Bagaimana jika orang yang kau sukai masih terus berada di bawah bayang-bayang sang mantan kekasih?
Dan bagaimana jika orang yang kau cintai, mencintai dirimu juga, namun orang disekitar tak menyetujui hubungan tersebut.
Inilah kisah Aileen, yang menyukai Sam, sang kakak kelasnya. Namun, segala sesuatu tentang Sam tak pernah lepas dari sang mantan kekasih, yakni Clarissa.
Hingga, saat Aileen memutuskan kembali ke negara asalnya, Sam baru menyadari bahwa ia telah salah.
Juga, Felysia, kakak tiri Aileen yang menyukai Daniel. Namun teman-temannya tak menyukai jika Felysia bersama dengan Daniel. Mereka ingin Felysia bersama dengan Felix.
Apakah kedua kakak beradik ini bisa mmperjuangkan cinta mereka? Atau harus membiarkan cinta mereka pergi begitu saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Betsya Disi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur
Malamnya Felysia terus bercerita banyak kepada adiknya tentang betapa bahagianya ia kini.
"Terus dia suapin gue dek! Ahh!" Teriak Felysia sambil memeluk bantalnya mengekspresikan betapa berbunganya hatinya kini karena kejadian tadi siang, saat ia dan Daniel berada di rooftop sekolah.
"Terus kan… DIA MEGANG TANGAN GUE DEK!" Teriak Felysia kegirangan sambil memegang tangan adiknya mempraktekkan bagaimana cara Daniel memegang tangannya.
"Kak! Suaranya! Ini dah malam loh. Cepat kalian tidur,” teriak ibunya mereka dari luar akibat suara Felysia yang kuat, apalagi ini sudah jam 10 malam.
Felysia pun seketika terdiam sambil menutupi mulutnya dengan tangannya. Dan saat merasa ibunya sudah pergi, Felysia kembali bercerita kembali kepada Aileen.
"Untung Mama gak dengar Kak. Eh tapi Kak, kan lo suka sama kak Daniel tuh. Terus hubungan lo sama kak Felix sebenarnya apa sih? Ya gimana ya, selama ini kan lo juga dekat banget sama kak Felix," tanya Aileen yang mulai tadi hanya mendengar cerita Felysia.
"Gue sama Felix cuma teman aja. Gue gak ada perasaan apa-apa sama dia.”
"Tapi lo pasti merasakan Kak kalo sikap dia sama lo agak beda,” ucap Aileen pada Felysia.
"Merasa sih, tapi ya namanya gak cinta gimana dong? Hati gue tuh udah direbut sama Daniel sejak gue pertama masuk SMA dek,” jelas Felysia.
"Kalo lo tau sikap kak Felix beda sama lo kak. Jadi kalo kak Daniel gimana dong?" Tanya Aileen lagi.
"Hah. Gue gak tau dek. Gue terlalu buta akan cinta gue sama dia. Sampai-sampai gue gak tau dia sebenarnya suka sama gue atau enggak. Tapi entah kenapa di semester ini, gue merasa kalo dia balas perasaan gue dek,” ucap Felysia sambil meremas tangan Aileen.
"Oh iya Kak, lo gak pernah gitu coba ngasih coklat gitu sama kak Daniel sebagai bentuk pernyataan cinta? Ya dari pada perasaan yang lo punya, terus dipendam gitu aja tanpa kepastian,” tanya Aileen lagi.
"Gue gak berani Dek. Dulu pas gue masih kelas 10. Gue pengen ngasih coklat sama dia, dan bahkan di coklatnya tuh gue udah buat note kalo gue suka sama dia. Tapi ternyata pas gue mau nemuin dia, ternyata ada kakak kelas kita yang ngasih coklat sama dia,” jawab Felysia sedih.
"Tapi gue bersyukur dek coklatnya si kakak kelas gak diterima Daniel Dek! Tapi ya, gue juga makin gak pede. Kakak kelas yang ngasih coklat sama Daniel soalnya cantik banget, mana sama-sama anak olimpiade lagi. Lah gue saat itu cuma murid biasa, ya jelas gue makin minder dong,” jelas Felysia lagi.
"Terus lo pernah gak kak tahu siapa gitu yang pernah disukai sama kak Daniel?"
"Sayangnya enggak. Yang suka sama dia gue tahu. Siapa yang dia suka, itu yang gue gak tahu sampai sekarang,” jawab Felysia kembali lesu.
Mereka terus bercerita hingga jam 2 dini hari. Felysia terus bercerita tentang Daniel, dan Aileen yang sesekali menanggapi cerita kakaknya dengan anggukan kepala, atau hanya dengan sebuah deheman pelan.
***
Karena perayaan ulang tahun sekolah memang semakin dekat, sehingga waktu belajar dipakai untuk mempersiap berbagai pertunjukan.
Dan di sinilah Aileen, di sudut perpustakaan yang tentram dengan sebuah earphone yang melekat di telinganya dan sebuah buku yang dijadikan alas untuk tidurnya. Ia sengaja mengambil tempat duduk yang dekat jendela dan cukup sepi sehingga ia aman untuk tidur tanpa gangguan.
