NovelToon NovelToon
Presdir Muda VS Nona Muda

Presdir Muda VS Nona Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:589.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ang lin Hua

Kau hadir dengan sebuah alasan klise yaitu cinta untukku si pemain cinta.

Dan kini setelah semua yang kita alami,kau memberiku sejuta alasan untukku tetap Mencintaimu.

Setelah merasakan cinta kini aku tau kenapa kau menolakku KARINA. Tapi kini kau menarikku jauh kedalam sayap kerinduan. Dan aku tidak akan membiarkan masa lalu mendorongmu jauh dari cintaku karena tanpamu cintaku tak kan sempurna KARINA ADESTA.

Meskipun kau memberiku pelangi dan hujan secara bersamaan tapi entah kenapa hatiku tak bergeming sedikitpun dari ruang cinta ini.

Aku tidak menyangka akan bisa bertahan sampai akhir dengan cinta yang seperti air di samudera luas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang lin Hua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My angle eyes

Sudah satu jam Karina tertidur sejak di pesawat tadi. Bias cahaya matahari dari jendela kamar menerpa wajah putih dan halusnya. Perlahan Karina membuka mata dan menyipitkan karena silau, tangannya melayang di keningnya supaya menghalau sedikit terpaan sinar matahari.

 

Ingatannya akan beberapa menit yang lalu kembali dan membuat ia tersadar akan keberadaannya yang sekarang. Ia membuka bola matanya lebar-lebar dan meneliti setiap sudut ruangan tempat ia terbaring.

 

"Gue di mana ini?" tanyanya sambil berdiri dari duduk di ranjangnya. Selimut badcover tebal menutupi seluruh tubuhnya, pandangannya jatuh pada pahanya. Matanya masih menerawang dan sebuah suara manis menarik perhatiannya dari balik pintu bilik.

 

"Kamu udah bangun?" tanya wanita itu beranjak mendekat, duduk di samping Karina.

"Tante, saya di mana ini?"

"Di rumah Tante. Kamu tidurnya lama banget," ucap wanita itu sambil melempar senyum anggun ke arahnya.

"Ini udah jam berapa, Tante?"

"Jam satu siang, bentar lagi pelayan akan mengantarkan makan siangmu. Atau kamu mau makan sama-sama?" jelas sang tante.

"Apa? Udah siang, Tante!" pekik  Karina seraya berdiri menjauh dari tempat tidurnya.

Nora kembali mendekati Karina dan memintanya untuk turun ke lantai bawah, bergabung dengan yang lain. Karina kembali dikejutkan dengan sosok familier yang duduk santai, menyilangkan kaki di ruang keluarga sambil meneguk tehnya.

"Ini di mana, Gerald?" tanyanya berlari menghampiri Gerald tanpa mempedulikan orang di sekitarnya.

Nora dan Lohan hanya tersenyum geli melihat tingkah lucu Karina.

"Lo bisa tenang dikit, nggak? Duduk yang baik, nanti gue jelasin."

Yup, Karina baru tersadar kalau ia sudah menunjukkan sikap tidak sopannya kepada sang tuan rumah. Matanya menatap satu per satu penghuni yang ada di dalam ruangan itu. Lalu dengan lemah ia duduk di sebelah Gerald.

Gerald mulai membuka suara setelah meletakkan cangkir antik di atas meja kaca di depannya.

"Karina, ini rumah keluargaku. Kita ada di Prancis sekarang, aku ada kunjungan bisnis di sini. Sekalian besuk papi dan mamiku."

Mata Karina menatap Lohan dan Nora secara bergantian lalu ia pun membungkuk memberi hormat kepada tetua di keluarga itu.

"Salam kenal, Om, Tante!” sapanya dengan nada lembut.

Lohan berdiri dan beranjak mendekat ke arah Karina.

"Papa ada urusan, Papa pergi dulu. Dan kamu Karina, anggap saja rumah sendiri," ucap Lohan sambil mencium ujung kepala Karina yang masih dengan raut bingungnya.

Nora pun beranjak ke dapur untuk menyiapkan semua.

"Kamu ikut Mamiku. Makan dulu, gih."

Kruyuukk ... kruyuukkk ....

Suara kruyuuuk yang keluar dari perut Karina. Dengan penuh malu Karina hanya menunduk memegangi perutnya. Sementara Gerald berlalu sambil menyungging senyum di sudut bibirnya.

Ya, sekarang Karina ada di kediaman keluarga Pratama. Semua menjamunya dengan sangat baik dan penuh keramahtamahan. Setiap bahasa Prancis yang dilontarkan pelayan Nora, dijawab baik oleh Karina dengan bahasa yang sama.

Tanpa sadar Karina sedikit demi sedikit menunjukkan kepribadiannya sebagai nona muda. Tanpa ia sadari Nora dan juga Gerald merasakan keanehan dengan kepribadian Karina.

Catty, sepupu Gerald, yang seumuran dengan Karina setia mendampingi perempuan itu di rumah. Ia pun tak senggan berbagi cerita dengan Karina yang sudah dianggap keluarga sendiri. Alhasil Karina menjadi betah dan nyaman di keluarga Gerald. Sepanjang hari Catty menemani Karina berkeliling rumah dan juga menceritakan kisah di balik foto keuarga yang terpampang di ruang kerja.

 

1
Anonim
Gak masuk akal .. masa pemeran utamanya meninggal smua .. ceritanya payah
Ari Wulan
Lumayan
Ari Wulan
Luar biasa
Lulu Vanessa
Kecewa
Ari Febrianto
yang bener mana?
Ari Febrianto
terutama ini dia di Indonesia dibab selanjutnya tiba-tiba di Paris🥲
Ari Febrianto
ini cerita kok ngawur ya🤔. tadi tomi di Indonesia. dibab selanjutnya di Paris. emang Tomi punya pintu doraemon
Erni Fitriana
mampir untuk nyimak
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Santi Sukmawati
masa iya sih Ge ,kan roby bukan Suzanna
Alwi
gak nyambong,,, setelah melewati semua ujian,, kok akhir nya mati semua,, pemeran utama lagi,, kpan bahagia nya,,,
Nenk Kwr
thor masa semua keluarga dan pemeran utamanya mati semua. ga masuk akal saja, mereka keluarga sukses dan kaya raya yg pasti punya banyak pengawal harus kalah sama seorang haris.
Alwi
masak pemain utama mati Thor,, nyesel gue baca,, masak yang baik kalah ,, yang jahat selamat,,
Susilawati Dewi
kasian karina
Susilawati Dewi
ya pasangan aneh
Susilawati Dewi
ya knp bls ya ke gerald
Susilawati Dewi
ada ada aja
Susilawati Dewi
semoga cerry sm robi kebongkar
Susilawati Dewi
hahahahaaaa
Susilawati Dewi
ya ampun dasar gerald ga bs tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!