NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:708.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Daisha.Gw

Kisah ini bercerita mengenai sepasang suami istri yang di satukan dalam pernikahan karena perjodohan semata, Dafa... tidak pernah menerima pernikahannya dengan zila, karena di hati Dafa ada anak perempuan lain yang bertakhta di sana, sedangkan zila sangat bahagia dengan perjodohan itu, karena zila sudah lama mencintai Dafa, sampai satu tahun pernikahan mereka dafa tidak berubah juga, sampai akhirnya zila mengandung, perlahan Dafa berubah dan mulai memerhatikan zila, tapi kehadiran masa lalu Dafa kembali mengguncang rumah tangga mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisha.Gw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Zila

..."sebanyak apapun kamu menyakiti ku , kamu akan tetap menjadi orang pertama dan terakhir untuk ku"...

Sama seperti Zila, jantung Daffa juga berdebar tidak karuan, suara yang sudah ia rindukan 1 bulan terakhir terdengar jelas di pendengar nya.

Daffa ingin mengatakan pada zila bahwa dia sangat merindukan wanita itu

Daffa ingin bilang kalo dia menginginkan zila di samping nya.

Daffa ingin meminta maaf atas semua kesalahannya

Daffa ingin bilang, Kalo dia merasakan kehilangan zila

tapi semuanya itu tertahan di tenggorokan nya, Mendengar suara zila membuyarkan rencana Daffa, lidahnya kelu , semua Kosakata yang ia susun sejak lamabhilang dalam sekejap hanya karena suara zila, sebegitu rindu kah Daffa dengan sosok zila di sampingnya.

Dan pada akhirnya Daffa hanya bisa menanyakan kabar zila, dan bayinya

"Apa harus ku telpon lagi"

"nanti dia terganggu"

Daffa menyandarkan kepalanya di punggung kursi.

Baru juga Daffa ingin memejamkan sebentar kepalanya, tapi suara panggilan dari luar menggagalkan istirahat nya.

.....

D tempat lain zila memegangi dadanya yang berdetak tidak karuan.

"Kenapa hatiku sakit saat mendengar suaranya"

Tanpa zila inginkan satu tetes air mata jatuh membasahi pipinya , dengan cepat Zila menghapus air matanya dengan punggung tangan.

Zila menutup wajahnya dengan telapak tangan merutuki kebodohan nya , kenapa saat Daffa menelpon nya zila tidak bisa berbasa basi dengan nya bahkan zila terkesan cuek dengan Daffa padahal zila Sangat ingin berbicara lama dengan pria itu.

jujur bukannya zila jual mahal atau tidak senang Daffa menelpon nya Hanya saja bingung juga, gugup dalam waktu bersamaan.

zila kembali merebahkan tubuhnya ,dalam posisi terlentang__ zila menatap langit langit kamar.

Pikirannya masih bimbang antara pulang ke Jakarta atau lebih lama di Bandung.

Hati kecil nya memintanya untuk segera pulang tapi egonya selalu meminta untuk tetap bertahan di Bandung.

Zila juga terus memikirkan ucapan sang Bunda yang juga memintanya untuk pulang dan menyelesaikan masalahnya dengan Daffa jika terus seperti ini rumah tangga mereka seperti berada di tengah-tengah gelombang pantai, Mengapung tanpa tujuan yang jelas.

Entah seberapa lama zila berperang dengan isi kepalanya sendiri, dan tertidur pulas bangun bangun langit sudah gelap, lampu kamar pun sudah menyala, tirai yang tadi terbuka sekarang tertutup rapat.

Pandangan mata zila mengarah ke jam dinding di kamar nya, zila bergegas bangun Karena ternyata sudah pukul 7 malam.

Zila bangun sedikit kesusahan kepalanya pusing, mungkin karena tidur di jam yang tidak tepat, seingat zila, selesai sholat ashar zila kembali duduk di atas ranjang dan bangun bangun mentari sudah terbenam.

.....

"Bunda ko ga bangunin zila"

"eh anak bunda sudah bangun, sudah sholat nak"

Zila mengangguk dan membantu Farah membawa piring kosong ke meja makan.