Namun dalam tidurnya, ia merasakan ada orang yang melepas sebelah earphonenya. Aileen langsung saja membuka mata dan melihat pelakunya. Dan pelakunya adalah Sam. Yang telah duduk di samping Aileen sambil memakai earphone yang diambilnya tadi.
Sam yang melihat Aileen sudah terbangun, hanya memberi senyum tak berdosanya kepada Aileen. Sam lalu menghentakkan kakinya seraya mengikuti alunan nada yang diputar melalui handphone Aileen.
Aileen yang malas berdebat karena Sam menggangg tidurnya, iapun memberi earphonenya yang sebelah lagi kepada Sam, dan kemudian ia kembali ke posisi tidur awalnya tadi. Sungguh, tidur adalah hal yang sangat dibutuhkan Aileen saat ini.
Sam terkejut dengan Aileen yang tidak marah karena Sam sudah mengangganggu tidurnya, dan justru Aileen memberi earphone sebelahnya lagi.
Namun Sam, tak berhenti oleh hal tersebut. Ia kembali mengganggu Aileen kini dengan mengikuti gaya tidur Aileen yang menghadap kearahnya, dan ia ikut tidur dengan menghadap ke arah Aileen, hingga kini mereka saling berhadapan.
Aileen merasakan ada hembusan nafas yang menerpa wajahnya, ia lalu membuka matanya dan melihat Sam yang mengikutinya meletakkan kepala di meja dan sedang memandangnya sambil tersenyum jahil.
Ia mencoba bersikap bodo amat. Jujur saja ia sangat mengantuk karena mendengar isi hati sang kakak tadi malam hingga lupa waktu.
Ia menutup kembali matanya. Namun ia kembali terusik karena Sam yang kini sedang berusaha melepas kacamata Aileen yang sejak tadi masih bertengger di wajahnya.
Aileen pun dengan terpaksa akhirnya menyerah dan kini duduk rapi di bangkunya sambil menatap Sam malas.
Sam yang sudah berhasil melepas kacamata Aileen, kini tersenyum kesenangan dan justru menyimpan kacamata Aileen di saku kemejanya.
"Lo ngapai coba tidur di perpustakaan? Gak tidur semalam, makanya tidur di sini?" Ucap Sam memulai pembicaraan sambil melepas earphone yang ada di telinganya.
Tak ada jawaban dari Aileen, justru yang diterima Sam hanya Aileen yang menguap lebar, bahkan ia tak menutup mulutnya saat menguap. Sungguh wanita yang anggun sekali.
"Gak ikut persiapan buat ulang tahun sekolah?" Tanya Sam lagi.
Aileen hanya menggelengkan kepalanya pelan. Ia begitu mengantuk hanya untuk sekedar menjawab ya atau tidak.
"Lo mau ikut gue gak? Lo bisa main musik kan? Kita ke ruang band yok? Lo mau gak?" Tawar Sam kepada Aileen yang sudah dianggap sebagai teman barunya. Namun lagi-lagi hanya gelengan yang Sam terima.
Melihat respon Aileen, semangat Sam yang sejak tadi penuh, tiba-tiba hilang terhempas saat sang teman barunya itu menolak ajakannya.
"Lo gak mau ya? Hah. Gue pikir lo bakal senang gue ajak ke sana, soalnya kemarin lo bilang sama gue kalo lo bisa main musik,” ucap Sam pelan merasa kecewa.
"Oh iya, gue bisa cerita lagi gak sa-,” belum selesai Sam berbicara, Aileen sudah jatuh terlelap lagi. Namun kini sandaran kepalanya sangat nyaman. Bahkan begitu nyaman.
"Eh!" Kejut Sam yang melihat Aileen jatuh tertidur dengan kepalanya yang bersandar di bahu Sam.
Aileen yang tak bisa menahan ngantuknya itu akhirnya tertidur, namun entah angin apa yang ada sehingga kepala Aileen mengarah ke bahu Sam dengan sangat ringan.
Melihat wajah lelap Aileen, membuat Sam tak tega membangunkannya. Ia pun akhirnya menyamankan posisi duduknya agar Aileen bisa lebih nyaman tertidur di bahunya.
Sebuah senyuman kecil kini menghinggapi bibir Sam ketika mengetahui siapa yang duduk di sampingnya dan tertidur dengan bersandar di bahunya.
Sam yang tak tahu berbuat apa, hanya memasang kembali earphone milik Aileen ke telinganya dan memilih lagu yang pas dari handphone Aileen yang memang tidak terkunci.
Hingga ia menemukan sebuah lagu yang tepat, ia menutup matanya dan ikut menyenderkan kepalanya ke kepala Aileen sambil menikmati alunan lagu dan menunggu waktu berlalu.
biasanya orang luar lbh berani.lawanlah...
udah penasaran banget
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuuuk mmpir juga dikaryaku berjudul "menikah karena perjodohan (Haris dan Hana) " smoga berkenan, mksh 🥰🥰🥰
boomlike dari ditinggal nikah dan kamulah harpanku hadir...ditunggu feedbacknya iga
lanjut thor...
mari saling dukung 😊✌️