Renata, seorang istri yang sudah berumah tangga lima tahun lamanya bersama sang kekasih yang di pacarinya sedari dulu.
Dani, sang suami yang sangat mencintai Renata sekaligus sebagai orang yang manjadi mandat dari ayah mertua untuk selalu menjaga Renata di akhir hayatnya.
Namun sayangnya, sang Suami memiliki kelemahan yang sering membuat sang istri menangis karena kenormalannya sebagai seorang wanita muda yang bergairah.
Bermacam cara pun di tempuh Renata bersama sang suami agar bisa menyelesaikan masalah tersebut, namun sayang, hasilnya sama saja. Para ahli dalam bidangnya tidak bisa mengobati kelemahan yang di miliki Dani.
Lalu bagaimana Renata dan Dani menangani masalah ini ??
__________
Ditunggu kritik dan sarannya..
Tolong gunakan bahasa yang baik saat memberi kritik dan sarannya ya..
Makasih..
Selamat membaca 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idhan Kusmana The'a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
2 Hari berlalu, yang artinya 1 hari lagi mereka akan OTW ke rumahnya Mama Dani yang ada di kampung
"Hei,kau" panggil Dani sambil melemparkan kulit kacang pada Denis
"Apa sih? " jawabnya kesal
"Ingat ya, besok di rumah Mama giliran ku tidur dengan Renata"
"Ia.. Ia.. Aku tahu, maaf karena aku sakit jadinya kamu harus tidur sendiri lagi" Denis merasa bersalah.
"Tak masalah, yang penting 3 hari kedepan aku tidur dengan Renata"
"Ok"
Dani dan Renata sudah memberi tahu Denis akan keberangkatan mereka di hari sabtu untuk menemui Mama Dani.
"Apa yang kalian bicarakan? " Tanya Renata yang sedang menghampiri kedua suaminya sambil membawa 3 cangkir teh di nampan kayu.
"Ini urusan laki-laki, wanita di larang tahu" ledek Dani.
Renata mencibir ucapan suaminy.. "Cih,awas saja kalo ada yang kalian rahasiakan dariku"ancamnya.
"Tidak kok sayang, Dani belum minum obat jadi otaknya geser" ucap Denis yang memasang wajah sok polos.
"Yang sakit itu kau,bukan aku" sarkas Dani.
"Sudahlah, sudah" Renata melerai suaminya yang hendak saling melempar kulit kacang.
"Aku mau potong Rambut besok" ucapnya.
"Kok ??" kompak tanya kedua suaminya.
"Kalian tahu sendiri,rambutku rontok" jelasnya.
Kedua suaminya menganggukkan kepalanya masing-masing (ya ialah masing-masing,masa saling nalangin.. Hehe)
"Ok, tapi ada syaratnya" ucap Denis
"Apa itu? "
"Coba kamu menghadap kesana" tunjuk Denis ke arah dinding ruang tamu.
"Terus?" tanya Renata yang kini sudah menuruti perintah Denis.
"Nengok sini sambil senyum".. "Cekrek" suara dari kamera HP Denis
"Ah aku kira apa,ternyata cuma ambil foto" ucap Dani membalikkan badannya.
" cuma, kata mu?? Awas saja kalo kamu minta foto terakhir Renata saat rambutnya masih panjang,aku tidak akan memberikannya" ancam Denis.
"Oh ia,gak kepikiran" Dani menepuk jidatnya
"Adikku tersayang tolonglah kirimkan foto si Cantik ini padaku" Dani memasang muka memelasnya.
"Apa sih, jijik tau aku ngelihat mukamu yang kaya gitu" Denis menggeser posisi duduknya.
"Dan lagi,umur kita itu cuma selisih 2 bulan,ingat ya 2 BULAN,yang artinya kita itu seumuran,hanya saja beda tahun doang,dan itu salahmu sendiri, lahir di bulan Desember" sanggahnya tak terima.
"Sayang tolong bantu aku" kini Dani merengek pada istrinya.
"Jangan Sayang, biarkan saja, tadi dia bilang CUMA,cuma foto mu katanya" tegas Denis.
"Sampai kapan aku harus melerai kalian saat hal kecil saja kalian ributkan? " Renata menjewer kedua kuping suaminya.
