NovelToon NovelToon
Perjodohan Licik

Perjodohan Licik

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Contest / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: San san 💕

Seharusnya Sofia bahagia di hari pernikahan ini, tetapi ternyata dihari yang sama suami yang baru di nikahinya sore tadi melemparkan surat cerai ke wajahnya. " Bukankah kamu memang berambisi menikah denganku? Tanda tangani kita impas." Akankah Sofia menandatangani surat cerai itu? Pria yang di cintainya sejak kecil ternyata memendam kemarahan. Wiliiam menikahinya hanya untuk merampas hartanya. Bagaimana cerita selanjutnya. Jangan lupa Like and Vote ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon San san 💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8 Perebut suami

"Kamu boleh berulah, gampang bagiku membunuh ayahmu."

"William, apa yang kamu katakan, apa maksudmu?"

"Aku bisa membunuh ayahmu, kapanpun aku mau."

"William jangan lakukan itu, hanya ayah satu satunya yang aku miliki. Baiklah besok pagi aku akan menggugurkannya."

William meninggalkan mansion dengan seringai jahat.

Esok paginya Sofia benar benar datang ke sebuah rumah sakit, sofia sudah mengambil nomor antrian, dia duduk sendirian. Di situ banyak pasangan yang sedang mengantri untuk memeriksakan kandungan. Sofia benar benar sedih melihat lelaki begitu perhatian pada istrinya, para suami begitu menyayangi istrinya. Ada yang mengambilkan barang yang terjatuh di kaki istrinya, ada yang mengusap perut istrinya. Mereka semua menampakkan wajah yang gembira.

Beda dengan penampilan dirinya, sangat miris.

Tiba gilirannya, Sofia berniat membatalkan untuk aborsi, sofia berdiri meninggalkan Tempat duduknya.

"Maaf aku tidak jadi." Ucap sofia pada suster yang memanggilnya.

Sofia berjalan melewati koridor rumah sakit, menuju pintu keluar. Belum mencapai pintu gerbang Sofia di kejutkan empat lelaki yang berbaju hitam mendekatinya.

Sofia terkejut kedua tangannya di cekal, dan di tarik untuk kembali memasuki rumah sakit.

Sofia di ditidurkan pada bed partus. Tangannya di ikat, Sofia berontak menolak untuk aborsi.

Setelah tangan kakinya di ikat pada bed partus, seorang dokter yang sama saat mengaborsi kehamilan yamg pertama memasuki kamar di ikuti perawat.

Tanpa peringatan apa apa dokter menyuntikkan obat bius, selanjutnya Sofia tak mengetahui apapun yang terjadi. Esok paginya Sofia baru tersadar, dia sendirian di ruangan ini. Bingung apa yang harus dilakukan dia hanya merasakan sakit di perutnya bagian bawah. Sofia berjalan keluar dia tak mungkin menelepon William, akhirnya Sofia berjalan melewari lorong, tangan kananya memegang perut bagian bawahnya. Pada saat dia melewati ruang perawatan terdengar suara yang sangat familiar, antara percaya dan tidak, Sofia begitu penasaran. Mencari asal suara, mengintip dari salah satu ruangan, sekali lagi matanya seolah tertusuk sampai ke pangkal otak. William tengah mengusap pucuk kepala seorang Wanita. Wajahnya tertutup badan William. Siapa dia, sofia sangat penasaran. Sofia mendorong pintu kamar rawat itu dengan keras, mendapati Elsa tengah di peluk oleh William.

"Apa yang kalian lakukan?" Ucapan Sofia dengan nada tinggi.

William begitu terhenyak kaget, mata merahnya mengarah pada Sofia.

"Kamu berani menggangguku? Keluar!"

"William apa yang kamu lakukan, aku adalah istrimu bukan dia, bahkan kamu tak menjemputku padahal baru saja kamu memaksak diriku untuk mengaborsi anakmu."

Sofia mendekati Elsa bergerak maju untuk meraih leher Elsa, dia ingin mencekiknya.

