NovelToon NovelToon
Heavenly Earth

Heavenly Earth

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

Jika Atap ibadah saja sudah berbeda, lalu bagaimana kita bisa menjalani hubungan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9

💕💕💕💕💕💕💕

Setelah pertemuan di rumah utama malam itu, Bumi selalu mencari cara untuk berbicara berdua dengan sang mama, namun sialnya selalu saja ada hal yang membuat ia mengurungkan niatnya itu.

Tok..tok..tok..

Suara ketukan kamar membuat ia mengalihkan pandangannya pada pintu yang ia tutup rapat sedari usai makan malam.

"Tunggu" sahutnya sambil berjalan.

CEKLEK..

" Kakak, Ada apa?" tanya Bumi saat Air berjalan melewatinya.

"Gak ada apa-apa" jawabnya yang duduk di sofa depan TV.

"Kamu ada masalah?" tanya Air langsung, ia menyadari sikap lain kembarannya itu, diamnya Bumi lebih terasa ada yang sedang ia pikirkan.

Anak kedua itu mendesah sambil menarik nafasnya dalam-dalam, ia bersandar di punggung sofa memejamkan matanya.

"Oppa minta kalian menikah, bener gak?" tanya Air lagi yang akhirnya di balas anggukan oleh adiknya.

"Lalu?"

Bumi menoleh kemudian menggeleng kan kepalanya

"Mama, aku belum bilang sama mama, Kak" lirih Bumi , raut wajahnya begitu terlihat Kebingungan.

"Cerita dong, kan dari awal disuruh jujur, Kamu keenakan pacaran sih" sentak Air, kini ia yang merasa kesal.

"Aku takut , kak"

"Mama gak sejahat itu, Dek. Apapun keputusan keluarga nanti tentang hubungan kalian ya kamu harus terima" pesan Air, ia tak ingin Adiknya salah memilih jalur yang membuatnya nanti susah sendiri.

"Mama sayang kahyangan, kak" ucap Bumi dengan perasaan sakit dalam hatinya.

"Ya itu kamu tahu"

Air bangun dari duduknya untuk kembali kedalam kamarnya sendiri.

"Jangan mengulur waktu, kamu punya janji sama Papa". Air mengingat adiknya itu sebelum ia pergi.

"Iya, kak, aku ingat" gumamnya pasrah.

******

Bumi yang duduk sendiri di cafe milik kakaknya sedang menunggu Sabar sang mama dengan gelisah, ia sudah membulatkan tekadnya untuk membahas hubungan ia dan Kahyangan setelah mencoba menguatkan hatinya sendiri jika hasilnya sang mama menyuruh ia melepaskan Kahyangan.

Belum ada tanda-tanda wanita tiga anak itu datang meski Bumi sudah menunjukan hampir dua puluh menit.

"Mama lama banget ya?" gumamnya dalam hati.

Ia terus memainkan gelas berisi minuman yang kini tinggal setengahnya.

Matanya terus menatap pintu utama berharap mamanya cepat datang karna debaran jantungnya semakin berdegup kencang.

Dengan rasa yang semakin gelisah, akhirnya Bumi meraih ponselnya untuk menanyakan keberadaan sang mama.

"Hallo, mah" sapanya saat teleponnya tersambung

"Iya, kak" jawab Melisa langsung.

"Mama dimana?, aku udah nunggu di cafe kakak"

Wanita itu malah terkekeh membuat Bumi bingung.

"Maaf ya sayang, mama lupa" kata Melisa malu bercampur rasa tak enak hati.

"Ya ampun, mah"

Bumi ikut terkekeh kecil, ia yang meminta secara mendadak cukup sangat memaklumi jika mamanya ternyata lupa dengan pertemuan mereka.

"Ya udah mama jalan sekarang ya" ucap Melisa.

"Hem, iya, Mah. Hati-hati di jalan" pesan si tengah pada wanita istimewanya itu.

"Siap sayang, tunggu mama dan pesankan makanan untuk mama ya, laper banget" kekehnya lagi.

"Haha, pasti Mah"

Bumi menutup teleponnya, kemudian memesan makanan pada salah satu pelayan.

Sambil menunggu ia mencoba menghubungi Kahyangan untuk sekadar tau apa yang sedang di lakukan gadis kesayangannya itu.

*Bumi

[ sayang, dimana? ]

lebih dari sepuluh menit akhirnya terdengar notif dari ponselnya.

*Kahyangan

[ Baru selesai ibadah, ini mau pulang. Kamu sendiri? ]

*Bumi.

[ Aku dicafe kakak, mau makan siang sama mama ]

*Kahyangan.

[ Sampaikan salam ku untuk mama ya]

*Bumi.

[ Siap tuan putri ]

Bumi tersenyum sambil meletakan lagi benda pipih itu.

*******

Melisa yang duduk sendiri di kursi belakang dalam mobil mewahnya terus menggerutu kesal saat ada kemacetan di jalan raya.

"Pak, gak bisa cari jalan lain?" tanya Melisa pada supirnya.

"Susah muter arahnya, Nyonya" jawabnya.

Dengan perasaan kesal, ia kembali menyandarkan tubuhnya, ia menatap dengan seksama sebuah bangunan megah yang menjulang tinggi.

Terlihat beberapa antrian mobil keluar dari bangunan tersebut tapi ada satu sosok yang ia kenal juga ikut keluar sambil berjalan kaki.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Itu kan kahyangan.

Untuk apa dia keluar dari gereja?

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Kan Akhirnya tau sendiri 😭😭😭😭

Kuat ya mah, jangan dulu pingsan kasian tuh supir takut di rebus sama gajah 😂😂😂

like komen nya yuk ramai kan

1
Rista Awwalina
keren
mommy neng
aku baru mampir baca ini thor.. setelah baca judul lain2nyaa heehee
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
SNN 💠
/Good/
SNN 💠
Sombong...
Maritanias
😘
Desi Lestari
cerita Mitha dan Iqbal ada gak
Amelia suhartono
aku selalu suka karya mu,singkat, padat,suka suka pokok nya😊
Jumi Eko
Bagus
falea sezi
ne nanti ibunya samudera bukan sih
falea sezi
waduh yusuf murtad demi merlyn
Dewi Utami
asli buat nguras air mata saat baru baca.
sempat hampir menjalin hub dgn yg beda agama, tapi aku langsung mundur karna imanku tak sekuat itu. sebelum perasaan terlalu dalam lebih baik mundur teratur.
Hardiana Rahim
gila berjamaah ini mah😂😂😂
Hardiana Rahim
bahas apaa sih🤔😁
Sipora Ira
Luar biasa
Sipora Ira
Buruk
ibeth wati
ya Alloh kok bisa nangis ya AQ wlo ini hny cerita novel ada rasa haru dan bahagia
Lulu embul
Astaghfirullah mak othor 🫣🫣😂😂
Lulu embul
jiplakan bumi banget 🤪🤪🤪
Lulu embul
Ngalahin bapaknya Oey..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!