NovelToon NovelToon
Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kiara Valeska Pratama, desainer muda berbakat lulusan terbaik Jakarta tak pernah menyangka hidup glamornya akan runtuh hanya karena satu kata, perjodohan. Dijodohkan dengan anak Pak Kades dari desa pelosok, Kiara memilih kabur ke Bali dan mengabaikan hari pernikahannya sendiri.

Baginya, menikah dengan pria kampungan yang hidup di desa kumuh adalah mimpi buruk terbesar. Namun, Kiara tak tahu satu hal. Pria desa yang ia remehkan itu adalah Alvar Pramesa, dokter obgyn lulusan terbaik luar negeri yang meninggalkan karier gemilang demi kembali ke desa, merawat orang tuanya dan mengabdi pada tanah kelahirannya. Pernikahan tanpa kehadiran pengantin wanita menjadi awal dari konflik, gengsi, dan benturan dua dunia yang bertolak belakang. Gadis kota yang keras kepala dan pria desa yang tenang namun tegas, dipaksa hidup dalam satu atap.


Akankah cinta tumbuh dari perjodohan yang penuh luka dan salah paham?
Atau justru ego Kiara akan menghancurkan ikatan yang terlanjur terjalin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Setelah Alvar dan Pak Yono meninggalkan meja makan, dapur kembali dipenuhi suara air mengalir dan denting piring. Kiara berdiri di samping Sulastri, menggulung lengan bajunya. Tangannya masih canggung saat memegang spons, tapi ia berusaha rapi.

Sulastri memperhatikannya sekilas.

Bukan cara mencuci piring Kiara yang menarik perhatiannya, melainkan kesungguhan yang tak dibuat-buat.

Beberapa saat mereka hanya diam. Hingga akhirnya Sulastri membuka suara.

“Tadi kamu tanya soal Hesti…”

Kiara menoleh cepat, sedikit terkejut dan dia mengangguk pelan.

“Maaf kalau Kiara lancang, Bu. Kiara cuma … nggak enak dengar orang-orang ngomongin ibu.”

Sulastri tersenyum tipis. Bukan senyum bahagia tetapi lebih seperti senyum orang yang sudah terlalu sering mengikhlaskan. Ia meletakkan piring terakhir di rak, lalu menyeka tangannya dengan lap kain.

“Ibu sebenarnya nggak berniat cerita,” katanya lirih.

“Tapi kamu sudah jadi istri Alvar.”

Sulastri menatap Kiara, kali ini lebih lama.

“Dan ibu nggak mau kamu dengar kisah ini dari mulut orang lain.”

Kiara menelan ludah, tangannya berhenti bergerak. Sulastri kembali membelakangi wastafel, seolah lebih mudah bicara tanpa menatap langsung.

“Dulu … Alvar dan Hesti memang dekat. Bahkan, sangat dekat.”

Air keran kembali dinyalakan suaranya seperti menutup getar di suara Sulastri.

“Waktu Alvar memutuskan kuliah ke luar negeri, mereka berjanji saling menunggu. Ibu tahu itu dsn ibu mendukungnya.”

Kiara menahan napas.

“Tapi manusia … tidak selalu sekuat janji.”

Sulastri berhenti mencuci, tangannya gemetar halus.

“Suatu hari, warga menangkap Hesti sedang berduaan dengan Supradi ... anak juragan dan itu di tempat sepi.”

Kiara membeku.

“Di desa ini,"

“sekali nama perempuan tercemar, tak ada yang mau dengar penjelasan.”

Sulastri menelan ludah, suaranya menurun.

“Mereka dipaksa menikah hari itu juga.”

Kiara merasakan dadanya sesak.

“Dan Hesti … marah.”

“Bukan pada keadaan, tapi pada Alvar yang tak mau membelanya.”

Sulastri akhirnya menoleh pada Kiara. Matanya berkaca-kaca.