"Ampun sayang.. Ampun" ucap Denis dan Dani bersamaan.
"Sudah ya, malam ini aku mau tidur sendiri, kalian tidur masing-masing di kamar kalian, kalo ada yang masuk ke kamarku diam-diam,awas saja" Renata memgepalkan tangan kananya, tanda pukulan.
Renata meninggalkan mereka yang sedang terbengong melihat istrinya marah, dan saat Renata marah tak ada satupun dari mereka yang bisa membujuknya.
"Aku akan tetap masuk Sayang, ini kesempatan ku akhirnya bisa tidur dengan mu" Ucap Dani dalam hati.
"Maaf Sayang, malam ini aku akan tetap tidur denganmu" batin Denis bersamaan dengan Dani.
"Kenapa kau senyum-senyum ?" tanya Dani heran melihat Denis yang tak henti tersenyum.
"Tidak, aku tidak tersenyum, selamat malam, aku mau tidur, Dah" Denis pergi menuju kamarnya, dan Dani pun juga akhirnya pergi ke kamarnya juga.
... ... ..
Jam 23.00
"Sepertinya Renata sudah tertidur" Dani bangun dari tidurnya, dan mengambil kunci kamar Renata di laci nakas.
Mereka saling memiliki kunci kamar Renata, begitupun juga Renata yang memiliki kunci kamar Dani dan Denis.
Denis yang berada di kamarnya pun juga melakukan adegan yang sama percis dengan Dani.
Kamar mereka bersebelahan, sedangkan kamar Renata ada di sebrang kamar mereka.
Denis memindik mindik keluar dan menutup pelan pintu kamarnya.
Terasa tepukan di bahu kanannya, badannya langsung terpaku membeku.
"Kau mau kemana ?? " tanya Dani mengagetkan Denis.
"Ah kau, ku kira hantu" Denis membalikkan badanya dan mengelus dadanya.
"Aku haus,mau tidur" jawabnya gugup.
"Kamu haus dan mau tidur ? Apa maksudmu? Tanya Dani heran.
"Maksudku mau minum.. Ia mau minum"
"Kamu sendiri malam-malam begini bangun mau ngapain? " Denis berbalik bertanya.
"Sama aku juga haus"
"Kalau bagitu ayo kita minum bareng, terus kembali tidur" ajak Denis.
"Ayo" jawab Dani menyusul Denis yang sudah jalan duluan.
"Rencana ku gak boleh gagal" gumamnya.
Ehem.. Dani mendehem sambil menuangkan air di gelas untuk Denis.
"Ini minumlah, lalu lekas kembali ke kamar mu" perintahnya.
Tak sengaja, saat Dani memberikan gelas yang berisi air kepada Denis ia menjatuhkan kunci kamar Renata.
Denis yang mengenali kunci itu langsung melotot.
"Ouh,jadi kamu diam-diam akan masuk ke kamar Renata, dan tidur bersamanya? kamu tidak akan berhasil" Ucap Denis yang langsung berlari menuju kamar Renata.
Dani yang melihat itu pun langsung mengejar Denis.
Saat Denis membuka kunci, dan kemudian Membuka pintu, tiba-tiba Dani menerobos masuk, dan alhasil Dani masuk duluan ke kamar Renata.
"Aku berhasil" jawabnya bangga, dan langsung melemparkan tubuhnya ke ranjang Renata.
"Awas saja kau" Denis berlari menyusul Dani, dan menjatuhkan tubunya di samping Renata juga, namun di sisi yang berbeda.
Kebetulan posisi tidur Renata tidak terlalu pinggir,. sehingga ada sisa kasur kosong di kedua ujung kasurnya.
"YA TUHAAAAAAAAAAAAN" teriak Renata kencang, kesal dengan apa yang dilakukan kedua suaminya itu.
Kedua orang itu menutup kupingnya masing-masing sambil tersenyum.
Dan akhirnya mereka pun tidur bersama.
Hanya tidur.. Tidak lebih.. Cuma sedikit gerayangan tangan Dani ke paha Renata.. Itu doang.
APAKAH INI PENGALAMAN DARI AUTHOR SENDIRI. .. KRYA SPERTI GK MUNGKIN HNY SKEDAR CERITA HALU DOANK... PSTI PNGALAMAN PRIBADI..
semangat
mksh