NovelToon NovelToon
Master Of Elements

Master Of Elements

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:252.4k
Nilai: 4.5
Nama Author: Dyoka

Matthew seorang laki-laki yang hidup di abad 22 terlahir kembali dengan nama yang sama. Dunia baru tempat tinggal Matthew sangat berbeda dengan dunia tempatnya berasal. Di sini ada monster yang mengancam keselamatan.

Satu-satunya jalan agar dirinya bisa selamat dari dunia yang penuh bahaya ini adalah dengan menjadi seorang penyihir atau ahli senjata. Dengan begitu, ia bisa melindungi dirinya dan keluarganya dari ancaman bahaya.

Seperti halnya orang yang terlahir kembali, Matthew mendapatkan kemampuan yang bisa ia manfaatkan untuk memperkuat dirinya.

Matthew memiliki kemampuan untuk melihat elemen di sekitarnya. Dengan kemampuannya inilah Matthew memulai perjalanannya menjadi seorang penyihir terkuat.


...

remake dari My New Life As Magician

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ME 9 Pertemuan di Kedai

“Apakah orang itu di dalam?” tanya Albert kepada Susan.

“Ya Bos. Dia ada di dalam.”

“Baiklah Kauboleh pergi.” Ucap Elisa.

Pasangan suami istri itu berdiri di depan sebuah kamar yang berada di kedai miliki mereka. Tampak keduanya menampilkan wajah yang cukup serius. Albert baru saja selesai melakukan patroli rutinnya ketika Elisa datang dengan sedikit terburu-buru menemuinya.

Laki-laki itu yakin ada sesuatu yang sangat serius sehingga membuat Elisa datang menemuinya meski istrinya itu mengetahui bahwa sebentar lagi dia akan pulang ke rumah.

Benar saja, ketika Elisa bertatap muka dengan Albert, wanita itu langsung saja menarik tangan Albert untuk membawanya ketempat yang sedikit sepi. Bahkan Elisa juga membuat sebuah barier kecil untuk menghalau pembicaraan mereka di dengar oleh orang ketiga.

Apa yang dibicarakan istrinya itu membuat Albert mengepalkan tangannya dengan erat. Ia yakin orang yang datang ingin menemui mereka ini bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah keselamatan mereka. Namun hal ini tergantung dengan identitas dari orang yang datang menemui mereka.

Jika memang orang yang datang itu benar-benar dari sana dan dia memiliki otoritas yang cukup tinggi, maka keamanan ketiga anaknya bisa terjamin. Namun bisa saja yang datang adalah orang dengan otoritas rendah.

Jika memang yang datang adalah orang dengan otoritas rendah, maka keselamatan mereka tidak terjamin seratus persen. Meski begitu itu kedatangan orang ini memberikan harapan yang besar bagi Albert dan Elisa.

Albert menarik nafasnya dalam-dalam. Ia kemudian memandangi istrinya. Albert melihat Elisa menganggukkan kepalanya. Melihat kesiapan istrinya, Albert mengetuk pelan pintu yang ada di depan mereka. Tanpa menunggu respon dari penghuninya, Albert membuka pintu di depannya dan memasuki kamar tersebut bersama istrinya.

Kamar tersebut terlihat biasa. Memang ini adalah standar kamar di sini. Hanya sebuah ranjang yang muat untuk satu orang dengan sebuah nakas kecil di samping ranjang. Tidak jauh dari ranjang terdapat sebuah meja dengan kursi. Kamar dengan luas dua puluh meter persegi ini adalah kamar paling standar di kedai ini.

Banyaknya pemburu dan para tentara bayaran yang meliburkan diri membuat banyak kamar di kedai milik Elisa ini penuh, sehingga hanya kamar ini yang ada untuk tamu mereka. Jika saja tidak bertepatan dengan hal tersebut, sudah pasti mereka akan memberikan kamar terbaik milik mereka untuk tamu mereka ini.

Di ranjang di dalam kamar itu terlihat seorang laki-laki berpenampilan lusuh duduk dan memandang ke arah Albert dan Elisa. Sebuah seringai terlihat jelas menghiasi wajah laki-laki tersebut. Albert kemudian menutup pintu di belakangnya. Ia menarik kursi yang ada di sana dan mempersilahkan Elisa untuk duduk di sana, sedangkan dirinya berdiri di belakang Elisa.

