NovelToon NovelToon
Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Balas dendam pengganti
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Saling Todong Identitas

​Atmosfer di dalam ruang kerja itu semakin mencekam. James—atau lebih tepatnya Sylvester—masih menatap tajam ke arah gadis di hadapannya. Ketukan jarinya terhenti total, digantikan oleh cengkeraman kuat pada pinggiran meja mahagoni.

​"Ritme Minerva?" desis James, suaranya merendah hingga ke titik paling intimidatif. "Dari mana gadis manja sepertimu tahu istilah itu? Siapa yang mengirimmu ke sini untuk memata-matai keluarga Guinevere?"

​Bellamy justru terkekeh rendah. Alih-alih gemetar ketakutan seperti karakter Bellamy asli yang rapuh, ia malah menyandarkan punggungnya ke kursi dengan sangat santai.

​"Memata-matai? Skenario yang sangat buruk, Tuan James yang terhormat," sahut Bellamy, matanya berkilat jenaka namun dingin. "Aku hanya memperhatikan seorang pria paruh baya yang mendadak berubah dari singa ompong menjadi macan tutul yang siap menerkam. Gaya memegang cerutumu itu... hanya ada satu orang di dunia nyata yang melakukannya setelah menembak mati kepala pengkhianat di dermaga barat."

​James tersentak. Alisnya bertaut rapat. Kejadian di dermaga barat adalah rahasia tingkat tinggi organisasi yang bahkan tidak diketahui oleh kepolisian, apalagi oleh seorang anak perempuan konglomerat di dunia novel ini.

​"Kau..." James berdiri dari kursinya, menopang tubuhnya dengan kedua tangan di atas meja, menunduk menatap Bellamy. "Bagaimana kau bisa tahu soal dermaga barat?"

​"Kenapa aku tidak boleh tahu?" Bellamy ikut bangkit, memperkecil jarak di antara mereka berdua. "Bukankah aku yang membersihkan sisa darah dari sepatumu setelah malam itu, Papa?"

​Kata 'Papa' yang diucapkan dengan nada sarkastik namun familier itu menghantam kesadaran James seperti gada besi. Ia memandangi wajah Bellamy dengan saksama—mencari riak ekspresi yang sangat ia kenali dari kehidupan masa lalunya.

​"Livana...?" bisik James, suaranya mendadak serak. "Kau... Livana?"

​Bellamy mengembuskan napas panjang, lalu memutar bola matanya. "Akhirnya otak mafiamu itu berfungsi, Pak Tua. Ya, ini aku. Putri tunggalmu yang hampir gila karena menolak memakamkan tubuh kaku jasadmu di aula utama kemarin!"

​"Bagaimana bisa—" James tertegun, lalu menggelengkan kepalanya yang mendadak pening. "Tunggu. Kau mati? Bagaimana kau bisa sampai ke sini?"

​"Aku tersambar petir di kamarmu saat memegang novel sialan bersampul emas berinisial 'D' itu!" bentak Bellamy frustrasi, meskipun ia tetap mengecilkan suaranya agar tidak terdengar sampai ke luar pintu. "Begitu bangun, aku sudah berada di dalam kolam dingin milik keluarga Enrique karena tubuh bodoh ini mencoba bunuh diri demi pemuda tolol bernama Javier!"

​Mendengar penjelasan itu, James langsung terduduk kembali di kursinya. Tangan kanannya refleks memijat pelipisnya sendiri.

​Tepat saat itu, layar hologram biru milik Sistem kembali muncul di depan mata James, berkedip-kedip dengan warna merah menyala yang mengganggu.

​[ Peringatan! Karakter James Guinevere terdeteksi melakukan interaksi di luar skenario utama dengan karakter Bellamy Guinevere. ]

[ Skala kerusakan alur: Sedang. Proses kalkulasi penalti umur... ]

​"Ugh!" James menggeram, memegangi kepalanya saat rasa nyeri yang menusuk tiba-tiba menghantam saraf otaknya.

