NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Kontrak Senilai Satu Miliar

Hari itu, Sarah Lestari sedang fokus menunduk di depan laptopnya. Jari-jarinya mulus menari di atas keyboard, menyelesaikan tumpukan berkas laporan keuangan yang ditugaskan langsung oleh sang CEO muda, Samudra Grayson. Suasana di lantai eksekutif sangat hening, hanya terdengar suara klik mouse dan deru AC kantor.

Baru saja Sarah meletakkan pena di atas dokumen terakhir, pintu ruang kerja utama terbuka. Seorang pria berkemeja hitam rapi dengan raut wajah tegas melangkah keluar. Di belakangnya, Felix—sekretaris pribadi Samudra yang juga merupakan teman seperjuangan Sarah sejak pertama kali magang di perusahaan ini—melambaikan tangan padanya.

"Sarah, Bos minta kamu masuk sekarang," panggil Felix dengan nada yang terdengar sedikit aneh, seperti ada yang disembunyikan.

Sarah mengerutkan kening, tapi tetap bangkit dan merapikan blazernya. "Ada apa, Felix? Ada masalah sama laporan kuartal kemarin?"

Felix hanya tersenyum tipis tanpa menjawab. Begitu Sarah melangkah masuk ke ruangan megah dengan jendela kaca setinggi langit-langit itu, Samudra Grayson sudah duduk santai di kursi eksekutifnya. Pria tampan keturunan Indonesia-Eropa itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Silakan duduk, Sarah," perintah Samudra, suaranya bariton dingin namun sopan.

Sarah duduk di kursi tamu, sedikit gugup. Namun, rasa gugup itu berubah menjadi shock total saat Samudra menggeser sebuah map tebal ke arahnya.

"Apa ini, Pak?" tanya Sarah ragu.

Felix, yang berdiri di samping Samudra, mengambil alih pembicaraan. "Sarah, ini adalah sebuah kontrak. Bos membutuhkan bantuanmu. Bukan untuk pekerjaan kantor biasa, tapi untuk sesuatu yang jauh lebih pribadi. Kami memintamu untuk... mengandung anak Bos."

Dunia Sarah seolah berhenti berputar. Matanya membulat sempurna, mulutnya ternganga. Dia terdiam membeku, berusaha mencerna kalimat gila yang baru saja diucapkan Felix.

"K-Kontrak... anak?" Sarah terbata-bata, detak jantungnya berpacu kencang. "Pak Samudra, maksud Bapak apa ini?"

Samudra tetap tenang. "Ini murni kesepakatan bisnis, Sarah. Aku butuh ahli waris. Aku percaya padamu secara pribadi dan profesional. Kamu akan menjalani proses medis yang aman, dan setelah anak lahir, kewajibanmu selesai. Semua biaya hidup dan perawatan ditanggung penuh."

Tanpa menunggu persetujuan, Felix menyodorkan map itu terbuka di hadapan Sarah. Matanya langsung tertumbuk pada angka nominal yang tercetak jelas di bagian atas kontrak: Satu Miliar Rupiah.

Namun, di luar dugaan Samudra dan Felix, Sarah justru menyunggingkan senyum. Bukan senyum setuju, tapi senyum sinis. Dengan gaya centilnya yang khas, ia mendorong map itu sedikit ke depan.

"Maaf, Pak Bos. Tadi saya lihat angkanya satu miliar ya?" Sarah menaikkan satu alisnya. "Untuk jasa mengandung dan melahirkan anak Bapak? Hmm, rasanya... segitu kecil ya, Pak. Apa cuma segini harga diri saya?"

Samudra menatapnya tajam, rahangnya mengeras. "Kamu menolak?"

Sarah berdiri, merapikan bajunya. "Bukan menolak, Pak. Cuma saya rasa gaji saya selaku PA juga sudah cukup. Mohon maaf, saya tidak tertarik dengan kontrak semurah ini."

Sarah berbalik dan bergegas menuju pintu, namun baru saja tangannya menyentuh gagang pintu, suara dingin Samudra menghentikannya.

"Tunggu, Sarah."

Sarah berhenti. Ia bisa mendengar langkah kaki Samudra mendekat. Samudra berdiri di belakangnya, lalu tanpa banyak bicara, ia menyodorkan map kontrak yang sudah diperbarui dengan pulpen di tangannya.

"Kamu mau tambah berapa?" tanya Samudra, kali ini suaranya lebih lirih, tapi jelas ada nada frustasi.

Sarah berbalik dan menatap pria itu. "Kalau saya boleh jujur, saya mau beberapa tambahan syarat, Pak."

"Katakan."

Sarah mengangkat dagunya, "Pertama, pascamelahirkan, saya tetap bekerja di perusahaan ini dengan posisi dan gaji yang sama. Jangan ada pemecatan. Kedua, saya yang memilih rumah sakit dan tim dokternya. Dan ketiga..." Sarah mengetuk-ngetuk map di tangan Samudra, "...nominalnya saya naikkan dua kali lipat dari angka awal. Tapi jangan khawatir, saya akan jalani semua ini dengan profesional."

Samudra memicingkan mata, menatap Sarah yang penuh percaya diri. Beberapa detik hening, lalu pria itu menandatangani kontrak di atas meja terdekat.

"Deal. Semua syaratmu aku setujui."

Felix di belakang mereka hanya bisa menggeleng-geleng kepala, tak percaya asistennya sendiri bisa menegosiasikan kontrak aneh itu dengan berani dan tetap menyelamatkan pekerjaannya.

Sarah mengambil kontrak yang sudah ditandatangani. Napasnya sedikit bergetar, meski ia berusaha terlihat tegar. Hari itu, hidupnya benar-benar berubah. Satu miliar, satu rahim, dan satu nyawa kecil yang akan mengubah segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!