Laki-laki berpenampilan lusuh tersebut mengetukkan tongkat yang ia pegang dua kali ke lantai kamar. Setelahnya, sebuah barier untuk menutupi suara dari pembicaraan mereka, muncul dan mengelilingi kamar tempat mereka berada. Dengan begini, pembicaraan yang akan mereka lakukan tidak akan didengar oleh orang keempat.

“Amore tidak kusangka Kaubenar-benar masih hidup dan menikahi Sebastian.” Ucap laki-laki tersebut membuka pembicaraan. “Jika saja salah satu murid akademi tidak melaporkan keberadaan barier yang memiliki kekhasan dari akademi kita mungkin tidak ada yang tahu bahwa kalian masih hidup dan menikah.”

“Aku yakin Kakakmu akan marah mengetahui bahwa kalian sudah menipunya. Bahkan pihak akademi saja berhasil kalian tipu.” Tambah laki-laki tersebut. “Aku penasaran, bagaimana cara kalian merekayasa kematian kalian? Bukti-bukti yang kalian tinggalkan cukup untuk meyakinkan kami bahwa kalian mati dalam misi itu.”

“Kami menyuap Boa Hitam tersebut. Kautahu, monster dengan tingkat platinum mulai memiliki kecerdasan. Kami bekerjasama dengan Boa hitam tersebut.” Jelas Albert.

“Apakah semudah itu? Aku tidak yakin kalian yang saat itu memiliki kekuatan tingkat gold bisa bernegosiasi dengan Boa Hitam itu. Kalian tidak setingkat dengannya. Aku yakin Black Boa tersebut memandang rendah kepada kalian berdua. Benar bukan?”

Elisa mengangguk mengiyakan ucapan laki-laki di depannya. “Tentu saja. Tidak semudah itu bagi kami untuk bernegosiasi dengan Boa Hitam itu. Perbedaan kekuatan kami yang cukup jauh itu membuat kami bisa kapan saja mati di tangan monster itu.”

“Untuk itu, kami terlebih dahulu meracuni Boa Hitam tersebut. Boa Hitam itu cukup rakus. Dia memakan umpan yang kami berikan tanpa memikirkan kenapa tiba-tiba ada bangkai monster di dekat sarangnya.”

“Hah.” Laki-laki berpenampilan lusuh itu mendesah pelan. “Aku lupa bahwa Kauadalah murid dari Andreas. Aku yakin pria tua itu sudah mengajarimu cara membuat ramuan tingkat platinum. Sayang sekali Kaupergi. Padahal kemampuan pengobatanmu itu adalah yang terbaik dari semua murid Andreas. Apa Kautau bagaimana keadaan mentormu itu ketika mengetahui bahwa Kau mati?”

“Aku yakin dia berteriak meraung-raung dan berjanji akan membalaskan kematian kami. Itu bukan yang dilakukan mentorku? Dia sudah mengatakan itu sebelum kami berpamitan. Ramuan itu bukan aku yang membuat tetapi mentor.” Sebuah senyum kecil tanpa sadar muncul di bibir Elisa ketika membicarakan mentornya di akademi Andradius itu.

Perasaan lega muncul di hati Albert dan Elisa. Kini sudah mengetahui identitas dari orang di depan mereka. Meski orang di depan mereka ini memakai sebuah penyamaran dan wajahnya berbeda dengan wajah aslinya, tetapi mereka yakin dengan identitas orang di depan mereka dari caranya berbicara dan memannggil nama dari mentor Elisa ketika berada di akademi.

“Sial. Jadi Andreas selama ini menipuku juga. Aku kira dia benar-benar terpukul dengan kematianmu, sehingga tanpa menunggu tim investigasi memberikan laporan lebih lanjut dia sudah membunuh Black Boa itu. Aku yakin dia melakukan itu untuk menutupi beberapa bukti yang kalian tinggalkan. Lalu apa orang kikir itu juga tau tentang hal ini?” ucapnya memandangi Albert yang berdiri di belakang Elisa.

“Mentor juga sudah mengetahui hal itu. Lagi pula misi yang kami ambil telah disetujui oleh mentor. Jadi, sudah pasti mentor mengetahui rencana kami. Jika tidak kami tidak mungkin bisa mengambil misi yang sama saja dengan misi bunuh diri itu.”

