NovelToon NovelToon
IF...(Seandainya)

IF...(Seandainya)

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:203.1k
Nilai: 5
Nama Author: wilda ellen

"Seandainya saja kita tidak pernah ketemu kembali, mungkin rasa sakit yang kau torehkan saat menikah dengan wanita lain tidak akan muncul kembali"

"Seandainya saja rasa cinta ini menghilang dari hidup ku..."

"Seandainya kau ingat kalau dulu aku ada dihati mu, apakah kau masih memperlakukan ku seperti ini?"

"Seandainya suatu saat aku pergi dari hidupmu, apa kau akan mencari ku?"

Semuanya pertanyaan itu tertulis di dalam buku diary seorang gadis yang bernama Cahaya Mariana. Seorang gadis yang terpaksa menikah dengan pria yang pernah menjadikannya ratu dalam hatinya. Tapi semuanya itu hilang ketika pria itu mengalami amnesia, tengtang kebersamaan mereka hilang dalam ingatan pria itu. Cahaya jadi istri kedua pria itu karena permintaan terakhir dari istri pertama dari pria itu yang bernama Mesya Mariska.

Akankah Cahaya dapat bertahan hidup berdampingan bersama pria yang dulu mencintainya tapi sekarang malah menyiksanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

"Astaga Kak Ryan apa yang kakak lakukan?" tiba-tiba saja Naina datang dan langsung menarik Cahaya untuk menjauh dari Ryan.

Karena Cahaya tidak memiliki tenaga, tubuhnya langsung terhuyung ke belakang dan kepalanya membentur mejanya.

"Aya..."

"Nona Cahaya..." teriak Bisma dan Ryan bersamaan. Tanpa berpikir panjang Ryan langsung mengangkat tubuh Cahaya yang sedang pingsan, dan diletakkan di atas tubuhnya.

Melihat Ryan mengendong Cahaya membuat Naina semakin membenci Cahaya. Ingin rasanya dia melenyapkan Cahaya dari samping Ryan.

"Naina apa yang kamu lakukan?" teriak Ryan tanpa sadar sambil menatap Naina dengan emosi.

Tentu saja membuat Naina dan Bisma terkejut, ini pertama kalinya Ryan memarahi Naina. Naina sangat gugup karena tatapan Ryan padanya, dengan cepat dia pura-pura menunjukkan wajah sedihnya dan menyesal. Naina menundukkan kepalanya dengan mengeluarkan Isak tangisnya.

"Maaf kan aku kak... Hiks hiks... A.. aku tidak sengaja..." ucap Naina dengan suara yang lirih.

Ryan yang mendengar suara tangisan Naina membuat dirinya langsung sadar. Ryan merasa bersalah karena telah membentak Naina sehingga membuat Naina bersedih. Ryan berjalan mendekati Naina dan langsung memeluk Naina,. sambil berharap Naina kembali tenang.

"Maafkan kak Ryan, Nai..." ucap Ryan dengan merasa bersalah.

Ryan seperti itu karena dia ingat betapa sayangnya Mesya terhadap Naina. Maka karena itu dia juga sangat menyayangi Naina seperti adiknya sendiri. Tanpa disadari Ryan maupun Bisma kalau saat ini Naina tengah tersenyum kemenangan karena membuat Ryan merasa bersalah dan tidak marah lagi padanya.

"Yan, apa yang harus kita lakukan pada Cahaya?" ucap Bisma sambil menatap tubuh lemah Cahaya.

Ryan yang mendengar ucapan Bisma, langsung melepaskan pelukannya. Ryan berjalan mendekati Cahaya, betapa terkejutnya dia melihat wajah Cahaya yang sangat pucat. Ryan merasa ada perasaan yang aneh dalam dirinya saat ini, melihat keadaan Cahaya seperti itu membuat hatinya seperti ditusuk-tusuk jarum.

Melihat Ryan mematung, membuat Bisma kesal. Bisma langsung menghubungi seseorang untuk menyuruhnya datang ke ruangan Ryan.

Ryan berjalan mendekati Cahaya dan mensejajarkan tubuhnya. Tanpa sadar kini tangannya berada di keningnya Cahaya. Betapa terkejutnya Ryan, suhu tubuhnya Cahaya sangat tinggi. Pergerakan Ryan terus diperhatikan Bisma dan Naina saat ini.