"Aku tak akan membiarkan kamu menghancurkan hidupku." Ucap Sofia pada Elsa.

William berdiri mengangkat tangannya untuk menampar Sofia.

Plak, suara tamparannya tak begitu keras, tetapi sakitnya hingga menembus jantung.

"William aku takut, aku takut dia menyakiti anak kita." Ucap Elsa dengan manja, siapapun yang melihat atau mendengarnya merasa ingin muntah.

Sofia mendengar kalimat itu, dadanya bergemuruh. Seakan akan ribuan paku menancap di hatinya. Sofia meradang, apalagi saat dia melihat ke bawah, menyadari itu merasa dirinya sangat tragis. William tak menyukai bayinya bahkan langsung menggugurkannya. Beda perlakuan William dengan Elsa. Bayi Sofia benar benar tak di harapkan. Bagaimana hatinya tidak miris, Sofia merasa jadi badut.

"William, tolong aku. Aku takut Sofia menyakitiku, jangan tinggalkan aku. Suara Elsa dengan manja.

"Dengarkan aku, aku Sofia tak akan menandatangani surat cerai itu, biar selamanya kamu hanya menjadi seorang wanita simpanan. Karena merasa terprofokasi kemudian Sofia, menjambak rambut dan menarik tubuh Elsa hingga keluar kamar.

"Dengarkan aku, kamu hanya akan menjadi wanita simpanannya. Aku tak sudi memberikan posisiku untukmu." Ucapan Sofia begitu tinggi.

"William tolong aku." Suara Elsa dengan cicitnya yang manja.

William sangat kuwalahan menghadapi kemarahan Sofia. William mencoba melepaskan jambakan tangan Sofia pada rambut Elsa. Banyak orang yang mencibir Elsa, bahkan tak sedikitpun yang merasa prihatin terhadap Sofia.

"Dasar perebut suami orang, sayang sekali cantik tetapi kelakuannya seperti itu." Ucap salah seorang pengunjung rumah sakit yang sedang mengantri di loket. Elsa merasa malu, selalu menunjukkan wajahnya yang sedih.

"Bagaimana kamu menuduh Elsa yang sudah merebut suami orang? Kamu yang merebut ku darinya, dari awal Elsa lah kekasihku, kamu yang memaksaku untuk menikahimu."

Pandangan orang orang berbanding terbalik, semua tiba tiba berubah tak simpati pada Sofia. William menggendong tubuh Elsa, membawanya kembali ke dalam. Melihat itu tiba tiba pandangan Sofia mengabur tertutup air mata. Tangannya mengepal hingga kuku kuku tangannya melukai permukaan kulitnya. Darah mengucur dari sela sela pahanya begitu deras.

"Ada orang pendarahan, ada orang pendarahan." Teriak salah satu pengunjung rumah sakit.

Seorang perawat dengan sigap memindahkan Sofia untuk di naikkan ke atas kasur beroda.

"Awas minggir jangan halangi jalan." Perawat itu berteriak kencang, mendorong ke kamar rawat pasien.

Tubuh Sofia yang pingsan dengan wajah yang memucat melewati William yang tengah berjalan di lorong rumah sakit itu, tiba tiba dada William serasa tercekik.

Ada apa ini? Kenapa tiba tiba aku merasa bersalah? Bukankah ini yang kumau? Membalas kematian orang tuaku.

Tangan Sofia memeras perut bagian bawahnya. Benar benar terasa sakit. Apa ini? Kenapa begitu sakit? Batin Sofia.

Perawat memasuki kamar di mana Sofia di rawat.

Memeriksa selang infus dan memasukkan obat lewat selang tersebut.

"Makanya jangan sering sering menggugurkan kandungan, setiap kekebalan dan kekuatan manusia itu berbeda beda, sepertinya tubuhmu tidak kuat, intinya kandunganmu sangat rentan. Hiduplah dengan baik, jangan jadi simpanan orang. Lihatlah lelakimu tak mau tanggung jawab kan? Sekali lagi kamu aborsi, dokter tak bisa menjamin, bisa bisa kandunganmu juga bisa hilang. Ingat itu. Jangan jadi perebut suami orang."