“Ibu lalu mengirim kabar pada Alvar. Ibu mengatakan bahwa perempuan yang ingin dia nikahi telah mengkhianatinya.”

Kiara terdiam, tangannya mengepal tanpa sadar.

“Alvar hampir hancur, Nak,” lanjut Sulastri pelan.

“Kuliahnya hampir gagal. Hidupnya nyaris berantakan.”

Sulastri menghela napas panjang.

“Ibu yang memintanya belajar ikhlas. Ibu yang menahan dia agar tidak pulang dan menghancurkan masa depannya.”

Hanya suara air yang kembali mengalir.

Kiara menatap punggung ibu mertuanya, seorang perempuan yang selama ini terlihat tegas, ternyata menyimpan luka yang sangat dalam.

“Sejak hari itu,” ujar Sulastri lirih,

“ibu belajar satu hal.”

Dia berhenti, lalu menatap Kiara dengan tatapan yang tenang tapi penuh arti.

“Perempuan tidak boleh dibandingkan. Karena setiap luka punya ceritanya sendiri.”

Kiara menunduk, dadanya hangat dan perih bersamaan.

“Terima kasih sudah cerita, Bu,” ucapnya pelan.

“Kiara janji … nggak akan menghakimi.”

Sulastri tersenyum kecil, kali ini lebih tulus.

“Ibu tahu.”

“Dan mungkin … itu sebabnya ibu mulai tenang meninggalkan Alvar di tanganmu.”

Dapur kembali sunyi namun untuk pertama kalinya, keheningan itu terasa damai.

Setelah kata-kata itu menggantung di antara mereka, Sulastri kembali membilas piring terakhir. Air mengalir pelan, seirama dengan detak hati Kiara yang tak karuan.

Sulastri lalu mematikan keran, dia tidak langsung menoleh, hanya bertanya dengan suara yang sangat tenang.

“Kiara…” Kiara mengangkat wajahnya.

“Apak Kamu mulai nyaman sama Alvar?”

Pertanyaan itu sederhana. Tapi rasanya seperti menyentuh sudut hati yang selama ini Kiara sembunyikan rapat-rapat.

Kiara tidak langsung menjawab dia menunduk. Jemarinya saling bertaut, gugup. Pipinya memanas, napasnya sedikit tertahan. Sulastri menangkap bahasa tubuh itu tanpa perlu jawaban.

“Nggak apa-apa,” katanya lembut.

“Kalau kamu belum mau jujur sama ibu.”

Kiara menoleh cepat, sedikit panik.

“Bu—”

Sulastri menggeleng pelan.

“Yang penting kamu jujur sama diri kamu sendiri.”

Ia melangkah lebih dekat.

“Perasaan itu nggak bisa dipaksa, tapi juga nggak bisa dibohongi.”

Kiara menelan ludah, dadanya bergetar oleh perasaan yang bahkan belum berani ia beri nama. Sulastri lalu berkata lagi, nadanya lebih dalam.

“Soal Alvar dokter … kenapa ibu nggak cerita dari awal…”

Kiara menatapnya.

“Bukan karena ibu ingin menutupi,” lanjut Sulastri.

“Tapi karena ibu tahu.”

Ia menyentuh tangan Kiara pelan.

“Kalau kamu menyukai Alvar, kamu akan menerima dia apa adanya. Bukan karena gelarnya, bukan karena pekerjaannya.”

Mata Kiara berkaca-kaca.

“Dan ibu juga tahu,” Sulastri tersenyum hangat,

“kamu bukan perempuan yang menilai lelaki dari status.”

Kiara mengangguk pelan.

“Terima kasih, Bu…” suaranya nyaris berbisik.

“Terima kasih sudah menerima Kiara.”

Sulastri menatap menantunya itu lama, seolah memastikan satu hal dalam hatinya. Lalu, tanpa berkata apa-apa lagi, ia membuka kedua tangannya.

Kiara terdiam sepersekian detik, sebelum akhirnya melangkah maju dan memeluk ibu mertuanya itu.

