NovelToon NovelToon
Teror Di Sekolah

Teror Di Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Cintamanis / Pembunuhan / Eksplorasi-detektif
Popularitas:180.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: esri reskiwulandari

Lima siswa baru dari sekolah yang sama lulus di SMA terbaik di kotanya.Mereka di haruskan tinggal di asrama sekolah.Namun siapa sangka teror di mulai!

Kepala sekolah di temukan tewas secara tragis membuat para siswa ketakutan.Dua orang polisi dikerahkan untuk memecahkan kasus mengerikan ini tapi sayangnya sang pembunuh benar benar licik.Dia bahkan membunuh kedua polisi itu.

Siapakah sang pembunuh sebenarnya? Apa sebenarnya motif petaka ini?

Novel ini mengandung tindakan kekerasan.Harap para pembaca menyimaknya dengan baik!

Jangan lupa komen, like dan vote!💖💖

Dukungan pembaca secuil pun sangat berharga bagi author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon esri reskiwulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencekam

Mendengar teriakan dari dalam asrama putri. Bu Vany, pak Edy dan penghuni lainnya berlari ke arah di mana suara itu berasal. Bunga berteriak teriak seperti orang yang kesurupan melihat teman melukisnya itu mati bersimbah darah di dalam kamarnya.

Sesampainya di lantai dua. Mereka yang tiba di situ kaget dengan apa yang mereka lihat.

"Kenapa ini bisa terjadi" ucap pak Edy syok. Matanya membulat melihat jasad di depannya.

Dina menggeleng. Ia masih duduk ketakutan bersandar di dinding asrama.

Ketig polisi dari pusat kota juga ada di situ. Mereka juga mendengar teriakan Bunga.

"Dia di tembak. Kenapa suara tembakan tidak kedengaran" ujar Yulpi bingung. Ia tetangga kamar Rara dan Dina menempati kamar nomor 139.

"Tidak ada suara apapun" kata anak anak lainnya yang bersebelahan dengan kamar Rara.

Mira dan Vikal membubarkan kumpulan orang yang hadir di situ sedangkan Dimas membungkus tubuh Rara dengan sprei. Setelah kerumunan orang sudah bubar ketiga polisi itu memasukkan tubuh Rara ke dalam kantong jenasah lalu membawanya ke Rumah sakit.

"Siapa sebenarnya yang melakukan ini " Dimas frustasi. Ia merasa kehadirannya di situ tidak berarti apa apa. Setiap malam ada korban yang berjatuhan.

"Tenanglah. Kita pasti bisa mengetahuinya" ujar Mira menenangkan.

"Ini membingungkan. Kita sudah mengeledah seluruh bangunan sekolah ini tapi kita tidak menemukan bukti apapun" Vikal mondar mandir di dalam ruangan khusus yang di sediakan pihak sekolah untuk mereka.

"Sepertinya kita akan mencari info yang lebih tentang sekolah ini di masa lalu" ujar Mira.

"Apa maksudmu?" tanya Dimas.

"Aku yakin ada yang terlewatkan di dalam investigasi ini. Aku akan menghubungi Denal" Mira segera mengambil ponselnya lalu memberitahukan Denal untuk mencari informasi penting tentang sekolah ini.

***

Di kamar nomor 263. Jasmine berjalan mondar mandir sendirian. Teman sekamarnya Bunga saat ini sedang berada di lobi asrama bersama dengan bu' Vany karena trauma yang ia alami.

"Ini menakutkan" ujar Jasmine cemas " pembunuh itu berkeliaran, semakin banyak korban yang berjatuhan. Tapi aku sangat penasaran siapa sebenarnya pembunuh itu bisa bisanya ia beraksi di tempat yang sudah di jaga polisi"

Jasmine merinding. Ia sempat melihat mayat Rara tadi begitu banyak luka tembakan di sekujur tubuhnya. Ia ketakutan namun di samping itu Rasa penasaran Jasmine juga muncul. Entah darimana sifat detektifnya keluar.

"Aku harus mencari tahu siapa pembunuhnya" dengan stengah keberanian Jasmine mengambil jaket dan ponselnya lalu keluar dari kamar. Ia akan pergi ke laboratarium lama di mana ia melihat si jubah merah itu pertama kalinya.

Gadis cantik itu turun dari lantai dua saat akan memasuki lobi, ia mengintip tidak ada orang. Dengan sangat hati hati ia keluar dari asrama putri.

Di luar situasinya menakutkan. Gelap hanya lampu taman yang memisahkan bangunan asrama asrama putra dan putri yang menyala. Jasmine melangkah melewati taman itu dan asrama putra menuju laboratarium lama sambil menyalakan senter ponselnya.

Sesampainya di depan laboratarium lama. Jasmine mengarakan senter ponselnya ke segala arah. Ia mempertajam pendengarannya waspada jangan sampai sang pembunuh itu menemukannya bisa bisa ia di bunuh .

Jasmine melangkah mendekati kantin yang ada di depan labotarium, ia memperhatikan dengan teliti lokasi di mana ia melihat jubah merah itu. Tidak ada apa apa di sini hanya timbunan tanah yang akan di jadikan kebun.

Sreeek...sreek...sreek....

Suara langkah kaki

Jasmine segera berlari mencari tempat persembunyian. Ia berlari ke dalam laboratarium lama kebetulan pintunya tidak di kunci.

" Huft untung tidak di kunci" ucap Jasmine lega. Ia mengintip keluar. Di luar reman reman karena di sinari oleh lampu kantin.

"Siapa kira kira yang datang" Jasmine mempertajam pendengarannya " ada dua orang"

Beberapa detik kemudian.