“Sial, sial, sial.” Lagi-lagi laki-laki itu mengumpat. “Dua orang itu berani sekali menipuku. Apa mereka tidak takut jika aku mengurangi gaji mereka. Awas saja aku akan buat perhitungan dengan mereka ketika kembali ke akademi.”

“Kepala akademi, apa yang membawamu datang kemari. Apa hanya karena ada seorang murid yang mengatakan pada akademi bahwa ada seseorang yang memasang barier mirip dengan milik akademi di desa kecil ini. Aku yakin hal itu tidak akan membuatmu jauh-jauh datang kemari. Aku yakin akademi akan mengirim orang lain.”

“Tentu saja. Aku sedang berjalan-jalan di dekat sini ketika aku menemui murid itu. Jika dia melaporkan ini ke akademi, yang datang jelas bukan aku. Karna aku ada di dekat sini, sekalian saja aku datang kemari.”

“Dari deskripsi murid itu, orang pertama yang ada di pikiranku adalah kalian. Jadi aku datang kemari untuk memastikan bahwa itu kalian apa tidak.” Ucap laki-laki yang ternyata merupakan kepala akademi Andradius itu.

“Apa kalian sudah terlalu lama hidup nyaman disini sehingga membuat pengawasan kalian lengah. Murid yang aku temui itu hanya tingkat silver, tetapi kalian dengan mudahnya meloloskan dia.”

Albert mengela nafas panjang. “Terlalu banyak yang mengawasi kami dari kegelapan. Kami tahu bahwa ada murid dari akademi yang mengawasi kami beberapa minggu ini. Kami memang membiarkannya pergi tanpa bertemu dengannya. Dia adalah harapan kami untuk menghubungi akademi untuk saat ini.”

“Maksud kalian apa?”

“Black Shadow mengawasi kami.” Jawab Elisa pelan.

“Heh… Apa sekarang kalian jadi takut dengan para cecunguk dari Black Shadow. Aku yakin yang mengawasi kalian tidaklah terlalu kuat. Aku hanya merasakan beberapa orang tingkat Platinum di sekitar sini. Kalian sendiri sudah berada di tingkat Platinum IX bukan? Apa kalian takut dengan mereka.”

“Jika hanya kami yang menjadi incaran mereka, Albert saja bisa mengatasi itu. Namun yang mereka incar adalah anak-anak kami. Jika kami gegabah dalam menangi hal ini, mereka bisa saja mendatangkan bantuan.”

“Sekarang hanya ada dua orang tingkat platinum yang mengawasi kami. Jika kami bertindak besok bisa jadi ada sepuluh orang yang datang, dan kami tidak mau mempertaruhkan keselamatan anak-anak kami dengan seseuatu yang kami sendiri belumseratus persen yakin.”

1
ivanka
kaka kpn unp nya?
ivanka
ayo up kakak
blueby
sayang ceritanya tidak sampai selesai
Rahmawati Ismail
ada masalah pengiraan jumlah kayaknya Tor,jd bingung
Rahma Shafiya
semakin seru aja..
Rahma Shafiya
keempat org ini doyan mkn byk,kira2 nya gimana yah??
Rahma Shafiya
kedua anaknya?maksudnya ketiga anaknya kali ya?
Mukhlis Nasution
Banyak cerita kapan perginya
Altern
thor, up?
Just Now: author nya pensi yah, pdhl ceritanya bagus beda dr yg lain, hadeh /Sob/
total 1 replies
Dhewa Shaied
Luar biasa
Dhewa Shaied
Biasa
John Singgih
akhirnya kedua orang tua mereka yang ditunggu pun datang
John Singgih
orangtua yang cemas dengan perkembangan anak-anaknya yang abnormal
John Singgih
lebih turuti orang tuamu nak jangan semaumu sendiri bahaya
UKE IMUT
gak ada update lagi .... haitsu apa udh end
Halim Abdurahman
Amore atau elisa
Rahma Shafiya: keduanya bisa
total 1 replies
Bagus Prakoso
masih ada up lagi atau tidak thor??🤔🤔
Raizel Tidis Da Silpa
tor sejauh aku membaca selalu dua anak yg di sebut padahal mereka bertiga
Rahmawati Ismail: iya bener..kedua terus,kembar 3 harusnya di bilang ketiga bikin keliru aja
total 1 replies
Dewa Tegar Jati Pratama
nanggung banget
dayu intan sawitri
sayang sekali novelnya di tamatin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!