​"Papa? Ada apa?" Bellamy yang melihat perubahan drastis pada wajah ayahnya langsung memutari meja. Ia menangkap bahu James dengan sigap. "Kau sakit? Efek serangan jantungmu di dunia nyata terbawa ke sini?"

​"Bukan..." James mengertakkan gigi, mencoba mengatur napasnya yang memburu. Di dalam pantulan kaca lemari buku di samping meja, sehelai rambut di pelipis kanan James perlahan berubah warna menjadi putih keperakan. "Ada... ada mesin sialan di kepalaku."

​"Mesin?" Bellamy mengernyitkan dahi, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan yang kosong. "Apa maksudmu?"

​"Sistem. Sesuatu yang menyebut dirinya Sistem Novel," James mengembuskan napas berat setelah rasa nyerinya sedikit mereda. "Layar biru sialan ini terus muncul di depanku. Dia bilang, aku harus mengikuti alur cerita asli James Guinevere yang asli. Jika aku sengaja membangkang atau mengubah cerita secara langsung, bajingan ini akan memotong umurku. Satu helai rambut putih berarti satu bulan umurku hilang."

​Bellamy terdiam, mencerna informasi gila itu dengan otak taktisnya. "Sistem Novel? Hukum Sehelai Rambut Putih? Berarti... perubahan sikapmu pada Mama Diane dan pembatalan adopsi Luciana tadi siang..."

​"Ya. Aku terpaksa menelan rasa sakit dan kehilangan beberapa bulan umurku demi menendang dua parasit itu dari ruang kerjaku," jawab James dengan dengus kesal. "Aku tidak sudi melihat wajah pelayan licik itu, apalagi membiarkan aset keluarga ini jatuh ke tangan anak angkat palsu."

​Bellamy tertegun sejenak, lalu ia melirik ke arah space kosong di depan wajah ayahnya—tempat di mana James terus menatap dengan pandangan jengkel.

​"Lalu... bagaimana denganku, Pa?" tanya Bellamy heran. "Kenapa tidak ada suara aneh atau layar konyol seperti itu di kepalaku sejak aku terbangun?"

​James mengalihkan pandangannya dari layar biru, lalu membaca baris teks kecil yang mendadak muncul di sudut bawah sistemnya.

​[ Status Karakter: Bellamy Guinevere (Anomali/Glitch Jiwa). Sistem tidak memiliki otoritas eksekusi atau penalti pada subjek akibat kesalahan sinkronisasi data internal. ]

​Sebuah seringai dingin, tipikal seorang bos mafia besar yang berhasil menemukan titik lemah dari rencana musuh, perlahan terukir di wajah James yang berwibawa.

​"Mereka tidak bisa menyentuhmu, Livana," bisik James, menatap putrinya dengan binar mata yang kembali tajam. "Kehadiran jiwamu di tubuh Bellamy adalah sebuah glitch. Sistem ini tidak punya hak atau otoritas untuk menghukum tindakanmu."

​Bellamy mematung sedetik, sebelum akhirnya sebuah senyuman barbar yang sangat familier bagi James muncul di wajah cantik gadis itu. Seringai yang biasa ia tunjukkan saat mereka bersiap meratakan markas musuh di dunia nyata.

​"Oh? Jadi maksud Papa, si brengsek di kepala Papa itu tidak bisa menghukummu kalau aku yang mengacak-acak tempat ini?" tanya Bellamy, matanya berkilat berbahaya.

​"Tepat sekali," sahut James, menyandarkan punggungnya dengan sisa wibawa mafianya yang kini kembali penuh. "Jika jalannya cerita ini harus diubah demi menyelamatkan istriku dari tubuh ini—dan menghancurkan musuh, kita harus menggunakan tanganmu sebagai cheat code."

​"Dengan senang hati, Pa," Bellamy meretakkan buku-buku jarinya, membuat gaun manis yang dipakainya terasa sangat kontras dan ironis. "Aku sudah muak mengingat memori Bellamy asli yang terus-menerus ditindas oleh anak pembantu bernama Luciana itu. Belum lagi tiga bajingan kaya yang menganggapnya sampah."