"Sean. Kenapa dia bisa ada di sini. Lalu siapa perempuan yang ada bersamanya itu. Apa perempuan itu kekasihnya" pikir Jasmine dalam hati.

"Kenapa kau selalu begini. Apa kau tidak punya perasaan padaku walau sedikit saja" kata gadis itu.

"Sudah berapa kali ku katakan aku tidak mencintaimu" ucap Sean dingin.

"Aku mohon. Aku berusaha keras masuk ke sekolah ini hanya untuk bersamamu" ungkap gadis itu.

"Berhentilah mengejarku Tasya. Aku tidak mencintaimu" ucap Sean lagi.

"Tapi aku mencintaimu"

"Carilah pria lain. Di luar sana masih banyak pria yang tulus mencintaimu"

"Tidak. Aku hanya ingin kau" dengan kasar gadis yang bernama Tasya itu mencium bibir Sean dengan paksa.

"Sia***" Sean mengusap bibirnya. Ia tidak menyangka kalau Tasya akan nekat padanya. Dengan marah Sean melangkah meninggalkan Tasya namun gadis itu tetap mengejarnya.

Jasmine yang melihat adegan itu menganga. Ia tidak menyangka kalau malam ini akan di suguhi oleh kisah penolakan sang ketua osis. Jasmine menutup mulutnya antara lucu dan sedih melihat gadis itu di tolak cintanya.

Setelah kepergian Sean dan Tasya. Jasmine membalikkan badannya. Ia menyorotkan senter ponselnya di ruangan laboratarium yang sudah tidak di gunakan. Tidak ada apa apa di sini hanya ruangan kosong yang kotor tapi di ujung sana sebelah kiri ada tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua. Laboratarium lama ini memang memiliki tiga lantai. Katanya bangunan ini dulunya juga adalah perpustakaan.

Jasmine melangkah. Ia mendekati tangga itu untuk pergi ke lantai dua. Saat ini ia sudah tidak merasa takut karena di kalahkan oleh rasa penasarannya. Dengan mengendap endap ia naik ke atas lantai dua.

Sesampainya di sana.

Jasmine memperhatikan sekelilingnya. Di tempat ini, di setiap sisi dinding ada rak rak buku yang berdiri tegak tapi di rak rak itu hanya beberapa buku usang yang ada di sana.

"Jadi bangunan ini juga bekas perpustakaan" kata Jasmine dalam hati. Ia mendekati rak rak itu lalu memeriksa satu per satu buku yang ada di sana. Siapa tahu ada informasi penting yang ia dapatkan dari buku buku ini.

Beberapa menit kemudian.

"Tunggu. Ada yang aneh dengan lantai dua ini. Sepertinya lantai dua ini ruangannya agak sempit daripada lantai satu. Masih ada ruangan lain di tempat ini. Tapi di mana?" Jasmine tidak menemukan pintu yang ada di sana. Yang ada hanya rak rak buku kanan kiri depan belakang.

Tap...tap....tap.....

Ada orang yang datang. Jasmine mempertajam pendengarannya. Dari mana asal suara langkah kaki itu.

Lantai satu....

Jasmine mencoba mencari tempat persembunyian namun tidak ada yang tepat. Jasmine berlari ia akan naik ke lantai tiga namun sayangnya jalan ke sana sudah di blokir. Dengan terpaksa ia hanya berdiri di depan rak bersiap menyambut siapa yang datang. Jasmine mematikan senter ponselnya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, keringatnya berjatuhan, badannya gemetar hebat saat mendengar suara benda tajam beradu dengan lantai. Keberaniannya langsun hilang, rasa penasarannya yang tinggi di gantikan oleh penyesalan masuk ke dalam bangunan ini.

Apa malam ini adalah akhir dari hidupnya? apa ia juga akan menjadi salah satu korban psikopat gila yang berkeliaran di sekolah ini?

Jangan lewatkan episode selanjutnya!

Terimah kasih sudah membaca karya author.❤

Salam cinta dari author. Ummaaa😙😙

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus kak 😄😄
yani prihastuti
Lumayan
Aninda Aula
kak.. maaf bisa di gambarin/ contoh foto seorang sean, vita dan jasmine itu kayak gimana sih ?😁🙏
Salwa
sangat bagus
Salwa
keadaan semakin tegang aja makin seru....
Salwa
aku senang dngn ceritanya
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
trnyata sdh baca smpe trkhr..klnjtane gmn? syg bgt yg tersisa tggl sedikit kl g d bunda meri sdh hbs semua
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
bs d bom atau rudal g pulau itu
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
najis bgt
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
terlalu cerdas diatas rata2 si bella
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
syukurin deh..sean g jelas krn cinta buta
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
trus siapq pelaku sbnre?
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jgn2bunga?
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
bisa y jd psikopat
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
tggl d racun kn bs si vita, bnr2 y pdhl plsi sdh smpai lokasi s vita tp g mneggeledah
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
kok tasya bs slmt dan sm b elis? dslmtkan apa mmng atas sepengthuan vita
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ada sosok mnsia berhati iblis, bisa2ne sean cinta sm vitam trnytaa rika sdh kenal vita siapa..btw knp bs tau y? gila aja y kjhtne ketauan msh mrsa aman2 aja bhkn smpe bs membunuh sebnyk itum hrse vita sdh tau kl plku teror itu vita
Adelia Abadi
ceritanya bgus knpa menggantung/Sob/
Lenna Cahaya Bintang Samudra
kpn up..jgn di gantung ceritanya thor..
Suci Kartika
ini ceritanya masi gantung lo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!