NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unreachable

Pagi hari ini adalah hari Senin yang di mana semua orang di muka bumi ini sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Di SMA Nusa seperti biasa suasana sudah ramai sejak pagi hari. Kelima pemuda populer Arkana, Rayan, Dava, Deon, dan Dimas baru saja tiba di gerbang sekolah. Teriakan siswa-siswi memenuhi udara, penuh kegembiraan yang tak terkendali. Mengapa mereka begitu berani berteriak? Ya karena hari ini gadis yang biasanya membuat suasana tegang si gadis kulkas nan cuek tidak ada di sekolah ini.

"Astaga, Kak Arkana ganteng banget!" seru seorang siswi sambil melambai.

"Kak Rayan gak senyum aja ganteng, apalagi kalau senyum, aw!" tambah yang lain dengan mata berbinar.

"Kak Dava, aku fans kamu, Kak!" pekik siswi ketiga.

"Kak Deon, jadi pacar aku yuk!" goda yang keempat.

"Kak Dimas, aduh, mamah udah nanya loh, calon mantunya di mana?" canda siswi yang terakhir.

Begitulah celotehan para siswa-siswi di SMA Nusa, penuh kekaguman pada kelima pemuda itu. Bel sekolah pun berbunyi, memaksa semuanya kembali ke kelas masing-masing. Suasana heboh mereda, digantikan rutinitas belajar.

_________________________________________

Sementara itu di sekolah lain tepatnya SMA Pelita Bangsa, Elzia dan dua sahabatnya Fitri dan Kiara sedang bersantai di rooftop. Mereka bolos pelajaran, menikmati angin segar sambil mengobrol santai.

"Gimana ya misalnya kalau kita udah masuk di SMA Nusa, pasti kita jarang bolosnya," ujar Fitri lesu. Dia tahu dari teman WhatsApp-nya di sana bahwa pengawasan sekolah itu ketat sekali.

"Dah lah, gak usah dipikirin. Lagian ketua OSIS nya juga lagi di Bandung, sama kayak ketos kita," balas Kiara ringan mencoba menghibur.

Elzia tersenyum tipis. "Gimana malam ini? Apa ada balapan?"

"Gak ada sih," jawab Kiara.

"Ooh," gumam Elzia

'Bagus deh lagian aku juga mau istirahat, Capek banget hari ini'pikirnya dalam hati, merasa lega.

_________________________________________

Setelah pulang dari sekolah, Elzia langsung berganti pakaian rumahnya. Dia turun ke lantai bawah dan mencari tahu keberadaan ayahnya.

"Bi, Papah udah pulang dari kantor?" tanya Elzia pada Bi Ijah pembantu yang sudah bekerja cukup lama di keluarga mereka.

"Belum non, Sepertinya Tuan nginap di kantor," jawab Bi Ijah lembut.

"Oh Ya Bi, aku mau ke apartnya Kia Bi," pamit Elzia.

"Iya non hati-hati ya" pesan Bi Ijah.

Elzia pun menaiki motornya dengan kecepatan sedang menuju apartemen sahabatnya, Sebelum tiba ke apartemen Kiara. Elzia berhenti ke Indomaret untuk membeli makanan dan minuman ringan untuk camilan di apart Kiara.

Di sisi lain Bara baru saja keluar dari kantornya, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Di pertengahan jalan, matanya tak sengaja menangkap pemandangan seorang wanita yang sedang dirampok oleh dua preman. Tanpa pikir panjang, Bara langsung turun dari mobil dan menghajar kedua preman itu.

Bugh! Bugh! Bugh!

Preman-preman itu lari terbirit-birit setelah dipukuli oleh Bara.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Bara menatap wanita itu dengan khawatir.

"Ya, aku baik-baik saja," jawab wanita itu menunduk malu.

"Kenapa kau sendirian di sini malam-malam?" tanya Bara heran.

Wanita itu menghela napas panjang. "Aku sebenarnya sudah memesan taksi,pada saat itu putraku ingin mengantarkanku tetapi Aku menolak, karena hanya ke pasar saja. Tapi tak disangka taksi yang aku tumpangi mogok di tengah jalan sehingga membuat aku terpaksa jalan kaki, dan berharap ada taksi lain lewat." jelas wanita itu panjang lebar

"Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu untuk pulang," ujar Bara, berinisiatif membantu.

"Terima kasih, dan maaf ya merepotkan Anda, Tuan," balas wanita itu.

"Tidak masalah Ayo masuk hari semakin gelap" ajak Bara tenang

Mereka pun masuk ke mobil. Bara mengemudi pelan sambil berbincang-bincang.

"Kenapa suamimu tidak mengantsrmu? " tanya Bara yang masih heran.