Cklek...

Ryan langsung menoleh kearah pintu dan langsung bangkit berdiri.

"Periksa dia dengan benar! Sepertinya dia sedang demam tinggi" ucap Ryan pada seorang pria berbaju putih yang baru saja datang.

Pria itu langsung melakukan tugasnya, dia memeriksa keadaan Cahaya. Setelah mendapatkan hasilnya, dia mengeluarkan jarum dan mengambil obat cairan yang akan dimasukkan ke tubuh Cahaya.

Entah kenapa Ryan merasa kalau dirinya lah yang kena suntikan itu. Melihat wajah sendu Cahaya membuat dia terbayang dengan sosok wanita yang sedang menangis di tepi danau.

"Aw..." Karena tiba-tiba saja dia terbayang dengan masa lalunya membuat kepalanya sakit.

"Kak, apa kau baik-baik saja?" tanya Naina dengan cemas.

"Tidak apa-apa. Hanya sedikit sakit kepala saja..." ucap Ryan.

"Pak, saya sudah memberikan obat pada nona Cahaya, dia hanya kena demam tinggi saja. Mungkin karena tubuhnya yang sangat lemah membuatnya jadi pingsan, dan sebentar lagi nona Cahaya akan bangun..." ucap pria itu setelah menyuntikkan cairan pada tubuh Cahaya.

"Baiklah, kau bisa pergi.." ucap Ryan dengan dingin.

Setelah beberapa menit pria itu pergi, semuanya duduk di kursi yang kosong. Mereka menunggu Cahaya sadar dari tidurnya. Mereka tampak sangat bingung melihat keringat bercucuran dari keningnya Cahaya. Padahal AC dalam ruangan Ryan sangat tinggi.

"Tidak...." Tiba-tiba saja Cahaya bangun sambil menjerit.

Hiks hiks hiks.

Seperti biasa setiap dia mimpi dia akan selalu menjerit dan menangis sambil memeluk kedua lututnya. Dengan gemetar Cahaya mengingat bagaimana Ryan yang sudah bersimbah darah dan tidak sadarkan diri dihadapannya.

"Nona apa yang terjadi?" Bisma dan yang lainnya langsung bangkit berdiri, karena mereka sangat terkejut mendengar suara teriakan Cahaya.

Mendengar suara Bisma, membuat Cahaya langsung mengehentikan tangisannya dan mengedarkan pandangannya. Cahaya baru menyadari kalau dirinya saat ini berada di dalam ruangan Ryan, dan dengan cepat dia menghapus air matanya. Ryan, Bisma dan Naina tengah menatapnya dengan tatapan bingung.

Setelah menghapus air matanya Cahaya berusaha untuk bangkit berdiri dan dia merasa seluruh tubuhnya memiliki sedikit tenaga sangat berbeda dengan tadi pagi. Saat menundukkan kepalanya dia melihat ada beberapa bungkusan obat di atas meja yang di hadapannya.

"Maafkan saya, pak..." ucap Cahaya dengan tenaga yang masih lemah.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ryan dengan penasaran.

Ryan bertanya keadaan Cahaya karena dia sangat penasaran kenapa Cahaya bisa menjerit seperti itu sambil menangis. Apalagi dia teringat dengan yang pernah dilihatnya saat Cahaya tinggal dirumahnya.

Cahaya hanya mengangguk kepalanya saja dan sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda minta maaf pada Ryan.

"Maafkan saya, pak. Saya telah mengganggu ketenangan pak Ryan..." ucap Cahaya.

"Sebaiknya kamu istirahat saja dulu. Setelah kamu sehat, kamu bisa kembali bekerja" ucap Ryan sambil menatap Cahaya dengan lembut.

"Terimakasih, pak. Tapi saya sudah mendingan..." ucap Cahaya.

"Permisi pak, saya akan kembali ke meja saya dulu" sambung Cahaya lagi.

Belum ada jawaban dari Ryan, Cahaya langsung pergi ke luar. Dengan tatapan kekecewaan, Ryan menatap punggung Cahaya yang pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban darinya.

"Kak..." Naina menggoyangkan tubuh Ryan yang terpaku menatap kepergian Cahaya. Sungguh Naina tidak menyukai hal itu.

"Ya, Nai..." Ryan langsung tersadar.