Nada dan kalimat perawat itu benar benar menusuk hati. Bagaimana dia malah di anggap perebut suami orang, padahal Sofia lah yang sah menjadi istrinya.

"Kapan aku bisa pulang?"

"Lihatlah pacarmu tak mengurusimu, bahkan kamu hamil anaknya pun dia tak perduli. Bagaimana kamu mengharap dia menjadi masa depanmu?" Lagi lagi perawat itu menyindir Sofia. Sofia tak berdaya, dia tak tau siapa yang salah. Kesalahan terbesarnya adalah dia mencintai William sejak kecil, andai saja dari awal Sofia tau kalau ini adalah perjodohan licik yang di rencanakan William.

Sudah dua hari Sofia berada di rumah sakit ini, pagi ini dia harus sudah keluar, tetapi dia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatannya selama dua hari. Sofia duduk di tepi ranjang, tubuhnya yang mungil membuat kakinya menggantung, pandangannya melihat ke bawah, kehidupannya sangat menyedihkan, rasanya Sofia ingin menyerah untuk tak lagi mencintai William, tetapi dia tak tau dimana ayahnya berada. Bahkan nomor telepon milik ayahnya pun sudah tak aktif.

Maaf para pembaca yang budiman, novelku seputar kekejaman. Jangan ada yang baper ya, ini hanya sebuah novel. Semoga semua sehat selalu. Jangan lupa Like and komen ya.

1
Anim
akhirnya ketemu
lama banget aku cari mau baca ulang
Khanza Safira
seru seru seru
Yus Nita
apa Sofia otak ny berul2 tak berfungsi y...
Yus Nita
manis x lambesi Evantio...
padahal dia sendiri tak betah pada satu wanita.
dasar bandit srlamgkamgan
Yus Nita
malang betul nasib bayi Davian.
Yus Nita
apakah sang Eseckutor adlah William yg sdh berganti wajah, karena kebakaran itu...
Yus Nita
Sultan mah bebas...
kapal pesiar dan apartemen mah kecil... 😁😁😁
Yus Nita
nyarik mati di pra
si pram juga korban cinta buta, yg merasa UAS dengan layanan panas ny Elsa
n
Yus Nita
emang g kau pantas dapat kan
Yus Nita
itu balasan bagi orang yg cerewet dan tak ada titik komany klu bicara
Yus Nita
itu balasan bagi orang yg cerewet dan tak ada titik komany klu bicara
Yus Nita
msmpus lo jalang akhir ny kedok mu kebongkar juga asal ny sampah, kembali lagi jadi slah
syukurin...
Yus Nita
ternyata yg di bilang darah lbh kental dari pada air adalah fakta ada ny 😁😁😁
Yus Nita
sembunyi kan alamat I mu Joe
srblomonster William menemu kan mu 😁😁😁
Joe terlalu teledor, hingga alamat IP ny dpt di ketahui oleh willian
Yus Nita
lah.. kenapa si Jim hrs skt hati.
bkn kah tuan ny yg telah menggores luka yg terdalam pada Sofia.
ngaca lu Jim 😁😁😁
Yus Nita
kurang seru klu balasan yg lbh menyakit kj an tdk menimpa William.
Yus Nita
dasar biadabnya si William..
kapan lah saat hsnjaran ny dia.
Yus Nita
sampai sekarang msh bisa di percaya sama Elsa. dasar suami bodoh dan pecundang. msh saja bodoh .
Yus Nita
erlahan tapi pasti sakit akan menerpa mu
dan kebakaran perlahan 2 juga akan terungka
Yus Nita
dasar William bodoh, mata hati ny tlh tetutup cinta bita.
sehingga percaya saja dengan omongan 2 orang pecundang itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!