"Bunda ga tega banguninnya sayang, kamu kelihatan nyaman banget tidurnya "

"Iya__ tapi bangun bangun kepala zila pusing"

"iya, soalnya kamu tidur di jam yang tidak seharusnya"

"Nanti bunda pijatin kepalanya, kita tunggu ayahmu pulang baru kita makan ya, mungkin pusing nya juga karena kamu lapar"

Zila hanya mengangguk dan kembali meletakkan teko air di atas meja.

.....

"Yah, besok bisa anterin zila ke Jakarta ngga"

"Kamu mau pulang besok nak"

"iya yah"

Ya, zila akhirnya melawan egonya untuk pulang ke Jakarta besok, tapi zila tidak mau Daffa menghubungi Daffa , zila hanya tidak mau berharap Daffa datang hanya untuk menjemput nya .

"Bisa banget, tapi kamu ga mau ngabarin Daffa dulu siyapa tau dia mau jemput kamu"

"Em , Kayanya ga usah deh yah, mas Daffa pasti sibuk"

"Ya sudah kalo itu sudah jadi keputusan kamu, besok ayah yang antar ke Jakarta"

"Makasih yah"

"Ga usah makasih nak, kamu kan anak ayah"

"iya yah"

"Kabar ka Zidan di korea gimana ya yah, zila Kangen .zila juga pengen ketemu mba kiya"

"Abang mu bilang dalam waktu dekat, mereka bakalan pulang, tapi ga tau juga kapan, bunda juga sudah kangen banget sama mereka"

"Abang Zidan sama mba kiya kan ga dijodohin sama kaya zila, gimana ya kehidupan mereka"

Farah dan Ali saling tatap tatapan setelah mendengar ucapan zila, mengenai pernikahan abangnya.

"Loh, ko ngomong gitu sayang, jangan bikin bunda kawatir "

."Is, bunda niyh , apa apa kawatir, kan zila cuman nanya, secara kan bang Zidan ga pernah cerita kalo dia nyimpan rasa buat mba kiya, eh tau tau ngelamar"

"Namanya jodoh nak, apapun yang sudah di takdir kan buat hamba nya, itu tidak akan pernah salah, walaupun dengan cara yang tidak terduga" Ucap Ali

"Iya ya yah, kaya Zila sama mas Daffa"

"iya nak, habiskan makanya, lihat, kamu makin hari makin kurus"

"iya Bun, makasih makanan nya, maaf zila ga bisa bantu masak"

"Iya sayang ga papa, ayo makan, makan yah"

"iya Bun" Ucap Ali dan zila bersamaan

.....

selesai mencuci piring bekas makan, zila kembali ke kamarnya, tidak ada kegiatan yang bisa zila lakukan selama di Bandung, kalo di Jakarta zila bisa menghabiskan waktunya untuk bekerja kalo di Bandung zila lebih banyak membaca buku dalam kamarnya, dan Sekarang pun , sama seperti itu , zila duduk di kursi belajar nya dengan satu buku tebal berjudul sejarah di tangannya, selain Suka membaca novel, zila juga Suka membaca sejarah, ensiklopedia , untuk menambah pengetahuan nya.

waktu sekolah zila termasuk murid yang pintar tapi zila bukan termasuk siswa populer di kalangan siswa yang lain berbeda dengan Daffa , kepopuleran pria itu tidak usah di ragukan lagi.

Zila bisA di bilang siswa yang sangat menutup dirinya saat di sekolah, teman dan sahabat satunya yang dia punya hanya Hana.

D sekolah zila sulit bergaul karena sikap tertutup nya, terkadang zila mendengar siswa lain mengejeknya aneh.