"Apa kita bisa memulai rapat kita? Aku baru dapat pesan dari papa, kalau papa sudah sampai..." ucap Naina menahan rasa kesalnya.

"Oh, iya. Maafkan kak Ryan, Nai. Tunggu sebentar..." Ryan langsung berjalan kearah mejanya. Dia mengambil berkas yang diberikan Cahaya padanya. Ryan langsung memberikan berkas itu pada Bisma.

Ryan dan Naina langsung keluar dari ruangan Ryan. Bisma mengikuti Ryan dari belakang sambil membawa berkas yang diberikan Ryan.

Saat mereka keluar, Cahaya sudah bangkit berdiri dan langsung menghampiri mereka. Tentu saja membuat mereka langsung memandang Cahaya.

"Kamu tidak perlu ikut kalau kesehatan mu belum pulih" ucap Ryan, tentu saja membuat Naina sangat senang karena Cahaya tidak ikut bersama mereka untuk rapat.

"Saya sudah tampak sehat pak.." ucap Cahaya.

"Terserah mu saja" ucap Ryan kesal karena Cahaya tidak mau mendengar apa yang dikatakannya.

Cahaya memilih ikut bersama, karena dia tidak menyukai yang namanya santai. Kalau dia tidak memiliki pekerjaan, masa lalunya akan selalu datang. Sungguh membuat pikirannya akan terkuras lagi. Saat mereka rapat, Cahaya lah yang mencatatnya.

Tiba-tiba saja suasana rapat kembali hening, karena Ryan tampak sedang membaca beberapa berkas yang diberikan oleh pihak kliennya Ryan. Cahaya sebenarnya sangat terkejut, saat dia masuk dia melihat papanya Mesya dan satu pria muda ada dalam ruangan rapat. Cahaya baru menyadari bahwa papanya Mesya lah yang menjadi kliennya Ryan saat ini.

"Bagaimana?" tanya Papanya Mesya, yang bernama Ronaldo Maurer. Pengusaha besar yang bergerak dalam bidang perhotelan.

****

1
falea sezi
jd meski nikah tanpa cinta di tidurin kan meysa/Frown/
falea sezi
mLes bgt liat Ryan sama meysa dan emaknya
falea sezi
heleh lu uda enak enak ma meysa jg males liat lu bloon
KUNCORO'S Days
Bagus ceritanya
Ellen_P: terimakasih untuk dukungan nya 🙏
total 1 replies
amalia gati subagio
sang lanun vs hamba sahaya 👍 cucok lah
amalia gati subagio
Terlalu mahal harga yg hrs dibayar demi pemuas obsesi atas nama cinta halu dgn sadar jd murahan 🙁 miris, cinta rela memperbudak diri, mental bengkok!! algojo vs sang budak gratisan, sama2 pemuas obsesi!? egoistis narsistis songong absurd kedepan, pemuas keserakahannya #poor taqdir #RIP Cinta
amalia gati subagio
wah melangit dia?! he3x kibau terus obsesi si murmer ini!! upik abu sindrom akut
amalia gati subagio
wes, naikan lg tarifnya!? gak slalu yg murahan dicari & disukai kan?!
amalia gati subagio
semurahan apa kau ingin merendahkan diri demi obsesi absurd mu atas nama warisan sang penikung?! pengen cocok tanam si songong hingga maunya dijadikan jalang gratisan tp hanya demi kesombongan?! jd perempuan murahan banget, munafik bertopeng kemulyaan bangit 🤓
Arya Al-Qomari@AJK
mungkinkah q salah baca soalnya nama sekretaris nya (pengganti cahaya) di ganti2 terus. klo gk salah Chelsea terus Lisa kemudian Cerry.
Arya Al-Qomari@AJK
nama sekretaris nya (pengganti cahaya) di ganti2 terus. klo gk salah Chelsea terus Lisa kemudian Cerry.
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Tidak lihat anak Jeje dan Nayla
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Ohh anak papah tuh Ezla 😅
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Senjata makan tuan ya nona nancy 🤣
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Kalo cemburu langsung seludup saja Nayla, ntar keduluan orang lagi
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Apakah Alvin laki² itu?
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Disosor langsung ya pak bikin gerah yang liat 😂😂
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Selamat ya Aya dan Ryan 😁
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Si Nayla dapat tamparan teruss 😅
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Ya ampun emak macam apa dia ini 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!