani, membalas pelukan itu dengan erat.

Mereka duduk berdiam diri di teras kecil itu, ditemani suara jangkrik dan angin malam. Tidak perlu kata-kata lebih lanjut. Meylani telah menemukan jawabannya. Cinta bukanlah tentang siapa yang bisa memberikan dunia, tapi tentang siapa yang rela berhenti sejenak dari dunianya untuk benar-benar melihatmu.

Andrian Alexander adalah masa lalu yang indah namun dingin.

Bima Arkhan Bagaskara adalah masa kini yang sederhana namun hangat.

Dan Meylani memilih kehangatan. Ia memilih pria yang akan selalu ada, kapan pun ia membutuhkan, meskipun dengan kantong kosong dan hati yang penuh.

"Mas," panggil Meylani tiba-tiba.

"Iya,?"

"Besok... kita masak sate ayam bareng-bareng ya? Ajak Bu Siti dan Pak RT. Aku mau traktir mereka pakai uang bonus kecil-kecilan dari kantor."

Bima tertawa renyah. "Wah, istriku royal banget! Siap, Bos! Aku yang beli bumbu dan arangnya. Kamu yang tusuk satenya. Deal?"

"Deal," kata Meylani sambil tersenyum lebar.

Di bawah langit Surabaya yang tenang, Meylani merasa damai. Ia tidak lagi membandingkan. Ia tidak lagi menyesal. Ia hanya bersyukur. Karena akhirnya, ia menemukan cinta yang sejati: cinta yang hadir, bukan hanya cinta yang menjanjikan.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!