Sebentar lagi sekolah SMA nya akan mengadakan reuni Akbar dari angkatan dirinya hingga angkatan Daffa , zila tidak pernah ada niat untuk menghadiri acara reuni nya itu kalaupun Hana sendiri yang mengajaknya apalagi dengan kondisi nya sekarang.

membaca sudah jadi hobi zila sejak lama, zila bisa menghabiskan berjam-jam waktunya Hanya untuk membaca buku yang menarik perhatiannya.

sama seperti sekarang kalo bukan karena ponsel yang berdering zila mungkin masih duduk di kursi belajar nya.

zila bangkit perlahan dari duduknya dengan tangan memegang perut bagian bawah nya, diraihnya ponsel yang tergeletak di atas kasur.

"mas Daffa" jari lentik zila terulur mengusap tombol hijau dan meletakkan ponselnya di telinga.

"assalamualaikum"

"waalaikumsallam" jawab zila

"maaf, saya mengganggu ya"

"engga ko, ada apa"

"nggak papa saya Hanya ingin menelpon, ga papa kan"

"ga papa" zila duduk di pinggir ranjang, tidak tahan berlama-lama berdiri.

"Sudah makan"

"Alhamdulillah sudah, anda sudah makan"

zila langsung menggigit bibirnya setelah pertanyaan itu keluar spontan dari mulutnya.

"Alhamdulillah saya juga sudah makan"

"kamu sama bayi__sehat sehat aja kan"

"Alhamdulillah kami sehat"

"syukurlah"

"Zil sebenarnya ada yang mau saya sampaikan sama kamu"

"Iya ngomong aja" perasaan hangat yang zila rasakan tadi tiba-tiba berubah, zila takut dengan apa yang ingin di sampaikan Daffa padanya, zila takut Daffa menyerah dan memiliki pergi meninggalkan nya.

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Nadien Najwa
bagus Thor kebawa banget emosinya
Firgi Septia
JD sahabat itu jg jangan keterlaluan permintaannya bikin rumah tangga orang hancur TDK liat apa orng sdh beristri sbntar LG punya anak/Shame/
dapoer Nita
memang si Daffa ga ada sayang nya sama istri,, yg ngelaporin Aulia cs aja Sihana,, heran deh knp author bikin zila balikan sama si Daffa, suami modal ngebacot doang,, capek dehh..
nan nan
Luar biasa
Obah Warda
Kecewa
Obah Warda
Buruk
martina melati
gitu y thor... br tahu nih/Smile/
MakBarudakh
Akhirnya tamat juga..
Alhamdulillah..

Maaf mbak author, sedikit masukan dalam penulisan :
Biasanya, bukan biyasanya
Siapa, bukan siyapa

Semangat dalam berkarya mbak author..
Dan terimakasih atas karyanya yang sangat menghibur..
🙏💖
MakBarudakh
Bagus, ringan bacaannya
Tetap semangat mbak...
Selamat buat karya-karyanya ya..
EndRu
piringnya terbuat dari besi ya Thor? kok Sampai berkarat
EndRu
baru kenal.. sukaaa
Andi Fitri
suka dgn karya nya author krn tdk ada yg terpisah dan saling introspeksi diri dan saling memaafkan byk hikmah dri cerita ini tntg keikhlasan...👍👍👍
Andi Fitri
zidan hancur di hianati tpi ko bls kasih harapan sm cwek lain..
Andi Fitri
Luar biasa
Andi Fitri
👍👍👍
Juan Sastra
daffa memang salah namun dia sdh minta maaf dan ingin memperbaiki hubungan dr awal lagi akan tetapi jika zila terus mengungkit dan mancing emosi daffa akan ggak bagus juga pada akhirnya,, kenapa zila ggak terima aja berjalan dengan semestinya biarkan hubungan itu mengalir sendiri..
Juan Sastra
kan sudh di wanti wanti kalau mau pulang bilang..eeh kok nyelonong aja..
sebenarnya tuh aku masih bingung sama alur ceritanya..apa lagi sama masa lalu daffa
Juan Sastra
nah di bab ini lebih bingung lagi,, siapa yg melamun namun siapa yg plasnback dan terus kok tata bahasanya tau tau berubah ,, ngelag jg gw bacanya 😂
Juan Sastra
kenapa bertahan di rumah tangga yg hampa zila, malah hamil segala jika pisah kasihan anaknya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!