​"Jangan gegabah, Livana. Ingat, kita di sini bukan hanya untuk bertahan hidup di dalam novel konyol ini," James mengetuk meja dengan tegas. "Kematianku di dunia nyata... lalu sambaran petir yang menimpamu... semuanya terlalu kebetulan. Kita harus cari tahu siapa dalang di balik semua ini."

​"Aku tahu, Pa. Buku emas berinisial 'D' itu pasti kuncinya," Bellamy mengangguk setuju. "Dan aku punya firasat, Dallas Enrique—kakak tiri Javier—punya hubungan dengan inisial itu. Aku baru saja mengundangnya untuk menjadi pasanganku di pesta gala minggu depan."

​James mengernyitkan alis, menatap putrinya dengan pandangan protektif khas seorang ayah. "Dallas? Pria dingin yang kau katakan menangisi mayat Bellamy di akhir cerita?"

​"Benar. Kita butuh dia untuk menghancurkan Javier, sekaligus mencari tahu rahasia di dunia ini." Bellamy berjalan kembali ke kursinya dan duduk dengan tenang. "Jadi, Papa... apa rencana pertama kita untuk membersihkan mansion ini tanpa membuat rambutmu memutih semua?"

​James tersenyum licik, melirik layar sistemnya yang kini tampak berkedip pasrah tanpa bisa mengeluarkan penalti baru. "Mari kita mulai dengan membuat si white lotus Luciana itu tahu tempatnya yang asli."

1
umie chaby_ba
ini novelnya bocor kemana-mana 🤭🤣
umie chaby_ba
waduh... takut james cepet mati nih..
umie chaby_ba
paman? berarti dallas dan bellamy sepupuan dong/Slight/
umie chaby_ba
wah emang si sistemnya yang ingin diane mati kayanya🤭
Ariska Kamisa
Terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu membaca novel ini. Cerita ini saya tulis dengan sepenuh hati, menghadirkan perjalanan penuh emosi, konflik, dan perkembangan karakter yang saya harap bisa meninggalkan kesan bagi para pembaca. Semoga kisah ini dapat menghibur dan membuat kalian ikut tertawa, menangis, serta jatuh cinta pada setiap tokohnya. Selamat membaca, dan jangan ragu berbagi pendapat kalian di kolom komentar. Dukungan kalian adalah semangat terbesar bagi saya untuk terus berkarya. ❤️
umie chaby_ba
ondel-ondel nih jahat bae ga kapok kapok lah .
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
owalah... sahabat Javier kagak ada yang bener nih... mengambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: iyah kasian javier yaa🤭🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
syukurin lu....
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan... dibuat semuanya bersangkutan,
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Diego costa lagi nih nambah..
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
nambah lagi aja nih nama dengan huruf depan D lagi.. Delara, Danila, Dallas siapa lagi hayo...
Ariska Kamisa: ayo siapa sebenarnya si D?🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
lucu sih ngelamar kok dua-duanya gitu,
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
bushet 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dew666
🔮
Ariska Kamisa: terimakasih love nya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk
Ariska Kamisa: otw ngedraft nih kak...
total 1 replies
falea sezi
D apakah dallas🤭🤣
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar tau🤭.. soalnya banyak yang nama depannya D nih... 🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kesel banget sama javier ini/Right Bah!/
Ariska Kamisa: sabar kak..🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah danila di nikahi hanya untuk di jadikan babu? panggilannya aja tuan..
Ariska Kamisa: betul sekali dibawah ancaman Fernando sih kak
total 1 replies
umie chaby_ba
jangan-jangan D itu Dallas.. siapa sih thor... aku jadi penasaran inisial D nya ini namanya banyakan yang D nih 🤣
Ariska Kamisa: siapa ya???..🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
akan tiba nih malam yang ditunggu
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!