Wanita itu menatap ke depan, suaranya bergetar. "Aku sudah bercerai dengan suamiku, Dulu aku sudah bilang bahwa aku hamil di luar nikah karena kecelakaan yang tidak di sengaja. Dia tidak mempermasalahkan nya dan aku terima pernikahan itu biar anakku punya ayah. Tapi setelah melahirkan putraku, dia selalu melakukan tindakan kasar kepada putraku seolah anakku merupakan aib terbesar untuk dirinya "ucapnya panjang lebar sambil menangis jika membayangkan masa lalunya yang begitu buruk

"Namaku Bara," ucapnya perkenalkan dirinya terlebih dahulu.

"Nama Anda siapa?" tanyanya lagi.

"Nama saya Arumi, Tuan" jawab Arumi pelan.

"Jangan panggil Tuan, panggil aja Bara," ujar Bara datar.

"Baiklah, T_tu Bara" ucap Arumi gagap.

Karena asyik mengobrol, mereka tak sadar sudah tiba di rumah yang cukup besar dan megah tapi tak semegah mansion Bara.

"Terima kasih udah nganterin, Bara" ucap Arumi tulus.

"Masuk dulu gak?" tanya Bara.

"Kapan-kapan aja, hari udah larut" jawab Bara, merasa tak enak.

"Tak apa, hati-hati di jalan" pesan Arumi. Bara hanya mengangguk.

Bara pun melaju pergi. Setelah Bara hilang dari pandangan, Arumi masuk ke pagar rumahnya. Di halaman, ada motor-motor milik teman putranya. Saat masuk, dia disambut hangat oleh mereka.

"Malam, Tante," sapa Rangga sopan.

"Malam juga," balas Arumi tersenyum.

"Mama dari mana? Kenapa panggilan Angga gak diangkat, Ma?" tanya Angga, putra Arumi, terlihat khawatir.

"Mama baik-baik aja. Tadi hampir dirampok preman, tapi diselamatkan orang lain," jawab Arumi, tersenyum untuk menenangkan.

"Siapa yang selamatin Tante?" tanya Rendi penasaran.

"Namanya Bara. Dia nolongin Tante dan langsung nganterin sampe rumah," cerita Arumi.

"Ya udah, Tante masuk dulu ya," ucap Arumi, lalu pergi ke ruang dalam.

"Kenapa lo gak nganterin Tante pas keluar?" tanya Rendi ke Angga.

"Aku udah nawarin, tapi Mama nolak. Katanya naik taksi, dan aku gak tau bakal gini. Untung Mama gak kenapa-kenapa,

" jawab Angga, nada khawatir bercampur lega."Yaudah, gimana sama tugas dari Pak Supi?" tanya Rangga.

"Nanti malam kita buat," balas Angga, disetujui teman-temannya.

_________________________________________

Disisi lain, Bara sudah tiba di mansionnya yang terlihat begitu sepisepi. "Bi Ijah!" panggilnya sedikit berteriak.Bi Ijah datang tergesa. "Iya, Tuan. Ada apa?"

"Kemana kedua putriku? Rumah sepi banget," tanya Bara heran.

"Non Eliza lagi lomba antar sekolah di Bandung, sedangkan Non Elzia ke rumah temannya, Tuan,

" jawab Bi Ijah, menunduk takut dimarahi. Tapi Bara tak marah, membuatnya lega, Bi,

"kau boleh kembali" usir Bara halus.

Dia lalu ke kamar, membersihkan diri.Sementara itu, menunjukkan pukul 21.00. Elzia baru pulang dari apartemen Kiara. Dia terlambat karena ketiduran, jadi buru-buru pulang takut ayahnya khawatir. Sampai rumah, dia langsung ke kamar, mandi, ganti baju, lalu berbaring di kasur dan tertidur lelap.

Di SMA Nusa, seperti biasa, murid-murid menyambut kedatangan "most wanted"kelima pemuda ituvdengan pekikan heboh.

"Aa Kak Arkana ganteng banget!"

"Kak Rayan gak kalah ganteng!"

"Kak Deon, aduh ganteng banget!"

"Kak Dava, kapan-kapan kita kencan yuk!"

"Kak Dimas manis banget!"

Mereka acuh saja terhadap teriakan itu. Bel berbunyi, semua masuk kelas. Setelah jam pertama, bel istirahat bunyi. Murid-murid berhamburan ke kantin.

"Dav pesan," ujar Arkana, menyodorkan uang merah.

"Oke, mau pesan apa?" tanya Dava.

"Samain aja," balas Deon.Beberapa menit kemudian, pesanan datang. Mereka makan santai, mengabaikan teriakan gadis-gadis di sekitar.

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku .. di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka ♡
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!