Sulastri mengusap punggung Kiara pelan.

“Pelan-pelan saja,” katanya lirih.

“Cinta yang baik nggak perlu terburu-buru.”

Kiara memejamkan mata.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
tapi emang harusnya gini ga sih kan logika nya yg makan adalah konsumen harusnya dikasihin yg sesuai pesanan konsumen kok jd nurutin orang lain tanpa konfirmasi 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
naahhh wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kagak ada cctv nya di ruangan kerja pribadi? harusnya kalo level manager yg nanganin proyek ada ya slnya buat jaga2 kalo ada kejadian begini hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
orang stress nya ilang satu tumbuh satu lagi 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini jatohnya apa sih? stress? depresi atau apa? tapi aku bingung lho kok bisa orang dengan gangguan kejiwaan gini dia lolos sekolah jd dokter kandungan 🤔 emang selama proses belajar mengajar sampe sumpah dokter ga ada psikotes nya ya? kok bisa ngelolosin orang sakit jiwa 😌
Soleh Sudarna
tuu kaaannn.. beneran gillaa.. sedeng.. sableng.. sinting.. eddaann.. 😠😡😡
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
beneran stress ternyata, slnya patah hati nya sampe ngebunuh orang 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bukan apa ya tp kayak pantes aja si pradi akhir hidupnya ngenes, si bahrul juga wkwk ternyata makan hasil uang orang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
inilah kalo siluman ular sm siluman lipan di satukan wkwk tp aku suka keributan ini, pengen tau di antara sesama siluman siapa yg menang 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kaaan wkwk perempuan ini bikin repot, harusnya dr awal gausah segala acara ngeboncengin dan berusaha cari tau dr ini orang, salah strategi kan 🙂
Soleh Sudarna
dr hesti terbangsat.. iblizz gila 😡😡😡
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok bisa ga kepikiran ngabarin isteri nya, aku ga di kabarin suami ku dia udah sampe kantor apa belum ada tantrum 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
better di bakar sih wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo gua mah ga ridho gua tarik kalung nya 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok bisa hamil duluan jd kebanggaan sih wkwk padahal itu top tier aib bikin malu keluarga selain jd gundik/pelakor 😂 slnya di bahas nya sepanjang segala abad sm ibu2 satu kampung 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
buset 10 ga bayar sewa tanah jatohnya gatau diri sih 🙂 bukan apa ya tp takutnya dia aja ga menuhin kewajiban dia, sama aja mencurangi hak orang lain trus gara2 ngasih makan keluarga nya dr cara begini si supradi jd begitu kelakuannya, suka KDRT 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
mungkin aku jahat tp aku ga suka kalo situasi alvar terjadi di kenyataan, niat nya mungkin baik ya belain mantan dr kdrt atau apalah tp kalo bikin berantem sama pasangan kita sekarang aku mending di bilang jahat gapapa deh slnya kelakuan nya si hesti juga begini, niat alvar nolong tp di tanggap nya masih ada rasa jd ya repot sih kataku mending manggil warga aja kalo mau nolongin ramean 🙏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
penasaran banget sama pencetus mitos ini, pengen nanya slnya dia awalnya mencetuskan ini dr mana 🙏🙂 slnya bingung sm korelasi hamil sm ngelayat, nanti giliran ga ngelayat di omongin juga di bilang suami berduka kok isterinya ga ikut ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢: aku malah baru tau ada mitos ini kak 😅
total 2 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini buat dokter hesti: wleeeeek 😛😛😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya kata gua juga lu aneh, kenal enggak deket apalagi tp nyeritain kisah cinta dokter (yg mungkin dia tau kiara isteri nya alvar) kayak buat apa coba? 🤷🏻‍♀️ gua kalo jd pasien biasa aja kayak hah lu stress tiba2 ngomong gini, mau itu mantan pacarnya kek mantan isteri nya kek bodo amat 🙏🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!