NovelToon NovelToon
Andre Dan Sheila

Andre Dan Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Anak Genius / Single Mom / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: riski iki

Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.


Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.

Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.


Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.


tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.


Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Mereka berdua akhirnya turun bersama, sedangkan Andy menghampiri sang Bunda, untuk memegang tangannya.

Sheila berjalan menuju belakang mobil, dan melihat Ban mobilnya yang sebelah kanan, ternyata mengalami kebocoran.

"Huh...! bagaimana ini, Aku kan harus mengantarkan Andy ke sekolah dengan tepat waktu," ucap Sheila sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Bunda apa yang terjadi," ucap Andy melihat Bundanya yang sedang kebingungan.

" Ban mobilnya tiba-tiba bocor sayang, mungkin terlalu lama tidak di gunakan," ucap Sheila.

" Bunda, kalau begitu kita jalan kaki saja," ucap Andy sembari menggandeng tangan Bundanya.

" Tidak ada jalan lain Sayang, kita harus jalan kaki, sebab kalau kita menunggu montir datang, dan memperbaiki mobil ini, kita akan terlambat nanti, lagian Sekolahnya juga sudah mulai terlihat" ucap Sheila berjongkok di hadapan Andy, sembari mengusap kepala sang anak.

"Baiklah Bunda, itu pasti sangat menyenangkan," ucap Andy sembari tersenyum menatap kearah Bundanya.

Disaat Ibu dan Anak itu sedang asyik berjalan kaki menuju ke sekolah, dan di antara mereka berdua, sesekali terdengar suara canda tawa Andy, yang memecah keheningan jalan raya tersebut.

Tiba-tiba kaki Andy tersandung sebuah batu, yang membuat tubuhnya sedikit terdorong ke jalan raya.

" Sayang hati-hati, Apa Kamu baik-baik saja, hum," ucap Sheila, sembari mengangkat tubuh anaknya, dan membersihkan pakaiannya, dari beberapa butir pasir yang menempel di celananya.

" Aku tidak apa-apa Bunda, jangan khawatir," ucap Andy tersenyum menatap kearah Bundanya yang terlihat sedikit panik.

"Tidak apa-apa bagaimana Sayang, ini siku tangan kananmu, ada sedikit memar, bagaimana kalau kita ke rumah sakit," ucap Sheila sembari meniup tangan Andy yang sedikit memar.

"Ah... Bunda, ini hanya luka kecil, waktu kita tinggal di desa dulu, palingan juga Bunda menempelkan dedaunan, bunda tidak usah terlalu lebay deh," ucap Andy sedikit acuh.

Sedangkan Sheila yang mendengar perkataan anaknya hanya tersenyum.

Pasalnya anaknya itu, selalu saja membuatnya tersenyum, dengan tingkah lakunya yang sangat menggemaskan, belum lagi kata-kata yang menurut Sheila, sangat bijak, dengan umurnya yang masih Enam tahun.

" Baiklah bayi besar ku, Bunda akan menuruti apa yang kamu katakan," ucap Sheila dengan tersenyum manis.

*****

Di Sekolah

Sheila pun membawa Andy keruang Guru, dan mendaftar kan anaknya di sekolah Elit itu.

Dengan beberapa pertanyaan, yang di ajukan oleh Guru tersebut, semuanya di jawab oleh Andy dengan hanya menghitung jari saja.

Bahkan Guru itu tercengang dan hampir menjatuhkan rahangnya, mendengar jawaban dari Andy, yang menurutnya sangat singkat, padat dan jelas.

Dengan usianya yang masih Enam tahun, Guru itu pun memuji kecerdasan Andy, yang menurutnya sangat Genius.

"Sayang tadi Namamu siapa, ucap Guru itu," sembari mengusap kepala Andy.

"Nama Ku Andy, Bu Guru,"

"Terus ke sini bersama siapa," ucap BU Guru.

"Bersama Bunda," jawab Andy dengan jujur.

"Terus Ayah kamu, kemana, apakah dia tidak ikut mendaftarkan mu ke Sekolah ini," ucap BU Guru itu.

Yang membuat Andy, menundukkan kepala, dengan wajah yang terlihat sendu.

Tetapi Ia masih mencoba menjawab pertanyaan Bu guru itu, walaupun hatinya sekarang merasa sangat sedih.

" Bu guru, aku sendiri tidak tahu Ayahku, sedang berada di mana, yang aku tau sekarang, aku tinggal bersama dengan Bunda, yang sangat menyayangi ku, bahkan kasih sayangnya melebihi apapun yang berada di dunia ini," ucap Andy tanpa sadar, Air matanya pun menetes, tetapi Ia langsung menghapusnya secepat kilat, dengan ke dua tangannya.

Sedangkan Guru, yang mendengar jawaban anak kecil yang baru berumur Enam tahun itu, lagi-lagi di buat tercengang.

Menurutnya kata-kata seperti itu, hanya bisa di lontarkan oleh orang dewasa, bukan anak kecil yang baru berusia Enam tahun.

" Baiklah Sayang, sekarang Bunda mu, berada di mana, biar Bu guru mengantarkan mu, kepada Bunda mu," ucap Bu guru dengan lemah lembutnya.

"Tapi Bu guru, apakah Aku di terima di sekolah ini," ucap Andy, yang membuat Bu guru itu sedikit mendongakkan kepala, mendengar pertanyaan Andy.

" Iya Sayang, kamu di terima di sekolah ini," ucap Bu guru.

Yang membuat Andy, bersorak kegirangan.

" Hore...hore, Akhirnya Aku di terima di sekolah ini, pasti Bundaku, merasa sangat senang," ucap Andy.

Sedangkan BU Guru itu, hanya melihat tingkah laku Andy, dengan tersenyum manis.

Di luar Ruang Guru

Sheila terlihat, harap-harap cemas, menunggu tes yang dilakukan oleh Guru itu, terhadap anaknya.

"Apakah anakku, bisa menjawab semua pertanyaan, yang diajukan oleh Guru kepadanya," ucap Sheila di dalam hati, sembari melihat jam, yang berada di pergelangan tangannya.

Tidak lama, setelah Ia menyelesaikan perkataannya, di dalam hati, tiba-tiba pintu ruang Guru itu terbuka, dan memperlihatkan sosok yang di tunggu-tunggunya sejak tadi.

1
falea sezi
andre plin plan tolol
Anonim
Ooooo kaciannenek peot 🤣🤣🤣🤣
Toni Hartono
inisial tentara terduga teror...masih kolaborasi di sini......
di sumbersari
leyka
koq sela Ndak kerja... apa kakeknya yg selalu mbantunya?
Tyara Lantobelo Simal
semangat untuk selanjutnya
anggita
👌👍👏👏
Puan Harahap
hadir thor
delissaa
udah end ternyata 😀
Putri Handayani
selalu hadir kakak
Santai Dyah
wah sudah tamat
Mak Nur
berasa lari maraton bacanya☺☺
pat_pat
❤️❤️
Ria Diana Santi
Oh, syukurlah ada polisi datang dengan segera.

Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
Ria Diana Santi
Setuju sama kata Andre. Ini adalah ambisi mu semata, Sintia.
Ria Diana Santi
Si Sintia makin lama makin Gila!🤦🏻‍♀️ Hadehhh meresahkan!
solin
suka
Hanna Devi
lanjut lagi...
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊
Sweet chicie💞
lanjut....
Esa Aurelia
Selamat kak udah merampungkan karyanya 😊
Pe_na
End??? 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!